Advertisement
Advertisement

Kang mengatakan pada anak buahnya kalo ayah Deuk Sik adalah Daejehak dan adiknya ingin menjadi ratu. Tapi Deuk Sik nggak senang saat ditawari jabatan. Menurutnya Seong Deuk Sik adalah pria yang sederhana. Kang merasa kalo pasti ada sesuatu yang membebani pikiran Deuk Sik kalo dia nggak senang diberi jabatan. 


Anak buah Kang mengaku kalo ada sesuatu yang mengganggunya tentang komandan Lima penjaga, Do Jungkook. Kang mengingatkan kalo dia adalah orang yang menembakkan panah pada Eunsung untuk membalas dendam? Anak buah Kang melanjutkan kalo sebelum pangeran Yang Ahn meninggal, dia sempat menasehatinya untuk berhati-hati terhadap Do Jungkook. Ia ingin tahu apakah Kang nggak mempromosikannya terlalu cepat dan memberinta terlalu banyak otoritas. 


Kang mengaku hanya ingin menunjukkan kalo dia menghargai mereka yang setia kepadanya. Kang meminta anak buahnya untuk mengawasi Jungkook kalo memang dia mencurigainya. Anak buah Kang lalu bertanya kenapa Kang nggak menunda kunjungannya ke makam kerajaan besok? Kang hanya menghela nafas. 


Sementara itu orang-orang Hwi sedang mempersiapkan senjata mereka. Gi Teuk memperhatikan Si Gae yang sedang menyiapkan anak panah. Dia menghampiri Si Gae dan memasukkan semua anak panah itu ketempatnya. Ia berpesan kalo apapun yang terjadi, larilah dengan kencang. Jangan lihat kebelakang. Larilah secepat yang Si Gae bisa. 


Si Gae malas dan kembali memeriksa anak panahnya. Dia lalu menyuruh Gi Teuk untuk memikirkan urusannya sendiri. Gi Teuk hanya menghela nafas lalu bangkit meninggalkan Roo Si Gae. 


Hwi sedang bersama Ja Hyeon. Ja Hyeon sudah berganti pakaian. Ia merasa aneh karena ia merasa hal-hal yang mewah nggak cocok untuknya. Hwi mengingatkan kalo itu lebih baik daripada menyamar sebagai laki-laki. Ja Hyeon menghela nafas kesal digoda oleh Hwi. Hwi tersenyum menatap Ja Hyeon. 


Ja Hyeon mendadak merasa khawatir. Hwi meraih tangannya dan mengatakan seenggaknya mulai besok semuanya akan berakhir. Semua orang akan kembali ke tempat yang tepat dan mereka bisa mengadakan pernikahan yang sudah lama mereka tunggu-tunggu. Mereka akan bersama selamanya. Ja Hyeon tersenyum dan mengangguk. Tapi tetap dia merasa khawatir. 


Hwi mengingatkan kalo ini gagal, maka Ja Hyeon dan ayahnya nggak tahu apa-apa tentang ini. Ja Hyein memberitahu kalo Kang curiga Hwi masih hidup. Hwi merasa kalo mereka tetap nggak bisa berhenti. Ia merasa kalo hanya ada satu kesempatan. Hanya kunjungi makam kerajaan yang akan menarik Kang keluar istana. Kalo merrka kehilangan kesempatan itu, maka mereka harus menunggu peringatan meninggalnya mendiang raja. 


Ja Hyeon mengangguk. Hwi meminta Ja Hyeon untuk pulang ke rumah dan menunggunya. Ja Hyeon mengaku nggak akan pergi. Hwi terkejut mendengarnya. Ja Hyeon melanjutkan kalo saat dia menunggu Hwi kembali, Hwi tahu apa yang paling ia sesali? Ja Hyeon menyesal karena dia nggak bisa menjadi pengantin Hwi pada hari mereka bertukar janji. Ja Hyeon nggak ingin penyesalan itu terulang lagi. 


Mata Ja Hyeon menangis. Hwi mengingatkan kalo saat ini dia nggak dianggap ada di dunia ini. Dia dianggap sudah meninggal. Ja Hyeon memberitahu kalo Hwi berada tepat di hadapannya dan masih hidup. Hwi menanyakan apa Ja Hyeon tahu apa yang paling ia syukuri selama tiga tahun terakhir? Hwi bersyulur karena nggak menikah dengan Ja Hyeon sebelum ia pergi. Hwi akan menghadapi nasib yang ngfak tentu di negeri asing. Dia nggak tahu apa dia akan mati hari ini atau besok. Hwi bersyukur karena dia nggak mengikat Ja Hyeon dengan pernikahan. 


Ja Hyeon menatap Hwi dan mengklaim kalo itu bohong. Mata Hwi juga berkaca-kaca. Ja Hyeon melanjutkan kalo Hwi selalu merindukannya tiap hari dan menyesalinya di malam hari. Ja Hyeon mengaku nggak takut. Hari ini dia akan menjadi pengantin Hwi. 


