Advertisement
Advertisement

Ibu melihat Ja Hyeon dan memanggilnya. Ja Hyeon menatap ibu lalu menggampirinya dan memeluknya. Hwi memalingkan wajahnya nggak ingin ibu melihatnya. Anak buah Kang juga melihat Ja Hyeon dan bersembunyi. Ibu membelai kepala Ja Hyeon sambil memperhatikan penampilan putrinya. Deuk Sik menatap Hwi. Hwi berjalan pergi bersama Gi Teuk. Ia pun menyusul mereka. 


Para Biksu melihat anak buah Kang dan menanyakan dia siapa? Anak buah Kang nggak menjawab dan langsung pergi. 


Deuk Sik menyusul Hwi. Ia bertanya apa mereka yang telah menolong Ja Hyeon? Ia memperkenalkan diri sebagai kakaknya Ja Hyeon. Deuk Sik bertanys gimana dia bisa membalas budi mereka? Hwi berbalik dan menampakkan wajahnya. Sontak Deuk Sik terkejut. Demikian juga dengan ibu dan Ja Hyeon. 


Ja Hyeon dan Hwi duduk dihadapan ibu. Ibu menyarankan agar mereka tinggal jauh dan hidup bersama. Berbahaya di Do Seong jadi pergilah ke timur. Hwi menolak. Dia nggak ingin menjadikan Ja Hyeon sebagai pengantin yang nggak diakui. Ibu hanya merasa kalo mereka nggak bisa terus menjalani hidup mereka di kuil. Hwi memberitahu kalo mereka saling mencintai. Kalopun mereka terpisah, mereka nggak benar-benar terisah. Hwi mengaku tahu itu dari Ja Hyeon bahkan kematian nggak bisa memisahkan mereka. Hwi sempat berpikie nggak seharusnya ketemu dengan Ja Hyeon karena dia sudah membuatnya melalui banyak kesulitan. Ia berpikir untuk merelakan Ja Hyeon dan menyesali semua itu. Tapi mengucapkan salam perpisahan dengan Ja Hyeon ternyata lebih sulit. 


Ibu mengingatkan kalo Hwi lahir di istana. Kesulitan yang Hwi hadapi nggak terlihat dan nggak pernah terdengar. Hwi merasa telah menyadari apa yang benar-benar berharga karena ia telah banyak melalui kesulitan. Kemarahan telah membantunya untuk berpikir secara mendalam. Satu situasi yang sulit bisa menusuk seperti duri. Ia nggak akan tahu hal seperti itu kalo nggak menjalani kehidupan yang nggak sulit. Bahwa kehidupan sangat berharga. Betapa dia sangat mencintai orang lain. 


Menurut mata ibu, nggak masalah  untuk nggak menyadari hal-hal itu. Ibu mengaku ingin Hwi hidup bahagia bersama putrinya dan menjalani hidup yang penuh dengan kebahagiaan. Ja Hyeon memberitahu kalo dia sudah bahagia sekarang. Ja Hyeon lalu menatap Hwi yang juga menatapnya. 


Deuk Sik kenunggu di luar bersama dengan Kkeutdan. Menurutnya itu nggak masul akal. Kalo Hwi ingin mati kenapa dia nggak mati sendirian? Kenapa mesti melibatkan adiknya? Kkeutdan membalikkan. Kalo Asshi terus tinggal di kuil dan mati tua sendirian, apa itu nasib baik? Deuk Sik merasa kalo Ja Hyeon hanya bisa membuat masalah. Ia merasa kalo lebih baik Ja Hyeon jadi selir saat terakhir kali pergi ke istana. 


Kkeutdan buru-buru menutup mulut Deuk Sik dan menyuruhnya untuk diam. Kalo sampai mereka mendengar Deuk Sik, maka hal itu akan menjadi berita buruk. Gimana bisa Deuk Sik nggak mengenal adiknya padahal mereka tinggal bersama? Tanpa pangeran Ja Hyeon akan mati. Dia nggak bisa hidup dengan orang lain. 


Deuk Sik menyingkirkan tangan Kkeutdan dari mulutnya. Ia mengatakan kalo orang-orang menyerah pada harapan saat mereka hidup. Ia bertanya apa ada orang yang nggak punya hati? Apa ada orang yang nggak suka sama orang lain? Mereka menyerah begitu sajs tanpa mengetahui hal-hal yang akan tejadi karena alasan ini dan itu. Kjeutdan memberitahu kalo cinta yang berapi-api yang melampaui kematian, gimana bisa Deuk Sik akan memahaminya? 


