Advertisement
Advertisement

Ga Eun, naik bus lalu melempar tasnya ke Goo Hee. Dia menyuruh Goo Hee untuk memegangnya baik-baik. Itu mahal. Goo Hee menyuruh Ga Eun untuk memegangnya sendiri kalo tahu itu mahal. 


Beberapa anak yang duduk di belakang melihat ponselnya lalu menperlihatkannya ke temannya. Merela merasa kalo itu adalah Ga Eun. Ga Eun melihat anak-anak itu dan merasa nggak nyaman. 


Ga Eun masuk kelas dan semua temannya juga menggosip tentang dia. Goo Hee yang baru masuk ditarik sama Deok Hee dan diperlihatkan sesuatu di ponselnya. Goo Hee bertanya itu apa? Deok Hee memberitahu kalo itu adalah foto yang diambil diam-diam. Mereka akan segera tahu siapa yang sebenarnya ada di foto itu. Goo Hee melihat murid-murid lainnya yang juga melihat berita yang sama. Dia jadi khawatir pada Ga Eun. 


Ah Joon sedang mengobrol dengam temannya sesama anggota HIVA (lupa namanya). Mereka membicarakan Ah Joon yang akan menghadiri Asosiasi Sains Internasional sebagai perwakilan  Seoul. Ah Joon mengiyakan. Ia sendiri telah mempersiapkan presentasinya. Gadis itu memberitahu kalo semua VIP dari penjuru negeri akan datang dan Ah Joon pasti akan jadi terkenal. Ah Joon tersenyum dan melarang gadis itu agar jangan berlebihan. 


Ga Eun tiba-tiba menghampiri mereka dan bertanya tentang kompetisi. Gadis itu malas melihat Ga Eun. Dia memberitahu kalo nggak ada tempat buat anak kelas 1. Ga Eun kecewa. Gadis yang bersama Ah Joon bangkit dan bilang kalo selera makannya hilang. Dia lalu pergi. 


Go Hee melihat kejadian itu bersama Deok Hee. Ah Joon juga ikutan bangkit lalu pergi. Ga Eun sedih dan seperti ingin nangis. Apalagi semua orang yang lewat melihatnya sinis. 


Goo Hee menaiki tangga sambil menggerutui diri sendiri yang terus aja mikirin tentang Ga Eun. Dan saat sampai di kelas olahraga dia malah melihat Ga Eun lagi dibully. 


Kakak kelas yang tadi bersama Ah Joon memperlihatkan ponselnya pada Ga Eun dan mengkonfirmasi kalo itu adalah Ga Eun. Kakak kelas yang lain menanyakan kenapa Ga Eun berfoto melepaskan bajunya? Luar biasa. Mereka menilai kalo Ga Eun nggak punya martabat untuk bisa gabung di klub mereka. Mereka menganggap Ga Eun telah mencoreng citra mereka. 


Mereka bahkan memukul kepala Ga Eun dengan botol minuman lalu nenyiram baju Ga Eun dengan air dari botol itu. Mereka lalu menyarankan kalo Ga Eun bisa membuka bajunya yang kotor sampai dalamannya kelihatan. Jangan-jangan Ga Eun nggak pakai pakaian dalam. 


Ga Eun mengatakan kalo itu bukan dia. Ga Eun lalu berjalan melewati mereka dan malah bertemu dengan Goo Hee di pintu. Ga Eun malas melihat Goo Hee lalu berjalan melewatinya. 


Goo Hee mengingat kejadian itu. Yang ia lihat saat itu adalah Ga Eun tapi siapa laki-laki yang bersamanya? 


Hari itu Ga Eun pulang lebih dulu tanpa membawa tasnya. Goo Hee menatap tas milik Ga Eun. Deok Hee bertanya padanya kenapa tampak sedih? Apa rasa belas kasih Goo Hee muncul lagi? Goo hee mengambil tas itu dan menyampaikan kalo dia nggak keberatan. Deok Hee meremehkan kalo teman-temannya Ga Eun saja meninggalkannya kenapa Goo Hee yang mesti repot-repot membawakannya? Memangnya Goo Hee tahu rumahnya dimana? Goo Hee mengaku tahu. Dulu dia sering datang kesana. 

