Advertisement
Advertisement

Wang Zhen menepuk punggung Bing Bing seolah ingin menenangkannya. Bing Bing merasa kalo saat ini dia seperti sebuah bola yang dipompa penuh ke udara. Dia berpikir bisa mendapatkan angka tapi nyatanya dia hanya mengenai lingkaran saja. Gimanapun bola memantul, tetap akan kehabisan tenaga. Mungkin dia memang orang yang terlahir sebagai pecundang yang nggak pantas untuk punya mimpi. 


Wang Zhen bertanya apa Bing Bing tahu gimana seseorang yang tersesat di hutan bisa keluar? Wang Zhen mengatakan matahari. Dia memberitahu kalo bentuk tanah akan selalu berubah sesuai dengan lingkungannya tapi matahari nggak akan berubah. Mereka yang tersesat harus mengangkat kepala mereka dan melihat matahari. Maka mereka akan menemukan arah mereka dan kembali ke jalan mereka. 


Wang Zhen memutar tubuh Bing Bing agar menghadapnya. Ia merapikan rambut Bing Bing lalu memberitahu kalo dia adalah mataharinya Juliet. Apa yang salah dengan tersesat? Duduk, minum air dan nikmati pemandangannya. Itu adalah cara untuk belajar. Wang zhen meminta Bing Bing untuk semangat karena semua akan baik-baik saja. 

Bing Bing memberitahu Romeonya kalo semua itu nggak sesederhana itu. Toko ada barang yang perlu diberi harga, sisa bahan harus diurus oleh pabrikan. Dan banyak benda yang lainnya... . Wang Zhen tahu-tahu menarik Bing Bing dan menciumnya. (Lah, saking Bing Bing nggak bisa diam kali, ya???) Wang Zhen melarang Bing Bing meletakkan semua tanggung jawab pada dirinya sendiri. Dia ada di sini. Dia akan menemani Bing Bing. 


Bing Bing lalu menghambur ke pelukan Wang Zhen. 


Bing Bing bangun pagi-pagi lalu mengecek ponsel. Tapi sesaat kemudian dia baru sadar kalo dia nggak perlu pergi kerja. Akhirnya Bing Bing balik tidur lagi. Bing Bing tidur sepamjang hari dan baru terbangun sore harinya. 


Bing Bing lalu mengisi waktunya dengan bermain game. Lama-lama dia bosan juga. Dia lalu membersihkan kamarnya dan menyapu. Sesaat kemudian ia melihat Wang Zhen pulang dan memutuskan untuk turun. 


Wang Zhen terbangun pagi harinya dan mencium aroma makanan. Wang Zhen bangkit dan melihat apa yang terjadi. Rupanya Bing Bing ada di rumahnya dan sudah menyiapkan sarapan untuknya. Wang Zhen tersenyum melihat perlakuan Bing Bing padanya. 


Ia melihat ada banyak makanan di meja. Bing Bing mengatakan kalo Wang Zhen selalu kerja lembur jadi sarapan dan makan siang sangat penting biar bisa sehat. Bing Bing memberikan secangkir kopi untuk Wang Zhen. Wang Zhen meminumnya dan bertanya kenapa Bing Bing nggak memberitahu itu pada dirinya sendiri? Cara makan Bing Bing bahkan nggak sehat sama sekali. Bing Bing memberitahu kalo dia sudah mulai memperhatikannya sekarang. Karena Bing Bing tahu kalo untuk memiliki kebshagiaan, dia harus memberikan kebahagiaan kepada orang lain terlebih dahulu. 


Wang Zhen tersenyum. Akhirnya dia punya perasaan kalo dia adalah pacar yang dipenuhi dengan kebahagiaan. Bing bing tersipu. Dia lalu memberikan yogurt stroberi buatannya pada Wang Zhen. Wang Zhen menerimanya dan mengingatkan kalo Bing Bing juga harus makan lebih banyak. Mereka lalu makan bersama dan sesekali saling menyuapi. 


Wang Zhen sudah berganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Tahu-tahu Bing Bing sudah menyiapkan jas untuknya. Bing Bing bahkan membantu memakaikannya. Wang Zhen mengaku suka Bing Bing mengantarnya berangkat kerja seperti itu. Bing Bing juga merasa begitu. Seperti pasangan yang baru menikah. Sangat menarik. 


