Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 4 PART 1

Dalam rangka nggak mau sinopsis The Starry Night The Starry Sea terbengkalai jadi aku mau lanjut ngesinop ini lagi, kemarin aku ngestalk dan bahkan bulan juni masih ada yang berharap sinopsis ini lanjut lagi. Jadi yaudah dilanjut aja ya, tapi aku juga nggak janji bakal sampai selesai, liat kedepannya aja ya. Aku udah vakum nggak nulis ada sekitar 3 bulanan dan masih kaku banget bahasaku. Pelan-pelan aja ya.
Mohon dukungannya teman-teman, dan terimakasih yang sudah mau baca sinopsis drama ini dan komentar-komentar kalian yang membuat aku balik ke drama ini lagi.
Yuk yang mau ngobrol tentang drama, atau fangirlingan bisa follow twitter aku @Intaanyln, siapa tau bisa jadi temen kan. 
Sinopsis ini udah ditinggal selama 8 bulan, semoga masih banyak yang mau baca ya.
Terima kasih. I love you, Share to love.


Oke episode 4 ini dibuka dengan Shen Luo yang masih keukeuh agar wujulan saja yang diapa-apain, kakek meminta Shen Luo untuk diaam dan ingin mendengar pendapat Wujulan tentang hal ini, Wujulan hanya mengatakan lakukan saja seperti apa yang Shen luo katakana, hal itu membuat mereka yang ada disana tercengang. Tapi kakek masih ingin mengujinya lagi, kakek mau wujulan berfikir lagi masak iya wujulan mau tulus sama orang yang sudah kejam ke dia.
Mendengar yang kakek katakan Shen Luo ketakutan dan Wujulan melihatnya, dengan yakin Wujulan menjawab pertanyaan yang diberikan bahwa dia yakin, dia siap mati mengantikan Shen Luo. Sekali lagi kakek dan Yisheng terkejut.
Sedangkan Shen Luo mendengar hal itu malah sangat bersyukur, dia berjanji akan mengingat Wujulan dan membakar dupa untuknya. Wkwkwkwwwk dan reaksi wujulan cuma diem menghela nafas, mungkin difikirnya kok ada ya cewek kaya She Luo.


Kakek mengambil langkah cepat dengan meminta Shen Luo untuk diam, sementara Yisheng bingung sendiri harus gimana. Dengan masih mengatakan omong kosong, Shen Luo yang panic mengelabuhi penjahat sewaan yang dibelakangnya dengan mengatakan ada polisi lalu menyerang orang itu dengan sebisanya, kakek dan Yisheng terkejut sementara Wujulan hanya diam melihatnya, dia melihat Shen Luo yang sedang melakukan yang bisa dia lakukan hal itu membuat Wujulan memutuskan untuk menggunakan kekuatannya.
Dengan mudah tangannya yang terikat terlepas dari ikatan, dia langsung berdiri dan menyerang orang yang sedang tengkar sama shen luo lalu membantu Shen Luo berdiri dan melepaskan ikatan Shen Luo. Jengjeng mereka kabur bareng, kakek sama Yisheng bingung mau ngapain kalo udah kaya gitu, kakek mengusulkan untuk mengejar mereka.


Keluar dari gedung itu ternyata Wujulan dan shen Luo ada diatas gedung, tidak ada jalan lain. Shen Luo tentu panic lagi dan mengeluh, dia menangisi kesialannya, Wujulan seperti biasa Cuma natap tajem aja, capek kali ya ngeliat Shen Luo yang ngeluh terus akhirnya Wujulan mengatakan ada cara lain yaitu dengan melompat dari gedung itu, Shen Luo tentu tidak setuju karna itu artinya mereka sama saja dengan bunuh diri.Shen Luo makin panic setelah Wujulan menjelaskan kemungkinan terburuknya, sementara suara kakek semakin dekat.
Wujulan langsung mengendong Shen Luo saat shen Luo sedang mengucapkan kata-kata terakhir untuk kakek. Tidak ada waktu lagi mereka langsung lompat indah, HHHHHHHH seindah Wujulan lah lompatannya. Shen Luo yang ketakutan hanya menutup matanya.


