Advertisement
Advertisement

Goo Hee datang ke sebuah tempat les untuk mengantar pesanan ayam. Dia nggak nyangka kalo yang pesan adalah Yoo Ra dan teman-temannya. Goo Hee mencoba untuk profesional dan tetap ramah. Dia meletakkan makanan itu diatas meja. Total biaya 170.00 won. Apakah akan dibayar dengan... . Yoo Ra mrngeluarkan sejumlah uang. Dia bilang ke Goo Hee kalo Goo hee nggak perlu memberikan kembaliannya padanya. Yoo Ra melempar uang itu ke Goo Hee. 


Goo Hee menghela nafas menahan amarah. Dia memunguti uang itu lalu memberikan 10 kupon pada Yoo Ra karena telah memesan banyak dan memberitahu kalo Yoo ra dapat satu paket gratis ayam goreng. Goo Hee memberikan kupon itu ke tangan Yoo Ra sambil bilang selamat menikmati. Goo Hee lalu pergi. 


Yoo Ra menahan Goo Hee. Dia mengambil sepotong ayam goreng dan mencium aromanya. Ah... . Yoo Ra bilang kalo itu bau minyak. Ayam goreng murahan baunya nggak enak. Yoo Ra mengejek Goo Hee yang memberikan makanan seperti itu padanya untuk dimakan? Goo Her mengatakan kalo dia memakan itu setiap hari. Yoo Ra nggak tahu kan kalo ayam goreng buatan ayahnya sangat enak? 


Yoo Ra makin murka. Dia mengambil sekotak dan menumpahkan isinya. Yoo Ra menyuruh Goo Hee untuk memakannya. Yoo Ra menyindir Goo Hee yang hanya seorang pengantar makanan. Teman-teman Yoo Ra tertawa melihat Goo Hee. 


Goo Hee menghampiri ayam itu dan mengambilnya. Yoo Ra dengan sengaja menginjak salah satu ayam lalu mengarahkannya ke Goo Hee. 


Goo Hee sudah nggak bisa tahan lagi. Dia menatap Yoo Ra lalu menggunakan kepalanya untuk mendorong Yoo Ra. Yoo Ra nggak terima dan jadilah mereka saling jambak-jambakkan. Teman-teman Yoo Ra memisahkan mereka tapi Goo Hee sama sekali nggak mau berhenti. Yoo Ra mengancam kalo ibunya nggak akan membiarkan Goo Hee pergi. Goo Hee nggak peduli dan menyerang Yoo Ra lagi. 


Anak-anak yang ada disana hanya menonton saja sambil merekam menggunakan ponsel mereka. 


Wajah Goo Hee lebam. Deok Hee menggosoknya dengan telur. Kang Min berkomentar kalo Goo Hee badannya kecil tapi seperti ayam jantan. Ji Hoon melihat wajah Goo Hee, dia merasa kalo itu pasti sakit. Goo Hee tersenyum. Dia baik-baik saja. Tapi Han Yoo Ra sekarang mungkin... . 


Yoo Ra datang ke kelas Goo hee bersama ibunya. Ibu Yoo Ra marah-marah dan bertanya siapa yang sudah membuat putrinya seperti itu? Keluar! Siapa! Yoo Ra menunjukkan Goo Hee pada ibunya. 


Ibu Yoo Ra langsung menghampiri Hoo Hee dan hendak memukulnya. Ji Hoon sigap menahan tangan ibu Yoo Ra. Ibu Yoo Ra minta dilepaskan. Apa mereka berhubungan? Ibu Yoo Ra berusaha menarik tangannya tapi Ji Hoon nggak mau melepaskannya. Ibu Yoo Ra mengancam nggak akan membiarkan Goo Hee pergi. 


Guru datang. Dia meminta ibu Yoo Ra untuk tenang. Dia nggak bisa melakukan itu di sekolah. Ibu Yoo Ra bertanya apa dia seorang guru? Guru mengiyakan. Ibu Yoo Ra berpendapat kalo dia sama sekali nggak terlihat seperti guru. (Lah?) Yoo Ra tertawa kecil di belakang ibunya. 


Ibu Yoo Ra meminta guru itu untuk mengeluarkan Goo Hee. Kalo enggak maka dia akan memberitahu kementrian pendidikan. Ibu Yoo Ra menarik kerah baju guru dan menyuruhnya untuk mengusir Goo Hee. Ibu Yoo Ra lalu mendorong guru. Guru kembali menghadap ibu Yoo Ra. Dia mengatakan akan berusaha. 


Ibu Yoo Ra menemui kepala sekolah bersama dengan Goo Hee dan ibunya. Ibu Yoo Ra mengatakan kalo nggak ada lagi yang perlu dibicarakan. Dia menyuruh kepala sekolah untuk mengeluarkan Goo Hee. Kepala sekolah berusaha menenangkan ibu Yoo Ra. Ia ingin agar mereka membicarakan apa yang sebenarnya sudah terjadi. 


