Advertisement
Advertisement

Wang Zhen berjalan bersama Xiao Fang. Xiao Fang memberitahu kalo pasien kamar 306 mengalami tanda-tanda kalsifikasi plasenta. Wang Zhen mengatakan pada Xiao Fang kalo pasien masih cemas, mereka akan menyarankannya untuk memasang pengawas janin. Xiao Fang mengiyakan. Dia akan menghubungi pasiennya sekarang. Xiao Fang lalu meninggalkan Wang Zhen. 


Seorang nenek memperhatikan Wang Zhen dan menghampirinya. Dia bertanya apa dia adalah dokter Wang Nuo? Wang Zhen mengiyakan. Dia menanyakan nama pasien itu. Nenek itu, memberitahu kalo marganya Xu. Nenek itu meminta maaf. Tadinya dia pikir wang Zhen adalag orang lain waktu itu. Nenek memberitahu kalo Wang Zhen mirip dengan kakanya. Nenek itu meminta maaf. 


Wang Zhen berjalan bersama nenek Xu. Nenek Xu mengatakan kalo Wang Zhen mirip dengan kakak sepupunya. Mereka semua memanggilnya kakak. Wang Zhen membaantu nenek Xu duduk. Nenek Xu memberitahu kalo belakangan dia makin tua dan otaknya selalu bingung. Nenek Xu nggak bisa membedakan yang sebenarnya dan yang ada di ingatannya. Wang Zhen hanya tersenyum. 


Nenek Xu ingat kalo saat itu ia berumur 8 tahun. Kakaknya datang ke rumah mereka untuk bergantung kepada keluarga. Kalo luang dia akan bermain dengannya dan Lu Xue. Rasanya seperti baru kemarin. Kakak saudaranya bernama Xia Bing Zhen dan marganya Li Xue adalah Ye. Tadinya dia akan menilahi kakaknya.


Wang Zhen mengulangi, Xia Bing Zhen, Ye Li Xue. 


Nenek Xu melanjutkan, tapi sesudah kakak sepupun datang, mereka jadi dekat dan makin dekat. Suatu hari, Bing Zhen tiba-tiba berniat pergi jauh. Saat itu mereka nggak tahu apa yang akan dia lakukan mereka bertemu untuk memotret sebelum dia pergi. Li Xue menaruh fotonya di jam saku. Dan memberikannya ke kakak sepupu nenek Xu. Setelah dua tahun berlalu, Bing Zhen seperti menghilang. Jadi paman Ye kembali ke rencana awalnya dan memberikan tangan Li Xue ke kakak Nenek Xu. 


Li Xue nggak setuju. Dan di hari peenikahan dia pergi ke sungai dimana mereka sering ketemu. Nggak disangka, saat dia kehilangan harapan, Xia Bing Zhen tiba-tiba muncul. 


Wang Zhen bertanya dia benar kembali? Nenek Xu mengiyakan. Dia bertanya apa Dokter Wang bosan mendengarkan ceritanya? Wang Zhen tersenyim dan bilang enggak. Nggak tahu kenapa, dia merasa nggak asing dan ingin mendengarnya sampai selesai. Dan kakak sepupunya Xia Bing Zhen juga punya beberapa kesamaan. Nenek Xu mengatakan kakak sepupunya dan Li Xue, adalah seperti musim panas bertemu salju. Seperti sebuah keajaiban. 
* xia: musim panas
*Xue: salju


Nenek Xu bertanya apa Wang Zhen percaya kalo musim panas dan salju bisa bersatu? Wang Zhen bertanya apa cerita mereka belum selesai? 


Nenek Xu menjawab belum. Setelah saudara sepupunya pergi, dia pergi ke markas lawan dan membunuh prmimpin pasukan khusus. Setelah itu dia cepat kembali. Saat kembali, dia diam-diam berencana ingin membawa Li Xue ke garis depan. Mereka janji bertemu di studio foto untuk keluar kota pada malam hari melalui jalur laut. Tapi di tengah kesibukan, kakak sepupunya kelupaan jamnya dan ketinggalan di studio foto. Jam itu diambil oleh kakak nenek Xu. 


