Advertisement
Advertisement

Wang Zhen pergi ke Jepang dan datang ke restoran tempat Bing Bing kerja. Wang Zhen berkata pada seorang kalo dia ingin bertemu dengan Gao Bing Bing. Orang itu menemui Bing Bing dan memberitahu kalo ada yang mencarinya. Bing Bing melihat orang itu adalah Wang Zhen. 


Mereka bicara berdua. Bing Bing bertanya bukannya seharusnya Wang Zhen pergi ke Vietnam? Wang Zhen mengingatkan kalo masih ada yang belum selesai antara mereka. Bing Bing memberitahu kalo dia sudah mengatakan semuanya. Wang Zhen membalikkan, itu menurut Bing Bing bukan dia. Wang zhen ingat  ayah Bing Bing memberitahu kalo Bing Bing nggak bisa melahirkan dam mereka nggak ingin mengganggu Wang Zhen lagi 


Wang Zhen memanggil Bing Bing dan mengaku nggak papa meski Bing Bing nggak bisa hamil. Dia memberitahu Bing Bing kalo ada penemuan pengobatan baru. Penelitian terakhir menunjukkan kalo ketidaksuburan bisa disembuhkan. Bing Bing memgatakan kalo Wang Zhen sudah tahu semuanya? Wang Zhen menanyakan inikah alasannya Bing Bing nggak bisa mrlihat masa depan? Wang zhen tersenyum dan menenangkan kalo Bing Bing nggak perlu khawatir. 


Wang Zhen mengambil kotak dan membukanya di depan Bing Bing. Dia menghela nafas sebelum mulai berkata. Wang Zhen mengawalinya dengan nama Bing Bing. Dia adalah rencana masa depannya. Apa Bing Bing bersedia menikah dengannya? 


Bing Bing hanya menatap Wang Zhen dan nggak bilang apa-apa. Wang Zhen meletakkan cincinnya di depan Bing Bing. Juliet, pipit kecil, Gao Bing Bing. Dia satu-satunya. Bing Bing merasa dia nggak bisa. Dia harus kejam pada dirinya sendiri. Sekarang dia harus fokus. Bing Bing merasa kalo dia nggak begitu mencintai Romeo. 


Bing Bing mengingatkan kalo dia sudah pernah menjawabnya. Kenapa Wang Zhen menanyakannya lagi? Wang Zhen nggak peduli. Masalah yang selama ini Bing Bing risaukan bukanlah masalah sama sekali. Bisa hamil apa enggak menurutnya sama sekali nggak akan mempengaruhi masa depan mereka. 


Bing Bing mengembalikan cincin Wang Zhen dan memberitahu kalo Wang Zhen bukanlah satu-satunya pria yang dia tunggu. Wang Zhen menatap cincin itu dan Bing Bing secara bergantian. Dia lalu mengambil jam saku dari Bing Bing. Dia memberitahu kalo sebelumnya dia bertemu dengan nenek Xu dan mendengar cerita tentang Bing Zhen dan Li Xue. 


Bing Bing mengulangi, Bing Zhen dan Li Xue? Wang Zhen membuka jam itu dan memberitahu kalo pria itu Bing Zhen dan wanita di sebelahnya adalah Li Xue. Kata nenek Xu, dia menjual jam itu pada Bing Bing karena dia mirip dengan Li Xue. 


Bing Bing mengambil jam itu dan melihatnya sekali lagi. Wang Zhen tersenyum. Harusnya Bing Bing tahu kalo dia nggak pernah percaya dengan reinkarnasi. Tapi setelah ketemu sama Bing Bing, banyak sekali kejadian yang nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Dia lalu memikirkannya menggunakan sudut pandang Bing Bing. Mungkin takdir antara mereka bisa membuktikan kalo dia adalah cinta ketujuh Bing Bing. 


Bing Bing mengembalikan jam itu pada Wang Zhen. Baginya itu hanya kado perpisahan dan nggak ada artinya. Meski mereka ditakdirkan, tapi belum tentu bisa berakhir bahagia. Bing Bing memberitahu kalo dulu dia selalu melarikan diri tiap ketemu masalah. Dia merasa kalo hidupnya nggak berguna sejak toko kue tutup. 


Wang Zhen mengingatkan kalo dia akan selalu mendukung apapun yang Bing Bing ingin lakukan. Dan nggak masalah juga kalo Bing Bing tinggal di rumah dan nggak ngapa-ngapain. Bing Bing buru-buru memotong. Dia peduli. Bing Bing mengaku nggak ingin Wang Zhen menolongnya. Dia juga bukan putri yang dikurung di menara gading. Bing Bing ingin menemukan dirinya kembali. 