Hwi lalu memeluk Ja Hyeon. Ia juga mencium Ja Hyeon lama. 


Si Gae menunggu di luar kamar. Tiba-tiba Gi Teuk datang dan hendak menarik Si Gae. Si Gae menghempaskan tangan Gi Teuk dan memberitahu kalo dia juga akan menemui Hwi saat mereka selesai bicara. Gi Teuk memberitahu kalao mereka nggak akan selesai bicara malam ini, b*doh. Gi Teuk menarik Si Gae pergi. 


Gi Teuk memberitahu kalo di malam seperti ini banyak yang harus mereka bicarakan. Karena ini mungkin terkhir kalinya mereka bersama jadi mereka pasti khawatir. Si Gae bertanya gimana dengan mereka? Kalo itu mungkin adalah terakhir kalinya, Hwi juga harus bersama mereka. 


Gi Teuk mengatakan kalo Si Gae bisa bersamanya. Si Gae mengaku terluka. Dia menepuk dadanya dan memberitahu kalo sakitnya tuh disini. Si Gae menangis memberitahu kalo hatinya sakit. Rasanya seperti seseorang merobeknya. 


Gi Teuk memeluk Si Gae dan memberitahu kalo Si Gae sedang patah hati. Si Gae mendorong Gi Teuk dan menyebutnya pembohong. 


Gi Teuk menatap Si Gae dan memberitahu kalo saat semua ini berakhir dan pangeran menikahi Asshi lalu hidup bersama, maka Si Gae juga harus tinggal dengannya. Si Gae nghak mau. Dia akan tinggal dengan Hwi. Gi Teuk bertanya apa Si Gae mau patah hati tiap hari? Si Gae memalingkan wajahnya. Gi Teuk melanjutkan kalo penderitaan Si Gae hanya tinggal satu hari lagi. Mulai sekarang Si Gae harus brthenti melindungi orang lain. Si Gae nggak perlu melindungi Hwi atau Ja Hyeon lagi. Mulai sekarang Gi Teuk yang akan melindungi Si Gae. 


Si Gae menatap Gi Teuk lalu menginjak kakinya. Gi Teuk kesakitan. Si Gae meremehkan kalo Gi Teuk bahkan nggak bisa berkelahi. Si Gae lalu beranjak meninggalkan Gi Teuk. Gi Teuk memberitahu kalo dia pandai berkelahi. 


Deuk Sik berdiri di depan kamar Ja Hyeon. Kkeutdan menghampirinya dan memberitahu kalo Ja Hyeon akan pulang terlambat. Dia menyelinap dari penjaga dan pergi menemui pangeran. Kkeutdan meminta Deuk Sik untuk nggak khawatir karena para pengawal mengira kalo mdreka kehilangan Ja Hyeon saat di pasar. Kkeutdan memberitahu mereka kalo Ja Hyeon sudah pulang dan tertidur. 


Deuk Sik bertanya pada Kkeutdan, apa ini benar-benar untuk Ja Hyeon? Kkeutdan hanya menghela nafas. Dia lalu melangkah dan duduk di tangga. Deuk Sik mengikuti dan duduk di samping Kkeutdan. Deuk Sik mengatakan kalo Jin Yang sudah menjadi raja. Apa mungkin bisa menggulingkannya dari tahta? 


Kkeutdan mengaku nggak tahu tentang semua itu. Tapi itulah yang diinginkan Ja Hyeon. Ja Hyeon hanya mengkhawatirkan diri sendiri dan yang mulia jadi Kkeutdan mengikutinya. Deuk Sik mengingatkan kalo keluarga mereka hampir nggak bisa meloloskan diri dari bencana yang akan memusnahkan mereka. Masuk ke lubang itu lagi dan lagi. 


Deuk Sik menatap Kkeutdan dan memberitahu kalo itu menakutkan baginya. Kkeutdan mengaku kalo dia juga takut. Nasib mereka bisa lebih buruk lagi sebagai pelayan. Tapi Hwi dulu adalah pangeran dan melihat gimana dia menderita sungguh membuat Kkeutdan takut. 


Deuk Sik menyandarkan kepalanya di pundak Kkeutdan. Kkeutdan sampai terkejut, tapi akhirnya dia membiarkan. 


Hwi menatap Ja Hyeon dan melakukan malam pertama mereka. 


Pagi harinya Ja Hyeon membantu Hwi berpakaian. Hwi menatap Ja Hyeon dan mengaku nggak bisa melakukannya lagi. Ia menyarankan kalo hari ini Ja Hyeon harus bersembunyi di tempat yang jauh. 


