Advertisement
Advertisement

Wang Zhen dan Bing Bing mampir ke sebuah kafe dekat pantai. Seseorang membawakan handuk untuk Wang Zhen untuk membersihkan tangannya. Wang Zhen berterima kasih padanya. Dia lalu menanyakan pesanan Wang Zhen. Wang Zhen bilang dia pesan seperti biasanya dan Bing Bing pesan air panas. 


Pria itu pergi. Wang Zhen menggunakan handuk itu untuk membersihkan pakaiannya. Bing Bing bertanya apa Wang Zhen kenal sama manajernya? Wang Zhen mengiyakan. Ia ceeita kalo rumah sakit tempat dia magang sekitar 2 km dari sini. Saat itu dia masih anak baru. Dia bekerja 15-16 jam perhari. Wang Zhen melalui banyak malamnya dengan minum kopi disana. Bing Bing tersenyum. Ia berharap bisa melihat seperti apa Wang Zhen saat itu. Pasti beda dengan yang sekarang. Seorang wanita melihat Wang Zhen dan  serasa mengenalnya. 


Wang Zhen mengiyakan. Ia tersenyum. Saat itu dia memang seorang anak baru. Dan saat semua orang tahu kalo dia hanya dokter magang, nggak ada lagi yang percaya padanya lagi. Bing Bing merasa nggak bisa membayangkannya. 


Wanita yang melihat Wang Zhen sedari tadi akhirnya menghampiri Wang Zhen. Dia bertanya apa benar dia dokter Wang? Wang Zhen mengangguk membenarkan. Wanita itu mengaku sebagai salah satu pasien Wang Zhen. Namanya Chen Mei Hui. 


Wang Zhen bangkit dan ingat kalo nyonya Chen adalah orang yang datang untuk pemeriksaan di fumah sakit. Wang Zhen memberitahu Bing Bing kalo dia adalah pasien pertamanya. Nyonya Chen menjabat tangan Wang Zhen dan berterima kasih padanya. Kalo bukan karena dokter Wang yang mengetahui kalo ia memiliki placenta previa, maka dia mungkin nggak akan bisa hidup untuk melihat anaknya. 
*Placenta previa: kondisi plasenta yang menempel di bagian bawah rahim. 


Nyonya Chen lalu memanggil anaknya yang ternyata punya nama Ah Nuo. Ia merasa sedikit memalukan tapi dia sungguh sangat berterima kasih. Nama marga suaminya Xu jadi ia berpikir hanya akan memberinya satu nama yaitu Xu Nuo. 


Seorang anak pakai jaket kuning menghampiri mereka. Nyonya Chen menyurih anaknya untuk menyapa Wang Nuo. Ah Nuo menyapa Wang Zhen. Nyonya Chen mengingatkan kalo saat ia hamil Ah Nuo, ia hampir saja mengalami gagal jantung. Kalo dipikir lagi, kelahiran Ah Nuo adalah sebuah keajaiban. Dan itu adalah keajaiban yang Wang Zhen berikan padanya. Wang Zhen menggeleng. Nyonya Chen berharap dengan memberikan nama itu, ia berharap anaknya akan menjadi seperti dokter Wang. Membantu lebih banyak orang. 


Nyonya Chen lalu menggendong Ah Nuo. Dia memberitahu anaknya kalo dokter Wang adalah orang yang pertama kali menggendongnya. Dia juga adalah penyelamatnya. Ah Nuo berterima kasih pada Wang Zhen dan memberikan baksonya pada Wang zhen. Wang Zhen menerimanya dan berterima kasih. Ia bertanya apa Ah Nuo nggak suka bakso ikan? Ah Nuo mengaku ngdak suka tapi ibunya membelikannya untuknya. Nyonya Chen memberitahu kalo anaknya sangat pemilih dengan makanan. Orang tuanya suka ikan tapi Ah Nuo enggak. Bing Bing merasa kalo anak itu mirip Wang Nuo. 