Ibu Yoo Ra meminta kepala sekolah untuk melihat wajah Yoo Ra. Apa kepala sekolah masih bisa tenang melihat wajah Yoo Ra seperti itu? Ibu Goo Hee nggak terima. Dia memberitahu kepala sekolah kalo Goo Hee juga dipukuli oleh Yoo Ra. Yoo Ra membeeitahu kalo Goo Hee lah yang pertama kali memulai. Yoo Ra menatap kepala sekolah dan memberitahu kalo dia mengatakan yang sebenarnya. Goo Hee tiba-tiba menyerangnya. Kalo nggak percaya maka kepala sekolah bisa bertanya pada teman-temannya. 


Yoo Ra merengek pada ibunya, betapa takutnya dia. Ibu Yoo Ra merangkul Yoo Ra dan bilang ke kepala sekolah kalo anaknya ketakutan. Nan Hee tiba-tiba masuk menemui kepala sekolah. Dia ingin menunjukkan sesuatu. Nan Hee lalu memperlihatkan ponselnya pada kepala sekolah. Itu adalah video yang ia ambil saat Yoo Ra menghina Goo Hee lalu Goo Hee menyerangnya. 


Kepala sekolah lalu mengatakan kalo apa yang dikatakan Goo Hee adalah benar. Ibu Yoo Ra tetap nggak mau mengakui kesalahannya. Dia merasa kalo apa yang dikatakan anaknya sama sekali nggak salah. Itu adalah kebenaran. Hanya ayam goreng di distrik, apa sih yang dia banggakan? 


Ibu nggak mau kalah. Dia mengingatkan kalo ibu Yoo Ra sudah menghina Goo Hee-nya. Ibu mengaku sudah lama bersabar. Dasar! Masih berani jadi seorang master? Ibu Yoo Ra tersulut. Berani-beraninya ibu Goo Hee memarahinya. Dia bangkit menghampiri ibu Goo Hee dan menyerangnya. Ibu Goo Hee nggak mau kalah. Dia mendorong ibu Yoo Ra dan perkelahian antar ibu pun terjadi. 


Ibu berhasil mengalahkan ibu Yoo Ra. Ibu memperingatkan ibu Yoo Ra agar jangan merendahkannya. Dari tadi dia sudah menahannya. Ibu Yoo Ra marah. Dia bangkit mengancam ibu Goo Hee. Beraninya mengancamnya. Tunggu saja. Dia nggak akan menyerah. Ibu Yoo Ra mengajak Yoo Ra pergi. Dia janji akan menangkap mereka semua. 


Ibu Goo Hee nggak takut. Dikiranya dia benar? Dasar kurang ajar! Guru mengacungkan jempolnya ke ibu. 


Ibu Yoo Ra datang ke perusahaannya dan langsung disambut oleh banyak wartawan. Mereka memotretinya. Ibu Yoo Ra meminta mereka untuk nggak mengambil gambar. 


Keluarga Goo Hee menonton berita. Presiden dari perusahaan GORAE melakukan kekerasan terhadap sopir pribadinya disertai dengan ucapan kasar. Ibu malah merasa kasihan melihatnya. Katanya ingin menangkap ibu tapi malah dia sendiri yang masuk. 


Goo Hee makan buah sambil bilang kalo nggak baik kalo dipukuli sama ibunya. Goo Hee mwmberitahu ayah kalo saat itu ibunya sangat keren. Ayah membenarkan. Saat itu ibu sudah mencapai puncaknya dan nggak main-main lagi. Ayah bahkan yakin kalo dia akan bertekad untuk membunuhnya. 


Goo Joon juga merasa kalo ibunya keren. Goo Hee lalu memijit pundak ibunya. Ibu merasa kalo harusnya dia ada di sana dan melemparnya ke jalan. 


Goo Hee memasukkan buku ke dalam tasnya. Goo Joon masuk ke kamarnya dan memberikan ponsel Goo Hee yang sudah selesai dia perbaiki. Goo Hee menerimanya. Goo Joon memberitahu Goo Hee kalo dia menghabiskan banyak waktu untuk memperbaikinya. Kalo Goo Hee melakukannya lagi maka dia akan mati. Goo Hee mengiyakan. Kakaknya memang yang terbaik sambil mengangkat dua jempolnya. Goo Joon lalu keluar. 


Goo Hee tersenyum menatap ponselnya. Ada pesan dari Revenge Note. Goo Hee bertanya-tanya apa yang harus dia lakukan dengan itu? Ia merasa nggak punya balas dendam lagi. 


Goo Hee berada di taman belakang seorang diri memandangi ponselnya. Benar. Dia memang nggak memerlukan Revenge Note lagi. Sudah waktunya untuk berhenti. Goo Hee mantap membuang aplikasi itu. Dia lalu keluar dengan senyum di bibirnya. Selamat tinggal Revenge Note. Terima kasih. 


Eun Woo, Ji Hoon, Deok Hee, Kang Min, Goo Joon mendapat pesan di ponselnya. Siapakah Master dari Revenge Note? 

Bersambung...

Komentar:
Akhirnya Goo Hee membuang aplikasi itu. Dia nggak punya balas dendam lagi. Tapi apa benar Master-nya adalah salah satu dari Eun Woo, Ji Hoon, Deok Hee, Kang Min dan Goo Joon? 
Tapi ini belum tamat, ya. Masih ada satu episode spesial. 

Salam
Anysti18

1 komentar:

Ak yakin masterdari revenge note goo joon (abgny goo hee)