Advertisement
Advertisement

Yoo Ra memarahi Nan Hee karena telah menghilangkan anting-antingnya yang sanhat mahal. Nan Hee merasa nggak menghilangkannya. Dia yakin sudah memberikannya pada Yoo Ra. Yoo Ra mengaku nggak tahu. Dia merasa nggak mengambilnya dari Nan Hee. 


Yoo Ra menyuruh Nan Hee untuk mendekat, bertepatan dengan Goo Hee dan kawan-kawan yang baru keluar dari tempat pemotretan. Dia meminta Nan hee untuk menggantinya karena dia yang telah menghilangkannya. Yoo Ra marah dan mendorong Nan Hee. Dia nggak peduli Nan Hee harus menemukannya. Gimanapun caranya. 


Nan Hee kembali masuk ke lokasi pemotretan dan berpapasan dengan Goo Hee dan teman-teman. 


Yoo Ra melihat Ji Hoon dan menawarinya pulang bareng dengan naik mobilnya. Ji Hoon menolak. Yoo Ra nggak memaksa. Dia lalu pamit.

Yoo Ra masuk ke mobil dan menemukan antingnya. Dia pun mengambilnya dan bertanya-tanya kapan dia menjatuhkannya? 


Yoo Ra lalu mengangkat kakinya dan menyuruh sopir untuk jalan. Sopir tampak nggak suka dengan tingkah nonanya. Yoo Ra bertanya tunggu apa lagi? Dia meminta sopir untuk memutar musik. 


Goo Hee pulang jalan kaki bersama teman-temannya. Kang Min berkomentar kalo prilakunya benar-benar buruk. Bahkan jauh lebih buruk dari yang dia dengar. Goo Hee mengatakan kalo tiba-tiba dia jadi merasa kasihan pada Nan Hee. 


Deok Hee mengatakan kalo Yoo Ra sepertinya suka dengan Ji Hoon. Kang min nggak sependapat. Gimana mungkin? Deok Hee tetap merasa khawatir. Ia menasehati kalo Ji Hoon harus menunjukkan posisinya. Ji Goon bertanya bagaimana caranya? Deok Hee malah balik nanya, kenapa Ji Hoon malah tanya padanya? Dia bertanya pada orang yang bertanya juga? 


Ji Hoon mengemasi buku-bukunya. Dia lalu pamit pada Goo Hee. Mereka nggak bisa pulang bareng karena dia ada pemotretan. Ji Hoon minta maaf. Goo Hee bilang nggak papa. Dia mempersilakan. Ji Hoon lalu pergi. 


Goo Hee menatap kepergian Ji Hoon. Dia nampak sedih. Dia lalu melihat Ji Hoon dari jendela. Ji Hoon berjalan bersama Yoo Ra yang terus menggandeng tangannya. Goo Hee hanya bisa menghela nafas. Rasanya pingin lompat. 


Ga Eun tiba-tiba menepuk pundaknya. Dia meminta Goo Hee untuk sadar. Yang dia lakukan seperti orang b*doh. Apa Goo Hee senang melihat Ji Hoon sama Yoo Ra? Goo Hee nggak percaya Ga Eun mengkhawatirkannya. Ga Eun tersenyum. Siapa yang mengkhawatirkan Goo hee? Ga Eun lalu meninggalkan Goo hee. 


Goo Hee nggak tenang di kamarnya. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Goo Hee buru-buru melihatnya. Dikira itu dari Ji Hoon. Eh, tahunya enggak. Dari Goo Joon.

Goo Joon: kamu mau dompet? 

Goo Hee: iya. Kenapa? 

Goo Joon: MGM mengeluarkan produk baru. Apa kamu mau? 


Goo Hee: ada apa, sih? Membuat bingung saja. 

Goo Joon: nggak mau? 

Goo Hee: bukan, coba lihat. 
Bagus juga. Buka gih. Aku pingin lihat. 

Goo Joon: nggak bisa dibuka. 

Goo Hee: kenapa? 

Goo Joon membukanya. Dan ternyata itu adalah tissue toilet. 


Goo Hee kesal lalu membuang ponselnya. Sedetik kemudian Goo Hee mengambilnya lagi. Goo Hee menulis nama kakaknya di kolom Revenge Note tapi saat mau dikirim tahunya enggak bisa. Ya sudah, tambah kesal lah Goo Hee jadinya. 


Standin banner Ji Hoon berdiri berdampingan dengan standing banner Eun woo. Seseorang berpakaian hitam mengambil milik Ji Hoon dan membawanya pergi. 