Wang Zhen memberitahu kalo dia suka ikan. Dia lalu memasukkan bakso ikan ke mulutnya lalu menggendong Ah Nuo. Wang Zhen melihat tangan Ah Nu terluka. Ia melrtakkan baksonya dan bertanya kenapa tangan Ah Nuo bisa terluka? Ah Nuo memberitahu kalo dia digigit anjing. Nyonya Chen cerita kalo dia memberitahu Ah Nuo kalo anjing liar itu berbahaya tapi Ah Nuo tetap pergi. Dan setelah dia digigit anjing, dia lalu bilang ingin jadi dokter. 


Wang Zhen teringat kakaknya. Dia menatap Ah Nuo dan memberitahu kalo dulu ada seorang anak sepertinya yang ingin menjadi dokter. Dia sangat penyayang, baik dan suka membantu orang lain. Dia juga dipanggil Ah Nuo. Ah Nuo merasa anak itu seperti dirinya. Wang Zhen mengangguk membenarkan. 


Wang Zhen lalu menurunkan Ah Nuo. Ia mengingatkan kalo membantu itu bagus. Tapi juga harus ingat untuk melindungi diri sendiri. Jangan membuat keluarga khawatir. Anak itu mengangguk. Dia lalu minta ijin ke ibunya kalo dia ingin bermain disana. Nyonya Chen memperbolehkan tapi dia mengingatkan untuk berkata sesuatu dahulu. Ah Nuo pamit pada Wang Nuo dan Bing Bing. Bye! Anak itu pun pergi bersama ibunya. 

Flashback...


Wang Zhen dan Wang Nuo berdiri di tepi laut. Wang Nuo menanyakan mimpi Wang Zhen. Wang Zhen menjawan ingin jadi astronot atau petualang yang melakukan hal-hal keren. Wang Nuo menilai kalo mimpi Wang Zhen sedikut nggak realistis. Wang Zhen tahu dia akan jadi orang yang sangat keren. Dia lalu gantian menanyakan mimpi Wang Nuo. Wang Nuo mengaku ingin jadi dokter. Ia ingin membantu banyak orang. 

Flashback end...


Wang Zhen melamun. Bing Bing menghampirinya dan bertanya apa dia baik-baik saja? Wang Zhen mengiyakan. Dia hanya teringat pada kakaknya. Bing Bing duduk di samping Wang Zhen. Wang Zhen mengaku kalo dia nggak pernah  pingin jadi dokter. Tapi karena dia berpura-pura jadi Wang Nuo, dia jadi tenggelam dalam karir yang dipilihnya. Tapi jadi dokter juga nggak gampang. 


Wang Zhen menceritakan kalo sebelum dia jadi Kepala Dokter, dia diperlakukan seperti anjing. Dia ikut di setiap operasi dan hampir menyerah. Dan kalo nggak gara-gara anak itu, anak itu adalah anak pertama yang ia bantu proses kelahirannya. Ketika ia mentelamatkan anak itu dari pintu kematian, nggak tahu kenapa, Wang Zhen merasa tersentuh. Anak itu memberinya keberanian untuk terus maju. 


Wang Zhen nggak percaya anak itu dinamakan Xu Nuo. Dia berpikir... . Bing Bing menebak, Wang Zhen berpikir kalo kakaknya terlahir kembali di tangannya? Wang Zhrn menghela nafas. Mungkin. Dia merasa kalo itu sungguh perasaan yang aneh. Wang Nuo bisa meredakan beberapa hal sekarang. 


Bing Bing mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Wang Zhen. Wang Zhen mengaku kalo dia pernah bilang ke Wang Nuo  kalo dia pingin jadi orang yang keren saat dia dewasa. Saat itu dia hanya bercanda. Tapi sekarang dia ngerti. Dia, Wang Zhen ingin dunia sedikit berubah karenanya. Bing Bing menanyakan apa yang ingin Wang Zhen lakukan? 


