Advertisement
Advertisement

Bai He menegur Pei Pei yang sedang melamun dan menyuruhnya untuk ke dapur dan bertanya apakah chef perlu bantuan? Pei Peo mengiyakan. Bai He meminta Pei Pei untuk memanggilnya kepala toko. Pei Pei malas dan langsung ke dapur. 


Pei Pei bertanya pada Bing Bing selaku chef, bagaimana persiapannya? Apakah ia memerlukan bantuan? Bing Bing yang sedang menghias kue menyuruh Pei Pei untuk mengambil tiramisu dan menaburkan bubuk cokelat di atasnya. Pei Pei menurut. Tapi dia menaburkan bubuk cokelat dengan sembarangan. Bing Bing menegurnya. Bai He juga ikutan masuk dan memarahi Pei Pei. Apakah dia ingin tiramisu itu mempunyai pitak? Pei Pei malah merasa kalo itu lumayan. Bing Bing lalu menyuruh Pei Pei untuk keluar. Dia akan melakukannya sendiri. Pei Pei pun keluar. 


Bai He menilai kalo Bing Bing tadi mirip seseorang. Bing Bing bertanya siapa? Bai He hanya menatap Bing Bing. Bing Bing memberitahu kalo dia dulu hanya sous chef dan dia nggak sehebat itu. Bai He tetap merasa kalo Bing Bing mirip. 


Wang Zhen mengambil majalah yang memuat artikel tentang dirinya. Bing Bing masuk ke minimarket yang sama dengan Wang Zhen. Bing Bing bersembunyi sambil mengawasi Wang Zhen. Sedetik kemudian Bing Bing malah jadi panik. Dia berkata pada dirinya sendiri kalo harusnya dia berlapang dada dan menyapa Wang Zhen. 


Habis itu Bing Bing melihat penampilannya di cermin. Dia lalu menggerai rambutnya. Dia tinggal dekat dengan Wang Zhen. Harusnya dia tahu kalo mereka bisa saja saling berpapasan. Bing Bing menyesal karena nggak ganti baju dulu sebelum keluar. 


Bing Bing lalu memutusjan untuk melarikan diri. Diapun berjalan dengan mengendap-ngendap. Wang Zhen rupanya melihat Bing Bing dan menghampirinya. Dia menarik baju Bing Bing dan bertanya apakah perlu bantun? Bing Bing berbalik dan menutupi wajahnya dengan sekotak cokelat. Wang Zhen yang nggak tahu kalo itu Bing Bing malah mengira klao dia sudah menangkap pencuri. 


Wang Zhen lalu memaksa Bing Bing untuk memperlihatkan wajahnya. Ia pun menarik paksa kotak cokelat itu. Wang Zhen terkejut melihat Bing Bing. Bing Bing berusaha bersikap biasa dan menyapa Wang Zhen, lama nggak ketemu. Wang Zhen meminta maaf karena salah orang. Dia lalu pergi begitu saja. 


Bing Bing berbalik dan menatap Wang Zhen sedih. 


Wang Zhen jadi nggak tenang. Dia bahkan memberi makan anjing terlalu banyak sampai tumpah semua. Habisnya melakukannya sambil melamun. Kedua anjing itu segera menyerbu makannya. Wang Zhen memarahi mereka karena langsung makan di saat ia belum memberi ijin. 


Wang Zhen marah karena anjingnya nggak mau mendengarkannya. Tapi yang dimarahi hanya Juliet. Kenapa Juliet tiba-tiba datang dan menakutinya? Padahal ia memberinya makan dan tempat untuk tidur tapi inikah balasannya? Bilang kalo pertemuan meteka adalah kesalahan segala. Wang Zhen mempersilakan kalo Juliet mau jadi gelandangan. Dia juga nggak akan menahan. Tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba pulang? 


Wang Zhen lalu menatap Romeo dan memintanya untuk nggak usah memperdulikan Juliet. Dia memberitahu kalo semakin baik dia memperlakukan Juliet, maka Juliet akan semakin bergantung padanya. Jadi Dia nggak boleh mengalah. 


Wang Zhen lalu kembali menatap Juliet dan menyuruhnya untuk duduk. Juliet ngfak mau mendengarkan dan asik makan. Wang Zhen makin kesal dan membentak Juliet. 


Ah Bo menyalakan tv yang menayangkan acara Bruce. Kali ini Bruce berkunjung di sebuah toko kue baru yang kebetulan itu adalah toko kue milik Bing Bing. Bruce lalu mengambil kue yang membantu Bing Bing memenangkan Piala pendatang baru di Jepang, Cheesecake. Yang juga merupakan kue yang paling populer di toko Bing Bing. Bing Bing membenarkan. Ia menggunakan saus belut Taiwan. Wang Zhen yang melihat itu merasa nggak suka dan meminta Ah Bo untuk mematikan tv-nya. 