Flashback...


Guru memperkenalkan seorang murid baru. Dia adalah Ga Eun. Ga Eun menyampaikan kalo dia  pindahan dari Gangnam. Namanya Yeo Ga Eun. 


Guru menyarankan agar Ga Eun duduk di sebelah Goo Hee. Ga Eun pun duduk di sebelah Goo Hee. Mereka langsung dekat. Goo Hee bahkan membiarkan Ga Eun memakai bukunya bersama-sama karena Ga Eun nggak bawa buku. 


Saat istirahat anak-anak pada ngerubungin Ga Eun. Mereka kagum pada Ga Eun yang punya banyak barang-barang bagus. Apa gara-gara Ga Eun dari Gangnam? Ga Eun memberitahu kalo papanya kerja di Amerika. Jadi dia mengirim barang-barang itu untuk Ga Eun. Anak-anak berkomentar kalo pantas bagus, dari Amerika. Mereka juga memuji sepatu Ga Eun. Ga Eun memberitahu kalo itu juga dari papa. Goo Hee memuji kalo selera papa Ga Eun bagus. 


Jam pelajaran berikutnya adalah olahraga. Kebetulan Ga Eun nggak bawa pakaian olahraga. Goo Hee dengan senang hati memberikan baju olahraganya pada Ga Eun. Ga Eun yang merasa nggak enak menolaknya. Goo Hee kan juga harus memakainya. Goo Hee memberitahu kalo guru olahraga orangnya ketat. Bahaya kalo Ga Eun membuat masalah di hari pertama. Goo Hee menyarankan agar Ga Eun memakainya, dia nggak papa, kok. Ga Eun akhirnya mau. Dia berterima kasih pada Goo Hee. 


Jam olah raga anak-anak berbaris di lapangan. Guru melihat Goo Hee nggak pakai seragam olah raga dan menegurnya. Apa Goo Hee mau peragaan busana? Guru menyampaikan kalo memakai seragam adalah aturan dasar. Celana apa yang Goo Hee pakai? Guru memerintahkan Goo Hee untuk lompat mengelilingi lapangan. 


Ga Eun mengangkat tangannya dan memberitahu guru kalo ia baru pindah dan nggak nggak punya seragam jadi Goo Hee meminjamkan seagamnya padanya. Guru merasa kalo nggak seharusnya dia menghukum Goo Hee. Tapi rupanya guru nggak berniat mengatakannya. Guru malah memarahi Ga Eun. Harusnya Ga Eun mempersiapkannya. Guru akhirnya menghukum mereka berdua untuk lompat bersama mengelilingi lapangan. 


Goo Hee dan Ga Eun melaksanakan hukuman dari guru. Sejak saat itu mereka menjadi dekat. Belajar bersama, makan bersama di restoran ayam Goo Hee, bersepeda bersama. 


Sampai suatu hari secara nggak sengaja Goo Hee melihat Ga Eun berdiri di dekat ibunya dan  mendengar pertengkaran ibunya  dengan ayahnya di telpon. Ga Eun meminta ibunya untuk berhenti minum. Ibu menyuruh Ga Eun untuk berangkat sekolah. Bukannya Ga Eun malu karena orang tuanya cerai makanya Ga Eun minta pindah sekolah. Ibu bahkan harus pindah rumah juga. Ibu merasa ingin mati kalo nilai Ga Eun sampai turun. 


Ga Eun minta ibu untuk berhenti. Dia mengaku sudah muak dengan keluarganya. Ga Eun hendak keluar dan malah melihat Goo Hee di pintu. Ga Eun menghampiri Goo Hee. Goo Hee merasa nggak nyaman. Ia mengatakan kalo Ga Eun bilang mau mengerjakan PR bersama. Tadi pintunya terbuka dan... . Ga Eun nggak bilang apa-apa dan berjalan melewati Goo Hee. 


Sejak saat itu Ga Eun pindah tempat duduk. Goo Hee bertanya pada temannya. Katanya Ga Eun nggak jelas melihat papan tulis dengan jelas makanys minta tukar tempat duduk. 