Bing Bing lalu mengambil tas Wang Zhen lalu memberikannya. Tapi Wang Zhen nggak mau menerimanya. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi ragu. Bing Bing bertanya kenapa? Wang Zhen menyampaikam kalo dia ingin ciuman selamat tinggal tapi kan Bing Bing melarangnya sembarang menyentuh tanpa ijin. Bing Bing tersenyum lalu hendak mencium pipi Wang Zhen. Lah kok malah Wang Zhen menghindar? Bing Bing lalu berniat akan membersihkan meja saja. 


Wang Zhen menarik Bing Bing dan Bing Bing memberinya ciuman singkat. Tapi rupanya Wang Zhen nggak mau yang singkat. Dia lalu kembali menciu Bing Bing lebih lama. Wang Zhen lalu menatap Bing Bing dan mengaku siap menyambut pipit kecil memberikan kasih sayang. Bing bing mengangguk. Dia lalu menyuruh Wang Zhen untuk segera berangkat kerja. Wang Zhen menolak. Dia minta ciuman lagi dipipinya. Bing Bing memberinya ciuman dari tangannya. 


Bing Bing lalu mengambil tas Wang Zhen yang tadi jatuh dan menyuruhnya buruan berangkat. Wang Zhen mengambilnya dan melangkah. Tapi  baru aja sampai di pintu dia sudah berbalik lagi. Bing Bing melambaikan tangannya. Wang Zhen tersenyum masih merasakan ciuman tadi. Dia mengangguk lalu pergi. 


Wang Zhen sedang membersihkan tangannya habis melakukan operasi. Yi Le datang dan juga membersihkan tangannya. Dia menatap Wang Zhen dan bertanya kenapa Wang Zhen sangat bahagia hari ini? Dia bahkan bisa lihat senyum Wang Nuo dari balik maskernya. 


Wang Zhen menyampaikan kalo Bruce akan mengadakan pesta penutupan tokonya hari Sabtu nanti. Apa Yi Le mau pergi? Yi Le terkejut toko akan tutup. Ia berkomentar kalo mereka para pria begitu sembarangan. Yang satu mau jadi doktet tanpa batas yang satu mau menutup tokonya. Dia benar-benar... . Tiba-tiba Yi Le merasa nggak nyaman dengan perutnya. 


Wang Zhen bertanya ada apa? Yi Le mengaku sakit perut. Wang Zhen menatapnya dan bertanya apa Yi Le hamil? Yi Le terkejut dengar pertanyaan Wang Zhen. Wang Zhen tertawa. Dia hanya bercanda. Wang Zhen pamit. Yi Le menatap bayangannya di cermin. 


Yi Le keluar dari toilet dan wajahnya tampak tegang. Dia kembali ke mejanya dan menatap beberapa alat tes kehamilan yang semuanya positif. 


Yi Le lalu teringat kejadian malam itu. 


Yi Le mengeluhkan si Dewa Kue yang hanya mencari masalah. Sama sekali nggak sembuh. 


Bing Bing membantu di kafe Ah Meng. Dia menyapa pelanggan, mengantarkan pesanan dan membereskan meja. Ah Meng jengah melihatnya. Dia meminta Bing Bing untuk duduk dan beristirahat. Dia jadi kesulitan melakukan pekerjaannya lihat Bing Bing kesana kemari. Bing Bing mengaku akan jadi bipolar kalo dia tetap istirahat. Ah Meng mengingatkan kalo bukannya sebelumnya Bing Bing mengeluh karena Bing Bing nggak punya waktu buat tidur? Ia memberitahu kalo ini kesempatan bagus buat Bing Bing beristirahat. Bing Bing menatap Ah Meng dan mengaku sudah tahu kalo nggak melakukan apapun adalah sebuah bakat. Dia sama sekali nggak bisa santai. Bing Bing lalu membawa piring dan meninggalkan Ah Meng. Ah Meng menghela nafas panjang mencoba bersabar. 