Sampai dibawah Shen Luo yang dipelukan Wujulan masih ketakutan mengira mereka sudah mati.
Wujulan : “Kalau kau tidak melepaskannya, kau akan membuatku lelah sampai mati.”
Baru saat itu Shen Luo membuka matanya dan buru-buru turun setelah memastikan kalo mereka sudah dibawah. 
Bukan Shen Luo kalo nggak ngomel ya, dia turun sebenernya malu tapi diganti ngomel HHHH
Shen Luo : “Jangan berfikir kau bisa mengambil keuntungan dariku hanya karena kau menyelamatkanku.”


Saat itu kakek dan Yisheng sudah dibelakang mereka, berlari dengan terengah-engah, tau sendirikan kakek udah tua lagi sakit pula. Saat mereka akan berlari lagi kakek yang sudah tanpa topeng mengatakan kalo itu dia, kakek dan Yisheng. Saat itu Shen Luo dan Wujulan menoleh kebelakang. 
Kakek : “Xiao wu, aku minta maaf. Aku khawatir tanpa alasan. Tapi begini juga bagus. Ini membuktikan penglihatan cucuku jauh lebih baik dari pada aku.”


Shen Luo menghampiri kakek yang mulai batuk, dia menenangkan kakek bahwa kepintarannya menurun dari kakek, dengan gaya menghibur kakek jadi tertawa mendengarnya.


Wujulan mendekat da membenarkan apa yang dikatakan shen Luo, dia memuji kecerdasan kakek yang jauh dari grafik. Shen Luo sangat senang mendengar kejujuran Wujulan itu.
Kakek mndekat kearah mereka berdua dan mengatakan, “Xiao Wu, cucuku kelihatannya dingin dan tidak bisa digoyahkan, tapi dia sebenarnya sentimental dan punya hati yang lembut. Dia akan bahagia jika dia punya seseorang disisinya seumur hidup. Aku akan meninggalkan dia padamu sekarang. Xiao Wu, bisaka kau berjanji untuk melindungi dia selamanya?”


Kakek merestui hubungan mereka dengan menyatukan tangan keduanya. Sementara Wujulan setelah mendapat pertanyaan itu dia menatap Shen Luo dan mengatakan pada kakek, “Aku berjanji selama aku hidup, aku akan membuat dia aman.” Sebenarnya Shen Luo tersentuh tapi dia mengira jika Wujulan sedang berakting saja, jadi dia menambahkan kalo wujulan yang mengatakan hal itu jadi dia harus menepatinya.


Sementara da Tou sedang dirumah Shen Luo, dia sedang mengobrak-abrik barang-barang, mencari sesuatu. Aku heran da Tou kok jahatnya nggak habis-habis ya.


Scene beralih lagi, Shen Luo dan wujulan lagi kencan, ups HHHH nggak kok mereka lagi jalan-jalan dipantai, pemandangannya bagus banget, biru laut.
Shen Luo : Aku bilang, kita bisa dianggap telah melalui susah dan senang. Kita berteman sekarang.”
Wujulan : “Mengapa kau bersikeras menjadi temanku?”


Shen Luo : “Karna seseorang perlu dukungan di dunia ini. Kau tidak punya keluarga, tapi jika kau punya aku sebagai teman. Kalau kau sakit, ada seseorang yang mengurusmu. Kalau kau sedih, ada seseorang yang menghiburmu. Kalau kau satu hari menghilang, aku akan ingat untuk mencarimu. Bagaimana? Tidak buruk, bukan?
Wujulan terkesima dengan kata-kata shen luo, dia hanya diam dan menatap Shen luo.


Shen Luo meraih tangan Wujulan dan membuat perjanjian secara sepihak, “Mulai hari ini dan selanjutnya, wujulan adalah temanku. Janji jari kelingking, segelnya telah ditekan! Kau tidak diizinkan untuk mengubahnya selama hidup.”
Wujulan : “kalau aku satu hari menghilang, jangan mencariku.”
Wujulan mengatakan hal itu dengan serius namun ditanggapi bercanda oleh Shen Luo, perjanjian itu bukan tergantung dari Wujulan. Lalu shen luo pergi dengan tersenyum, wujulan hanya menatapnya dengan sedih. Lalu berjalan mengikuti Shen Luo.


Dirumah Shen Luo, Da tou  masih belum menemukan benda yang dicarinya, dia tidak menyerah dan terus mengobrak-abrik rumah shen Luo.


