Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Sm:)e Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 1 Part 2

Di sebuah ruang otopsi, dua orang dokter sedang mengotosi mayat seorang wanita. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Mereka memeriksa mata, mulut, kepala dan membedah perut jenazah itu. Dokter itu merasa aneh karena otopsi hampir selesai tapi mereka tetap nggak bisa memastikan penyebab kematiannya. 


Dokter itu lalu memeriksa kaki mayat. Dia menemukan keanehan di sana. Dia merasa yakin kalo sebelumnya nggak ada titik merah di sana. Dokter itu mengarahkan telunjuknya untuk menyentuh titik itu. Rekannya melihat jam di dinding. Sudah lewat jam 12 sekarang. 


Dan hal yang mengejutkan terjadi ketika dokter itu menyentuh tanda merah di telapak kaki sang mayat. Mayat itu bangkit seketika. 


Anehnya dua dokter itu sama sekali nggak terkejut. Mayat itu lalu tertawa. Di sekitar mereka ada banyak orang yang memperhatikan. 


CUT! CUT! CUT! Sutradara marah (lah, ternyata mereka lagi syuting??? Hadeuh, kirain ini drama horor??!!) Sutradara menghampiri orang yang berperan sebagai mayat dan memarahinya. Apa dia nggak bisa jadi mayat yang tenang? Nggak bisa??? Gadis itu memberitahu kalo tadi itu dia merasa gatal. 


Sutradara makin marah. Dia memanggil asistennya dan minta buat gadis itu diganti aja. Gadis itu melarang. Dia sesumbar kalo dia adalah seorang profesional dalam peran mayat. 


Pria yang berperan jadi dokter menghampiri sutradara dan memintanya untuk tenang. Dia berpikir kalo saat ini mereka nggak perlu menggantinya. Ia melarang sutradara untuk meremehkan mayat. 


Pria itu menghampiri pemeran mayat dan menidurkannya. Ia meminta sutradara untuk melihatnya. Gadis itu disergap oleh seorang pembunuh psikopat di malam yang gelap jadi ekspresi terahirnya adalah wajah membeku karena sangat terkejut. Putus asa dengan keberanian. 


Sutradara hanya menghela nafas, malas. Pria itu melanjutkan kalo menurutnya mayat itu telah menunjukkan perasaannya di wajahnya. Ia merasa kalo gadis iti pasti sudah mempelajari karakternya sehingga perasaan itu sangat nyata. Menurutnya gadis itu sangat hebat.


Sutradara memanggil pria itu, tuan Su. Dengan sangat kesal sutradara mengaku kalo dia hanya butuh mayat. Dan nggak perlu perasaan apapun. Nggak perlu ada perasaan. 


Seorang pria berjaket menghampiri sutradara dan merangkulnya. Dia memberitahu sutradara kalo semua properti disewa oleh kru di sebelah mereka. Semua karyawan termasuk petugas pengiriman semuanya telah off satu kali. Ia meminta sutradara untuk menggunakan gadis itu saja. 


Sutradara lalu mengatakan kalo akting gadis itu bagus. Perasaannya sangat nyata. Pria berjaket membenarkan. Ia merasa kalo pak Su benar. Sutradara lalu mengingatkan kalo Shen Xun akan datang sore ini. Ia meminta pria itu untuk memastikan Shen Xun berdiri dengan baik. Pria berjaket mengiyakan. Sutradara melanjutkan kalo Shen Xun nggak suka dengan beberapa adegan, maka harus diganti dengan peran pengganti. 


Pria berjaket minta sutradara agar nggak khawatir. Dia sudah menyelesaikannya. Sutradara lalu mengatakan istirahat makan siang. Pria berjaket mengulangi ke semua orang, istirahat makan siang. 


Semua orang lalu bubar. Gadis itu bangkit dan berterima kasih pada tuan Su. 


