Advertisement
Advertisement

Wang Zhen mengembalikan surat itu. Ia berkata dalam hati, nggak mungkin kali Bing Bing seorang pengecut. Bing Bing bahkan nggak punya keberanian untuk melihatnya. Wang Zhen lalu membuka hadiahnya dari Bing Bing. Sebuah buku harian. Wang Zhen membuka buku itu. Ia berkata dalam hati, kalo Bing Bing mulai menulis sehari setelah mereka putus, ...


Romeo, apa kamu baik-baik saja? Setelah kamu pergi, disini selalu hujan. Kalo saja aku memb*dohi diriku sendiri. Kalo saja itu masalahnya aku bisa terus jadi pipit kecil dan bersandar padamu. 


Wang Zhen membuka halaman berikutnya. 


Romeo, aku terbiasa hidup di Jepang. Nggak tahu kenapa tapi tiap kali aku terpikir saat putus dengan Bruce, dan kamu memarahiku dan memaksaku naik gunung muncul. Karena pelatihan yang kejam itu, aku bisa tahan dimarahi Akira-san. Aku masih memiliki sikap optimis itu.

Wang Zhen meremehkan, apa Bing Bing masih harus dimarahi untuk tahu kalo dia punya banyak kesalahan? 

Wang Zhen membalik halamannya. 


Hari ini aku dipuji oleh Akira San untuk pertama kalinya. Tapi ketika aku pulang dan menulis jurnalku, aku sadar aku nggak bisa menahan air mataku. Ini semua karena tiba-tiba aku mengetahui kalo orang yang paling ingin aku bagi kebahagiaan ini, sekarang nggak bisa bicara denganku. 
Ketergantunganku yang dulu padamu dan menyerah, semua itu adalah kemewahan. 


Wang Zhen membalik kembali halamannya. 


Romeo, kembalinya aku ke Taiwan, nggak benar-benar memukulku sampai aku mengemasi koperku. Menyadari kalo mungkin aku akan bertemu lagi denganmu. Sebenarnya aku sangat gugup. Apa aku masih bisa seperti sebelumnya? Mengatakan apapun yang ingin aku katakan tanpa perlu khawatir. Tertawa dan menangis ketika aku mau. Dan bagaimana sikapmu saat melihatku? Apakah kita akan menjadi teman? Atau mantan pacar? 


Wang Zhen mengejek, gimana Bing Bing akan tahu? Betapa sulitnya Wang Zhen mencoba untuk tampak seolah dia nggak memperdulikan Bing Bing. 

Wang Zhen kembali membaca. 


Romeo, hari ini adalah hari ulang tahunmu. Meskipun aku sudah lama menyiapkan diriku untuk kenyataan bahwa mungkin kamu akan bersikap dingin padaku, tapi setelah ditolak secara kasar olehmu, aku menangis dan pulang ke rumah. Aku ingat saat aku ingin putus, kamu mungkin terluka lebih dalam. Karena kamu nggak siap untuk itu. Saat itu aku mengesampingkan perasaanku. Aku benar-benar kejam. Tapi aku ingin berterima kasih karena hari ini kamu bicara padaku. Seenggaknya itu adalah pemikiranmu yang sesungguhnya. 


Mata Wang Zhen tampak berkaca-kaca. 


Romeo, kamu pasti berpikir kalo aku sangat nggak tahu malu. Sebenarnya aku mengumpulkan keberanianku dan memaksakan diri pergi ke taman. Aku memang harus memaksakan diri untuk mengatakan beberapa kata padamu. Walaupun kamu masih sangat dingin padaku, dan kamu sama sekali nggak mau menatapku, tapi aku masih berharap kita bisa menjadi teman dan bisa bergerak maju sedikit demi sedikit. 


Tanpa sadar Wang Zhen menangis. Pipit kecil, wang Zhen merasa kalo dia nggak punya sifat yang bagus dan dia nggak mau kehilangan Bing Bing. 


Juliet: Sebenarnya sejak kisah Romeo dan Juliet dimulai, kamu jadi orang yang paling penting dalam hidupku. Hanya saja saat itu aku nggak tahu kalo itu adalah cinta. Aku nggak percaya diri. Dan saat-saat bersinar itu aku membuang perasaanku. 


