Advertisement
Advertisement

Goo Hee dan Deok Hee menemui Mi Na di taman bermain. Mi Na duduk di atas. Goo Hee bertanya apa dia baik-baik saja? Gimana keadaannya? Mi Na diam dan nggak menjawab. Menoleh pun enggak. 


Deok Hee mengambil ponselnya dan memperlihatkan novel online yang ia bahas kemarin. Ia menanyakan apa kisah Mi Na dikarang dari sana? 100% dari sana? Mi Na menoleh. Dia memberi jawaban ambigu, masih harus bertanya padanya? Deok Hee menurunkan tangannya dan bilang enggak. Ia hanya ingin memastikan apakah itu salinan apa enggak. Deok Hee merasa harus mempertimbangkan kemungkinannya dan menanyakannya pada Mi Na karena hal ini sangat serius. 


Mi Na menatap ke depan dan mengatakan kalo mereka benar-benar saling jatuh cinta. Dia sendiri juga menyesalinya. Dia merasa bersalah karena telah mengunggahnya. Mi Na menangis. Dia nggak ingin menunjukkannya ke siapapun. Menurutnya itu hanya kisah yang hanya bisa mereka miliki. 


Deok Hee dan Goo Hee duduk di ayunan. Goo Hee bertanya pada Deok Hee, apa itu benar? Barusan mereka lihat Mi Na menangis dan sama sekali nggak kelihatan canggung. Deok Hee mengaku merinding. Gimana bisa Mi Na jadi seperti itu? Seandainya itu benar, bukankah itu sejenis khayalan? Goo Hee nggak bisa berkata-kata lagi. 


Mi Na sendiri mengawasi mereka dari atas. 


Ketua kelas masuk kelas sambil membawa banyak buku. Ia berdiri di depan kelas dan mengumumkan kalo sudah terkuak. Ia bertanya pada teman-temannya, apa mereka tahu apa yang barusan dia dengar?

Flashback...


Ketua kelas mencatat buku teman-temannya. Dia mendengar Mi Na sedang diinterogasu dan bangkit menguping. 


Mi Na mengaku ke kepala sekolah kalo ia duduk di mobil guru setiap hari. 


Guru Chi Hoon menjelaskan kalo mereka tinggal di gedung apartemen sebelah yang sama. Ia bertemu dengan Mi Na di pintu masuk dan mengantarnya beberapa kali. 


Mi Na menangis. Ia memberitahu kalo guru Chi Hoon memberinya casing ponsel. Ia bahkan memperlihatkan casing ponselnya dan meletakkannya ke atas meja. Mi Na lalu membuka tasnya dan mengambil baju pasangan dan mug. Ia memberitahu kepala sekolah kalo itu adalah pemberian guru Chi Hoon. 


Guru Chi Hoon diperlihatkan barang-barang itu. Ia mengakui kalo itu memang miliknya. Tapi dia benar-benar nggak tahu kalo Mi Na punya barang yang sama. 


Mi Na mengaku sering pergi ke rumah guru dan berbaring bersama sambil menonton tv. Kepala sekolah dan guru bahasa terkejut mendengarnya. 


Guru Chi Hoon memberitahu kalo Mi Na mengiriminya makanan beberapa kali. Meski membuatnya merasa sedikit terbebani. Untuk seorang anak yang sedikit nggak berdaya di sekolah, guru Chi Hoon terpaksa menerimanya. Ia menekankan kalo Mi Na hanya menunggu di depan pintu dan dia merasa nggak pernah membawanya ke dalam rumah. Guru menyatakan kalo dia nggak bersalah. 


Mi Na menangis tersedu-sedu. Guru menawarinya obat penenang. Mi Na menolak. Dia mengaku nggak pernah minum obat. Mi Na memanggil guru dan memberitahu kalo dia hamil. 


Guru Chi Hoon terkejut mendengarnya. 

Flashback end...


Anak-anak juga terkejut dengar kalo Mi Na hamil. Mi Na masuk kelas. Anak-anak menoleh menatapnya dan langsung diam. Mi Na duduk di kursinya. Goo Hee dan Deok Hee menatapnya khawatir. 


Deok Hee menilai kalo apa yang ingin dilakukan Mi Na sekarang sangat mengerikan. Deok Hee merasa harus mengeksposnya meski itu sangat kejam. 


Goo Hee berdiri di taman belakang. Seorang diri. Dia memantapkan diri menulis nama Mi Na di kolom revenge Note. Ia bilang pada diri sendiri kalo ini bukan balas dendam. Bahkan kalo itu Mi Na, sudah waktunya dia berhenti. Goo Hee yakin dan mengirimnya. 


Ga Eun berdiri di depan kelas untuk melakukan presentasi sebagai perwakilan dari kelompoknya. Kelompoknya melakukan analisa pada novel online. Presentasi yang mereka siapkan hari ini bisa disebut sebagai novel fantasi seorang penggemar yang dibuat di tahun 2002. Judulnya adalah, Aku Seorang Siswa, Kamu Seorang guru, meski begitu, kami tetap terus mencintai. Penulis Kye Sang Bin. Ga Eun memberitahu kalo pada tahun 2002, karya itu telah menjadi hot topik. Bisa dikatakan kalo karya itu adalah sebuah contoh atau preseden untuk novel tipe penggemar. Dan dengan kutipan resmi Ga Eun akan memulai presentasinya. 


Kutipan itu diambil dari bagian novel,
Ruang kelas yang berantakan dengan kaleng alkohol yang berserakan. 
Aku melihat guru yang jongkok kemudian aku berlari masuk. 
Guru, kamu baik-baik saja? Guru? 


Mi Na tampak terkejut. Anak-anak juga menyadari kalo itu adalah tulisan Mi Na. 


