Advertisement
Advertisement

Ayah menghela nafas. Ia merasa kalo Wang Zhen selalu antusias kalo ngomongin tentang menjadi Dokter Tanpa Batas. Ayah tahu kalo itu adalah mimipinya Wang Zhen, tapi Wang Zhen juga harus jaga diri. Yang ayah khawatirkan adalah putranya. 


Wang Zhen hanya tersenyum. Ayah mengaku nggak ingin hanya jadi kakek baptis. Ayah inginnya jadi kakek betulan. Yi Le seperti tahu kalo Wang Zhen paling jengah kalo ayahnya sudah ngomongin tentang jadi kakek. Dia lalu meminta Tiger dari gendongan Wang Zhen. 


Wang Zhen mengiyakan. Tapi habis itu dia memberitahu ayah kalo dia nggak bisa begitu saja melahirkan anak aaat ayah mau. Wang Zhen mengaku sering menemukan kasus dimana wanita nggak bisa hamil karena dapat tekanan dari para mertua. Wang Zhen memberitahu kalo mereka nggak bisa punya anak, mereka masih bisa adopsi. Atau masih banyak pilihan dalam hidup. Yi Le membenarkan. Dokter Wang sudah jadi raja anak-anak di rumah sakit. Dia yang paling menyayangi anak-anak. 


Bing Bing datang membawakan kue untul semua. Ia mempersilakan ayah Wang untuk duduk dan makan dulu. Ayah duduk dan berterima kasih. Bing Bing juga memberikan rasa yang Yi Le inginkan. Bruce yang memberitahunya.

Bing Bing lalu berdiri di samping Wang Zhen setelah meletakkan kuenya di atas meja. Wang Zhen membelai rambutnya. 


Ayah memberitahu Yi Le kalo Bruce adalah pria yang baik. Ayah menyayangkan karena Ah Ming nggak menghargainya. Ayah brrtanya apa Yi Le bisa memaafkannya? Yi Le tertawa. Dia tahu akan hal itu. Lagi pula Tiger adalah anaknya. Mereka belajar untuk saling mengenal satu sama lain. Yi Le menunggu Bruce untuk menjemputnya nanti. 


Ayah tersenyum mendengarnya. Ia lalu menatap Wang Zhen dan Bing Bing. Ayah melarang mereka untuk membuang-buang waktu. Bing Bing memberitahu kalo dia selalu menjaga kesehatannya. 


Wang Zhen malas mendengar ayahnya mengungkit tentang hal yang tadi. Dia mengalihkan dengan menyuruhnya makan mananan penutup. Ia memberitahu kalo Bing Bing khusus membuat itu. Kalo ayah mau makan itu, maka ia harus antri duly. Ia nggak akan mendapatkannya dengan mudah. Ayah memakannya lalu memberikan jempolnya untuk Bing Bing. Wang Zhen tersenyum mendengarnya. 


Bing Bing membawa beberapa pakaian yang telah ia lipat kedalam kamar Wang Zhen. Ia hendak memasukkannya ke dalam laci. Tapi saat membuka laci itu, ia menemukan kotak cincin yang dulu hendak diberikan Wang Zhen untuknya. Bing Bing meletakkan pakaian yang ia bawa lalu mengambil cincin itu. Jadi dia masih ada di sana. 


Wang Zhen masuk dan melihat Bing Bing memegang kotak cincin itu. Bing Bing bilang bagus dia menemukan cincin itu meski ia mengembalikannya. Bing Bing memnta maaf lalu mengembalikan kotak itu kembal ke tempatnya. 


Wang Zhen memberitahu kalo ayahnya sudah tidur. Ia akan mengantar Bing Bing pulang. Bing Bing memasukkan pakaian itu ke laci nomor dua. Ia akan melihat Romeo dan Juliet dulu. Wang Zhen mengangguk. Bing Bing tersenyum lalu berjalan melewatinya. Wang Zhen terdiam menatap cincin itu berada. 


Bing Bing dan Wang Zhen bersepeda bersama. Wang Zhen berhenti dan bertanya pada Bing Bing apa dia masih ingat tempat itu? Bing Bing mengiyakan. Itu tempat merpati menempati sarang magpie. 