Aku melukaimu dan melukai diriku sendiri. Nggak ada hari dimana aku nggak menyesalinya. Aku akan menerima kenyataan kalo kamu nggak mau diganggu lagi olehku. Tapi aku sudah memutuskan untuk menunjukkan buku harianku padamu. Aku berharap kamu tahu seperti saat kamu datang mencariku di Jepang. Aku ingin membagi ketulusan yang sama denganmu. Romeo, takdir yang tertulis dalam buku...kalo itu benar-benar kamu. 


Wang Zhen nggak sanggup membacanya lagi. Dia memejamkan matanya berharap air matanya nggak jatuh lagi 


Malam harinya Wang Zhen berdiri di atap. Dia menatap kamar yang dulu ditempati bing Bing. Dalam hati dia memanggil pipit kecil. Tempat itu sudah terkunci. Apa memang harus dikunci? 


Bruce datang mengunjungi Wang Zhen. Wang Zhen menyuguhkan secangkir kopi untuknya. Bruce berterima kasih lalu mengambil cangkirnya. Dia melihat Wang Zhen merasa nggak nyaman dan bertanya ada apa? Wang Zhen pasti merasa tersentuh setelah membaca buku harian itu. Wang zhen menatap Bruce. Tadinya dia berpikir kalo dia akan merasa bahagia tapi nggak tahu kenapa, ... . 


Bruce menatap Wang Zhen sambil bilang kalo Wang Zhen benar-benar menjengkelkan. Wang Zhen mengaku telah menggunakan banyak kekuatan untuk memberitahu Bing Bing kalo dia nggak suka dan agar Bing Bing melupakannya. Tapi pada akhirnya... . Wang Zhen merasa kalo Bing Bing punya kuncinya sehingga bisa masuk dengan sangat mudah. Lalu apa yang Wang Zhen lakukan sebelumnya? Bing Bing kini merubah pemikirannya dan menyukainya. Wang Zhen meledek apa dia harus menyalakan kembang api dan merayakannya? 


Bruce menyarankan kalo Wang Zhen bisa menolaknya. Wang Zhen menegaskan kalo poinnya adalah dia juga nggak ma menolaknya. Hadeuh! Bruce hanya tersenyum mendengarnya. Wang Zhen memberitahu kalo karena itulah dia merasa frustasi. Tadinya dia sudah berpikir untuk menyerah saja. Tapi nggak tahu kenapa kalo soal Bing Bing dia nggak bisa. 


Bruce menatap Wang Zhen. Sambil senyum dia bertanya Wang zhen merasa frustasi? Dia nggak bisa mengendalikan segalanya dan merasa frustasi? Wang Zhen terdiam. Bruce memberitahu kalo Wang Zhen merencanakan dan mengendalikan segalanya dengan sempurna, maka itu bukan cinta namanya. 


Wang Zhen mengaku nggak suka dengan perasaan itu. Dia inginnya mengendalikan segalanya dalam kendalinya. Wang Zhen meremehkan kalo Bruce juga nggak bisa mengendalikan Yi Le. 


Bruce menghela nafas. Dia memberitahu kalo dia beda sama Wang Zhen. Seenggaknya dia menerima itu semua dan juga dia sudah bekerja keras. Wang Zhen memalingkan wajahnya. Bruce menatapmu dan menasehati kalo Wang Zhen harus menurunkan harga dirinya demi cinta. Bing Bing saja sudah memberikan buku hariannya padanya. Dia memberitahu kalo sekarang Wang Zhen yang memegang bolanya. 


Wang Zhen malas menanggapinya. Dia akan pergi ke Vietnam. Ia akan menggunakan saat itu untuk membenamkan diri dan membersihkan pikirannya. Bruce nggak bilang apa-apa lagi dan meminum kopinya. 


Ponsel Wang Zhen bunyi. Yi Le memintanya untuk membawa Tiger ke dokter. Dia ads operasi pagi ini. Wang Zhen mengingatkan kalo dia akan pergi ke Vietnam. Kalo Tiger sakit, apa Yi Le berharap dia terbang kembali dari Vietnam untuk membantu? Bruce langsung menoleh begitu dengar Wang Zhen menyebut-nyebut nama Tiger. Yi Le meminta maaf. Dia nggak bisa menemukan orang lain lagi soalnya. 