Wang Zhen menatap Bing Bing dan bilang kalo dia pingin jadi dokter tanpa batas (dokter sukarelawan). Dia selalu membicarakannya tapi setelah dapat promosi, dia terlalu sibuk untuk melakukannya. Tapi sekarang dia merasa makin yakin. Bing Bing bertanya, seperti pergi ke negara yang sedang perang? Bukannya itu sangat berbahaya? Wang Zhen tersenyum. Sebenarnya dia pingin pergi ke Kamboja tapi dia lalu sadar kalo banyak wanita hamil di Vietnam yang sangat membutuhkan pemeriksaan setelah kelahiran. Bing Bing menanyakan apa itu pemeriksaan kelahiran? 


Wang Zhen tersenyum lalu menjelaskan kalo di Vietnam banyak orang yang memiliki efek samping dari perang yang terjadi sebelumnya, juga presentase anak-anak yang kekurangan gizi sangat tinggi sekitar 20%, dan setengah juta anak-anak yang baru lahir mengalami keterbelakangan mental. Beberapa bahkan tanpa mata. 


Bing Bing menyimpulkan jadi Wang Zhen ingin pergi ke sana untuk membantu mereka, wang Zhen mengiyakan. Ini adalah apa yang ia dan Wang Nuo ingin lakukan. Bing Bing merasa kalo itu adalah mimpi yang sangat bagus. Nggak seperti dirinya. Dia nggak tahu apa yang dia ingin lakukan. Wang zhen membelai kepala Bing Bing. Ia mengingatkan bukankah Bing Bing sudah punya toko kue? Bing Bing membenarkan. Kalo gitu mimpinya adalah membantu guru mengembangkan toko kuenya. 


Wang Zhen nggak terima. Masa mimpi Bing Bing ada kaitannya dengan Bruce??!! Bing Bing mengiyakan. Dia kan bosnya. Wang Nuo bilang enggak. Bing Bing adalah pacarnya. Tujuan hidup Bing Bing ya harus mengikut sertakan dirinya. Bing Bing malah menyimpulkan, jadi maksudnya Wang Zhen ingin dia pergi ke Vietnam bersamanya? (Hadeuh, tepok jidad!) 


Wang Zhen menjelaskan maksudnya. Kalo Bing Bing terlalu malas untuk bekerja, maka Bing Bing bisa merawatnya. Contohnya, Wang Zhen kerja keras dan Bing Bing diam-diam santai di rumah. Dan mereka bisa punya 3 anak. Buat Wang Zhen, laki-laki atau perempan nggak masalah. Lagian juga dia suka anak-anak. Kepribadiannya harus kayak Wang Zhen, kepintarannya juga harus seperti dia. Tapi kalo dia mirip Bing Bing itu lebih baik. 


Bing Bing mencoba menelaah. Mendengarnya saja itu bukan ide yang buruk. Tapi kenapa imajinasi di kepala Bing Bing ...

Hayalan dimulai...


Bing Bing berdiri berdampingan dengan anak-anaknya sementara Wang Zhen duduk di sofa. Wang Zhen memegang pentungan dan menyuruh mereka untuk berdiri tegak. Dia marah karena mainan berserakan dimana-mana. Ia meminta mereka untuk jujur, siapa yang membuat mainan seperti itu? Siapa? 


Ketiga anak itu kompak menunjuk Bing Bing. Bing Bing nggak bisa bilang apa-apa. Dia berusaha menyingkirkan tangan anak-anaknya. Wang Zhen marah dan menyuruhnya berdiri tegak. Dia bertanya apa sulcus Bing Bing bengkak? Dia adalah ibu mereka. Harusnya Bing Bing mengajari Jia Jia, Yi Yi dan Ding Dinh dengan perilaku yang benar. Bing Bing mengangguk. 

Hayalan selesai...