Saat istirahat Goo Hee memberanikan diri untuk menghampiri Ga Eun dan menanyakan buku catatannya yang Ga Eun pinjam kemarin. Ga Eun mengaku lupa. Goo Hee mengingatkan kalo guru akan memberi nilai nol kalo nggak membawa catatannya. Ga Eun nggak menggubris dan terus bercanda dengan teman-temannya. 


Saat pulang sekolah Goo Hee melihat bukunya ada di keranjang sampah. 


Saat jam olahraga Goo Hee nggak sengaja menabrak Ga Eun sampai membuatnya terjatuh. Teman-teman menghampiri Ga Eun dan bertanya apa dia baik-baik saja? Ga Eun bertanya kenapa Goo Hee mendorongnya? Goo Hee mengaku nggak mendorongnya. Ga Eun malah memberitahu temannya kalo Goo Hee marah padanya. Ga Eun memberitahu kalo dia nggak melakukannya, kenapa Goo Hee nggak percaya? Teman-teman jadi salah paham dan ikutan marah pada Goo Hee. 


Saat pulang sekolah tahu-tahu teman-teman memberikan tas Ga Eun pada Goo Hee. Mereka menyalahkan Goo Hee yang membuat Ga Eun jadi terluka dan menyuruhnya membawakan tas Ga Eun. 


Saat istirahat Ga Eun membuat Goo Hee membelikan makanan untuknya. Saat Ga Eun mendapat tugas membuang sampah, dia malah menyuruh Goo Hee melakukannya untuknya. 


Goo Hee datang ke rumah Ga Eun. Ia mengatakan kalo mereka harus bicara. Goo Hee mengaku nggak ngerti kenapa sikap Ga Eun tiba-tiba berubah. Ga Eun tiba-tiba pindah tempat duduk dan sikap Ga Eun padanya... . Ga Eun nggak ngerti, sikapnya kenapa? Ga Eun menyuruh Goo Hee untuk mengatakan pada semuanya kalo memang dia merasa bersalah. Bahwa Yeo Ga Eun pembohong dan Goo Hee mendengar semuanya. Ga Eun meremehkan kalo nggak ada yang percaya padanya. Ga Eun bahkan sengaja pindah rumah. Ga Eun mengaku benci pada Goo Hee. Dia benci pada semuanya. 


Goo Hee merasa nggak melakukan kesalahan apapun tapi aaat ia tersadar, ia dikucilkan. Kalo saja waktu itu dia punya Revenge Note, ia  pasti sudah menulis nama Ga Eun berupang kali. 

Flashback end...


Goo Hee memberanikan diri memencet bel rumah Ga Eun. Ga Eun membuka pintu dan mengambil tasnya. Dia mengomeli Goo Hee yang sok ngurusin urusan orang lain. Dia menyatakan nggak akan berterima kasih pada Goo Hee. Goo Hee mengingatkan kalo Ga Eun bilang itu mahal. Kalo mahal kenapa Ga Eun meninggalkannya? Ga Eun menuduh kalo Goo Hee datang hanya untuk menyelidikinya. Kenapa Goo Hee harus menyaksikan kejadian itu? Memangnya Goo Hee siapa? 


Goo Hee emosi. Dia membenarkan. Ia melihat tas Ga Eun tertinggal di kelas dan membawakannya ke rumah Ga Eun. Apa harusnya dia biarkan saja? Masa bodoh kalo ada yang mau mencuri atau apa. Sedetik kemudian Goo Hee malah menyesal sudah bilang begitu. Lebih-lebih setelah melihat wajah Ga Eun yang langsung murung. 


Goo Hee menasehati agar Ga Eun tetap sekolah. Dia tahu yang mengunggahnya adalah laki-laki jahat dan bukannya Ga Eun. Ga Eun memotong. Dia mengatakan kalo Oppa bukan orang yang seperti itu. Oops, Ga Eun baru sadar kalo dia telah mengakuinya secara nggak sengaja. Ga Eun meralat kalo itu bukan dia. 