Ga Eun melanjutkan,
Guru nggak mengangkat kepalanya. Lalu dia menggapai dan meraih pinggangku. 
Nggak papa, karena kamu di sini, aku nggak papa. 


Anak-anak mengambil ponsel mereka dan mencocokkannya dengan tulisan Mi Na di ig. 

Matahari bersinar di ruang sains, saat tangannya menyentuhku, dua hati bergabung menjadi satu. 
Dalam kitipan itu, pertama, menggunakan singkatan. Kedua menggunakan metafora. Ketiga menggunakan seruan yang berlebihan. Semua itu adalah pekerjaan yang sudah mereka buat. 
Ga Eun berterima kasih lalu kembali duduk di kursinya. 


Guru berdiri menggantikan Ga Eun dan memuji pekerjaan kelompok Ga Eun. Walaupun bukan sebuah karya yang terkenal tapi bisa melakukan analisa dari berbagai sudut. Guru lalu mengumumkan kalo kelas selesai. 


Anak-anak lalu menatap Mi Na dan menanyakan apa maksud dari semua itu? Mereka meminta Mi Na untuk mengatakan sesuatu. Mi Na bangkit. Dia bersumpah kalo dia belum pernah melihat hal yang seperti itu. Mi Na menatap teman-teman sekelasnya dan mengatakan kalo mereka benar-benar keterlaluan. 


Tiba-tiba Mi Na merasa kalo perutnya sakit. Ia memegangi perutnya lalu jatuh. Anak-anak panik dan mengerubungi Mi Na. Mi Na mengerang sambil memegangi perutnya. Ketua kelas menyuruh memanggil guru. 


Guru membawa Mi Na ke dokter. Dokter menyatakan kalo Mi Na nggak hamil. Itu hanya kehamilan hypotctical. Guru terkejut. Ia memberitahu kalo beberapa hari yang lalu Mi Na benar-benar muntah sangat hebat. Dokter memberitahu kalo dalam kasus yang parah, gejala seperti kehamilan memang akan muncul. Untuk saat ini, dokter akan menganjurkan untuk melakukan psikoterapi. Mi Na tetdiam. Dia syok. Ia menangis sambil memegangi perutnya. 


Guru menjelaskan ke anak muridnya kalo jejaring sosial menyebabkan teman sekelas mereka memiliki maaalah. Guru berpesan agar mereka jangan hanya mengunjungi SNS sepanjang hari. Itu nggak baik. Guru nggak akan menyita semua ponsel mereka. Ia berharap anak-anak bisa sadar dan menahannya. Guru lalu mengakhiri pelajaran haru itu. 


Anak-anak kembali membicarakan Mi Na yang mencuri akun SNS pacar guru musik lalu menyalin dan mengunggahnya di ig-nya. Teman sebelahnya mengatakan kalo sepertinya akun Mi Na sudah dilaporkan karena mengunggah foto tiruan di ig. 


Mereka lalu mencocokkan ig Mi Na dengan ig pacar guru Chi Hoon. Goo Hee hanya menatap mereka dari tempat duduknya. 


Goo Hee menjenguk Mi Na di rumah sakit. Ia hanya mengintip dari balik pintu. Mi Na duduk menatap ke depan. Ia memegangi perutnya sambil nangis. Mi Na bertanya aoa guru sangat marah? Mi Na mengaku bersalah. Ia nggak maalsalah kalo guru menikah. Ia ingin mereka bersama seperti dulu lagi. 


Goo Hee penasaran. Ia membuka pintu agak lebar dan ternyata nggak ada siapa-siapa di depan Mi Na. Mi Na tersenyum perih sambil memegangi perutnya. 


Goo Hee lalu menutup pintunya kembali. 


Guru Chi Hoon kembali mengajar. Tapi dia nggak tersenyum seperti biasanya. 


Jejak Mi Na sama seperti belum pernah terjadi apapun sebelumnya. Seperti menghilang. Ig-nya kosong. Semuanya sudah dihapus. Tempat duduknya kini bahkan kosong. 


Balas dendam selesai. 


Goo Hee, Deok Hee, Ga Eun dan temannya terkejut karena novel analisis sekarang jadi topik pencarian. Novel-novel yang sangat jadul. Bukannya itu artinya nggak akan bisa dibaca lagi? Di sana dilaporkan kalo novel penggemar yang menjadi topik hangat pada tahun 2002. Sekarang setelah 15 tahun akhirnya mengungkapkan dampaknya. Novel itu sekarang berada di tengah-tengah usia 40-50 tahun dan mendapat klik luar biasa dan menjadi topik hangat. 


Teman Ga Eun kagum. Daebak! Menurutnya orang yang membuat situs itu benar-benar membuat merinding. 


Deok Hee lalu teringat saat ibunya melihat tugas mereka. Analisis novel. Ibu bertanya apa mereka masih menggunakan itu untuk mengerjakan PR? Ibu menyarankan untuk mencoba beberapa novel online baru yang jauh lebih menarik. 


Goo Hee terbangun di malam hari. Ia membukan kulkas dan mengambil air untuk minum. Ia terkejut melihat ibu duduk meja di dekat dapur menghadap laptop. Ia bertanya apa yang ibu lakukan? Ibu nggak menjawab dan fokus pada layar. Deok Hee nggak nanya-nanya lagi dan kembali ke kamarnya meninggalkan ibu. 

Bersambung...

Komentar:
Ha..ha..ha.. . Lihat ibunya Deok Hee berasa lihat diri sendiri. Nulis malam-malam ^_^. Jangan-jangan novel itu adalah tulisannya ibu? 
Tapi rada kasihan juga sama Mi Na. Saking sukanya sama guru Chi Hoon sampai berakhir seperti itu. Hhh...

Salam
Anysti18