Saat itu Wujulan dan Shen luo berjalan menuju rumah, sebelum masuk kedalam rumah sepertinya Wujulan mendapat firasat dia menghentikan langkah Shen Luo, dihalaman rumah terdengar suara gong-gongan anjing dan Da Tou sepertinya juga tau kalo ada yang datang, 
Wujulan langsung membuka pintu gerbang depan dan melihat sekitar, setelah memastikan situasi aman mereka masuk kedalam rumah yang sudah sangat berantakan, Shen Luo langsung berlari kekamarnya melihat buku tabungannya, ternyata masih ada.
Dia berlari kedepan lagi untuk memberitau Wujulan kalo buku tabungannya masih ada. Shen Luo juga mengecek perabot rumah, siapa tau ilangkan tapi semua masih ada tidak hilang satu pun. 


Saat itu Yisheng dan Da Tao datang langsung ikutan panic, tanya ini itu. Wujulan melihat mereka dengan curiga. Saat Wujulan mengatakan mungkin target pencurinya bukan uang yang entah mungkn maksudnya nyindir gitu ya, saat itu Da Tou member reaksi yang cukup kentara untuk Wujulan, ya tentu wujulan curigalah ya.


Pulang dari rumah Shen Luo udah malem pokoknya, Yisheng dan Da Tao jalan berduaan, mereka membahas Shen Luo yang terkenal pelit dilingkungan mereka orang idiot mana yang mau nyuri sesuatu dari mereka, Da Tou mengalihkan pembicaraan itu dan meminta Yisheng untuk menghentikan pemikiran kalo itu dilakukan dari orang lingkungan mereka, itu pasti dilakukan orang luar pulau. Parahnya lagi Da Tao seolah mencurigai Wujulan dan Yisheng setuju-setuju aja dan malah berfikir untuk menyelidiki Wujulan.


Pembicaraan mereka terpotong saat salah satu suster/perawat satu rumah sakit dengan Yisheng menyapanya. HHHHHH Da Tou sekarang malah keliatan jadi obat nyamuk, karna si suster yang kalo nggak salah namanya lilia ini negur Yisheng katanya kemarin ngajak nonton bareng, Yisheng sok-sok sibuk gitu jaga image didepan Da Tao tapi pada akhirnya milih ngeloyor nonton juga sama si lilia wkwkwkwkw
Wah ekspresi Da Tao langsung berubah saat Yisheng pergi, matanya jadi tajem-dingin gimana gitu, dia juga menghela nafas lega. Jahat banget ini orang ih.


Dirumah sakit kakek lagi ngumpul sama gengnya, tidak lupa bangga-banggain calon mantu wkwkwwkkwk, sayangnya saat itu ada dua suster julid yang lagi ngomongin rumah Shen Luo yang kerampokan, kakek yang mendengar itu langsung nanya ke mereka dan mereka menenangkan kalo tidak ada yang hilang, rumah mereka hanya digeledah. Mendengar itu kakek terlihat khawatir dan memikirkan sesuatu.


Shen luo dan Wujulan lagi jalan-jalan dipasar nih, belanja. Saat belanja sayuran Shen Luo dipuji sama mbak-mbaknya katanya dia nggak Cuma pandai milih-milih belanjaan tapi juga memilih pria, ciehh. Shen Luo ketawa garing antara malu sama apa banget ini saat dipuji kalo mereka berdua serasi. Dia langsung sok-sok meluk lengan Wujulan dan Wujulan kayaknya cukup kaget, dia ngeliatin lengannya yang lagi dipeluk sama Shen Luo.
Shen Luo : “kau tidak diizinkan bergerak. Ini bagian dari pekerjaanmu!”
Baru juga jalan beberapa langkah ada buibu yang nawarin baju couple paling laris gitu, dan buibu yang baik itu ngasih ke Shen Luo gratis karna Shen Luo sudah langganan disana. Beruntung banget ya ini couple.  Shen Luo langsung liat kearah Wujulan dengan maksud tertentu.


HHHHH beberapa saat kemudian mereka keluar dengan pake baju couple itu sambil shen Luo gandeng lengan gitu, manis banget mereka. 
Pas banget Shen Luo ketemu bapak-bapak tukang foto yang langsung nawarin foto buat jadi iklan ditokonya, tau sendirikan shen Luo gimana, ya tentu mau dong ya.
Ini spam foto-foto mereka yang manis dan gemas banget.