Hal itu sudah beberapa tahun yang lalu. Nenek Xu terus berpikir apa karena mereka terlalu saling mencintai, bahkan Dewa pun cemburu. Karena itu mereka melalui banyak penderitaan. Wang Zhen mengusap punggung nenek Xu. Apa nenek ingin berustirahat? Nenek Xu mengangguk. Dia mengaku sangat melelahkan sehabis operasi. Nenek tersenyum. Dia memberitahu Wang Zhen kalo dia disana setiap hari untuk membaca koran. Kalo Wang Zhen ingin tetap dengar, datanglah dan nenek akan memberitahu kelanjutan ceritanya. Wang Zhen mengiyakan. Nggak masalah. 


Perawat datang dan memberitahu kalo sudah waktunya nenek Xu untuk minum obat. Ia meminta nenek Xu untuk kembali ke kamarnya. Nenek Wang pamit. Dia akan minum obat dulu. Wang Zhen membantu nenek Xu untuk bangkit. Wang Zhen bertanya-tanya, Xia Bing Zhen? Ye Li Xue? Sepertinya akhir yang bahagia. 


Wang Zhen merenung di ruangannya. Wang Min mengiriminya pesan. Mengajaknya bertemu di kafe atas. 


Wang Zhen menemui kakaknya. Wang Min mengaku baru kali ini melihat Wang Zhen dengan jas dokternya. Wang Zhen hanya tersenyum. Keren??? Wang Min mengiyakan. Dia hanya ingin memberitahu kalo dia tahu banyak  tentang Yi Bing dan Si Bruce. Ia melarang Wang Zhen terlalu cepat menyelaminya. Cinta bukanlah angan-angan sepihak. Mereka berdua akhirnya bersatu. Waktunya sangatlah penting. 


Wang zhen mengerti. Selain cinta disaat yang tepat dibanding mencintai lebih dalam atau lebih awal. Karena ia dan Bing Bing memiliki beberapa kekurangan, jadi merrka bisa bertemu dengan cara yang terbaik. Wang Min mengejek, apa Wang Zhen menulis puisi setelah mulai berkencan? Wang Min ini serius dan dia nggak sedang bercanda. 


Wang Zhen tersenyum. Ia mencoba mengalihkan dengan menawari kakaknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Wang Min menolak. Nggak perlu! Wang Zhen memberitahu Bing Bing sekarang menghabiskan banyak waktunya untuk pemeriksaan karena dia nggak memperhatikan kesehatannya. Wang Zhen mengatakan kalo dia akan membuatkan janji untuk Wang Min. Wang Min meminum kopinya. Dia lalu menatap adiknya dan mengatakan kalo Wang Zhen hanya memahami tentang rahim dan ovarium. Jadi kenapa dia nggak mengambil jurusan kardiologi? Maka dia akan bisa lebih memahami hati wanita. Wang Zhen hanya tertawa mendengarnya. Dia memberitahu kalo dia serius. Seenggaknya ia ingin kakaknya melakukan pemeriksaan ginekologis. Datanglah ke ruang konsultasi sekarang. 


Wang Zhen lalu bangkit menunggalkan kakaknya. Wang min kesal. Dasar b*jingan busuk! 


Bing Bing bicara dengan bonekanya. Dia akan segera pergi ke Jepang tapi kenapa malah merasa nggak nyaman? Tiba-tiba muncul Bing Bing versi iblis. Dia bilang kalo itu karena Romeo. Bing Bing terkejut sampai menjatuhkan bonekanya. Iblis Bing Bing melanjutkan kalo ia rasa Bing Bing bisa melupakan soal pergi ke Jepang. Kenapa mesti pergi? Meskipun nggak jadi apa-apa Romeo masih akan menikahinya. Kenapa membuat lelah diri sendiri? 


Di sisi lain, muncul malaikat Bing Bing yang menyangkal. Gimana bisa Bing Bing melakukannya? Dix mengatakan kalo Romeo mencintai Bing Bing yang mengejar impiannya. Jadi jangan menyerah. Bing Bing membenarkan. Meskipun dia orang yang hampir seperti itu, tapi dia nggak bisa menjadi orang yang bodoh yang hanya tahu untuk bersandar pada orang lain dan nggak punya impian apapun. Malaikat membenarkan. 


Iblis Bing Bing kembali berkata, kembali ke saat dimana Bing Bing membuka toko kue, bukankah Bing Bing penuh harapan dan impian juga? Pada akhirnya masih nggak jadi apa-apa juga. Romeo adalah pendukungnya, mataharinya dan juga kekasihnya dari generasi ke generasi. Bersandar saja padanya. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Berbahagialah. 


Bing Bing mengaku nggak yakin apakah Romeo orang yang tepat apa enggak. Iblis Bing Bing terdiam. 


