Advertisement
Advertisement

Ayah keluar dari rumah guru Chi Hoon. Ia meminta maaf karena ayah bukan tipe orang yang biasa melakukan itu di rumah orang lain. Sebagai ucapan terima kasih ayah, ayah memberi kupon pada guru Chi Hoon. Guru Chi Hoon menerimanya dan berterima kasih. 


Ayah lalu pamit. Guru Chi Hoon berpesan agar ayah hati-hati. Dari arah yang berlawanan datanglah Mi Na yang juga ingin menemui guru Chi Hoon. Mi Na memberikan roti pada guru Chi Hoon. Ayah sempat berbalik dan melihat kedekatan mereka. Guru Chi Hoon memuji aroma roti itu yang terasa sangat enak. Mereka lalu masuk kerumah guru Chi Hoon. 

Flashback end...


Ibu menegur ayah dan merasa nggak bisa hidup lagi. Maksudnya ayah pergi ke rumah guru dan buang air besar disana? Nafsu makan ayah bahkan nggak hilang sedikitpun. Ibu merasa kalo itu sangat memalukan. Ayah mengatakan kalo hari ini rasanya lebih harum. Ibu meledek, harum apanya? Ibu kesal dan serasa ingin menjahit mulut ayah. Goo Joon mengingatkan orang tuanya agar nggak membicarakan hal yang seperti itu. Ayah hanya tersenyum sambil makan buah. 


Mi Na bermain piano di ruang musik sementara teman-temannya sedang bergosip tentangnya di kelas. Mi Na mengungkapkan kisah cintanya keluar dari pikirannya. 
27 April
Dia menatap mataku, rasa manis yang terpancar, kami terjatuh seperti orang yang sangat tulus. 


29 April
Melihat guru main piano, aku berjalan masuk dengan rasa takut. Guru, apakah kamu baik-baik saja? Guru? 
Aku baik-baik saja. Melihat Mi Na aku menjadi baik-baik saja. 


Seisi kelas jadi heboh sendiri membaca tulisan Mi Na di ig. Mereka lalu lanjut membaca. 


Dia nggak menoleh tapi kemudian membuka tangannya. Meraih pingangku dan menarikku. 
Teman Ga Eun sampai menarik pinggang Ga Eun saking menghayatinya. Ga Eun kesal. Apa dia g*la? Teman Ga Eun lanjut membaca lagi. 


Matahari menyinari ruang musik saat tangannya memainkan piano. Dua hati bergabung menjadi satu. 

Anak-anak jadi tambah heboh, nggak terkecuali Kang Min dan Ji Hoon. 


30 April
Bukan menonton film di siang hari tapi menonton film tengah malam. Sambil memakan popcorn di teater aku bertanya, kenapa hanya barisan kita yang kosong? Guru lalu berbisik padaku, aku nggak ingin diganggu jadi aku memesan semuanya. Aku hanya ingin kita berdua. Mulai hari itu, guru menjadi Oppaku. Oppa! Oppa! 
Setelah menonton film, guru mengantarku pulang. Aku kelelahan dan membuatku mengantuk. Aku merasa cepat sampai di rumah. Mobil yang melaju juga berhenti. Aku sudah tersadar tapi nggak bisa membuka mataku. Kenapa kamu nggak membangunkanku? Berbaliklah dan buka matamu. Hidungnya dekat dengan hidungku. 

Anak-anak berteriak membayangkan yang terjadi setelahnya. Mereka merasa kalo itu benar-benar hebat. Daebak! 


Mi Na sendiri menangis di ruang musik. 


Deok Hee merasa kalo itu benar-benar menarik untuk dibaca. Karena sudah terekspos, harusnya diupload. Goo Hee memberitahu Deok Hee kalo saat ayahnya pergi mengantar pesanan, ayah mengaku kalo dia melihat Mi Na masuk ke rumah guru. Deok Hee terkejut. Jadi mereka masuk ke dalam rumah berdua? Jadi cerita selanjutnya adalah 19++? Deok Hee jadi histeris. Dia malah senang dan ingin segera melihatnya. Goo Hee menegurnya. Itu bukan novel roman. Ini realistis, yang terjadi sekarang adalh masalah besar. Deok Hee lalu meminta maaf. 


Guru Chi Hoon keluar dari ruang kepala sekolah lalu menghela nafas. 


Guru masuk ke kelas musik. Anak-anak sudah menunggunya. Di papan tulis ada banyak tulisan negatif tentangnya. 
Pelaku yang sebenarnya adalah pria yang memakai topeng hangat. 
Bawa dia pergi. 
Nggak ingin diganggu, membeli semua tiket apakah benar? 
Ingin muntah.
Kami nggak ingin guru kriminal. 


Guru melangkah dan berdiri di depan semus muridnya. Ia menatap Mi Na yang seketika menundukkan wajahnya. 


Guru membuka pelajarannya. Ia meminta para siswa untuk membuka halaman 128. Anak-anak malah bertanya-tanya apa benar itu guru? Mereka melempari guru dengan bola-bola kertas dan memintanya untuk keluar. Dasar s*mpah! Guru Chi Hoon hanya diam dan nggak bilang apa-apa. 


Kelas susah kosong tapi Goo Hee masih diam di tempatnya. Dia menulis nama guru Chi Hoon di kolom revenge Note. Tapi dia malah merasa ragu saat hendak mengirimkannya. Akhirnya Goo Hee menghapusnya. Dia bingung. Nggak tahu apa yang mesti dia lakukan. Bel masuk bunyi. Goo Hee bangkit dan bergegas ke kelas. 


