Advertisement
Advertisement

Gui Lian dan kawan-kawan mulai bosan menunggu. Tiba-tiba Wang Zhen menelpon. Mereka senang dan bertanya apa mereka bisa mulai? Wang Zhen meminta untuk dibatalkan saja. Gui Lian nggak ngerti kenapa harus dibatalkan? Gui Lian mengetuk jendela dan memanggil Romeo. Wang Zhen malas dan menyuruh Gui Lian untuk pergi. 


Bing Bing masih di toko kue merayakan ulang tahun teman Chef Ding. Dia merasa nggak tenang dan terus menatap jam tangannya. 


Acara selesai. Bing Bing buru-buru pulang dan melihat Wang Zhen sudah ada di luar. Bing Bing minta maaf, dia kelupaan. Teman-teman Chef Ding merayakan ulang tahun dan nggak ada cukup staf jadi... . Bing Bing memberitahu kalo dia sangat sibuk bahkan dia nggak punya waktu untuk duduk. Kakinya sakit. 


Wang Zhen kecewa tapi dia nggak bisa marah. Ia mengatakan kalo Bing Bing bisa cari orang untuk menggantikannya. Bing Bing mengingatkan kalo dia punya saham jadi nggak bisa melimpahkan begitu saja ke orang lain. Dia mengingatkan kalo bukannya Wang Zhen pingin jadi pacar yang sempurna? Bing Bing merayu, nggak bisa apa Wang Zhen maafin pacarnya? 


Wang Zhen menatap Bing Bing dan rasa kesalnya jadi hilang. Tentu saja dia akan memaafkan Bing Bing. Tapi mereka sudah janjian. Wang Zhen khawatir karena Bing Bing nggak datang dan dia nggak bisa melihat Bing Bing jadi dia datang untuk mencari Bing Bing. Apa Bing Bing tersentuh? 


Bing Bing tersenyum. Dia menghampiri Wang Zhen. Dia mengakui kalo dia tersentuh dan mengecup pipi Wang Zhen. Bing Bing merayu agar pacarnya yang sempurna nggak marah lagi. Bing Bing menarik pipi Wang Zhen dan memaksanya tersenyum. 


Chef Ding keluar dan meledek Bing Bing membawa pacarnya buat nunjukkin kasih sayangnya. Bing Bing jadi malu. Chef Ding terus menatap Wang Nuo dan membuatnya nggak nyaman. Ada apa? Chef Ding bertanya apa ayah Wang Nuo seorang tentara? Wang Nuo memberitahu kalo leluhurnya semuanya berbisnis belut. Chef Ding tersenyum. Dia salah orang. Tapi dia merasa benar-benar mirip. Chef Ding kembali masuk ke toko. 


Ponsel Wang Zhen bunyi. Telpon dari rumah sakit. Perawat mengabarkan kalo nyonya Zhen Mei Yan mengalami perdarahan. Wang Zhen mengiyakan. Dia akan kesana. Wang Zhen menutup telponnya dan menatap Bing Bing. Mereka akan pisah lagi. 


Wang Zhen menyelesaikan tugasnya dan tidur di ranjang rumah sakit. Bing Bing datang dengan diantar perawat. Bing Bing maauk dan melihat Wang Zhen tertidur. Ia meletakkan makanannya dan mendekat. Wang Zhen terbangun dan bertanya kenapa Bing Bing datang? Bing Bing minta maaf sudah membangunkan Wang Zhen. Wang Zhen nggak papa. Dia nggak tidur, kok. Hanya memejamkan mata saja. 


Wang Zhen bangun dan bertanya jam berapa sekarang. Bing Bung memberitahu kalo sekarang sudah lewat tengah malam. Bing Bing mengaku datang untuk merayakan satu minggu kencan mereka. Wang Zhen menghela nafas. Ternyata Bing Bing masih ingat. 