Bing Bing lalu melihat sepatu yang dulu diperbaiki sama Wang Zhen. Romeo hebat, secara sederhana, dia seperti sepasang sepasang sepatu baru. 


Bing Bing lalu ingat saat pertama kali melihat wajah Romeo. 


Saat Romeo menyelamatkannya dari para penyelundup. 


Saat di gunung. 


Saat Romeo menciumnya di atap. 


Bing Bing memperhatikan sepatunya. Sejak dia bertemu dengan Romeo, segalanya terjadi begitu cepat. Saat dia putus dari Bruce, dia bahkan nggak bisa mengatur nafasnya dan tahu-tahu mereka sudah bersama. Setelah itu pekerjaannya nggak lancar dan ada masalah dengan kesehatannya. Bing Bing bahkan nggak bisa merawat dirinya sendiri. Tapi Romeo tampak begitu yakin. Dia selalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Bing Bing benar-benar merasa nggak bisa mengejarnya. 


Iblis Bing Bing bertanya, kalo Bing Bing selalu menemui jalan buntu, mungkinkah karena dia nggak menyukai Romeo? Bing Bing mengaku menyukai Romeo. Tapi dia hanya merasa kalo mereka berada di kutub yang berbeda. Romeo melakukan begitu banyak untuknya. Tapi apa yang Bing Bing lakukan nggak sebanding dengan apa yang Romeo lakukan. Iblis Bing Bing mengatakan saat Bing Bing pacaran dengan Bruce, dia juga melakukan banyak hal. Tapi pada akhirnya... . 


Bing  Bing mengatakan kalo itu betbeda. Itu karena Guru nggak mencintainya. Tapi Bing Bing bisa merasa kalo Romeo benar-benar mencintainya. Tapi Bing Bing merasa nggak bisa melakukan hal yang sama. Bing Bing jadi bertanya-tanya apa dia benar-benar mencintai Romeo? Bing Bing merasa kalo iblis Bing Bing sangat menjengkelkan. Dia melemparinya dengan bantal. Seketika iblis Bing Bing pun hilang. 


Bing Bing menatap malaikat Bing Bing dan bertanya apa yang harus dia lakukan? Apakah Romeo benar-benar kekasihnya yang ketujuh? Malaikat Bing Bing mengatakan kalo mereka nggak tahu apa yang akan dibawakan oleh takdir. Tapi Bing Bing harus menggunakan hatinya untuk membuat keputusan dan memberitahu apa yang ia pikirkan pada Romeo. Setelah itu malaikat Bing Bing pergi. 


Bing bing merenungkan apa yang dikatakan oleh malaikat Bing Bing. Ia harus memberitahu Romeo tentang apa yang ada di dalam hatinya. Kalo enggak, dalam situasi seperti ini, merela hanya akan seperti garis lurus. Dan mereka akan terpisah semakin jauh. Tapi saat ini Bing Bing merasa kalo hatinya nggak begitu stabil. Ia malah merasa kalo sudah membuat kesalahan dari awal. 


Bing Bing kembali membuat kue. Kali ini enggak buruk. Bruce merasa kalo Bing Bing sudah kembali normal. Bing Bing mengiyakan. Dia nggak akan membuat Bruce kehilangan muka di deoan Akira-san. Bruce hanya tersenyum. Dia bertanya apa yang terjadi? Apa yang membuat Bing Bing tiba-tiba jadi begitu bersemangat? 


Bing Bing mengatakan kalo dia hanya terpikirkan kali di masa lalu dia nggak memperhatikan kesehatannya. Bing Bing mengaku ingin mencoba banyak hal tapi dia nggak melakukannya dengan baik. Dia hanya jadi nona Hampir. Ia bahkan punya kebiasaan bersandar pada orang lain. 


Bruce nggak sependapat. Menurutnya Bing Bing samgat mandiri. Kenapa dia harus bersandar pada orang lain? Bing Bing bilang enggak. Saat dia di hotel Kai Li dia bersandar pada kepala Chef Ding. Saat dia memulai bisnis, dia bersandar pada Bruce. Dan sekarang dia banyak bersandar pada Wang Nuo. 


Bruce malah merasa kalo itu nggak buruk. Ia memberitahu kalo Ah Nuo benar-benar sangat menyukai Bing Bing. Ia mengingatkan kalo bisa dicintai adalah suatu anugerah. Bing Bing mundur. Dia merasa klo sekarang tempo mereka agak sedikit berbeda. Bing Bing masih mencoba  membiasakan diri tapi Wang Nuo sudah begitu jauh. Bing Bing merasa kalo dia nggak bisa mengejar Wang Nuo dengan cepat. Dia ingin mengubah kebiasaan buruk bersandar pada orang lain itu. Ia berharap untuk jadi diri srndiri lagi. 