Bruce memberi kode agar Wang Zhen merekomendasikannya untuk membawa Tiger ke dokter. Wang Zhen menangkap isyarat Brucd. Dia lalu bilang ke Yi Le kalo dia punya seseorang yang lebih cocok untuk tugas itu. Wang Zhen memberikan ponselnya pada Bruce. 


Bruce meminta Yi Le untuk memberikan Alamatnya. Dia bisa membantu Yi Le. Yi Le menghela nafas. Meski nggak suka tapi dia nggak punya pilihan lain.  Bruce mengiyakan. Dia akan segera kesana. 


Bruce bangkit dan segera pergi. Tapi sebelum pergi nggak lupa dia memberi tos ke Wang Zhen sebagai bentuk terima kasihnya. Wang Zhen tersenyum menatap Bruce. 


Bruce main ci luk ba sama Tiger. Dia tampak bahagia bisa bersama dengan anaknya. Yi Le yang sudah selesai melakukan olerasi menghampiri ayah dan anak itu. Yi Le berterima kasih pada Btuce. Dia lalu menanyakan apa yang dikatakan dokter tentang Tiger? 


Bruce mencoba mengingat-ingat. Kata dokter demanya dari rhinitis akut. Dokter sudah memberinya suntikan jadi sudah nggak papa. Tiger bahkan nggak nangis. Yi Le mengangguk. 


Bruce bangkit dan memanggil Yi Le. Ia berpesan kalo kapanpun Yi Le butuh bantuan, Yi Le bisa menghubunginya kapan saja. Maka dia akan segera datang. Yi Le tersenyum sambil ngangguk. Dia lalu melihat ada noda di pakaian Bruce dan menanyakannya. Bruce memberitahu kalo tadi Tiger terus menangis dan nggak mau berhenti, tapi dia tahu kalo popoknya perlu diganti. Bruce mengganti popok Tiger. Tapi karena dia nggak pernah mengganti popok sebelumnya,..jadinya ya seperti itu. 


Yi Le tersenyum. Bruce bahkan mengganti popoknya segala? Bruce melarang Yi Le tertawa. Dia hanya bermain-main saja dengan Tiger. Jadi Tiger akan lebih dekat dengannya. Yi Le tersenyum menatap Bruce. 


Dia lalu duduk. Yi Le mengeluh kalo belakangan dia jadi semakin lelah. Kadang dia berpikir kalo haruskah dia beristirahat? Fokus merawat Tiger lalu kembali kerja. Bruce agak ragu mengatakannya. Dia memanggil Yi Le an mengaku sudah memikirkannya. Ia merasa kalo saat pertama kali bertemu dengan Yi Le, Yi le selalu membicarakan tentang makanan penutup. Ia selalu berpikir kalo wanita inilah yang menjadi kepercayaan dirinya. 


Yi le menegaskan kalo dia suka dengan makanan penutupnya bukan yang membuat. Bruce tersenyum. Dia mengaku tahu. Bruce melanjutkan kalo saat ahun baru dan Yi le menemukan masalah itu, dan mereka membicarakan banyak hal. Bruce merasa kalo dia... . Kapanpun sesuatu terjadi, ia akan memikirkan Yi Le dulu. Nggak peduli itu menyenangkan apa enggak. Bruce meeasa kalo itulah yang orang bilang menyukai seseorang. Hanya aaja diantara mereka ada yang salah. 


Yi Le nggak bilang apa-apa. Bruce melanjutkan kalo mereka menjadi orang tua dan kemudian menyadari perasaan mereka. Tapi Bruce bersedia memperbaikinya untuk Yi Le di sepanjang hidupnya. Untuk mempelajari gimana  jadi orang tua. Untuk belajar gimana jadi pacar yang baik. Kalo Yi Le bersedia memberinya kesempatan itu. 


Yi Le tersenyum. Dia meledek apa Bruce sepercaya diri itu karena Yi Le nggak punya orang lain lagi? Atau apa bisa Bruce jadi ayahnya Tiger? Yi Le sesumbar kalo masih ada banyak orang yang mengantre. 


Dengan terbata-bata Bruce bertanya bisakah atas dasar itu kalo dia ayah kandung Tiger. Bisa nggak Yi Le lebih baik padanya dan membiarkannya menolong? Yi Le memikirkannya. Dia menyatakan akan menarik Bruce kembali untuk masa percobaan. Dan setelah itu tergantung pada kemampuan Bruce sendiri. 