Wang Zhen turun dari sepedanya. Ia mengoreksi kalo Magpie yang menempati sarang merpati. Bing Bing juga turun dari sepedanya. Ia merasa kalo waktu itu dia terus ketemu Wang zhen. Sungguh takdir. 

Flashback...


Bing Bing memanggil Wang Zhen dan bertanya gimana bisa magpie menempati sarang merpati? Wang Zhen maju menghampiri Bing Bing. Ia menjelaskam maksud Bing Bing menempati tempat orang lain? 

Flashback end...


Wang Zhen mengatakan kali pertama kali hanya kebetulan. Wang Zhen memarkir sepedanya. Ia melanjutkan kalo yang kedua kali adalah takdir. Wang Zhen mematap Bing Bing. Yang ketiga dan seterusnya adalah kepercayaan Wang Zhen akan kemungkinan mistis. Juga keputusan nasib Gao Bing Bing. 


Bing Bing mengingatkan kalo sebelumnya dia juga sudah bilang. Dalam buku takdir, mereka berada pada halaman yang sama. Wang Zhen menatap Bing Bing lalu menghela nafas panjang seperti sedang menyiapkan nyali. Dengan sangat yakin dia manggil Bing Bing. 


Juliet, aku nggak mau mengantarmu tiap hari. Pipit kecil, aku ingin bangun pagi tiap hari dengan kamu berada di sisiku. 
Gao Bing Bing, aku ingin terus menggenggam tanganmu dan tumbuh tua bersama. 


Wang Zhen mengambil kotak cincinnya dan membukanya di depan Bing Bing. Habis itu dia berlutut di depan Bing Bing dan bertanya maukah kamu jadi pengantinku? Bing Bing mau nangis rasanya. Tapi akhirnya dia mengangguk. 


Yes! Wang Zhen seneng banget, tuh. Dia lalu bangkit dan memakaikan cincin itu ke jari manis Bing Bing. Wang Zhen lalu menatap Bing Bing sambil senyum. Bing Bing nampak salah tingkah. Dia janji akan menjaga dirinya baik-baik. Tapi mereka harus gimana kalo dia nggak bisa punya anak? Wang Zhen mengingatkan kalo Bing Bing punya dia. Nggak seharusnya cinta mereka digunakan untuk punya anak. Mereka punya kemampuan untuk mencintai kehidupan baru. 


Bing Bing mengangguk. Dia lalu menghambur ke pelukan Wang zhen. 

Juliet: Aku percaya takdir. 

Romeo: Aku percaya pada diriku sendiri. 

Juliet: Aku percaya pada cinta. 

Romeo: Aku percaya kamu.


Bing Bing menelpon Wang Zhen. Wang Zhen mengatakan kalo dia ngerti. Dia baru aja selesai kerja. Dia akan pergi selarang. Wang Zhen meminta Bing Bing untuk menunggunya. Bing Bing mengiyakan. Ia akan menumggu Wang Zhen. Dan jangan lupa untuk membawa jamnya. 


Wang Zhen memberitahu kalo dia sudah tahu. Wang Zhen menutup panggilannya dan memasukkan ponselnya ke dalam jas dokternya. Ia lalu melepas jasnya. Wang Zhen mengambil pakaiannya dari dalam loker nggak lupa jamnya juga. (Lah, ponselnya ketinggalan!!!)


Bing Bing sudah berganti pakaian. Dia mengenakan gaun pengantin. Orang yang membantunya mengatakan kalo dia sangat elegan. Bing Bing tersenyum dan berterima kasih. Orang itu lalu mengambil kerudungnya dan akan membantu Bing Bing untuk memakainya. Bing Bing sudah memakai kerudungnya. Dia menatap bayangannya sambil senyum. 


Wang Zhen menyetir mobilnya. Dia menghela nafas lalu mengambil jam saku pemberian Bing Bing. Wang Zhen memandanginya sambil menyetir. Dan nggak tahu apa yang terjadi tiba-tiba Wang Zhen mengerem mendadak dan jam itu pun terjatuh. 


Secara kebetulan, Bing Bing jugs kehilangan cincinnya yang dari Wang Zhen. Padahal tadi Bing Bing memakainya. Orang yang membantu Bing Bing bertanya apa tadi dia ke kamar kecil? Bing Bing memberitahu kalo dia nggak ke kamar kecil. Mereka mencari ke mana-mana tapi nggak ketemu. 