Bing Bing menolak. Dia juga mau kerja kalo enggak maka dia akan mudah dibully sama Wang Zhen. Wang Zhen membelai rambut Bing Bing lagi. Pipit kecil punya ambisi juga rupanya. Bing Bing meminta agar Wang Zhen nggak meremehkannya. Dia akan membuat toko kue jadi merek yang mendunia. 


Wang Zhen sedang memeriksa sesuatu di laptopnya. Yi Le datang dan memberikan surat prngunduran diri Wang Nuo yang dia sita tempo hari sambil bertanya apa upacara pencarian diri sendiri telah berakhir? Wang Nuo meremas kertas itu dan membuangnya. Hampir selesai katanya. Yi Le tersenyum dan mengucapkan selamat datang kembali ke tim dan menghadapi pertempuran. Wang Nuo menyatakan akan merubah sikapnya. Dia nggak akan meninggalkan mereka lama-lama. Paling lama 1-2 bulan. 2 bulan? Yi Le bertanya apa Wang Zhen mau keliling dunia? 


Wang Nuo menatap Yi Le. Menurutnya itu menarik tapi nggak keren. Saat semuanya berjalan, dia akan melaporkannya kepada dokter Shen Yi Le. Yi Le merasa nggak masalah. 


Bing Bing mendapat telpon kalo pengeluaran mereka melonjak. Orang yang menelponnya memberitahu kalo mereka setuju untuk memberikan saham dimuka karena nama Bruce dan presdir hotel Kai Li. Bing Bing meminta maaf. Dia akan menelpon lagi saat ia telah memahami situasinya. 


Bruce kebetulan lewat. Bing Bing menanyakan tentang kaviar kualitas tinggi yang Bruce pesan. Bruce memberitahu kalo itu untuk mengembangkan rasa baru, kaviar dan cokelat. Karena itulah dia memesan kaviar kualitas tinggi. Bing Bing mengingatkan kalo anggaran belanja jadi agak ketat kalo gini. Pengeluaran... . 


Bruce sepele, uang mereka bisa cari lagi. Bruce berjalan meninggalkan Bing Bing. Bing Bing mrnahannya dan bertanya apa Bruce punya uang? Bruce menghela nafas. Dia akan membicarakannya dengan Tu Do. Bing Bing mengiyakan. Bruce menghampiri Bing Bing dan melarangnya mengkhawatirkan hal itu. 


Bruce mau pergi lagi tap Bing Bing kembali menahannya. Bing Bing berpesan agar Bruce berdiskusi dulu dengannya sebelum Bruce membuat keputusan apapun lagi nanti biar dia bisa memahami situasinya dengan lebih baik. Ok! Bruce setuju. 


Bing Bing melihat pengeluaran mereka lagi. Dia merasa harus memikirkan sesuatu. Dia nggak bisa hanya duduk dan menunggu mati. Nggak mungkin. 


Wang Zhen kembali sibuk. Dia bertanya pada Ah Bo tentang keadaan pasien kanker ovarium nyonya Wu Mei dari kamar 208 yang dirawat lagi? Ah Bo memberitahu kalo nyonya Wu dibawa ke ruang gawat darurat oleh 119 saat mereka sedang libur. 


Yi Le merasa kalo pria berotot itu konyol. Baru satu minggu juga. Ah Bo Merasa kalo pacarnya sangat perhatian. Dia menyewa seluruh restoran dan mentraktir Ah Bo makan malam romantis. Dia bahkan menyewa vand pribadi untuk memainkan lagu kesukaan Ah Bo. Yi Le dan para perawat jadi heboh dan merasa kalo itu sangat romantis. 


Wang Zhen bertanya, Ah Bo dan pria berotot pacaran? Ah Bo mengiyakan. Wang Zhen meremehkan. Hanya satu minggu. Masih banyak tipuan yang dibutuhkan. Ah Bo menilai kalo Wang Zhen nggak ngerti. Ia memberitahu kalo wanita berpacaran, mereka itu harus dimanjakan. Dan setiap saat berharga untuk dikenang. Seperti pertama kali pegangan tangan, pertama kali pelukan, pertama kali...(ciuman). 