Yi Le tersenyum pada Bruce sambil bilang terima kasih. Dia lalu pamit dan pergi bersama Tiger. Bruce baru sadar beberapa detik kemudian kalo Yi Le akan menerimannya. Dia lalu bangkit dan berjalan di samping Yi Le. Merela lalu berjalan sambil lempar senyum. 


Bing Bing pulang dari Jepang. Dia masuk le rumahnya dan duduk sambil memandangi pipit kecil dari Wang Zhen dulu. Dia bilang pada dirinya sendiri untuk berhenti memikirkan Romeo. Vietnam itu tempat yang sangat jauh. Bing Bing nggak akan bisa pergi kesana. 


Bing bing menghela nafas. Dia meletakkan burung pipit itu di atas meja. Ia berharap Wang Zhen membaca buku hariannya. 


Saat tidur, nggak tahu kenapa Bing Bing memimpikan Wang Zhen dan dirinya dengan berbagai pakaian kuno. Wang Zhen memintanya untuk menunggu. Bing Bing mengatakan kalo dia akhirnya menunggu Wang Zhen. Lalu jam itu muncul. 


Bing Bing terbangun dari tidurnya. 


Wang Zhen yang berada di Vietnam bersiap-siap untuk pulang. Dia tengah membereskan kopernya. Wang Zhen mengambil ponselnya hendak menelpon Bing Bing. Agak susah karena nggak ada sinyal. 


Bing Bing sendiri sedang berada di tokonya. Dia menjawab panggilan Wang Zhen. Wang Zhen memberitahu kalo dia akan kembali ke Taiwan hari ini. Apa Bing Bing ada waktu untuk ketemu? 


Bing Bing terdiam membuat Wang Zhen mengira kalo dia kehilangan sinyal. Bing Bing mengiyakan. Ia bertanya kapan Wang Zhen ingin ketemu? Wang Zhen memberitahu kalo Bing Bing bisa menentukan tempatnya. Dia akan segera krsana setelah turun dari pesawat. Bing Bing menanyakan gimana kalo ketemuan di toko kuenya? Wang Zhen mengiyakan ia akan menemui Bing Bing sekitar jam 9 malam nanti di tokonya. 


Wang Zhen lalu menutup telponnya. Habis itu nggak tahu kenapa Wang Zhen merasa kalo perutnya mual. Dia bahkan sampai muntah-muntah segala. 


Wang Zhen sudah sampai di Taiwan. Dia menyetir mobilnya sendiri menuju toko kue Bing Bing. Nggak tahu kenapa pandangannya menjadi kabur. Sepertinya Wang Zhen lagi nggak sehat. Dia menatap kedua tangannya. Wang Zhen merasa kalo dia nggak bisa terus menyetir. 


Wang Zhen lalu memutuskan untuk keluar dari mobil dan menyetop taksi. Sayangnya ngdak ada taksi yang mau berhenti. Wang Zhen lalu menelpon Bing Bing. 


Pei Pei pamit pada Bing Bing. Dia akan pulang. Ponsel Bing Bing bunyi. Dia pun mengangkatnya. Dari Wang Zhen. Bing Bing bertanya Wang Zhen dimana? Wang Zhen memberitahu kalo dia akan sampai setelah dua jalan lagi. Hanya saja dia sedang nggak enak badan. 


Bing Bing panik dan menanyakan apa Romeo baik-baik saja? Wang Zhen mengiyakan. Dia baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja. Wang Zhen meminta Bing Bing untuk menunggunya. Bing Bing harus menunggunya. 


Bing Bing makin khawatir. Dia memanggil-manggil Romeo tapi nggak ada jawaban dari Romeo. Wang Zhen memutuskan untuk berjalan kaki. Tapi kondisinya sama sekali nggak memungkinkan untuk berjalan. Wang Zhen jatuh. 

Bersambung...

Komentar:
Akhirnya Wang Zhrn menyadari perasaannya pada Bing Bing. Memang yang namanya hati memang nggak bisa bohong. Sama seperti Yi Le yang mukai luluh dengan ketulusan yang diberikan Bruce padanya. Paling suka lihat Tiger. Gemes. 

Salam
Anysti18