Yi Le menurut dan mematikan tv. Dia juga merasa kesal. Ah Bo seperti menyadari. Dia lalu bangkit dan keluar. Dia ada janji konferensi pathologi besok. 


Yi Le bertanya apa Wang Zhen merasa sedih saat melihat Bing Bing? Sambil menatap laptop Wang Zhen mengatakan kalo dia hanys ingin ketenangan. Yi Le membenarkan kalo pria tadi sangat berisik. Wang Zhen bertanya kenapa hari ini Yi Le nggak mendukung idolanya? Apa dia sudah berpindah hati? Yi Le merasa nggak begitu. Dia hanya nggak terbiasa melihat penampilan Bruce seperti itu. 


Wang Zhen hanya berdecih. Dia lalu menanyakan apa yang Yi Le rencanakam untuk tahun baru? Yi Le baru menyadari kalo satu tahun sudah terlewat. Wang Zhen menawarkan akan mengundang beberapa orang untuk datang ke tempat Yi Le sekalian untuk merayakan satu bulanan Tiger. Yi Le juga baru menyadari hal itu saking sibuknya sampai kelupaan. Untungnya Tiger punya ayah angkat seperti Wang Zhen. Wang Zhen hanya tersenyum. 


Yi Le merasa kalo rumahnya nggak bisa karena rumahnya sangat berantakan. Kalo Wang Zhen mengundang semuanya maka akan membuat nggak nyaman. Wang Zhen mengusulkan untuj mengadakannya di luar. Sekalian minta Bruce untuk membuat kue dan untuk menjaga ibu tunggal yang kasihan itu. 


Yi Le malas dengar nama Bruce. Dia merasa nggak usah. Dia nggak ingin mengundang Bruce. Ia merasa kalo Bruce pasti sibuk dengan acaranya. Jadi jangan undang dia. 


Nyatanya Wang Zhen ngak menepatinya. Dia malah mengundang Bruce untuk merapatkan acara sebukanan anaknya. Ya sudah Yi Le kesal habis. Bruce mengusulkan untuk mengadakan pesta satu bulanan yang hangat. Wang Zhen setuju. Yi Le menyindir kalo dia harus berterima kasih dulu pada dewa kue. Bruce tersenyum, Yi Le nggak perlu sungkan padanya. 


Bruce bertanya apa Yi Le sudah memikirkan tempatnya? Kalo belum dia punya rekomendasi, toko kue Haru. Yi Le ingat kalo itu milik Bing Bing. Bruce tersenyum. Dia memberitahu kalo Bing Bing sudah kembali. Apa Wang Zhen sudah menonton acaranya? Bruce membantu Bing Bing memperkenalkan tokonya. Wang Zhen mengaku sangat sibuk jadi nggak punya waktu untuk menonton tv (lah maksudnya?) 


Bruce melirik Yi Le dan menyindir kalo pria itu nggak mau mendukung acara temannya. Apa Yi Le tahu kalo Bing Bing membuat sesuatu yang spesial karena... . Wang Zhen buru-buru memotong, cukup! Wang Zhen merasa kalo toko Bing Bing akan sangat ramai karena baru buka dan disana nggak akan leluasa. 


Bruce nggak sependapat. Mereka kan bisa menyewa tempatnya selama satu hari. Wang Zhen malas mendengarnya. Bruce menambahkan kalo dia sudah bertanya pada Bing Bing dan Bing Bing bersedia bertemu dengan Wang Zhen. Tapi kalo Wang Zhen nggak bersedia, nggak papa dan mereka bisa pindah tempat. Bruce melirik Yi Le seolah memberi isyarat. 


Yi Le menangkap isyarat Bruce. Dia bertanya Wang zhen nggak akan seegois itu, kan? Wang Zhen merasa nggak nyaman ditatap seperti itu oleh kedua temannya. Dia pun nggak bisa menolaknya. Kalo Bing Bing nggak masalah maka dia juga. Bruce tersenyum puas. 


Bruce di rumah Wang Zhen. Dia mengecek segala sesuatu untuk perayaan sebulanan Tiger. Toko kue, ok. Makanan asin, beres. Dia memberitahu Wang Zhen kalo tempatnya maksimal hanya untuk 30 orang. Wang Zhen sedang menuang anggur. Bruce menyarankan untuk mengundang teman dekat saja agar nggak terlalu banyak. Wang Zhen mengaku nggak keberatan. Ia meminta Bruce untuk melakukan yang menurutnya baik untuk Yi Le. Bruce tersenyum. Wang Zhen sebagai ayah angkat begitu mudah sedangkan yang mengerjakan semuanya adalah dia. 