Gadis itu menyingkirkan selimutnya lalu duduk. Dia mengosok-gosokkan kedua tangannya agar merasa hangat lalu mengambil kacamata dari dalam sakunya dan memakainya. 


Dia bernama Xiaoxing. Dia adalah seorang aktris. Walaupun 99% waktunya selalu...sebagai penepuk papan, pembawa alat peraga, melakukan make up dan berperan sebagai mayat. Dia juga pandai dalam mati dengan penyesalan yang abadi. Dan namanya bertahan selama berabad-abad. Baik atau jahat. 


Menari adalah hobinya dan pertunjukan adalah impiannya. Suatu kali Xiaoxing sedang melakukan casting. Dia menunjukkan tariannya dengan sangat baik. Selesai menari dia diminta untuk menari lagi tapi kali ini dengan sorotan kamera. Xiaoxing menatap kamera yang mengarah ke arahnya dan menjadi gugup. Di mulai nggak tenang dan berkeringat dingin. Peserta casting yang lain berbisik-bisik di belakangnya. Xiaoxing nggak tahan lagi. Dia berjalan mundur dan pergi. Dia kabur. Dia menderita aphasia lensa. 


Xiaoxing duduk melamun. Temannya mengguncang-guncangkan tubuhnya dan menanyakan apa dia baik-baik saja? Kenapa dia memakai kacamatanya? Dimana lensa kontaknya? Xiaoxing memberitahu kalo itu nggak disebutkan. Kemarin mereka membuatnya mati dengan mata terbuka sepanjang hari. Jadi setekah hari yang panjang dia mengalami iritasi mata. 


Xiaoxing menghela nafas. Dia bertanya-tanya kenapa belakangan dia selalu bernasib buruk? Teman Xiaoxing tersenyum. Dia menyentuh dagu Xiaoxing dan meyakinkannya kalo selama ada dia maka keberuntungannya pasti akan datang kembali. 


Dia lalu duduk di samping Xiaoxing. Xiaoxing memperkenalkan temannya. Namanya adalab Do Ruo, orang yang sangat riang. Du Ruo adalah teman terbaiknya dan juga teman sekamarnya. Baru aja bilang akan mengembalikan keberuntungan Xiaoxing dia malah hampir jatuh saat hendak duduk. Beruntung Xiaoxing menangkapnya. Mereka lalu saling merangkul satu sama lain. Xiaoxing bernarasi kalo Du Ruo adalah nama bunga. Bahasa bunganya adalah Luck. Jadi dia selalu mengklaim bisa membawa keberuntungan ke semua orang di sekitarnya. Tapi... . 


Seorang pria lewat sambil membawa tangga. Du Ruo memanggilnya dan bertanya apa dia Tuan Zhang Huan? Pria yang membawa tangga itu berbalik dan tangganya menabrak kacamata Xiaoxing hingga melesat. Xiaoxing syok dan terbaring. Ia kembali bernarasi kalo untuk menjadi teman Du Ruo harus mempertaruhkan nyawa. Belajar untuk membela diri bahkan dia bisa terluka karena kesalahan. Dia harus punya tempat yang tenang untuk berbaring. 


Du Ruo duduk di atas Xiaoxing dan mengecek keadaannya. Xiaoxing membuka matanya dan tersenyum menatap Du Ruo. Du Ruo memuji akting gadis itu yang paling jelas melakonkan jenazah. Terbaik! 


Sementara itu sebuah mobil sedang ngebut dijalanan. Mobil itu dikendarai oleh seorang wanita. Wanita itu bernama Jiang Ye. Dia adalah manajer dari artis bernama Su Zhan. Kali ini dia menyetir untuk Su Zhan dan Shen Xun yang akan segera syuting, makanya dia terburu-buru. 


Nggak lama kemudian mereka sampai di tempat parkir lokasi syuting. Shen Xun keluar dari mobil bersama dengan Jiang Ye. Shen Xun mengaku nggak pernah punya agen casting seperti Jiang Ye. Kayak dia punya hutang saja padanya. Shen Xun menanyakan apa Jiang Ye melakukannya dengan sengaja? 


