Advertisement
Advertisement

Goo Hee pulang bersama Deok Hee. Jeong Woo ternyata datang lagi. Benar-benar nggak kenal lelah. Deok Hee melihat ke arah sebaliknya, ada Nan Hee. Deok Hee bertanya mereka harus gimana? Kabur? 


Goo Hee melarang. Mereka tetap berjalan. Jeong Woo menghampiri Goo hee dan bertanya kenapa Goo Hee nggak menjawab telponnya? Goo Hee dan Deok Hee berjalan agak cepat. Gila apa sampai repot-repot mau jawab telpon JeongWoo? Goo Hee dan Deok Hee berbalik menghindar dari Jeong Woo. Jeong Woo meminta maaf kalo memang Goo Hee masih marah padanya. Goo Hee melarang Jeong Woo minta maaf dan melarangnya muncul lagi di hadapannya. Jeong Woo menilai kalo sikap Goo Hee terlalu berlebihan. Padahal dia sudah jauh-jauh datang. Dengan percaya diri Jeong Woo mengatakan kalo Goo Hee sudah lama naksir dia. Nan Hee ikutan menambahkan kalo dia yang menyuruh Jeong Woo bilang seperti itu ke Ji Hoon. 


Nan Hee menilai kalo Goo Hee orangnya nggak konsisten. Pertama Jeong Woo lalu Ji Hoon. Menurutnya Goo Hee punya rencana ke Ji Hoon. Deok Hee ikutan kesal. Dia minta Nan Hee untuk berhenti. Jangan asal bicara. Mending benerin riasannya aja. Kemenoran, tuh! Goo Hee balik arah lagi dan mereka terus saja ngikutin. Nan Hee mrngambil kaca bedaknya dan melihat wajahnya. Deok Hee melarangnya mengikutinya. Nan Hee mengatakan kalo dia ngikutin Goo Hee, bukannya Deok Hee. 


Goo Hee sudah nggak bisa tahan lagi. Dia memanggil Mo Nan Hee dan meminta mereka semua untuk nggak mengikutinya lagi. Dia membenarkan kalo dia memang suka sama Ji Hoon. Meskipun Ji Hoon bakalan nyuekin dia, tapi dia akan tetap menyukai Ji Hion. Meski ini memalukan dan dia menertawainya. Sedetik kemudian Goo Hee baru sadar kalo dia telah mengumumkan perasaannya. 


Dan tiba-tiba hujan turun. Nan Hee dan yang lainnya buru-buru berteduh. Goo Hee sendiri masih diam di tempat. Dia menyesal dan malu sudah bilang kayak tadi. Deok Hee mengajaknya berteduh tapi dia malah diam saja. Ji Hoon keluar dan memayunginya. (Whoa...pangeran berpayung putih). Goo Hee menatap Ji Hoon. Dia malu. Ji Hoon pasti sudah mendengar semuanya. 


Ji Hoon mengatakan kalo Goo Hee b*doh. Dia salah. Ji Hoon mengaku sangat tertarik. Ji Hoon menarik Goo Hee agar mendekat. Payungnya nggak cukup besar sehingga punggung Goo Hee basah kena hujan. Goo Hee menatap wajah Ji Hoon. Moment ini adalah moment yang paling dia tunggu dalam hidupnya. Pemirsa, payung adalah benda yang paling berbahaya. Ji Hoon ngajak Goo Hee pergi. Dia akan memberikannya pada Goo Hee. (Apanya? Payungnya apa hatinya? Ah, nggak jelas). 


Mo Nan Hee melihat semuanya. Balas dendam selesai. 


Goo Joon menunggu Goo Hee di depan gerbang. Dia lalu melihat Goo Hee jalan payungan berdua sama Ji Hoon. Goo Joon merendahkan payungnya agar Goo Hee yang berjalan melewatinya nggak melihatnya. 