Wang Zhen beranjak dari tempat tidur. Bing Bing memberitahu kalo Gui Lian yang memberitahunya. Bing Bing minta maaf karena nggak tahu Wang Zhen memperhatikan hari jadi mereka. Wang Zhen mengambil kopi dan bilang nggak papa. Dia hanya terlalu memikirkannya. Ia berpikir kalo setiap wanita suka mengingat tanggal seperti itu. Nggak nyangka juga kalo seseorang nggak akan memperdulikannya. Bing bing duduk. Dia mengaku peduli tapi hanya saja ia merasa kalo formalitas itu nggak penting. Yang terpenting adalah hati. 


Bing Bing menawarkan kalo Wang Zhen mau dia menggantinya. Bing Bing janji akan melakukan apa yang Wang Zhen katakan. Wang Zhen merasa itu menarik. Ganti rugi? Apapun? Bing Bing membenarkan. Wang Zhen meminta Bing Bing untuk mengirimnya pesan yang lebih panjang dari Bruce. Paling sedikit 30 kata. Bing Bing protes. Dia mengirim pesan ke gurunya dan bukan soal cinta. Bing Bing menawar 25 kata. 


Ah, wang Zhen kesal Bing Bing nawar mulu. Siapa yang awalnya menawarkan diri? Bing Bing terpaksa menyanggupi. 30 kata. Wang Zhen tersenyum. Dia melihat jam dinding. Masih ada 10 menit sebelum hari ini berakhir. Wang Zhen menyuruh Bing Bung menghabiskan makanan yang dia bawa. 


Bing Bing menurut. Dia berpesan agar Wang Zhen nggak menyesal. Wang Zhen bangkit mau meletakkan gelasnya. Bing Bing memberitahu kali apa yang dia masak adalah nasi gorenf saus keluarga Wanf spesial buatan Gao Bing Bing. Dia akan menghabiskannys sendiri. Wang Zhen langsung menoleh dengar itu adalah makanan kesukaannya. Dia lalu mendekat dan minta satu sendok saja. Bing Bing menggeleng. Wang Zhen duduk di samping Bing Bing dan merengek minta sesuap. 


Bing Bing bersama Bai He di kamarnya. Mereka sedang mengecat kuku sambil mengobrol. Bing Bing  menceritakan apa yang dilakukan Wang Zhen padanya. Sambil makan buah-buahan kering milik Bing Bing Bai He menilai kalo dokter Wang terlalu posesif. Ia menilai kalo buah-buahan kering itu seperti obat tapi rasanya enak. Bing Bing merasa kalo buah-buahan kering itu seperti kehidupan seseorang. Sudah pasti harus bebas dan alami. Bing Bing ikutan memakannya. 


Bai He meledek, menyuruh Bing Bing membalas pesannya pada Romeo. Bing Bing malas. Masa Wang Nuo ingin dia mengirim pesan sedikitnya 30 kata? Dia ini pacaran apa ikut ujian? Bai He terkejut Wang Nuo begitu suka mengontrol. Apa dia kaisar? Bai He lalu memperlihatkan kukunya. Cantik kan? Bing Bing mengiyakan. 


Bing Bing curhat, nggak tahu kenapa, saat Wang Nuo bersamanya, dia jadi bernafas lwbuh kuat dan jantungnya berdetak lebih kencang. Habis itu seolah otaknya kekurangan oksigen hadi dia nggak bisa berpikir jernih. Tapi dia akan lebih baik saat ia berada 19 kaki dari Wang Nuo. Bai He tersenyum melihat sahabatnya. Dia memberitahu kalo penyakit yang dialami Bing Bing dikenal dengan jatuh cinta. Perasaan jatuh cinta. Sangat menyentuh. 


Bing Bing menatap Bai He seolah dia aneh. Bai He mengaku iri pada Bing Bing. Ia minta Bing Bing berhenti nggak memahami apa yang dia miliki. Mereka lanjut mewarnai kuku pakai kuteks dan tiba-tiba Wang Nuo datang. Bai He berkomentar, pucuk dicinta ulam pun tiba. 