Bing Bing selesai mencuci piring dan mau keluar. Ah Meng menunggunya di dekat pintu. Dia bertanya apa Bing Bing seorang budak alami? Bing Bing nggak mau menanggapi. Dia mau menyapa para pelanggan yang datang. Ah Meng menghadangnya. Ah Meng mengaku sangat ingin seseorang seperti dokter Wang mengatakan padanya, tutup tokonya. Aku akan mencukupi kebutuhanmu. Ah Meng memberitahu Bing Bing kalo dokter Wang peduli padanya. Dia bahkan mengajaknya dan Bai He keluar dan membombardir mereka dengan banyak pertanyaan tentang Bing Bing. 

Flashback...


Wang Zhen memberi beberapa lembar kertas kepada Ah Meng dan Bai He dan meminta mereka untuk menjawab daftar pertanyaan itu sekarang. Bai He memberitahu akan butuh waktu yang lama karena itu ada 8 halaman. Wang Zhen meminta mereka untuk santai. Mereka nggak perlu menjawabnya dengan detil, toh itu bukan mengarang. 

Flashback end...


Ah Meng kembali menyarankan pada Bing Bing untuk menikmati kebahagiaan kecil yang diberikan oleh dokter Wang. Bing Bing mengatakan kalo mereka benar-benar baik sekarang. Bing Bing bertanya-tanya dalam hati. Nggak nyangka kalo Romeo akan perhatian seperti itu. 


Bing Bing datang ke rumah sakit. Bukan untuk bertemu dengan Wang Zhen tapi menemui Xiao Fang. Bing Bing bertanya pada Xiao Fang berapa cangkir yang dokter Wang minum dalam sehari? Sambil makan camilan Xiao Fang memberitahu kalo bosnya punya toleransi alkohol yang bagus. Dia nggak pernah mabuk. Bing Bing mengoreksi. Dia membicarakan tentang kopi. Oh, .. . Xiao Fang memberitahu kalo Wang Zhen juga minum banyak. Tapi dia sangat pemilih tentang biji kopinya. Dia hanya minum kopi dari Amerika Tengah dan Selatan. Xiao Fang mengingatkan Bing Bing untuk menulis tentang itu. 


Bing Bing juga menanyai Yi Le tentang Wang Nuo. Yi Le memberitahu kalo Wang Nuo punya prinsip ketika melakukan sesuatu. Tapi kadang dia jugs terlalu jujur dan nggak masuk akal. Bing Bing mengangguk lalu mencatatnya. 


Yi Le menatap Bing Bing dan tersenyum. Ia menilai kalo Bing Bing dan Wang Nuo kurang berpengalaman tentang cinta. Ia memberitahu kalo saat wanita jatuh cinta, dia nggak seharusnya menempatkan pacarnya sebagai orang yang paling penting di hatinya. Dia harusnya menempatkan diri di balik kemudi dan nggak jadi penumpang. 


Bing Bing mengaku tahu. Tapi mereka bersama karena mereka pikir mereka akan baik satu sama lain. Dan juga membiarkan satu sama lain menjadi orang yang lebih baik. Yi Le bertanya-tanya apa maksudnya membiarkan satu sama lain menjadi orang yang lebih baik? Sambil mengelus perutnya. 


Wang Zhen pulang dan melihat ada banyak barang-barang Bing Bing di rumahnya. Wang Zhen meletakkan jas dan tasnya lalu memanggil Bing Bing. Tapi Bing Bing ternyata nggak ada di rumah. 


Wang zhen mengambil ponselnya dan menelpon Bing Bing. Ia bertanya apa Bing Bing berencana memindahkan semua barangnya kerumahnya? Bing Bing yang baru datang membantah. Kapan dia memindahkan semua barangnya? Rupanya Bing Bing nggak tahu kalo Wang Zhen sudah pulang. Bing Bing mengatakan kalo yang penting adalah mrmbuat makanan untuk Wang Zhen. Wang Zhen bertanya sekarang Bing Bing memberinya makan? Bing Bing mengiyakan. Wang Zhen harus makan yang lebih sehat. 


Bing Bing mau ke dapur tapi Wang Zhen malah menariknya. Ia meletakkan belanjaan dan tas Bing Bing di atas meja lalu menyuruhnya duduk. 