Bruce tersenyum dan menghampiri Bing Bing. Ia merasa kalo itu bagus. Tadinya dia sempat mengkhawatirkan Bing Bing setelah toko makanan penutup mereka tutup. Sekarang dia bisa melihat kalo Bing Bing bisa kembali normal. Itu bagus. Tapi Bing bing sadar kalo dia nggak bisa jadi dirinya sendiri lagi. Kadang dia harus membuat pilihan. Bruce bertanya apa Bing Bing menyerah tentang pergi je Jepang? Bing Bing malah balik nanya, apa dia egois? 


Bruce mencoba menasehatinya, kalo Bing Bing nggak mencintai dirinya sendiri, gimana dia akan menjadi orang yang lebih baik? Yang terpenting adalah Bing Bing punya keberanian untuk menghadapi keputusannya sendiri. Bing Bing mengangguk lalu menghela nafas. 


Bing Bing datang ke rumah sakit. Dia keluar dari lift. Wang Zhen mengiriminya pesan. 

Romeo: Aku baru selesai. Datang saja. Tinggu aku di ruang istirahat. 


Bing Bing nggak sengaja ketemu dengan Wang Zhen di depan kamar bayi. Wang Zhen tampak asik menatap bayi-bayi itu. Bing Bing menghampirinya. 


Dia lalu teringat saat Wang Zhen bilang kalo dia ingin tiga anak. Nggak masalah laki-laku atau perempuan. Gimanapun juga dia suka anak-anak. 


Bing Bing menghampiri Wang Zhen. Wang Zhen menyapanya sambil membelai kepala Bing Bing dan bertanya apa Bing Bing sangat merindukannya? Bing Bing memberikan makanan penutup untuk Wang Zhen. 


Bing Bing menatap bayi-bayi itu dan bertanya kali ini bayi mana yang Wang Zhen bantu kelahirannya? Wang Zhen menunjukkannya pada Bing Bing. Dia sangat lucu. Wang Zhen lalu mengatakan kalo anak-anak mereka nantinya juga pasti akan sangat lucu. 


Juliet: Romeo, melihatmu tersenyim saat inu membuatku benar-benar nggak bisa mengatakan apapun. Aku harus memilih untuk fokus. Aku nggak bisa selalu berpikir untuk bersandar padamu. Meski aku berjanji padamu bahwa aku nggak akan menutupi apapun dalam hatiku dan menghadapinya bersamamu, tapi akhir-akhir ini aku nggak bisa memastikan seberapa banyak aku mencintaimu. Aku harus menghadapi iblisku sendiri. 


Wang Zhen meminta Bing Bing untuk melihat gimana bayi itu mengerucutkan bibirnya. Dia mirip Bing Bing. Bing Bing tersenyum. 


Bing Bing mengemasi pakaiannya. Dia lalu teringat pakaian yang pernah Wang Zhen pakai saat menginap di kamarnya. 


Wang Zhen sendiri sedang ada di toko perhiasan mengambil cincin untuk Bing Bing. 


Bing Bing melamun menatap boneka burung pipit pemberian Wang Zhen. 


Bing Bing sudah selesai berkemas-kemas. Dia memandangi sesuatu di depan pintu. 


Wang Zhen membungkus cincin Bing Bing. Dia sama sekali nggak nyangka kalo dia akan melamar seorang gadis. Cerita nenek Xu kembali terngiang di telinga Wang Zhen. Karena mereka begitu saling mencintai, bahkan Dewa pun cemburu. Jadi mereka mengalami banyak siksaan. Wang Zhen jadi bertanya-tanya kenapa dia jadi memikirkannya? Itu kan hanya sebuah cerita?? 


Lah kok malah Bing Bing berniat mempercepat penerbangannya? Dia mengubahnya jadi sehari lebih awal. 

Bersambung...

Komentar:
Agak kesal sama Bing Bing. Apa coba kurangnya Wang Zhen? Baik, sayang banget sama dia, pengertian. Dia bahkan sudah merelakan Bing Bing ke Jepang tapi kenapa Bing Bingnya masih kayak gitu? Hadeuh, tepok jidad! 

Salam
Anysti18