Wang Nuo bersama Bruce di gym. Mereka bergantian menarik beban. Wang Nuo membenarkan apa yang Bruce katakan kalo dia jarang punya kesempatan bersama dengan Bing Bing. Teman-temannya lebih penting dari pacarnya. Bruce yang lagi menarik beban melihat dua wanita melintas dan meliriknya. Wang Nuo memanggilnya dan mengingatkan kalo dia lagi bicara. 


Bruce mengaku mendengarkannya. Menurutnya itu hanya obrolan wanita. Apa masalahnya? Wang Nuo kesal. Apa dia nggak boleh menemui pacarnya? Bruce bertanya apa ini pertama kalinya Wang Nuo pacaran. Wang Nuo mengelak. Tentu saja enggak. Bruce lalu bertanya apa yang Wang Nuo lakukan terakhir kali? 


Wang Zhen nggak bisa menjawab. Dia lalu gantian menarik beban. Bruce menasehati agar Wang Nuo memberi Bing Bing waktu untuk bernafas. Lagian sekarang Bing Bing benar-benar sibuk dengan tokonya jadi wang Nuo jangan terlalu menekannya. Wang Nuo mengelak. Dia memberi tekanan apa? Ia mengaku hanya ingin jadi bagian hidup Bing Bing. Lagipula dia sudah mengikuti PSO (Prosedur Standar Operasi) sebagai pacar sempurna. Harusnya Bing Bing senang. 


Bruce mengulangi, PSO pacar yang sempurna? Dia meledek, itu versi Android apa versi iOS? Wang Zhen menanggapi dengan ikut bercanda kalo itu versi Wang Nuo. Bruce hanya tertawa. Mereka berganti posisi. Bruce memberitahu kalo PSO digunakan untuk pacaran, maka itu bukan pacaran namanya tapi bisnis. Menurut Bruce, mereka nggak harus berubah saat mereka bersama. Wang Nuo harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri dan membuat dirinya jadi orang terbaik buat mereka dan jadi orang yang tepat satu sama lain. 


Wang Nuo mengangguk tapi ujung-ujungnya dia malah meledek. Lihat teorinya. Buat seseorang yang punya hubungan yang gagal dua kali, kecepatan dan stamina Bruce mungkin nggak setinggi itu. Bruce sesumbar. Seenggaknya poin pengalamannya lebih tinggi. Wang Zhen kembali meledek. Ini membuktikan bahwa dengan poin pengalaman yang lebih tinggi, maka hubungannya juga akan lebih baik. 


Bruce mengangguk. Dia menghampiri Wang zhen dan membalasnya. Kalo emang PSO pacar sempurna Wang Nuo berguna, kasih ke dia. Dia akan memakainya ke dua wanita yang tadi lewat. 


Wang Nuo sedang duduk di ruangannya. Makan camilan sambil berkirim chat sama Bing Bing. Yi Le menghampirinya dan melihat apa yang Wang Nuo tulus di ponselnya. Dia menggoda dokter Wang Nuo yang menggunakan emoticon cium dan hati untuk chat dengan pacarnya. Dia menilai kalo dokter Wang agak kemayu.  Wang Nuo merasa nggak begitu. Dia memperlihatkan kalo Bing Bing menggunakan emoticon dan kata-kata. 


Wang Nuo tersenyum. Dia lalu bertanya pada Yi Le, menurutnya perlu enggak dia memberikan ruang saat pacaran? Yi Le mengiyakan. Mereka para laki-laki pinginnya mengendalikan segalanya. Nggak terkecuali berpacaran. Seolah dia melihat mangsanya. Selalu memperhatikan mereka seperti binatang buas. Wang Nuo menatap Yi Le dan bertanya apa dia sekongkol sama Bruce? Kenapa dia juga berpikir kalo dia nggak memberi Bing Bing cukup ruang buat bernafas? 