Romeo: Tunggu aku. Kamu harus menungguku. 


Bing Bing mencoba menelpon Wang Zhen tapi nomornya nggak aktif. Bing Bing jadi cemas. Nggak lama kemudian Wang Zhen datang dengan noda darah di bajunya. Ya sudah Bing Bing jadi tambah khawatir. Dikiranya Wang Zhen kenapa-kenapa. Wang Zhen meminta maaf karena terlambat. Bing Bing bertanya Wang Zhen kenapa? Kenapa ada noda darah di bajunya? Bing Bing memeriksa Wang Zhen apa dia baik-baik saja? Wang Zhen memberitahu kalo tadi ada kecelakaan dalam perjalanan. Ia harus membantu wanita hamil dalam keadaan darurat. Wang Zhen tersenyum, ini adalah kelahiran pertamanya di jalanan. Ibu dan anak selamat. 


Bing Bing lega wang Zhen baik-baik saja dan nggak terluka. Wang Zhen tersenyum, dia benar-benar baik-baik saja. Wang Zhen memperhatikan Bing Bing dengan seksama. Bing Bing mengaku benar-benar percaya tahayul karena dia kehilangan cincinnya. Dia...


Wang Zhen tersenyum. Dia mengingatkan kalo dia nggak jadi pengantin Bing Bing hanya karena cincin. Wang Zhen sudah menunggu lama untuk mengambil foto pernikahan dengan Bing Bing. Bing Bing minta maaf karena percaya tahayul. 


Wang Zhen mengambil kerudung Bing Bing. Dan...cincin Bing Bing jatuh dari kerudung itu. Bing Bing senang karena cincinnya ketemu. Ia pun mengambilnya. Bing Bing merasa kalo Wang Zhen hebat. Padahal Bing Bing sudah mencarinya dari tadi tapi Wang Zhen langsung menemukannya. Wang Zhen menatap Bing Bing dan bertanya apa itu kemungkinan apa keputusan nasib? Bing Bing hanya tersenyum. Wang Zhen lalu membelai rambutnya. Mereka saling tersenyum satu sama lain. 


Wang Zhen sudah berganti pakaian. Mereka lal dipertemukan untuk pengambilan gambar. Pemotretan pun dimulai. Pertama mereka memakai pakaian pengantin modern. 


Pemotretan yang kedua mereka memakai pakaian kuno. Wang Zhen sampai protes ke Bing Bing karena itu bukan rencana semula. Bing Bing hanya tersenyum. Dia mengingatkan kalo mereka adalah kekasih ketujuh. Selain itu Bing Bing ingin kalo Xia Bing Zhen dan Ye Li Xue menjadi aaksi kebahagiaan mereka. Itu sebabnya Bing bing minta Wang Zhen membawa jam itu. Bing Bing menyuruh Wang Zhen untuk memegangnya. Wang zhen menurut. Tapi habis itu dia protes lagi kalo mereka nggak perlu saksi untuk cinta mereka. Cinta itu seperti bernafas. Cinta itu alasan keberadaan mereka. Lebih lagi, menurut kepercayaan ilmiah, cinta itu hanya seperti kehamilan. Kalo belum waktunya maka nggak perlu cemas. 


Bing Bing mengiyakan. Ia mengatakan kalo Wang Zhen sangat romantis. Dia benar-benar kekasih ketujuh. 


Pemotretan kembali dimulai. 


Juliet: Aku tahu kalo kamu akan datang. Makanya aku menunggu. 


Romeo: Aku akan menutup mataku. Kamulah satu-satunya untukku. 


Wang Zhen main kartu bersama Bing Bing di atas tempat tidur. Tapi bukan sembarang main kartu, karena yang kalah harus melepas pakaiannya. (Huuuuuu). Wang Zhen menang. Bing Bing lalu kelepas satu kaos kakinya. Habis itu Bing Bing menang dua kali. Pertama Wang zhen melepas sweaternya dan kedua dia melepas kaos kaki. Tapi Wang Zhen curang, tuh. Masa dia pakai dua kaos kaki. 


Dan untuk selanjutnya.. bayangin sendiri aja, deh. ^_^. Habis kita nggak dikasih lihat. Mereka menutup diri pakai selimut dan kita disuruh keluar. Dan ada tulisan kebahagiaan di pintu. 