Bruce meletakkan ponselnya lalu makan camilan yang sudah disiapkan oleh Wang Zhen. Bruce berkomentar kalo belakangan Yi Le tampak lesu. Wang Zhen membenarkan. Itu karena Yi Le harus bekerja dan menjaga anak di waktu yang bersamaan. 


Wang Zhen membawa gelasnya dan camilan ke ruang tamu. Bruce berpikir kalo pria itu benar-benar nggak baik dan nggak bertanggung jawab. Wang Zhen malah merasa kasihan dengan pria itu. Bruce bertanya kenapa? Wang Zhen memberitahu kalo Yi Le bilang pria itu nggak dewasa. Mungkin pria itu ingin bertanggung jawab. 


Bruce menghampiri Wang Zhen. Wang Zhen menambahkan kalo Yi Le nggak bilang apa-apa jadi nggak ada yang bisa melakukan apa-apa. Menurutnya Yi Le hanya menjebak diri sendiri. Bruce membenarkan tapi dia percaya kalo wanita punya naluri. Dia pasti punya alasan sendiri dengan nggak memberitahu pria itu. Wang Zhen meremehkan, alasan apa? Dia nggak percaya diri? Atau nggak mampu dan hanya bergantung pada orang lain? 


Bruce menatap Wang Zhen nggak nyaman. Dia lalu meletakkan gelasnya. Bruce memberitahu kalo saat itu Bing Bing ingin putus dengan Wang Zhen setelah membuat keputusan yang besar. Sekarang Bing Bing sudah kembali dan juga sudah sukses. Mereka bisa mencoba... . Wang Zhen memotong dan bilang nggak mungkin. Bruce mengingatkan kalo dia belum selesai bicara. Apa mereka nggak bisa mencoba berteman? Wang Zhen malas. Dia nggak bisa lupa punya teman yang nggak punya otak. 


Bruce menyerah. Dia meminum anggurnya. Ponselnya bunyi. Bruce melihatnya sambil senyum. Wang Zhen menanyakan apa yang Bruce lihat? Bruce memperlihatkan foto Yi Le dan Tiger. Wang Zhen ikut tersenyum. Bruce bernostalgia kalo saat pertama dia melihat Yi Le, dia mengira kalo Yi Le adalah wanita generasi baru. Bruce nggak nyangka kalo Yi Le akan menikah begitu cepat. Rupanya dia melewati pernikahannya dan menjadi seorang ibu. Wang Zhen hanya tersenyum.  


Bruce kembali menatap ponselnya. Menurutnya Tiger sangat lucu. Sayang dia bukan ayahnya. Kalo enggak ibunya nggak akan segitu lelah. Wang Zhen meremehkan, gimana bisa Tiger anaknya? 


Bruce langsung bertingkah aneh. Wang Zhen menangkap gelagatnya. Ia bertanya apa yang Bruce lakukan? Apa mereka... . Bruce nampak tegang. Dia meletakkan gelasnya dan menatap Wang Zhen serius. Apa Wang Zhen ingat saat ia baru datang ke Taiwan? Saat itu ada masa dimana dia nggak bisa melakukannya lalu bisa lagi. Lalu saat itu ia membiarkan Wang Zhen melihat cupang di lehernya. 


Wang Zhen paham. Wah, nggak mungkin! Wang Zhen sampai nggak bisa berkata-kata. Ia kira mereka... . Wow! Apa yang Bruce bilang dulu adalah Yi Le? Bruce mengangguk membenarkan. Saat itu mereka terlalu banyak minum dan ia mengantarnya pulang dan hal itu terjadi. Wang Zhen merasa kalo ini gila. Bukankah mereka terlalu santai? Bruce tertunduk malu. Wang Zhen bertanya kelanjutannya. 


Bruce mengaku sudah bertanya pada Yi Le dan Yi Le bilang kalo bukan dia. Yi Le bilang mengenal seseorang dan pria itu nggak dewasa, terus berganti pekerjaan, dan nggak begitu stabil. Jadi nggak mungkin itu dia. Wang Zhen nampak masih syok mengetahuinya. 


Wang Zhen berangkat ke rumah sakit dengan bersepeda. Dia berhenti sebentar melihat ponselnya. Di seberang jalan ada Bing Bing yang akan berjalan ke arahnya. Mereka saling menatap. Bing Bing tersenyum sedangkan Wang Zhen hanya biasa saja. Lampu menyapa. Mereka berjalan. Bing Bing siap menyapa Wang Zhen tapi wang Zhen terus melaju dengan sepedanya tanpa menoleh sedikitpun ke Bing Bing. Bing Bing nampak sedih menatap Wang Zhen. Dia lalu kembali berjalan. 


Malamnya Wang Zhen melamun di kamar Bing Bing. 


Dia lalu teringat makan malam terakhirnya bersama Bing Bing. Bing Bing mencemaskannya yang akan pergi. 