Yi Le menyampaikan kalo mangsa melihat pemburunya, mereka cenderung ingin melarikan diri. Wang Nuo tampak memikirkannya. Yi Le menghibur kalo Wang Nuo manis seperti ity. Dia terlihat manusiawi, nggak buruk, kok. Tapi kalo Wang Nuo keterlaluan, itu kemayu namanya. 


Wang Nuo nggak terima dibilang kemayu. Yi Le kembali mengumpamakan kali pacaran itu seperti menerbangkan layang-layang. Kalo Wang Nuo ingin layang-layangnya terbang bebas, maka dia harus memberinya cukup ruang. Karena benangnya masih ada di tangan Wang Nuo, jadi yakin aja kalo dia pasti akan kembali (whoa... pelajaran penting, nih!) 


Yi Le menambahkan kalo Wang Nuo harus menggunakan otaknya dalam berhubungan dan bukan dengan paksaan. Wang Nuo mengiyakan. Dia mengatakan pada Bing Bing kalo dia akan jadi pacar yang sempurna untuknya. Dan dia janji akan menepati kata-katanya. Dia akan memberi Bing Bing cukup ruang. Tapi habis itu Wang Nuo malah mengeluh, susah amat jadi pacar yang sempurna. Selama ini dia sudah menahan diri biar nggak meledak. Yi Le tertawa melihat sahabatnya. Dia mengaku nggak pernah lihat Wang Nuo seperti itu. 


Ponsel Wang Nuo bunyi. Perawat mengabarkan kalo nyonya Wu di kamar 208 mengalami tanda ARDS. 
*ARDS: Acute Respiratory Distress Syndrome yaitu sindrom gangguan pernapasan akut. 
Wang Nuo mengiyakan. Dia akan segera kesana. 


Wang Nuo menemui nyonya Wu. Ia memintanya untuk tenang dan beristirahat. Nenek Wu meminta Wang Nuo untuk jujur. Bukankah dia seorang dokter? Jadi beritahu kebenarannya. Wang Nuo mengatakan kalo nyonya Wu harus meminta anggota keluarganya untuk meluangkan waktu lebih banyak bersamanya. Nyonya Wu terdiam. 


Bing Bing masuk. Dia menyapa nenek Wu. Wang Nuo meraba tangan Bing Bing yang terasa dingin dan bertanya apa dia nggak papa? Bing Bing mengiyakan. Nenek Wu yang melihat interaksi antara Bing Bing dan Wang Nuo bertanya apa mereka bersama? Nenek Wu merasa sangat senang. 


Nenek Wu meminta tangan Bing Bing dan Wang Nuo. Ia menggenggam tangan mereka dan merasa kalo mereka pasti bahagia. Bing Bing mengangguk. Wang Nuo menjanjikan kalo mereka akan bahagia. 


Wang Nuo pamit. Dia harus memeriksa pasien lainnya. Dia akan meninggalkan Bing bing bersama nenek Wu. Sebelum pergi Wang Nuo berpesan agar Bing Bing jangan membiarkan nenek Wu terlalu banyak bicara. Bing Bing mengangguk. Bing Bing lalu duduk di samping nenek Wu. 


Wang Nuo berjalan bersama Xiao Fang. Xiao Fang memberitahu kalo pasien selanjutnya, Li Hui Ping, 40 tahun, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan berat badan 90 kg, jadi resiko persalinannya sangat tinggi. Xiao Fang menambahkan kalo dia melakukan USG padanya kemarin dan menemukan kalo tali pusarnya membelit di sekitar leher bayinya. Xiao Fang bertanya apa mereka harus memberitahunya? 


Wang Nuo menyampaikan kalo 1/3 bayi mengalami situasi yang sama yang terjadi pada mereka. Menurutnya sudah umum kalo tali pusar akan mengalami perubahan. Tapi kemungkinan bayi meninggal kurang dari 0,1%. Ia berpesan agar Xiao Fang terus memantau. 