Wang Zhen mengeringkan rambut Bing Bing. Mereka tampak bahagia. 


Dinding yang mengukur tumbuh tinggi Bing Bing dari kecil diperlihatkan lagi. 


Mereka mengikuti kompetisi sekali lagi sebagai Romeo dan Juliet. Tapi siapa sangka kalo mereka kalag di hari debut mereka. Dan mereka kalah karena Liang Shan Po dan Zhu Ying Tai. Merrka sama sekali nggak membayangkan kalo Zhu Ying Tai adalah pei Pei. Pei Pei menertawai Bing Bing dan Wang Zhen. Mereka sangat lemah. Pei Pei lalu pergi. Bing Bing sampai nggak habis pikir kalo Zhu Ying Tai adalah Pei Pei. 


Wang Zhen bertanya apa mereka oke? Bing Bing mengangguk. Wang Zhen lalu merentangkan tangannya dan memeluk Bing Bing. 


Wang Zhen melakukan seminar. Dia berkolaborasi dalam program penelitian luar negeri tentang teknologi peremajaan indung telur. Dia juga punya tim penelitiannya sendiri. 


Bing Bing sendiri jadi makin sibuk. Sekarang dia jadi tangan kanannya Akira-san. Bing Bing sibuk menciptakan rasa baru untuk makanan penutup. 


Dan meski Bing Bing nggak bisa melahirkan anak, sekarang dia sangat bahagia. 


Juliet: Terima kasih untuk pelan-pelan mencintaiku. 


Romeo: Kita saling memiliki karena cinta. Kita memilih adopsi karena cinta kita bukan hanya untuk kita berdua. Pipit kecil, terima kasih untuk cintamu. 


Wang Zhen mengaku tiba-tiba ingat saat pertama kali ketemu sama Bing Bing. Wang Zhen meminta Bing Bing untuk menunggunya. Dia akan mengecek apa Bing Bing sudah menguasai cita rasa ibunya. Bing  Bing harus menunggunya. 


Bing Bing tersenyum mengiyakan. Dia akan menunggu Wang Zhen. 


Wang Zhen bersepeda lagi bersama Bing Bing. Dia berada di depan meninggalkan Bing Bing. Bing Bing memanggilnya minta ditunggu. Wang Zhen berhenti menunggu Bing Bing. Bing Bing sampai. Wang Zhen menatap Bing Bing dan bilang kalo dia akan menunggu Bing Bing. Pasti akan menunggu. Habis itu merdka bersepeda beriringan.


Romeo: Terlalu banyak kejadian konyol yang menyatukan kita. Kadang aku mau percaya kalo ini semua benar-benar takdir. Dalam buku takdir, Wang Zhen dan Gao Bing Bing berada dalam halaman yang sama. 

T A M A T

Komentar:
Aaa.... akhirnya bisa nulis kata itu lagi. Lega karena ceritanya berakhir bahagia. Tapi yang masih bikin penasaran, anak itu anak adopsi mereka apa Tiger? 
Sayang kita nggak dikasih lihat tentang kelanjutan hubungan antara Bruce dan Yi Le. Padahal penasaran sama perkembangan mereka. 
Terima kasih buat yang sudah ngikutin dari awal sampai akhir. Buat yang ngasih komentar ataupun yang hanya baca aja, terima kasih banyak, ya!!! Maaf kalo ada salah-salah dalam penulisan. 
Dan boleh juga tuh buat yang mau kasih masukan buat drama yang selanjutnya. 
Sampai ketemu lagi di drama yang selanjutnya. ^_^

Salam
Anysti18

4 komentar

thanks y mb dah nulis pai selesai

Terimakasih mba.

Saran saja, dlanjut selesaikan nulis sinopsis the perfact match.
Nanggung, udah terlanjur baca tapi tak ada kelanjutannya

Terima kasih atas masukannya. Hadeuh, pemerhati banget, kayaknya sampai tahu kalo aku yang nelantarin Perfect Match. ^_^
Iya, deh bakal dilanjut, tapi di selingi sama satu drama baru, ya, biar akunya nggak bosan.

Salam
Anysti18

Akhirnya happy ending.