Goo Joon merasa agak kesal. Dia repot-repot menyusul Goo Hee tapi sia-sia saja. Ternyata itu yang terjadi. 

Flashback...


Goo Joon pulang bersama teman-temannya. Mereka menanyakan Goo Hee. Mereka kecewa. Sepertinya Goo Hee nggak ada di kamarnya. Goo Joon melarang teman-temannya untuk masuk ke kamarnya Goo Hee. Mereka mengaku ingin ketemu. Goo Joon bilang nggak rela memberikan adiknya ke k*nyuk macam mereka. 


Teman Goo Joon duduk sambil mengeluarkan minuman yang mereka bawa. Mereka mengingatkan kalo Goo Hee bukan anak kecil lagi. Jangan disembunyikan rapat-rapat. Kol saja bisa dikerumuni lalat. Goo Joon minta mereka buat nggak khawatir. Goo Hee adalah adiknya. Dia yang akan menjaganya. 

Flashback end...


Goo Joon baru sadar. Dia bertanya-tanya k*nyuk itu datang dari mana? Goo Joon lalu menatap payung yang dia bawa. 


Goo Hee baru habis mandi. Goo Joon meletakkan ponselnya di atas meja lalu masuk. Mau mandi juga. 


Ponsel Goo Joon bunyi. Goo Hee iseng melihatnya. Dari dewi obat. Goo Hee keingat yang waktu itu dan ingin membalas kakaknya. Dia pun mengangkat panggilan itu. Orang di seberang mnanyakan kalo itu ponselnya Goo Joon? Goo Hee membenarkan dan membeeitahu kalo Goo Joon baru mandi. Orang itu menanyakan siapa Goo Hee. Goo Hee menjawab kalo dia yang keluar dari kamar mandi lebih dulu. Orang di seberang bertanya lagi Goo Hee lagi dimana? Goo Hee mengaku lagi di kamar. Dia menawarkan akan memanggil Goo Joon. Gadis itu melarang. Ia berpesan agar Goo Joon jangan pernah mencarinya lagi lalu telpon terputus. Goo Hee puas banget. Rasain! 


Goo Hee pulang agak telat. Dia lupa memasukkan buku. Tapi saat mau masuk ke kelas, ternyata ada yang lagi pacaran di kelas. Goo Hee mengenali kalo itu Ga Eun. Goo Hee bingung. Gimana, nih? Kenapa mesti di kelas? Goo Hee berjalan dengan menunduk agar nggak terlihat sama mereka. 


Goo Hee mengintip mereka. Ga Eun dan pria itu sedang mendengarkan musik melalui earphone. Sayang sekali Goo Hee nggak bisa melihat wajah pria itu. Tapi yang pasti dia memakai sepatu warna emas. 


Goo Hee mau pergi tapi malah keremu sama satpam. Satpam bertanya Goo Hee sedang apa? Goo Hee mengatakan kalo dia ketinggalan buku di kelas. Satpam menyuruh Goo Hee untuk segera mengambilnya karena lampu akan segera dimatikan. Goo Hee pura-pura ketakutan melihat serangga dan minta diantarkan. 


Goo Hee melihat foto-fotonya saat bersama Ga Eun. Rupanya dulu mereka adalah teman baik. Goo Joon tiba-tiba masuk. Goo Hee terkejut. Dia protes karena Goo Joon nggak ngetu pintu dulu. Goo Joon curiga jangan-jangan Goo Hee lagi nonton film dewasa. Goo Hee bilang enggak. Goo Joon memberitahu kalo dia  membelikannya es krim. 


Goo Hee menerimanya dan menanyakan maksud kakaknya. Goo Joon melihat foto yang Goo Hee lihat dan bertanya ada apa dengan mereka? Goo Hee nggak bertengkar dengan Ga Eun, kan? Goo Hee hanya terdiam. 