Wang Zhen mengingatkan kalo dia menyuruh Bing Bing untuk nggak melakukan apapun dan beristirahat. Ia meminta Bing Bing untuk memberitahu apa saja yang Bing Bing lakukan hari ini? Bing Bing mengaku nggak sibuk apa-apa tapi rasanya lebih melelahkan daripada kerja. Bing Bing memberitahu kalo hatinya benar-benar lelah. Wang Zhen bertanya kalo Bing Bing benar-benar nggak bisa santai? Bing Bing mengangguk mengiyakan. Bing Bing merasa nggak berguna dan nggak produktif karena nggak punya pejerjaan. Ah Meng bahkan mengatakan kalo dia seorang busak karena dia nggak bisa menganggur. 


Wang Zhen tersenyum. Dia memberitahu kalo Bing Bing punya keahlian khusus jadi dia nggak perlu khawatir. Nggak punya pekerjaan sekarang bukan berarti Bing Bing nggak berguna. Bing Bing merasa pesimis. Wang Zhen sangat menakjubkan. Ia bertanya-tanya, apa dia bisa benar-benar seperti itu? 


Wang Zhen meminta Bing Bing untuk mendengarkannya. Dari pipit kecil yang menempati sarang orang lain, Bing Bing sekarang benar-benar menjadi pipit kecilnya. Mereka menggunakan begitu banyak tenaga untuk bisa bersama. Dan mereka harus bisa menghargainya. Bing Bing nggak yakin bisa melakukan itu. Wang Zhen meminta Bing Bing untuk melakukan apapun yang ia inginkan dan ia akan selalu mendukung. 


Bing Bing mengiyakan. Ia mengatakan dengan dukungan yang sempurna dari Romeo, Juliet bisa menaklukkan dunia bahkan tanpa senjata. Wang Zhen meminta Bing Bing mendekat dan memeluknya. Ia memberitahu Bing Bing kalo Bing Bing nggak perlu penegasan lagi kalo hanya itu masalahnya. Bing Bing balik memeluk Wang Zhen, iya, deh. 


Wang Zhen melepaskan pelukannya dan mengambil ponsel. Wang Zhen meminta Bing Bing agar jangan bergerak. Dia akan mengambil gambar. 


Romeo: Ini foto pertamaku dengan pipit kecil. Dia seperti seekor pipit yang terbang di langit. 


Acara penutupan toko tiba. Banyak orang yang datang. Bing Bing sedang mengobrol dengan Chef Ding saat Bai He datang. Bing Bing menanyakan Ah Meng. Bai He memberitahu kalo Ah Meng nggak bisa datang karena kafenya sedang sibuk. Bing Bing memperkenalkan Bai He pada Chef Ding. Chef Ding terus memperhatikan Bai He. Ia menyampaikan kalo jepit rambut Bai He berasal dari beberapa dekade yang lalu. Ia minta ijin untuk melihatnya.  


Bai He memberikannya. Chef Ding mengamatinya. Ia melihat kalo itu dikerjakan dengan baik oleh master tua. Bai He bertanya apa itu berharga dalam jumlah besar? Chef Ding mempersilakannya untuk memeriksanya ke toko antik keluarganya. Chef Ding memberitahu kalo ayahnya adalah seorang ahli dalam barang antik. Bai He menanyakan pendapat Bing Bing. Chef Ding menambahkan kalo Bing Bing juga boleh ikut. 


Bai He dan Bing Bing datang ke toko ayah Chef Ding. Ayah Chef Ding memeriksa jepit rambut Bai He. Bing Bing nggak sengaja melihat jam saku. Ia meminta ijin Chef Ding untuk melihatnya. Ternyata Chef Ding memang ingin memperlihatkannya pada Bing Bing. Chef Ding memberikannya pada Bing Bing dan memberitahu kalo pria di dalamnya seperti pacarnya, dokter Wang. Bai He ikut melihat dan merasa kalo itu memang seperti dokter Wang. Tapi wanita di sebelahnya terlihat buram. Chef Ding memberitahu kalo seorang nenek dari desa terdekat memohon untuk membeli jam itu. Latar belakang ceritanya sangat pedih. Bing Bing meminta ayah Chef Ding untuk menjualnya padanya. 

Bersambung...

Komentar:
Selain Wang Zhen dan Bing Bing, disini aku malah tertarik dengan Bruce dan Yi Le. Secara apa yang terjadi pada mereka hanya sebuah ketidaksengajaan. Mereka bahkan nggak punya perasaan cinta. Tapi... . Ah nggak tahu, deh. 

Salam 
Anysti18