Gimana pendapatnya? Manis nggak?


Setelah fotonya selesai Shen Luo nanya dong emang buat iklan apa dan sibapak-bapak itu menjawab untuk kesehatan orang dewasa, HHHHHH langsung deh si Shen Luo pergi dari sana sangking apanya banget itu bapak-bapak.
Dijalan Wujulan tanya sama Shen Luo maksud dari kesehatan orang dewasa itu apa, Shen Luo ngejek Wujulan seorang alien karna hal begituan aja nggak tau, wujulan tenang-tenang aja menurutnya tidak ada batasan untuk seorang cowok buat belajar, jadi dia nggak malu nanya. Shen luo ngejawab kalo baru kali ini dia denger orang nanya dengan kata-kata layak untuk pertanyaan yang tidak layak HHHHH kata-kata shen luo bisa dijadiin quotes ini. 


Jalan agak jauhan wujulan yang sadar tangannya masih digandeng sama Shen Luo langsung narik tangannya gitu, dia bilang, “tugasku untuk berpura-pura berpasangan denganmu didepan kakek, bukan didepan seluruh desa.”
Shen Luo : “Aku bosmu, apakah kau tidak mau menurut?”
Wujulan : “Maafkan aku. Pekerjaanku sudah diluar ketentuan yang kita sepakati.” Wujulan juga menambahkan kalo seorang pria tidak bisa dipercaya, dia bukan apa-apa. Shen luo marah-marah lagi karna Wujulan menggunakan bahasa yang tidak dia mengerti. Shen luo juga bilang kalo dihubungan mereka dirinya yang paling rugi jika berpasangan dengan Wujulan dan kata-kata itu membuat Wujulan berhenti dan natep tajem marah nggak terima gitu, dia bilang kalo shen Luo yang memaksanya dan langsung pergi ninggalin shen Luo yang dibelakang lagi ngomel-ngomel lagi bahkan dia bilang kalo suatu hari nanti dia akan putus dengan Wujulan didepan orang-orang seluruh desa.


Dirumah sakit kakek tidak tenang, kakek ingat saat tempo hari pernah ngobrolin tentang barang antic sama da tao, kakek benar-benar gelisah. Dari luar pintu diketuk, ternyata da tao yang datang.
Da Tao datang dengan melihat sekitar, matanya mencari-cari barang antic milik kakek. Da Tao datang membawa buah-buahan dan langsung memijat kakek sembari basa-basi tentang kondisi kakek. Kakek juga langsung to the point menanyakan tentang kabar rumahnya yang dimasuki rampok, Da Tao juga menenagkan kakek kalo tidak ada apa-apa yang hilang dan langsung mengalihkan pembicaraan dengan buah-buah yang dia bawa. 
Kakek : “Da Tao apakah ini perbuatanmu?”
Kakek berbalik dari kursi rodanya saat Da Tou akan keluar, dia seketika terkejut dan menjatuhkan buah-buahan yang dia bawa. Kakek memperhatikan Da Tao dengan seksama. 
Da Taou kembali mengendalikan dirinya dan berbalik menghadap kakek, dia mengatakan apa sebenarnya maksud kakek, bukankah kakek melihat dirinya tumbuh. Diberi pertanyaan seperti itu kakek gugup, dia langsung mengatakan jika dirinya sedang tidak enak badan dan ingin istirahat sendiri. Kakek meminta Da Tao untuk pulang. 


Setelah Da Tao keluar kakek mengambil barang berharga miliknya, aku lupa namanya pokoknya itu yang punya Wujulan. Kakek sangat khawatir ada orang yang milihat benda itu, dia sangat gelisah. 


Saat Shen Luo jalan, kepala desa menghampirinya menawarkan Shen Luo untuk ikut liburan rakyat desa mereka, karna dirasa Shen Luo cocok untuk melakukannya. Shen Luo hanya harus memakai pakain duyung saja dan kemudian berkeliling pulau dan berfoto. Shen Luo menolak dengan halus setelah melihat model busananya, gaya seperti itu tidak sesuai dengannya. Kepala desa terus membujuknya dengan mengatakan nominal jumlah sponsor yang mereka dapat, tentu hal itu membuat Shen Luo tertarik karna jumlahnya yang begitu besar
Saat Shen Luo berfikir antara harga dirinya dan uang dia mendapatkan ide yang sangat cemerlang, bagaimana dia tidak perlu mempermalukan dirinya tapi tetep dapat uang HHHHHH, Dengan antusian Shen Luo menerima tawaran kepala desa.