Goo Joon berpendapat kalo fotonya bagus. Tapi dibandingkan sekarang, Goo Her terlihat tambah jelek. Goo hee menatap Oppanya dan menyuruhnya pergi. Goo Joon bertanya apa Goo Hee sering ketemu sama Ga Eun? Goo Hee bilang enggak. Ia memberitahu kalo hubungan pertemanan mereka nggak terlalu baik. 


Ah, nggak tahu, deh. Goo Hee membuka es krimnya dan menyuruh kakaknya keluar. Goo Joon mengiyakan. Tapi setelah melihat es krim Goo Hee dia jadi ingin makan. Goo Joon meminta sedikit. Segigit saja. Sisanya boleh buat Goo Hee. Goo Hee mengiyakan. Tapi segigit saja. Goo Joon mengangguk. Dia lalu menggigit es krim itu... lebih dari separuhnya. 


Goo Hee kesal. Apa-apaan ini? Gila! Kalo memang Goo Joon ingin memakannya kenapa memberikan es krim itu padanya? Goo Joon cuman senyum-senyum. Dia keluar. Es krimnya enak. Goo Hee kesal melihat es krimnya nggak ada isinya. 


Guru mengumkan kalo baru-baru ini ada pasangan murid yang kedapatan pacaran di kelas. Para guru mendapat informasi kalo saat pulang sekolah kemarin ada yang di ruang kelas saat kosong. Berani-beraninya. 


Goo Hee langsung menengok ke Ga Eun. Nggak mungkin kalo Ga Eun ketahuan. Ga Eun nggak suka Goo Hee melihatnya. Apa? Guru meyakinkan kalo pelakunya akan tertangkap dan nilainya akan dikurangi. Guru memberitahu kalo itu dilarang. Tapi guru merasa kalo nggak ada yang seperti itu di kelasnya. 


Semua murid lega mendengarnya. Guru berpesan agar mereka melaporkan kalo melihat ada yang pacaran di sekolah, maka mereka akan dapat penghargaan. Semua murid tampak antusias. Guru menambahkan kalo sedihnya teman sekelas mereka akan menderita. Jadi kalo nggak ingin dapat masalah, maka jangan melakukan itu. 


Saat istrirahat Ga Eun menghampiri kakak kelas populer. Ga Eun ditawari untuk bergabung bersama mereka. Ga Eun pun duduk. Kakak kelas memberitahu kalo mereka sedang mengobrolkan perjalanan ke Eropa untuk melanjutkan study. Mereka menawari Ga Eun untuk ikut mendaftar kalo dia tertarik. Ga Eun mengaku sangat tertarik. Ga Eun menanyakan apa mereka semua ikut? Kakak kelas memberitahu kalo akan ada 15 anak. 

Kakak kelas yang lain mengingatkan kalo sudah nggak ada tempat. Ga Eun jadi sedih. Tapi rasanya nggak masalah kalo nambah seorang lagi. Ga Eun tersenyum dan berterima kasih. 


Teman-teman Ga Eun bergosip kalo Ga Eun masuk dalam jajaran murid populer. Artinya dia jadi membernya HIVA. Mereka merasa iri. 


Goo Hee juga terus melihat murid-murid itu. Deok Hee menanyakan apa yang Goo Hee lihat. Apa dia mau sekolah di Eropa juga? Nggak bakal diterima. Goo Hee mengaku nggak peduli. Dia harus keeja kalo rankingnya nggak naik. Ji Hoon terus menatap Goo Hee. Deok Hee meledek kalo ibunya Goo Hee pintar. Anaknya yang rankingnya jelek harus kerja demi anak yang rankingnya bagus. 


Goo Hee tersenyum lalu menjejalkan makanan ke mulutnya Goo Hee. Ji Hoon lalu tersenyum melihat kedekatan mereka. Goo Hee mau minum tapi kesulitan membuka minuman kaleng. Ji Hoon merebutnya dan membukakannya untuk Goo Hee. Deok Hee meledek, gambar yang indah. Goo Hee tersenyum malu. 