Tiba-tiba orang yang sedang dibicarakan menelpon. Ah Bo menyingkir untuk menjawabnya. Yi Le menyuruh Wang Nuo untuk melihatnya dan menyarankan agar Wang Nuo belajar dari situ. Wang Zhen sinis. Cih. 


Wang Zhen duduk di tempatnya Bing Bing sambil searching sesuatu. Dia melihat Bing Bing yang nggak jauh darinya sedang asik sendiri. Dia bertanya apa lusa Bing Bing punya waktu luang? Bing Bing yang lagi serius nggak denger Wang Zhen ngomong. 


Wang Zhen mengambil ponsel Bing Bing. Bing Bing nggak terima soalnta dia sedang mencari hal-hal untuk urusan kerja. Bing Bing mau mengambil ponselnya kembali tapi Wang Zhen menahannya. Dia memberitahu kalo Bing Bing sudah pulang kerja. Ia meminta Bing Bing untuk mendiskusikan urusannya nanti saat dia bekerja. Bing Bing menilai kalo Wang Zhen aneh. Dia punya rumah srndiri tapi selalu datang ke kamarnya. Wang Zhen santai memberitahu kalo orang yang dia suka nggak ada di rumahnya. 


Bing Bing mau kembali duduk tapi Wang Zhen malah menariknya dan memeluknya. Bing Bing bertanya kenapa Wang Zhen pegang-pegang? Dia jadi ketakutan. Bing Bing ngomong terus. Terpaksa wang Zhen menutup mulutnya pakai tangan. Bisa nggak Bing Bing diam selama 10 menit? Bing Bing mengangguk. 


Wang Zhen melepaskan tangannya dan membelai rambut Bing Bing. Dia bertanya apa lusa Bing Bing punya waktu? Bing Bing cuman jawab, emm. Wang Zhen memberitahu kalo dia memesan tempat d restoran. Dia mau Bing Bing bebas dan berhenti lembur hari itu. Bing Bing jawab lagi, emm. Wang Zhen mengatakan kalo itu adalah pelukan selamat malam. Dia akan turun 10 menit lagi. 


Bing Bing tersenyum dan balik memeluk Wang Zhen. Mereka tampak sangat bahagia. (Aww, bikin ngiri). 


Wang Zhen selesai bekerja. Dia mengganti jasnya sambil memeriksa ponselnya. Dia menelpon Gui Lian dan bilang kalo dia sudah di jalan. Gui Lian dan yang lain memberitahu kalo flashmobnya akan dimulai tepat jam 9 malam. Wang Zhen pun segera pergi. 


Gui Lian dan kawan-kawan sudah ada di luar restoran. Wang Zhen duduk sambil nunggu Bing Bing. Pelayan datang dan menanyakan pesanannya. Wang Zhen mengaku sedang menunggu pacarnya dan akan pesan nanti. 


Wang Zhen terus menunggu tapi Bing Bing nggak juga datang. 


Bing Bing sendiri sedang sibuk di toko kuenya. Chef Ding membawa teman-temannya dan membuat Bing Bing menjual kuenya sampai habis. Bing Bing bahkan nggak mendengar ponselnya bunyi. Telpon dari Wang Zhen. 


Wang Zhen masih sabar menunggu. Pacar pria yang duduk di depan Wang Zhen sudah datang. Mereka makan mengobrol dan pergi tapi Bing Bing nggak juga datang. 

Bersambung...

Komentar:
Wang Zhen sayang banget sama Bing Bing. Agak nggak bisa nahan tawa lihat hayalannya Bing Bing tentang keluarga dan anak-anak mereka. 

Dan kira-kira Wang Zhen marah nggak ya karena Bing Bing malah sibuk ditoko kue?