Advertisement
Advertisement


Nan Hee mematikan kameranya lalu menelpon seseorang sambil membersihkan wajahnya. Nan Hee memberitahu orang di seberang kalo mereka ingin menuntutnya dan tentang foto-foto itu juga sudah terbongkar. Nan Hee menambahkan kalo dia mendapat notifikasi balas dendam. Ia merass khawatir dan bertanya apa nggak akan ada masalah? Dan tentang program itu, dia akan benar-benar melakukannya, kan? Nan Hee janji nggak akan mengatakannya.


Nan Hee mematikan telponnya lalu kembali membersihkan wajahnya. Tanpa Nan Hee sadari, kameranya ternyata masih menyala. Wajah aslinya tersorot dan dia banyak mendapat komentar buruk. Nan Hee kembali mematikan kameranya tapi nggak mau mati.


Ponsel Goo Hee bunyi. Notifikasi masuk, balas dendam selesai. Goo Hee mengambilnya dan melihat video Nan Hee. Ternyata wajah Nan Hee ada banyak bekas jerawatnya. Goo Hee merutuk, Nan Hee pantas mendapatkannya.


Ji Hoon mengirim pesan padanya. Dan memintanya untuk datang ke taman sekarang.


Goo Hee menghampiri Ji Hoon yang duduk menunggunya. Dua lalu duduk di samping Ji Hoon. Goo Hee bertanya apa Ji Hoon baik-baik saja? Ji Hoon mengangguk mengiyakan. Ji Hoon memberitahu kalo pelakunya sudah tertangkap. Goo Hee telah mengirim banyak postingan penjelasan. Ji Hoon berterima kasih. Sekarang semua orang sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Goo Hee tersenyum mendengarnya. Dia nggak melakukan apapun. Mereka lah yang hebat dan sensitif.


Ji Hoon lalu memberikan sebuah tas kecil pada Goo Hee sambil bilang selamat ulang tahun. Goo Hee terharu, Ji Hoon tahu ulang tahunnya? Ji Hoon mengiyakan. Beruntung belum terlambat. Dia meminta Goo Hee untuk membukanya.


Goo Hee menurut dan segera membukanya. Dan ternyata isinya adalah kalung yang waktu itu. Goo Hee sampai nggak bisa berkata-kata. Ji Hoon membelinya karena tahu Goo Hee menyukainya. Goo Hee bertanya gimana bisa Ji Hoon tahu? Ji Hoon mengaku tahu dari reaksi Goo Hee saat melihatnya. Sayang waktu itu dia belum punya cukup uang.


Goo Hee tersenyum senang. Lalu terpikit karena inikah Ji Hoon menjadi seorang model? Ji Hoon membenarkan. Nanti dia nggak akan melakukannya lagi. Goo Hee menyayangkan, padahal Ji Hoon melakukannya dengan sangat baik. Ji Hoon merasa itu sudah cukup sekali saja. Hal itu sangat menyebalkan.


Goo Hee lalu meminta Ji Hoon untuk memakaikan kalung itu untuknya. Ji Hoon menurut dan memakaikannya pada Goo Hee.


Goo Hee lalu menatap Ji Hoon dan bertanya gimana? Ji Hoon tersenyum dan bilang cantik. (Agak rancu, ya? Yang cantik kalungnya apa orangnya, nih?) Goo Hee tersenyum bahagia. Tapi habis itu suasananya malah jadi canggung. Apalagi pas Goo Hee melihat bibir Ji Hoon. Gimana dia mengakhiri situasi itu? Goo Hee benar-benar nggak bisa berpikir. Apalagi pas lihat Ji Hoon terus mengulum bibirnya.


Tiba-tiba ponselnya bunyi. Pesan dari Goo Joon.

Goo Joon: Kamu ada di taman, kan? Apa yang kamu lakukan di sana? Kenapa nggak dijawab? Nggak mau jawab? Kamu ingin ayah dan aku menangkapmu?