Dirumah Wujulan sedang dijamu oleh Shen Luo, dia diberikan makanan enak, wujulan dengan curiga melihat kearah Shen Luo tapi tetap memakannya juga, wujulan menanyakan maksud dari Shen Luo dan Shen Luo langsung menjelaskan tentang acara festival dongeng duyung di pulau mereka.
Shen Luo : “Kau tau mengena Jiaoren, bukan? Mereka…”
Wujulan : “Itu adalah mahluk gaib dengan ekor ikan dan tubuh manusia dari kisah pegunungan dan lautan. Juga putrid duyung di dongeng barat.”
Tanpa curiga Shen Luo mengatakan jika Wujulan mengetahui banyak tentang hal itu, jadi dirinya memutuskan mengirim wujulan sebagai perwakilan rumah mereka menjadi duyung. 
Wujulan : “Pulaumu punya festival dongeng duyung?”
Shen Luo : “Ya, legenda mengatakan bahwa seorang leluhur tua pernah ditolong duyung sehingga kami melakukan tradisi ini setiap tahun.”
Wajah wujulan menjadi serius antara sedih dan iya yang nolong mereka itu gue, wkwkwkw. Wujulan juga menanyakan siapa orang yang ditolong itu. Dan Shen Luo menjawab kalo itu hanya sebuah legenda. Mendengar jawaban Shen Luo, Wujulan langsung berdiri, masuk kedalam rumah. Tapi Shen Luo langsung mengatakan kalo Wujulan harus mau karna dirinya sudah mengatakan pada kepala desa.


Da tao dan anak buahnya tidak sengaja bertemu disebuah gang, saat anak buahnya akan pergi da Tao menahannya, dia ingin meminta bantuan anak buahnya.
Anak buah : “Aku, Zhu Yiyang adalah seorang yang benci kejahatan seperti musuhku. Seseorang yang tidak bisa dipercaya sepertimu, aku tidak bisa membantumu. Memangnya kenapa? Aku lebih suka giokku hancur berkeping daripada ubin utuh (lebih memilih kematian daripada aib). Merasa ingin memukulku, bukan? Ayo, pukul, pukul, pukul…”
Alih-alih memukul Da Tou malah mengibarkan uang ketubuh Yiyang, tentu Yiyang langsung tertarik karnanya, dia setuju membantu Da Tao. 


Didalam rumah Shen Luo menunjukan buku dongeng kepada Wujulan, dan wujulan berkomentar kalo desa mereka memiliki imajinasi yang liar, mana mungkin bangsa duyung terlihat seperti yang digambarkan dibuku itu.
Shen Luo : “Kalo tidak seperti ini, akan terlihat seperti apa?”
Wujulan : “Bangsa duyung menguasai lautan. Permukaan tubuh mereka seperti mahkota giok dan warnanya seperti bunga musim semi. Air mata mereka berubah menjadi mutiara, dan mereka bisa hidup ribuan tahun, mereka mengetahui semua yang terjadi didunia ini, dan mereka mengetahui semua tentang dunia ini.”
Shen Luo : “aku tidak mengerti. Tapi aku melihat wajah seseorang yang narsis. Kau sepertinya bicara tentang dirimu sendiri kan?”
Wujulan : “Tidak ada orang yang lebih mirip duyung dari aku.”
Shen Luo : “Karena kau begitu percaya diri, untuk wajahmu yang mirip duyung, aku akan mempersiapkan baju yang sangat tiada tanding cantiknya buatmu besok.”


Malam harinya Shen Luo mencoba baju duyung itu dikamarnya, dan tertawa sendiri membayangkan Wujulan akan mengenakan itu. 

5 komentar

Yey akhirnya di lanjut....
Semangat kakak, luv2... 😍😍😍

Aww makasih banget♥

Semangat ya mbak, dtunggu kelanjutannya lho 😊😊

mba lanjutin sinopsisnya,semangat