Ja Hyeon meletakkan jarinya di bibir Hwi dan menggeleng. Hwi mengaku terus menyesal karena menyeret Ja Hyeon ke dalam masalah itu. Kalo hari ini semuanya gagal maka Ja Hyeon akan mati. 


Ja Hyeon memberitahu kalo dia nggak akan menyesalinya. Bahkan kalo hidupnya berakhir hari ini, Ja Hyeon nggak akan menyesalinya. Hwi tersentuh lalu memeluk Ja Hyeon. Ja Hyeon menangis. Ia berpesan agar Hwi kembali dengan selamat. Hwi mengangguk. Dia janji akan kembali. 


Dayang ibu suri berjalan mengendap-endap sambil membawa sebuah surat. Sekretaris kerajaan menghampirinya dan membuatnya terkejut. Sekretaris kerajaan bertanya kenaps dia terkejut? Dayang bilang kalo bukan apa-apa. Sekretaris kerajaan menanyakan pesan yang ingindayang sampaikan pada ibu suri. Dayang mengatakan kalo itu bukan sesuatu yang harus sekretaris kerajaan ketahui. Dayang Jang lalu pamit. 


Ibu suri membaca surat itu. Ia lalu mengatakan kalo hari ini Eunsung akan mengantarkan pangeran seungpyung. Dayang menyampaikan kalo ia pikir sekretaris kerajaan mencurigai sesuatu sedang terjadi. 


Ibu suri menyimpan surat itu pada pakaiannya. Ia merasa kalo sekretaris kerajaan pasti merasa khawatir karena ia nggak lagi bicara padanya. Tapi apa yang harus mereka lakukan? Mereka bahkan nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. 


Kang berpakaian dengan dibantu oleh dayang. Sekretaris kerajaan menemuinya. Kang menanyakan apa yang terjadi? Sekretaris kerajaan mengatakan kalo ia pikir Kang harus menunda rencananya untuk meninggalkan istana. Kang menanyakan apa alasannya. Sekretaris kerajaan menyampaikan kalo mungkin ada kelompok pemberontak yang berencanx menyerangnya dalam perjalanan kesana hari ini. 


Kang marah dan bertanya siapa yang berani melakukannya? Apa sekretaris kerajaan mendapatkan informasi tentang para pemberontak? Sekretaris kerajaan memberitahu ada rumor yang tersebar luas kalo pangeran Seungpyung dan pangeran Eunsung masih hidup. Menurutnya ini bukan waktu yang tepat untuk keluar dari istana. 


Anak buah Kang menyampaikan kalo dia merasa khawatir karena komandan Lima Penjaga yang menemani Kang hari ini. Kang bertanya-tanya apa dia perlu memakai baju besi? 


Hwi dan pasukannya bersujud di hadapan mantan raja. Mereka siap untuk berangkat. Hwi menghampiri Ja Hyeon dan mengatakan kalo saat Ja Hyeon menerima pesan, maka dia langsung bergerak. Ja Hyeon mengangguk. 


Hwi lalu menoleh ke Gi Teuk dan memintanya untuk melindungi Ja Hyeon. Gi Teuk mengangguk mengiyakan. Hwi kembali menatap Ja Hyeon dan janji akan kembali. Ja Hyeon mengangguk. 


Hwi lalu kembali pada pasukannya. Ja Hyeon berpesan pada mereka semua agar jangan sampai terluka. Pelayan Hwi meminta Ja Hyeon jangan khawatir. Mereka minta Ja Hyeon menyiapkan minuman untuk merayakannya saat mereka kembali. Ho Chi meminta daging juga. 


Yoo Kyung meminta mereka untuk kembali dengan selamat. Ia akan menyiapkan meja khusus untuk mereka. Orang-orang itu senang mendengarnya. 


Ja Hyeon menghampiri Si Gae. Dan bertanya apa Si Gae sudah memakainya? Si Gae mengangguk dan memperlihatkannya pada Ja Hyeon. Ja Hyeon berpesan agar Si Gae jangan sampai terluka. 


Hwi menghampiri Ja Hyeon dan meraih tangannya. Mereka saling menatap lama. 


Hwi melepaskan tangan Ja Hyeon dan mengajak pasukannya untuk pergi sekarang. Pasukan itu membelah jadi dua. Hwi melangkah mantap diikuti pasukannya. 


Sementara itu Kang juga bersiap untuk berangkat. 


Ja Hyeon dan Gi Teuk mengawasi mantan raja yang sedang bermain bunga. 


Hwi melangkah dengan berani bersama para pasukannya. 

Bersambung...

Komentar:
Hadeuh, jadi ikutan tegang, nih. Dramanya sendiri memang udah habis masa tayangnya. Tapi sejauh ini aku masih belum tahu endingnya seperti apa. Mau nonton sampai tamat juga nggak sempat. Jadi tahunya ya sambil nulis gini. 
Semoga aja happy ending, ya???

Salam
Anysti18