Ji Hoon mendadak jadi idola. Banyak siswa perempuan berdiri di jendela teriak-teriak memanggil namanya. Deok Hee saja sampai heran. Daebak! Deok Hee lalu memperlihatkan ponselnya pada Ji Hoon. Kelahiran sang bintang. Para broker sedang mengincarnya. Deok Hee jadi tambah heboh. Dia menanyakan perusahaan mana yang sudah menghubungi Ji Hoon? SM? YG? JYP? 


Ji Hoon mengaku nggak tahu. Dia nggak berencana untuk memulai debut. Kang Min menyayangkan. Kenapa Ji Hoon menyia-nyiakan wajahnya? Berikan saja padanya dan Kang Min akan menggunakannya dengan baik. Ji Hoon menggeleng dan menampar wajah Kang Min. 


Deok Hee lalu membaca berita kalo ada yang mencuri standing banner Ji Hoon. Deok Hee bertanya apa Goo Hee yang menulisnya? Goo Hee hanya tersenyum. 


Temannya Ga Eun memberikan bukunya pada Ji Hoon dan minta tanda tangan. Ji Hoon menolak. Jangan seperti itu. Kang Min malah meledek Ji Hoon. Cepat berikan tanda tanganmu Oppa! Ji Hoon hanya tersenyum. Para gadis di luar jadi heboh lihat senyum Ji Hoon. Popularitas Ji Hoon akan makin naik. Goo hee tampak nggak suka. 


Ji Hoon pulang bersama Goo Hee dan yang lainnya. Di luar sudah ada banyak gadis dari sekolah lain. Mereka menunggu Ji Hoon saat melihat Ji Hoon mereka segera mengambil gambar dengan kamera yang mereka bawa. Kang Min sampai bertanya-tanya apa mereka nggak sekolah? Jalannya di blokir. Apa yang akan Ji Hoon lakukan? 


Ji Hoon menatap Goo Hee. Sayang mereka nggak bisa pulang bersama. Dia pergi dulu. Goo Hee mengangguk. Terlalu banyak orang yang memanggilnya. Ji Hoon janji akan menghubungi Goo Hee nanti. 


Ji Hoon lalu pergi. Yoo Ra tiba-tiba datang dengan mobilnya. Dia meminta Ji Hoon untuk cepat masuk. Yoo Ra akan mengantarnya. Ji Hoon merasa nggak nyaman. Dix menengok ke Goo Hee takut Goo Hee akan salah paham. Tapi Ji Hoon nggak punya pilihan lain. Para gadis yang mengidolakannya berhamburan. Ji Hoon terpaksa masuk ke mobil Yoo Ra. 


Goo Hee tampak kecewa melihat Ji Hoon pergi bersama Yoo Ra. 


Yoo Ra mengajak Ji Hoon ke kafe. Ji Hoon mengaku nggak tertarik dengan Yoo Ra. Yoo Ra hanya mengatakan kalo seseorang yang terlalu mudah juga nggak cukup menarik. Tapi jangan terlalu lama tarik ulur, nanti jadi nggak menarik. Ji Hoon mulai nggak sabar. Apa otak Yoo Ra benar-benar terbuat dari batu? Sekali lagi dia mengatakan kalo dia nggak tertarik dengan Yoo Ra. Apa dia nggak ngerti juga? 


Yoo Ra pura-pura nggak tahu. Apa Ji Hoon mengatakan yang sebenarnya? Kenapa Ji Hoon nggak menyukainya? Apa dia nggak terlihat cantik di mata Ji Hoon? Ji Hoon memberitahu wajah Yoo Ra. Ji Hoon mengaku punya kesabaran yang buruk. Dia nggak mau melihat sesuatu yang dia benci. Melihat sunbae. 


Yoo Ra nggak ngerti apa yang Ji Hoon bicarakan. Ji Hoon melanjutkan kalo dia masih bisa tahan dengan orang yang berwajah buruk tapi berkelakuan baik. Tapi sunbae. Selain wajahnya, perilakunya juga sangat buruk. Tapi habis itu Ji Hoon minta maaf karena harusnya dia nggak bilang kalo Yoo Ra jelek. Untuk selanjutnya Ji Hoon ingin agar Yoo Ra nggak mengganggunya lagi dengan masalah yang seperti itu. 


Ji Hoon lalu pamit dan pergi. Yoo Ra syok. Dia menjerit histeris memanggil nama Ji Hoon. Dia bersumpah akan membuat Ji Hoon berlutut di hadapannya. Ji Hoon pasti akan memohon padanya. 

Bersambung...

Komentar:
Suka dengan sikap tegas Ji Hoon ke Yoo Ra yang terang-terangan langsung menolak Yoo Ra. Bahkan tanpa berbasa-basi dulu. 
Dan agak aneh, ya. Tiap kali Goo Hee menulis nama Goo Joon pasti nggak bisa dikirim. Hmm...mencurigakan. 

Salam
Anysti18