Jiang Ye santai. Dia mengulangi perkataan Shen Xun yang menilai kalo dia mengemudi terlalu cepat? Menurut Jiang Ye, Shen Xun nggak harus memecat pengemudi yang mengemudi dengan pelan. Jiang Ye menatap Shen Xun dan menanyakan berapa banyak sopir dan asisten yang telah Shen Xun pecat? Super star lainnya disebut super karena mendapat banyak penghargaan. Tapi Shen Xun? Menurut Jiang Ye Shen Xun sangat licik. 


Shen Xun malas dan memalingkan wajahnya. Su Zhan keluar dari mobil dengan tertatih. Shen Xun bertanya apa dia baik-baik saja? Jiang Ye nggak mau disalahkan karena membawanya kesana. Itu semua adalah ide dari tuan Su. Itu untuk membiasakan Su Zhan dengan tempat umum. 


Para penggemar Su Zhan langsung berlarian menuju tempat Su Zhan. Hal itu membuat Su Zhan dan Shen Xun panik. Shen Xun menyalahkan Jiang Ye yang tadi bilang mereka akan aman. Jiang Ye mengaku nggak nyangka kalo akan ada banyak orang. 


Para penggemar itu langsung menyerbu Su Zhan dan Shen Xun. Jiang Ye mencoba menahan mereka. Agar nggak mendekati Su Zhan. Su Zhan yang panik mencoba membuka pintu mobil tapi nggak bisa. 


Xiao Xiang keluar dan melihat kerumunan itu. Ia mengambil kacamatanya yang retak dan melihat Shen Xun. 

Flashback...


Saat makan siang Xiaoxing diminta pergi ke gerbang 3 untuk menjemput Shen Xun. Xiaoxing mengiyakan. Serahkan saja padanya. 

Flashback end...


Melalui kacamata yang bolong itu Xiaoxing bisa melihat Shen Xun. Dia menyimpan kembali kacamatanya lalu menghampiri kerumunan itu dan menarik Shen Xun. 


Xiaoxing yang sedang nggak pakai kacamata salah tarik. Bukannya Shen Xun yang dia tarik tapi Su Zhan. Su Zhan sendiri juga mau-mau aja ditarik sambil lari-larian. 


Xiaoxing berhenti setelah merasa sudah cukup jauh. Xiaoxing meminta Shen Xun agar nggak usah khawatir. Mereka aman di sana. Xiaoxing berbalik dan melihat orang yang dia tarik ternyata bukan Shen Xun. Xiaoxing yang nggak yakin mengambil kacamatanya dan melihat sekali lagi. Memang benar bukan Shen Xun. 


Xiaoxing bingung dan bertanya dia siapa? Kenapa mengikutinya? Su Zhan diam saja dan nggak menjawab. 


Xiaoxing lalu dapat telpon dari  sutradara yang menanyakan apa Xiaoxing sudah membawa Shen Xun? Xiaoxing mengiyakan. Dia akan segera kesana. 


Habis itu Xiaoxing main pergi gitu aja meninggalkan Su Zhan. Selepas Xiaoxing pergi, Su Zhan langsung mengecek tangannya. 

Bersambung...

Ha..ha..ha.., baru aja episode pertama sudah bikin ketawa. Xiaoxing pakai acara salah tarik segala. 
Dan kira-kira kenapa, ya Su Zhan langsung megecek tangannya setelah Xiaoxing pergi? 

Salam
Anysti18

4 komentar

Wah jgn2 klu disentuh jdi alergi kya drakor yg itu...jdi penasaran semangat ya ditunggu kelanjutanya 😊😊

semangat ya min buat episod selanjutnya

Drakor apa, ya? Jarang nonton drakor soalnya jadi nggak ngeh ^_^

Salam
Anysti18

Terima kasih atas komentarnya. Bikin semangat up lagi.

Salam
Anysti18