Goo Hee, Ga Eun,  dan temannya mengerjakan tugas di rumah Deok Hee. Teman Ga Eun mengeluh. Sekolah sedang kacau tapi gimana bisa mereka masih punya mood buat ngerjain kerja kelompok? Ga Eun meminta temannya untuk melihat anggota grupnya sekarang. Ga Eun menatap Deok Hee dan Goo Hee. Ia merasa kalo ada yang salah dengan grupnya. 


Deok Hee membalikkan. Siapa yang bilang kalo kerjasama tim sangat penting? Ga Eun dan temannya terdiam. Deok Hee melanjutkan kalo dia merasa nggak percaya diri. Dia takut dia akan menyerah. 


Teman Ga Eun menyuruh Deok Hee untuk diam. Dia mengaku benar-benar ingin menyelesaikannya bersama. Tapi habis itu dia malah bilang kalo guru benar-benar aneh. 


Goo Hee membenarkan. Ia akan menyerahkan PR-nya besok. Nggak peduli apapun yang terjadi. Ia mengajak teman-temannya untuk melakukannya saja. Deok Hee membenarkan. Ayo lakukan! Ia meminta teman-temannya untuk percaya padanya. Ia menjamin kalo kelompok mereka akan mendapatkan nilai A+  


Ga Eun tersenyum mengejek. Goo Hee menatap Deok Hee dan bertanya apa Deok Hee tahu apa subjek dari tugas itu? Deok Hee mengakui kalo dia nggak tahu. (Hadeuh, tepok jidad!) Teman Ga Eun mengatakan kalo tamat, deh kelompok mereka.


Ibu Deok Hee masuk sambil membawa senampan roti. Ia menyuruh anak-anak untuk belajar sambil ngemil. Ada berbagai jenis roti. Deok Hee sesumbar kalo mereka mendengarnya, kan? Kalo mereka berjalan keluar dari rumahnya maka berat badan mereka akan naik sekitar 3 kg. Siapin mental, ya??!! Ga Eun bangkit dan berterima kasih pada ibu Deok Hee. Ibu mengiyakan dan berpesan agar mereia makan yang banyak. Ibu memuji Ga Eun yang sangat cantik. 


Ibu melihat tugas mereka. Analisa novel? Ia bertanya pada Deok Hee, masih menggunakan itu untuk mengerjakan PR? Ibu merasa itu terlalu aneh. Ia menyarankan agar mereka mencoba beberapa novel online baru. Itu lebih menarik. Ibu lalu pergi. 


Menurut Deok Hee itu sama sekali nggak buruk. Teman Ga Eun lalu mengambil ponselnya dan mencari di website novel online. 


Deok Hee menyampaikan kalo ibunya adalah generasi pertama yang mengejar bintang. Ia merasa kalo rekomendasi ibunya akan sangat menarik. Sambil makan roti teman Ga Eun bertanya apa arti pepatah, aku seorang pelajar, kamu adalah kain usang tapi tetap cinta. Ia merasa kalo itu lebih aneh. 


Ga Eun menyerah. Dia nggak bisa menemukannya. Goo Hee lalu menemukan sesuatu. Ia memperlihatkannya ke Deok Hee. Deok Hee membenarkan. Goo Hee juga memperlihatkannya ke Ga Eun dan temannya. 


Mereka lalu memilih novel itu. Teman Ga Eun mengingatkan kalo itu karya tahun 2002. Ia mengingatkan kalo saat itu mereka berumur satu tahun. Ga Eun membaca penulisnya adalah Kye Sang Bin. Goo Hee memberitahu kalo Kye Sang dari grup G.O.D. Teman Ga Eun ingat, paman-paman itu? Dia heran gimana Deok Hee bisa tahu hanya dengan melihatnya saja? Goo Hee memberitahu kalo lagu-lagu mereka sering diputar di restorannya. 


Deok Hee merasa kalo isinya nggak buruk. Nggak semuanya sastra, sangat realistis. 
Ruang kelas yang berantakan dengan kaleng alkohol yang berserakan. 
Aku melihat guru yang sedang jongkok kemudian aku berlari masuk. 
Guru, kamu baik-baik saja? Guru? 
Guru nggak mengangkat kepalanya lalu dia menggapai dan meraih pinggangku. Nggak papa, karena kamu di sini, aku nggak papa. 
Matahari bersinar di ruang sains, saat tangannya menyentuhku, dua hati bergabung menjadi satu. 
Bukan film di siang hari tapi film di malam hari. 
Teman Ga Eun membenarkan, sebenarnya film tengah malam. 
Dan memegang popcorn di bioskop
Aku bertanya kenapa hanya barisan kita yang kosong? 
Kemudian guru berbisik, aku nggak ingin diganggu, jadi aku memesan semuanya. Hanya ingin kita berdua. Ga Eun, Goo Hee dan temannya Ga Eun jadi heboh. Benar- benar perasaan dari seorang gadis. 


Teman Ga Eun baru menyadari kalo sepertinya mereka pernah melihatnya. Goo Hee meremehkan, dimana mereka bisa melihatnya saat berumur 1 tahun? Ga Eun ingat kalo itu adalah milik Mi Na. Mereka melihatnya sekali lagi dan ternyata memang benar. Deok Hee dan Goo Hee jadi terdiam. Mereka sama-sama nggak nyangka. 


Goo Hee dan Deok Hee pergi ke taman. Goo Hee bertanya pada Deok Hee, gimana caranya bertanya pada Mi Na tentang masalah ini? Mi Na apa kamu bohong? Apa seperti itu? Deok Hee mengaku nggak tahu. Tapi pertama-tama mereka pergi ke tempat Mi Na dulu. 

Bersambung...

Komentar:
Wah nggak nyangka kalo ternyata Mi Na yang bohong. Padahal awalnya mengira kalo antara Mi Na dan guru Chi Hoon itu benar. Tapi ternyata enggak. Hadeuh, tepok jidad! 

Salam
Anysti18