Kelas berakhir. Semua siswa bersiap untuk pulang. Goo Hee melihat Ga Eun, ingin bicara tapi ragu. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk membiarkannya. 


Goo Hee menonton tv bersama kakaknya. Goo Hee merasa nggak tenang. Dia terus-terusan mengecek ponsel. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Goo Hee buru-buru melihatnya. Eh, ternyata Goo Joon yang mengirim pesan. Minta air. Goo Hee nggak mau. Ambil saja sendiri. Sambil melempar bantal ke kakaknya. 


Habis itu ponsel Goo Hee bunyi lagi. Kali ini beneran dari Ji Hoon. Goo Hee langsung masuk kamar. 

Ji Hoon: lagi apa? 

Goo Hee: mau tidur. Habis les langsung pulang. 

Ji Hoon: hmm. 

Goo Hee: sudah makan? 

Ji Hoon: hmm. 

Goo Hee: kamu punya emoticon lain?

Ji Hoon: ada. Malas. 

Goo Hee: hmm. Gitu? Jadi nggak enak mau nulis pesan. Met malem!


Goo Hee kesal. Dia lalu meletakkan ponselnya. Apa Ji Hoon bercanda dengannya? Setelah Ji Hoon memayunginya di depan semua orang dan dia hanya bilang hmm dan oh? Ah bodo amat. 


Ponsel Goo Hee bunyi lagi. Ji Hoon  Kembali mengiriminya pesan. 

Ji Hoon: kamu seperti kartu bus. 

Goo Hee: hmm, maksudnya apa? 

Ji Hoon: aku siap menghabiskan tiap hari untukmu. Selanjutnya kita main tangkap bola mau? 

Goo Hee: tangkap bola? Aku nggak bisa nangkap. 

Ji Hoon: terus gimana kamu bisa melelehkan hatiku? 


Goo Hee tersenyum bahagia. Dia bakal jadi fansnya Ji Hoon. Imut banget. Goo Hee sampai meluk bonekanya saling senengnya. Dia sampai membaca chat Ji Hoon berulang kali. 


Ji Hoon juga senyum mulu di kamarnya. Rupanya dia habis mencari kata-kata gombal itu dari internet. Hadeuh, tepok jidad! 
Menunjukkan perasaan cinta pada pacar. 
Pacarku terkesan olehku. 
Rekam medis. 
Pasien: (namamu)
Diagnosa: Cinta
Obat: 100 ciuman
Pencegahan: sering telpon. 

Bersambung...

Komentar:
Whoa...Ji Hoon manis banget ya sikapnya ke Goo Hee. Dari mayungin, ngebukain minuman, sampai ngegombal. Aww..so sweet. 

Tapi aku lebih tertarik ke sikap Goo Joon ke Goo Hee. Kayak gitu ya punya abang? Ah, sayang aku nggak punya abang. Tapi kurang lebih ngalamin juga yang seperti itu. Secara temanku laki-laki semua. Kemana-mana selalu barengan (kecuali ke toilet sama pas mereka nonton film "  "). Tiap ada yang deketin dihadangin mulu sama mereka. Ah, jadi rindu masa SMA. hadeuh, tepok jidad! 

Salam
Anysti18

6 komentar

Semangattt ka ,, suka banget bacanya

Haduuh baper banget...
Masih roman"nya nih sama jihoon ... Joonwoo blm kluar lagi Hehe
Lanjut terus kakaaak seru banget 😄😄

Terima kasih atas komentarnya. Bikin semangat. Eh, iya, Eun Woo-nya lagi sibuk dengan Astro makanya nggak muncul. ^_^

Salam
Anysti18

kakak lanjutin buat sinopsisnya kak mangattt

Sama"😊
Baru tau kalo un woo ank boy band Hehe
Langsung searching oe... 😅

Sama"😊
Baru tau kalo un woo ank boy band Hehe
Langsung searching oe... 😅