Wang Zhen mengiyakan. Dia lalu meraih tangan Bing Bing dan menggenggamnya. Ia memperbolehkan Bing Bing mrncari apapun yang dia inginkan dan Wang Zhen akan menemaninya seperti dulu Bing Bing menemaninya. Bing Bing malah membalikkan. Justru karena Romeo selalu membantunya lah yang membuatnya merasa nggak berguna. Wang Zhen nggak ngerti. Apa hubungannya dengan hubungan mereka? Wang Zhen mengalah. Nggak papa kalo Bing Bing nggak mau dibantu olehnya. Tapi mereka kan nggak perlu putus. 


Bing Bing meminta Wang Zhen untuk memikirkan lagi gimana mereka pertama kali pacaran? Apa itu karena cara Wqng Zhen yang luar biasa? Yang nggak membiarkan Bing Bing memikirkannya dengan baik. Wang Zhen tampak terpukul. Dia menatap tangan Bing Bing yang masih dalam genggamannya. Pelan-pelan dia mulai melepaskannya. Bing Bing mengambil tangannya kembali. Wang Zhen bertanya apa dia telah memaksakan semua itu sama Bing Bing? 


Bing Bing mengaku kalo waktu itu dia terlalu bingung. Sekarang dia sudah memikirkannya. Bing Bing bahkan nggak tahu gimana mencintai orang lain. Sejak awal cinta itu adalah kesalahan jadi gimana bisa berakhir bahagia? Karena itulah Bing Bing lebih milih menyerah sekarang. Wang Zhen tersenyum pahit. Dia mengulangi apa yang Bing Bing katakan, semua itu adalah kesalahan sejak awal? Apakah cinta mereka juga kesalahan sejak awal? Bing Bing mengangguk membenarkan. Wang Zhen menyimpulkan jadi dari awak sampai akhir hanya dia yang jatuh cinta? Bing Bing nggak pernah mencintainya? 


Bing Bing menatap Wang Zhen seolah membenarkan. Dalam hati dia mengatakan kalo dia mencintai Wang Zhen tapi Wang Zhen selalu melindunginya. Wang Zhen dengan sombongnya mengumumkan kalo dia adalah mataharinya. Bing Bing nggak tahu apa dia benar-benar mencintai Wang Zhen apa enggak. 


Wang Zhen tertunduk sedih. Bing Bing mau berkata sesuatu tapi dia merasa ragu. Sejujurnya yang dia rasakan pada Wang Zhen sampai sekarang adalah...perasaan terhadap teman baik. Wang Zhen mengulangi, teman baik? Bing bing memgangguk membenarkan. Wang Zhen merasa nggak habis pikir. Jadi ini yang sebenarnya Bing Bing pikirkan? Bing Bing membenarkan. Romeo dan Juliet selalu menjadi teman baik. Teman masa kecil. Itulah yang sebenarnya dia pikirkan. 


Wang Zhen menyadari kalo ternyata dia hanya memberi tekanan ke Bing Bing. Dan Bing Bing nggak pernah mencintainya. Wang Zhen lalu bangkit meninggalkan Bing Bing. 


Dan habis itu keduanya sama-sama menangis. 


Wang Zhen pulang ke Taiwan. 


Romeo: Kenapa kamu berbalik di tengah jalan dan menyerah disaat terakhir? 


Wang Zhen menatap jam itu yang tahu-tahu mati. Dia lalu menyimpannya di laci. Dia sudah mengemasi pakaiannya siap berangkat ke Vietnam. 


Saat hendak keluar dia kembali melihat tulisan Bing Bing di dinding. Wang Zhen kembali sedih. Dia duduk di atas kopernya. Dia merasa harus menghargai Bing Bing saat ketemu. Sangat mengendalikan dan melindungi. Bing Bing jelas tahu kalo dia sudah mengambil tempat di hati Wang Zhen. Bing Bing menghargainya tapi bilang kalo itu nggak indah.


Wang Zhen menghela nafas. Bel pintu bunyi. Dia bangkit dan melihat siapa yang datang. Ternyata Bruce. Wang Zhen malas. Apa dia teman Bruce satu-satunya? Bruce menutup pintu dan meletakkan bir-nya di atas meja. Sejak Yi Le hamil, nggak ada yang bisa menemaninya minum. Teman minum susah dicari. Wang Zhen mengulangi ucapan Bruce, Yi Le-nya? Dipikirnya hubungan mereka sehebat itu? 


Bruce menatap Wang Zhen dan meremehkannya karena nggak tahu kalo minum alkohol hanya sebuah perasaan. Dan minum dengan pasangan lebih penting. Wang Zhen menatap Bruce yang juga nggak tahu kalo dia pingin nenangin diri. 


Wang Zhen duduk dan kembali menghela nafas. Bruce melihat Wang Zhen susah hampir selesai mengepak. Wang Zhen memejamkan matanya. Hmm. Lagian juga nggak banyak kenangan yang mesti diurus. 