Deuk Sik mengaku sudah terluka lebih dari yang Kkeutdan tahu. Kkeutdan memotong. Ia membenarkan kalo Deuk Sik terluka dan nggak bisa mengumpulkan keberanian. Deuk Sik menatap Kkeutdan serius dan bertanya kalo dia mengumpulkan keberanian apa Kkeutdan akan menerimanya? Kkeutdan menatap Deuk Sik, nggak nyangka Deuk Sik akan mengatakannya. Deuk Sik kembali bertanya apa status sosial mereka akan menghilang? Deuk Sik sesumbar kalo dia bisa seperti ibu dan ayah. Dia bisa jadi kekasih yang hebat seperti Ja Hyeon dan pangeran Eunsung. 


Deuk Sik mendekat hendak mencium Kkeutdan tapi tahu-tahu Si Gae menghalangi bibirnya dengan makanan. Sontak Kkeutdan dan Deuk Sik menatap Si Gae. Kkeutdan berubah jadi senang melihat nasi bakar. Ia mengambilnya dan memakannya. Si Gae memberitahu kalo nggak ada yang bisa ia berikan pada mereka karena lagi ada di kuil. Kkeutdan juga menyuapi Deuk Sik. 


Mereka bertiga memakan nasi bakar itu bersama-sama. Deuk Sik berpensapat kalo kemampuan bicara Roo Si Gae sungguh meningkat tapi sama sekali belum dewasa. Si Gae nggak menjawab. Dia menggigit nasi bakar tepat di depan wajah Deuk Sik. Deuk Sik hanya melihatnya saja. Ia lalu bertanya apa utusan dari negara Si Gae datang kemari? Si Gae nggak mengerti. Deuk Sik memperjelas kalo utusan yang dikirim dari Jurchen datang tapi raja malah memenggal kepala mereka. Kkeutdan terkejut. Apa ngfak masalah membunuh utusan dari negara lain? Deuk Sim memberitahu kalo itu nggak boleh. Itulah kenapa keadaan jadi kacau. 


Kakak ipar Kang mendatangi Pyunggwan utara, tempat tinggal utusan Jurchen. Ia dan pengawalnya menggeledah seisi ruangan. Orang dari Jurchen mau masuk tapi dihadang. Mereka nggak terima. Apa belum cukup untuk membunuh utusan senior? Beraninya mereka mengirim prajurit dan merampas hartanya. 


Kakak ipar Kang tersulut dan mengacungkan pedang ke orang Jurchen itu seraya mengancam. Apa dia ingin kehilangan nyawa juga? Orang itu diam. Kakak ipar Kang menurunkan pedangnya lalu menyuruh anak buahnya untuk mengpulkan semua dokumen yang ada. 


Ibu suri memarahi Kang setelah mendengar kabar kalo Kang membunuh perwakilan dari Jurchen. Apa dia nggak waras? Meski mereka orang asing, tapi mereka adalah utusan yang telah mereka akui secara resmi. Ibu suri merasa kalo seharusnya hal seperti ini nggak pernah teejadi. Ibu suri mencontohkan ketika utusan Ming dari kerajaan Goryeo Chae Bin dibunuh. Tapi itu diperintahkan oleh orang-orang di bawah raja dan bukan oleh raja sendiri. 


Kang menyampaikan telah mengabulkan keinginan ibu suri. Ketika ibu suri berpikir kalo Eunsung yang hilang dianggap mati, bukankah ibu mengatakan kalo ibu suri ingin membalas dendam? Kang melanjutkan kalo mereka sekarang akan menyadari kemarahan dari Joseon setelah ia membunuh utusan itu. Kalo perlu Kang juga akan memberikan hukuman. Ibu suri menanyakan kenapa Kang mekakukannya sekarang? Apa alasan balas dendam Kang setelah Eunsung dinyatakan meninggal? 