Goo Hee menatap Ga Eun. Ga Eun tersinggung. Ia menantang Goo Hee. Memangnya Goo Hee tahu apa? Berisik! Goo Hee nggak bilang apa-apa lagi dan langsung pergi. 


Goo Hee lagi galau. Ia ingin menuls nama orang yang sudah jahat sama Ga Eun tapi nggak tahu namanya. Beberapa detik kemudian Goo Hee memilih menyerah. Ini kan masalahnya Ga Eun, kenapa dia yang repot? 


Goo Hee bersama Deok Hee melihat anak laki-laki di kelasnya tanding basket dengan kakak kelas. Deok Hee berkomentar kalo inilah hebatnya masa sekolah. Berolahraga dengan para seonbae. Pemandangan yang indah. Kang Min berhasil mencetak angka. Deok Hee merasa kalo Kang Min diam-diam menghanyutkan. Dia ada gunanya juga. 


Goo Hee tersenyum sambil menatap Ji Hoon. Deok Hee meledek kalo di mata Goo Hee hanya ada satu cowok (Ji Hoon seorang). Tapi selain Ji Hoon ada hal lain yang menarik perhatian Goo Hee. 


Goo Hee menunjukkannya pada Deok Hee. Sepatu yang dipakai sama Ah Joon. Deok Hee memberitahu kalo itu limited edition. Gadis yang buta fashion seperti Goo Hee mana bisa tahu? Deok Hee menjelaskan kalo itu adalah sneaker yang biasa dipakai GD, harganya 8 juta. Goo Hee terkejut. 8 juta? Sebuah sneaker harganya 8 juta? Deok Hee mengangguk membenarkan. Goo Hee berpendapat kalo 8 juta won bisa untuk kebutuhan sebulan satu keluarga. Deok Hee membenarkan. Ia menambahkan kalo seonbae itu levelnya beda dengan mereka. 


Goo Hee kembali teringat dengan laki-laki yang bersama Ga Eun tempo hari. Sepatu yang dia pakai sama persis dengan sepatu yang dipakai Ah Joon. Goo Hee menyimpulkan kalo pastinya nggak banyak yang pakai sepatu seperti itu. Deok Hee memberitahu kalo hanya Ah Joon yang pakai sepatu itu di sekolah mereka. Apa Goo Hee mau beli sepatu itu? Gajinya dari kerja paruh waktu buat beli sneaker itu? Goo Hee menggeleng, ya, enggak lah. Ia hanya penasaran saja. Goo Hee yakin betul kalo yang ia lihat waktu itu adalah sneaker itu. Jangan-jangan...

Bersambung...

Komentar:
Goo Hee orangnya memang terlalu baik. Ga Eun yang sudah jahat padanya masih aja dia peduli. Tapi nggak nyangka kalo mereka pernah sedekat itu dulu.

Salam
Anysti18

8 komentar

Masih setia nunggu kelanjutannya sampai ending 😊😊

Terima kasih atas komentarnya. Bikin tambah semangat. Dah ada lanjutannya, kok. Ditunggu aja. ^_^

Salam
Anysti18

kak semangat ya nggak sabar nih nunggu update lagi.soalnya suka banget sama drama nya tapi sub nya susah dicari,trs liat sinopsisnya kakak jadi seneng deh. semangat ya kak! aku slalu nungguin sinopsisnya update loh!! XD

Terima kasih buat dukungannya. Wah, kerasa bawa beban ^_^
Tapi drama ini emang susah dapet subindonya. Mungkin karena tayang di Oksusu, kali, ya?!

Salam
Anysti18

Hai kak aku baru tau drama ini dan sungguh critanya bagus bgt.. sukak!! Kakak bilang nyari subnya susah bgt. Semangat ya kak aku bakal menunggu updatetan terbaru :):)

Sukak banget sama drama ini😍
Baru kali ini betah baca sinopsis dari eps 1 sampai eps ini😊
Semangat akak, buat lanjutan sinopsisnya,
Aku masih sabar menunggumu😄

Yupss😊 fighting💪💪

Terima kasih atas komennya. Aku juga baru kali ini enjoy nulis dari awal sampe sekarang mood-nya bagus terus.

Salam
Anysti18