Juliet menggonggong. Wang Zhen menatapnya dan bertanya apa yang ia gonggongkan? Juliet mengerti kalo dia lagi dimarahi. Dia lalu duduk sambil menatap Wang Zhen. Wang Zhen mengatakan kalo dia sudah bertemu dengan Bing Bing kemarin jadi apa yang harus dipermasalahkan? 


Wang Zhen lalu menatap kedua anjingnya. Dia kesal dan nggak akan memberi mereka makan lagi. 


Wang Zhen lalu terkenang saat Bing Bing pertama kali menyapanya sebagai Wang Zhen. 


Wang Zhen meledek, sudah lama nggak ketemu, memangnya kenapa kalo ketemu lagi? Romeo dan Juliet awalnya memang merupakan tragedi. 


Acara sebulanan Tiger tiba. Xiao Fang mengambil gambar Tiger bersama yang lainnya. Dia lalu menunjukkannya pada Yi Le. Bai He lalu memberikan sesuatu pada Yi Le karena dia dengar Yi Le menyusui anaknya. Yi Le menerimanya dan berterima kasih. Bing Bing juga memberikan teh Mama untuk Yi Le. Xiao Fang membantu Yi Le membawakannya. Yi Le memberitahu kalo ibunya juga membelikan itu untuknya. Tempat itu sangat nyaman. Tahu kan kalo dokter sangat sibuk. Dia juga nggak punya waktu untuk menyiapkan produk bernutrisi untuk penyembuhan. 


Wang Zhen baru datang. Bruce menyapanya. Wang Zhen menatap Bing Bing sebentar lalu kembali mengacuhkannya. Wang Zhen menyapa Tiger yang tumbuh dengan cepat. Bai He berencana mengambil kuenya karena semuanya sudah datang. Bing Bing menyela, biar dia saja. Lagipula dia belum selesai menghiasnya. Yi Le menatap Wang Zhen yang masih nggak nyaman dengan keberadaan Bing Bing. 


Bruce terkejut melihat Tiger punya dua pusar rambut seperti dirinya. Dia merasa kalo harusnya dia yang jadi ayah angkat Tiger. Yi Le hanya tersenyum garing. 


Pei Pei membawa kue Tiger bersama Bing Bing. Xiao Fang bertanya itukah kue yang ia antri dari pagi hari tapi nggak bisa didapatkannya? Cheesecake asin manis andalan toko kue Haru? Bing Bing membenarkan. Dia spesial mendesain itu untuk Tiger hari ini. Xiao Fang memotret kue itu. Sekarang Bing Bing sangat hebat sudah jadi kepala koki untuk kue. Bing Bing merasa kalo Xiao Fang berlebihan. 


Mereka lalu berfoto bersama. Wang Zhen malas. Bruce memaksa menariknya. 


Bing Bing memotong-motong kuenya dan membagi-bagikannya pada semua orang. Xiao Fang kembali memuji Bing Bing yang sangat hebat. Bing Bing melihat Wang Zhen. Dia lalu menghampirinya sambil membawakan sepotong kue. Apa Wang Zhen mau mencobanya? Wang Zhen menerimanya dan berterima kasih. Bing Bing memberitahu kalo itu adalah rasa baru yang ia buat saat ia masih di Jepang. Wang Zhen mengucapkan selamat Bing Bing mendapatkan penghargaan pendatang baru 


Bing Bing berbasa-basi menanyakan pekerjaan Wang Zhen belakangan ini? Wang Zhen mengatakan kalo masih sama. Setelah melakukan operasi melakukan konsultasi. Bing Bing lalu bertanya gimana saat Wang Zhen di Vietnam? Wang Zhen mengaku mengalami dan banyak belajar hal baru. Dia juga banyak berpikir. Bing Bing menanyakan apakah itu sebabnya wang Zhen mengganti namanya dan menjadi dirinya sendiri? Wang Zhen merasa nggak masalah. Yang dia lakukan hanya pergi ke kantor pengacara dan menandatangani beberapa dokumen. Justru orang yang sudah kembali menjadi diri sendiri adalah Bing Bing. Jadi Wang Zhen harus memberinya selamat. Bing Bing mengangguk. 


Wang Zhen lalu pamit. Dia akan menyapa orang lain. Wang Zhen meletakkan kuenya lalu pergi. Bing Bing tampak sedih. Wang Zhen bahkan nggak memakannya. 

Bersambung...

Komentar:
Agak kasihan juga lihat Bing Bing dicuekin mulu sama Wang Zhen. Tapi salah Bing Bing sendiri. Siapa suruh dia meninggalkan Wang Zhen seperti itu. Wajar kalo Wang Zhen sakit hati dalam banget. Walaupun di belakang dia baper sendiri, nostalgia mulu ^_^

Salam 
Anysti18