Bruce langsung menatap Wang Zhen dan menanyakan apa yang terjadi. Wang Zhen hanya menghela nafas. Bruce duduk di meja dan bertanya bukannya Wang Zhen melamarnya? Wang zhen malas menjawabnya. Menurutnya? Bruce seperti menangkap yang terjadi. Dia bertanya-tanya gimana bisa? Bukankah Wang Zhen bilang kalo dia sudah selesai menganalisa otak Bing Bing? 


Wang Zhen mengambill minuman Bruce dan mengakui kalo itu hanya kesombongannya. Dan dia hanya srmbarangan menebak. Bing Bing bahkan bilang kalo pertemuan mereka hanya sebuah kesalahan sejak awal. Apa Bruce ngerti? Wang Zhen lalu meneguk minumannya. 


Bruce bertanya apa Bing Bing baik-baik saja? Wang Zhen menatap Bruce. Lah kok Bing Bing? Dia yang dicampakkan! Kenapa Bruce tanya tentang Bing Bing? Bruce menatap Wang Zhen dan bertanya apa dia baik-baik saja? Wang Zhen tampak sedih. Dia mengatakan kalo Bing Bing sudah membuatnya jadi pria baik dan dia hanya bisa nyerah. Tapi aaat dia mikirin tentang kehidupannya, dia masih nggak ngerti apa arti dari kata menyerah. 


Sejak SMP, karena dia ingin masuk SMA faforit, dia belajar semalaman tiap hari dan dapat ranking 3, lalu peringkat dua dan akhirnya masuk ke sekolah kedokteran. Dia belajar keras 7 tahun sebelum akhirnya bisa jadi dokter. Saat itu dia hanya tidur selama 4 jam sehari tapi dia sama sekali nggak pernah berpikir untuk nyerah. Nggak pernah kebayang kalo kali ini cuman karena pipit kecil, dia belajar... . Wang Zhen nggak bisa bilang apa-apa lagi dan meremas kalengnya. Dan menghela nafas panjang. 


Diluar hujan. Bing Bing di kamarnya menulis buku harian. 


Romeo, apa kabar? Saat kamu pergi, hujan membasahi seluruh kota. Alangkah baiknya kalo aku bisa membohingi diri sendiri. Dengan begitu aku masih bisa jadi pipit kecilmu dan terus bergantung ke kamu. 


Hari ini adalah hari dimana kamu akan pergi ke Vietnam. 


Wang Zhen menengok bekas kamar Bing Bing. Ia mengemasi semuanya dan pergi. 


Rasanya aku sudah menabrak tembok akhir-akhir ini. Aku nggak mendapat terobosan dalam pekerjaanku. Akhir-akhir ini aku terus dimarahi oleh Akira-san. 


Belakangan aku dengar berita online tentang Vietnam. Meski aku nggak ngerti, tapi aku ingin lebih dekat denganmu. Aku penasaran, apa kamu melihat berita yang sama? 


Sekarang aku yakin kalo ini hanya untuk sementara. Meski kamu nggak bersamaku, tapi aku penuh dengan harapan setiap hari. 


Bing Bing habis membersihkan piring. Tahu-tahu ads baju chef di meja. Bing Bing meletakkan piringnya dan mengambil baju itu. Akira melihatnya lalu mengangguk. Bing Bing tersenyum lalu membungkuk berterima kasih. 


Kali ini aku bisa melihat apa yang ada di depanku dan itu nggak begitu jauh. Ada cahaya di sana. 


Wang Zhen kembali ke Taiwan. Baru saja dia sampai Ai Zhen sudah bertamu (hadeuh). Ai Zhen membawakan saus belut dari ayah Wang zhen. Katanya Wang Zhen akan merindukannya ketika kembalu dari Vietnam dan ingin memakannya. Wang Zhen hanya tersenyum. Dia mengatakan akan mengunjungi ayahnya besok. Kenapa Ai Zhen harus repot-repot datang? 


Ai Zhen masuk. Wang Zhen memasukkan semua makanan itu ke dalam kulkas. Ai Zhen bertanya apa semuanya baik-baik saja? Wang Zhen memberitahu kalo dia belajar banyak disana dan mendapat pengalaman baru. Baginya semuanya sangat berharga. Ai Zhen menghampiri Wang Zhen. Giliran Wang Zhen bertanya gimans dengan Ai Zhen sendiri? Apa semua baik-baik saja? Wang Zhen mengangguk. Semuanya baik. 


Ai Zhen mengingatkan kalo beberapa hari lagi adalah hari peringatan kematian Ah Nuo. Dia akan menyiapkan segalanya lagi. Wang Zhen menatap Ai Zhen dan berterima kasih. Ai Zhen tersenyum, sama-sama. Wang Zhen tersenyum. 

Bersambung...

Komentar: 
Wang Zhen sudah kembali dari Vietnam. Hmm sepertinya ada lompatan waktu disini. Mungkin setahun sudah berlalu. Apa mungkin lebih dari itu? Wang Zhen juga sudah nggak mikirin tentang sakit hatinya lagi. 

Salam 
Anysti18