Kang memberitahu kalo mereka hanya berpikir kalo Joseon adalah tanah yang diperrbutkan oleh kakak adik. Karena itulah mereka berani berpikir kalo penobatannya sebagai raja Joseon itu menggelikan. Ibu suri kembali bertanya apa itu juga alasan kenapa Kang menggulingkan pamannya? Kang mengatakan kalo pamannta nggak sabaran dan mencoba memisahkannya dengan yang lain. Kang memintanya menjadi perdana menteri karena saat itu mereka dalam keadaan darurat tapi kerabat kerajaan nggak boleh memegang posisu resmi? Untuk saat ini Kang menyuruhnya untuk nggak ikut campur. Ibu suri meminta Kang untuk berpikir dulu sebelum bertindak dan memikirkannya sekali lagi sebelum dia mengeluarkan perintah. Ibu suri menekankan kalo pemerintahan harus dijalankan dengan bekerja sama dengan para pejabat kerajaan. Karena satu rakyat saja yang memgganggu maka urusan bangsa ini nggak akan bisa berjalan dengan lancar. 


Kang menghela nafas. Ia mengaku nggak ingin menjadikan bangsa ini sebagai bangsa rakyat tapi bangsa raja. Ia ingin memperkuat kekuasaan bangsa dengan pemerintahan yang ia pegang. Ibu suri kesal. Apa Kang mengerti giman kesewenang-wenangan seseorang bisa menghancurkan orang lain dan mengubah sejarah? Ibu suri meminta Kang untuk membuka telinganya dan mengendalikan hatinya. 


Kang keluar dari kamar ibu suri dengan marah. Ia lalu masuk ke istananya dan naik di singgasananya. Kakak iparnya melapor kalo orang-orang Huli itu nggak membawa dokumen itu. Mereka sudah mencari kemana-mana tapi nggak menemukan apapun. Kang menyatakan kalo mereka nggak pernah membuat kesepakatan. Ia berpesan agar rumor itu nggak tersebar. 


Kakak ipar Kang khawatir kalo Jurchen mengungumkan kalo ada seorang utusan tewas, ... . Kang mengaku kalo itulah yang dia inginkan. Kang bisa menghancurkan mereka kalo mereka memprovokasinya. Kakak ipar Kang mengangguk. 


Kang lalu melirik anak buahnya. Kang lalu memberi perintah ke anak buahnya untuk mengirim surat ke Utara dan mulai pindahkan para prajurit ke sungai Pajeo dan minta mereka untuk tetap waspasa kalo-kalo ada serangan provokasi. Kakak ipar Kang mengiyakan lalu pergi di luar kakak ipar Kang nampak curiga atas apa yang terjadi. 


Anak buah Kang menyampaikan kalo dia menemukan Asshi. Dia ada di gunung yang biasa ia kunjungi. Dia bertemu dengan keluarganya jadi ia hanya bisa memastikannya hari ini. Anak buah Kang bertanya haruskah mereka memindahkannya ke rumah pribadi? Kondisinya nggak tepat untuk memindahkannya ke istana. Kang bertanya siapa yang membawanya kesana? 


Anak buah Kang menyampaikan kalo ia meninggalkan mata-mata di sana. Tapi mereka belum tahu siapa mereka. Anak buah Kang diam-diam pergi dari sana agar dia nggak melarikan diri lagi. Kang mengatakan kalo dia akan kesana karena mereka nggak mungkin membawa Ja Hyeon ke istana. 


Jungkook bersama Hwi dan Si Gae datang ke tempat tinggal utusan  Jurchen sebagai penyidik dari Uigembu. Penjaga memberitahu kalo Byeongjo (Menteri Urusan Militer) sudah mendapatkan informasi. Ia menyuruh Jungkook untuk pergi. Jungkook menyampaikan kalo ada beberapa hal lagi yang perlu ia selidiki dan meminta agar dibukakan gerbangnya. Penjaga menurut dan membukakan pintu dan mereka pun masuk. 


Jungkook, Hwi dan Si Gae menemui orang Jurchen. Orang itu mengatakan kalo dia nggak akan tertipu pada orang-orang Joseon lagi. Ia kengatakan kalo perang adalah satu-satunya jalan dan menyuruh Hwi pergi. Si Gae menerjemahkan kalo dia menyuruh Hwi pergi. Hwi tetap temang dan bertanya apa yang mereka dapatkan dengan berperang? Kalo mereka kehabisan gandum, mereka akan menukarkan nyawa para tentara untuk gamdum, kan? 