Seorang nenek terus menatap Wang Nuo. Pelan-pelan dia mendekat. Wang Nuo bertanya apa nenek itu membutuhkan sesuatu? Nenek itu tersenyum dan menjabat tangan Wang Nuo. Dia mengira Wang Nuo adalah adiknya. Nenek itu senang telah menemukan adiknya. Nenek itu memperkenalkan kalo dua Xiao Hong, apa Wang Nuo nggak mengenalnya? 


Xiao Fang memisahkan nenek itu dari Wang Nuo. Dia akan menanganinya. Dia membawa nenek itu kembali ke kamarnya. Nenek itu masih menganggap kalo Wang Nuo adalah adiknya dan ingin bicara. 


Bing Bing masih menemani nenek Wu. Nenek Wu mengingatkan kalo dia pernah bilang kalo Wang Nuo mirip dengan suaminya. Kepribadian mereka yang suka sekali berkuasa, tapi mereka orang yang memperhatikan orang lain dengan baik. Bing Bing mengiyakan. Nenek Wu bilang padanya kalo suami nenek Wu memperlakukan nenek Wu dengan baik dan nggak mengikinkannya bekerja jadi nenek Wu tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga. 


Nenek Wu melanjutkan kalo setelah dia lulus dari akademi musik, dia bertemu dengan suaminya. Demi dia nenek Wu melepaskan impiannya untuk belajar di luar negeri. Ia hampir pergi berlomba di sebuah kompetisi Musik Internasional Tchaikovsky. Bing Bing tersenyum. Dia mengaku ingin mendengar nenek Wu memainkan biola. 


Nenek Wu tersenyum. Ia menyampaikan kalo menikah dengan suaminya adalah keputusan paling tepat yang dia buat dalam hidupnya. Dia selalu bahagia di setiap harinya. Tapi dia selalu berpikir tentang kalo  dia mengejar cinta tapi di saat yang sama dia nggak akan menyerah pada mimpinya akan jadi orang seperti apa dia? 


Bing Bing duduk di luar kamar nenek Wu. Dia mengingat apa yang dikatakan oleh nenek Wu. Nenek Wu berharap Bing Bing nggak melupakan tujuannya yang sebenarnya untuk mengejar impiannya. Tahu-tahu Wang Nuo sudah berdiri di depan Bing Bing. Wang Nuo lalu duduk di sampingnya. 


Bing Bing menyandarkan kepalanya di pundak Wang Nuo. Wang Nuo bilang nggak papa. Dia ada di sini. Bing Bing memanggil Romeo dan berterima kasih karena selalu ada di sisinya. Tapi sejujurnya Bing Bing berharap Wang Nuo memperlakukannya seperti seseorang yang nggak bergantung, bukan sebagai hiasan. Wang Nuo mengira kalo semua gadis ingin diperlakukan seperti putri. Bing Bing mengaku ngdak mau jadi putri. Pas dia masih kecil, dia membaca buku tentang putri. Dia juga menonton anime tentang memasak. Impiannya adalah menjadi chef yang hebat. 


Bing Bing mengangkat kepalanya dan menatap Wang Nuo. Wang Nuo malah mengira kalo Bing Bing pingin jadi chef gara-gara Bruce. Bing Bing menggeleng. Ya enggak lah. Dia mengaku melihat ayahnya memindahkan meja dan Bing Bing ingin mengikutinya. Bing Bing merasa bisa membuat masakan yang enak yang akan membuat orang-orang bahagia. 

Bersambung...

Komentar:
Cinta hebat, ya? Dia bisa merubah Wang Zhen dari yang suka marah, nggak sabaran, ketus, suka nyuekin orang jadi orang yang sabar, pemaaf, bisa menjaga perasaan orang, dan lebih hati-hati dalam bertindak. Terbukti dia nggak langsung marah saat Bing Bing nggak datang. Dia juga nggak ngasih tahu pasiennya tentang kondisi mereka yang memang parah. 

Salam
Anysti18