Goo Hee: Ada apa?
Aku sedang bersama temanku.

Goo Joon : Teman? Bukankah kamu bersama pacarmu? Buruan balik!

Goo Hee: Ahh...sekali ini saja.


Goo Joon: Aku nggak mau tahu. Kalo kamu nggak datang dalam 10 menit, maka aku dan ayah akan menyusulmu kesana.

Goo Hee: Gimana bisa aku kembali dalam 10 menit? Kenapa melakukan ini?

Goo Joon: Aku akan mulai menghitung dari sekarang. 1...2...3...

Goo Hee: kenapa kamu harus melakukannya hari ini?


Ji Hoon menatap Goo Hee dan bertanya dari oppa, ya? Ada apa? Goo Hee memberitahu kalo ayahnya sedang mencarinya dan dia harus pulang. Ji Hoon nggak masalah. Dia menyuruh Goo Hee cepat pulang. Goo Hee mengatakan kalo dia nggak mau pulang. Ji Hoon mengingatkan kalo ayah Goo Hee sedang mencarinya. Dia akan mengantar Goo Hee pulang.


Goo hee setuju.mereka lalu bangkit dan berjalan pulang.gak seberapa lama mereka sampai. Ji hoon menyuruh goo hee untuk masuk goo hee merasa berat dan balik menyuruh ji hoon untuk pergi lebih dulu. Ji hoon mengiyakan.mereka saling melambaikan tangan.


Ji Hoon berbalik. Belum juga melangkah Ji Hoon sudah balik lagi dan tahu-tahu mencium pipi Goo Hee. Habis itu dia pamit.


Goo Hee tersenyum sambil meraba pipinya. Dia merasa bahagia. Goo Hee lalu masuk.


Tanpa Goo Her sadari ternyata ada Eun Woo yang menyaksikan semuanya dari dalam mobilnya. Eun Woo nampak kecewa. Eun Woo lalu menatap kadonya untuk Goo Hee.


Goo Hee sampai rumah. Dia langsung menatap tajam kakaknya. Goo Joon memperingatkan kalo sampai Goo Hee terlambat sedikit saja maka dia akan menyusulnya. Goo Hee menghampiri kakaknya dan menanyakan gimana dia bisa tahu keberadaannya? Apa Goo Joon menguntitnya? Memata-matainya?


Tahu-tahu ayah dan ibu muncul sambil nyanyi, saengil chukahamnida!!! Goo Hee terharu karena mereka mengingat hari ulang tahunnya. Ibu sesumbar, ulang tahun siapa dulu?


Goo Joon berkomentar kalo gimanapn merayakan dengan pacar lebih... . Goo Hee buru-buru menutup mulut kakaknya sebelum ngomong lebih banyak lagi.


Goo Hee lalu menghampiri orang tuanya dan meniup lilinnya. Goo Joon lalu memberinya kado. Goo Hee sampai pingin nangis.


Goo Hee duduk bersama orang tua dan kakaknya. Ulang tahun kali ini akan selalu dia ingat.


Goo Hee dikamarnya. Dia bilang ke Ji Hoon kalo dia sangat bahagia. Ji Hoon juga, kan? Lah ternyata Goo Hee ngomong sama standing bannernya Ji Hoon. Dan Goo Hee berdiri di atas kasur biar bisa sejajar dengan Ji Hoon. Goo Hee lalu memeluk dan mencium Ji Hoon.


Ji Hoon pulang dengan berjalan kaki. Dia juga merasa sangat bahagia. Tiba-tiba ada suara keras dari arah belakang. Ji Hoon menoleh kaget.

Bersambung...

Komentar:
Wah, nggak nyangka Ji Hoon jadi model cuman gara-gara mau ngasih kalung ke Goo Hee. Dan ternyata Goo Joon walaupun jahil sama Goo Hee tapi dia perhatian juga.
Dan apa yang terjadi sama Ji Hoon? Sampai kaget gitu?

Salam
Anysti18

1 komentar:

Tinggal dikit lagi
........