Orang Jurchen itu marah. Dikiranya Hwii mengejek mereka. Hwi memberitahu kalo ia memberikan kesepakatan. Mereka memihak pangeran Jin Yang dan menciptakan perang dengan sengaja dan mencoba membunuhnya, pangeran negeri ini. Hwi mengaku hampir nggak lolos dari maut tapi dia bersedia memaafkan mereka. Dan Hwi menawarkan kesempatan bagi mereka untuk jadi sekutu. Hwi janji nggak akan membuat janji palsu seperti pangeran Jin Yang yang berjanji akan memberikan wilayah keluasaan pada mereka. Sebaliknya, dia akan mengirim teknisi Joseon dan meminta mereka mengajari mereka teknik pertanian untuk mengolah tanah tandus mereka. Ia akan melanjutkan perdagangan mereka yang sebrlumnya ditutup dan melalui pernikahan, ia akan menemukan jalan bagi kedua negeri untuk hidup. 


Jungkook meminta orang itu untuk memilih. Apa mereka ingin pulang dan diadili bersama kepala mereka? Atau apa mereka akan memilih negoisasi ini dan memiliki kesempatan untuk menghidupkan kembali kampung halaman mereka? Si Gae menambahkan kalo ia bisa mempercayai pangeran Eunsung. Dia adalah orang yang melibdungi Si Gae dengan nyawanya sendiri meski Si Gae adalah klan dari musuh. Kalo dia mengijinkan Si Gae untuk ikut dengan utusan, maka dia akan menemui ayahnya dan mendapatkan dokumen. 


Orang itu bangkit dan mengambil sesuatu dari kotak. Ia menyerahkannya pada Hwi. Itu adalah hadiah untuk Hwi. Ia ingin memberi hadiah sebelum pergi. Hwi menerimanya. Orang itu memberitahu kalo mereka memainkan flute saat mereka bertarung. Ayah menyuruhnya memainkan flute kalo pangeran Jin Yang nggak menepati janjinya. 


Hwi, Jungkook dan Si Gae keluar dari tempat tinggal orang Jurchen. Entah apa yang orang Jurchen katakan. Sampai diluar mereka saling mengangguk. Hwi lalu membuka flute itu. Di dalamnya ada sebuah surat. 


Surat balasan dari pangeran Jin Yang kepada kepala Lin Man Zhu suku Huligai. Isinya Jurchen nggak lama lagi, kami akan mundur dari medan perang ke Joseon. Dan Jenderal Choe Yun Deok akan mengembalikan empat kedaulatan negara kepada anda sebagai imbalan atas dukungan anda untuk penobatanku sebagai raja. 


Hwi memberikan surat itu pada Jungkook. Jungkook mengatakan kalo mereka bisa mengungkap kejahatan pangeran Jin Yang dengan surat itu. 


Ja Hyeon menemani mantan raja menyantap makanannya. Ia juga menuangkan air minum ke dalam gelas. Ja Hyeon menasehati agar raja makan yang banyak agar tumbuh dengan cepat. Mantan raja mengangguk sambil memakan makanannya. 


Hwi keluar bersama Si Gae. Dari arah lain Kang juga akan ke kuil tempat Ja Hyeon bersembunyi. Hwi dan Si Gae melihat kedatangan Kang. Mereka lalu kembali lagi ke kuil. Apa mereka ketahuan? Si Gae dan Hwi berlari secepat yang ia bisa. 


Ja Hyeon telah menidurkan mantan raja. Tiba-tiba Hwi masuk dan menggendong mantan raja. Ja Hyeon menanyakan ada apa? Hwi memberitahu kalo kakaknya akan datang jadi mereka harus pergi. 


Si Gae membangunkan Gi Teuk. Menyampaikan kalo Jin Yang akan datang. Ia menyuruh mereka semua untuk segera melarikan diri para pelayan Hwi malah mengira kalo ada kebakaran. Mereka mengambil pedang masing-masing sebelum akhirnya meninggalkan kuil. 

Bersambung...

Komentar:
Sepertinya anal buah Kang belum tahu kalo Hwi masih hidup. Wah deg-degan banget pas lihat Hwi dan rombongan melarikan dari Hwi yang akan datang ke kuil. Kira-kira mereka bakal ketahuan, nggak, ya? 

Salam 
Anysti18