Advertisement
Advertisement

Pertarungan masih berlangsung dan jadi makin sengit. Si Gae dan beberapa pelayan Hwi tiba-tiba datang dan ikut membantu. Jungkook menaiki kudanya. 


Si Gae menyuruh Hwi untuk pergi dan melindungi mantan raja. Hwi merasa berat tapi Si Gae mendorongnya dan menyuruhnya untuk menunggang kuda dan pergi ke istana. Si Gae berkata kalo dia akan menyusul Hwi nanti. Ia memutar kuda Hwi dan menepuknya. Hwi pun pergi bersama dengan Jungkook. 


Dalam perjalanan Hwi masih memikirkan Si Gae. Beberapa kali dia menengok ke belakang. 


Roo Si Gae bertarung dengan sekuat tenaga. Beberapa prajurit berhasil ia habisi. Anak buah Kang turun dari kudanya dan menghampiri Si Gae. Mereka beradu pedang. Si Gae memutar pisaunya dan siap menusukkannya ke anak buah Kang. Sayang dua kalah cepat. Anak buah Kang memukul tangannya menggunakan pegangan pedang segingga pisau yang ia pegang terjatuh. Anak buah Kang mengayunkan pedangnya dan berhasil melukai lengan kiri Si Gae. 


Para pelayan Hwi melihat si Gae terjatuh dan merasa khawatir. Mereka menghampiri Si Gae tepat saat anak buah Kang mengangkat pedangnya siap menebas Roo Si Gae. Mereka pun bersama-sama melawan anak buah Kang. Tapi anak buah Kang terlalu kuat. Satu-persatu dari pelayan Hwi jatuh terkena pedang anak buah Kang. 


Nggak lama mereka bertiga pun meninggal. Roo Si Gae syok melihatnya. Ia hanya bisa menangis. Kakak ipar Kang pergi. 


Anak buah Kang menghampiri Roo Si Gae. 


Hwi memacu kudanya agar bisa cepat sampai di istana. 


Na Gyeom bertanya pada Kang kenapa dia nggak pergi ke makam keluarga kerajaan? Kang memberitahu kalo dia mendapat informasi kalo akan ada konspirasi untuk membunuhnya. Na Gyeom menyarankan agar Kang membatalkannya dan menangkap penghianat itu. Kenapa Kang malah mengirim tandu kosong? 


Kang menghela nafas. Ia menanyakan siapa yang paling mungkin untuk dijadikan raja berikutnya setelah para pemberontak itu membunuhnya? Kang merasa kalo mungkin mereka akan membawa keponakannya kembali ke istana. Na Gyeom bertanya apa Kang mencoba untuk menangkap pangeran Seungpyung? Kang berencana untuk mengumpulkan semua pemberontak dan pada saat yang bersamaan menangkap pangeran Seungpyung ketika kembali ke istana. 


Na Gyeom tersenyum dan memuji Kang yang sungguh bijaksana. Kang melanjutkan kalo mereka nggak bisa memberi salam pada utusan Ming dengan tangan kosong. Kang menyuruh Na Gyeom untuk menjaga Pangeran Seungpyung saat dia datang karena Kang merasa nggak bisa mempercayai ibu suri dan Kang juga nggak bisa membiarkannya bertemu dengan ibunya. Na Gyeom mengangguk. Percayakan saja padanya Na Gyeom janji nggak akan membiarkan siapapun membawanya pergi. 


Ja Hyeon dan Gi Teuk masih dalam perjalanan menuju istana. 


Dayang ibu suri menunggu di depan pintu istana. 


Kang dan beberapa orang meninggalkan istana. Para penjaga yang berada di pihak Hwi bertanya-tanta kenapa raja ada di istana? Apa yang terjadi? Mereka merasa kalo raja mengirim raja palsu ke makam kerajaan. Rencana pertama mereka sepertinya gagal. Mereka nggak punya pilihan lain selain melakukan rencana kedua seperti yang diperintahkan. 


Kakak ipar dan anak buah Kang kembali ke istana dengan Roo Si Gae sebagai tawanan. Si Gae yang terluka dipaksa berjalan dengan tangan yang terikat dengan tubuhnya. 


Kang masuk ke kamar ibu suri. Mantan ratu langsung bangkit saat melihat Kang. Ia nampak ketakutan. Kang menanyakan kenapa mereka terkejut? Ibu suri santai, gimana mereka nggak terkejut kalo raja yang seharusnya berada di tempat lain ada di istana? Ibu suri menanyakan ada apa? Apa Kang pulang karena sakit di perjalanan? 


Kang mengatakan kalo ia mendapat informasi kalo akan ada kudeta. Mantan ratu tampak terkejut. Kang melanjutkan kalo untuk nenangkap para pemberontak di tempat, ia mengirim rombongan kerajaan dan tetap di istana untuk melindungi istana. Ibu suri bertanya kenapa Kang nggak memberitahukan hal penting itu padanya? Kang memberitahu kalo serangan balasan harus dilakukan secara diam-diam seperti pemberontakan. 


Mantan ratu pamit. Ia hendak keluar tapi Kang buru-buru menahannya dengan mengatakan kalo informasi penghanatan itu benar, maka para pemberontak itu akan mati hari ini. Saat itu juga wajah ibu suri dan mantan ratu menjadi tegang. Kang bertanya apa ibu suri sutah mengetahui hal itu? Para pemberontak itu berencana membunuhnya. 


Ibu suri nggak mengatakan apapun. Kang melanjutkan kalo dia merasa kalo dia yakin ibu suri akan memberitahunya kalo ibu suti tahu karena nggak ada orang tua yang akan membunuh anaknya. Ibu suri menatap Kang dan memberitahu kalo dia adalah ibu yang mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk anaknya. Kang menatap ibu suri sinis dan bertanya apa Ibu suri mengatakan yang sebenarnya? Ibu suri mengatakan kalo karena itu, Kang juga harus berusaha untuk menyelamatkan keponakannya. 


Kang hanya menghela nafas. Mantan ratu hendak melangkah keluar tapi Kang lagi-lagi menahannya dengan mengatakan kalo ada kudeta, akan berbahaya baik di dalam maupun di luar istana. Ia menyuruh para pengawal di luar untuk melindungi istana ratu dengan nyawa mereka. Ia menatap ibu suri dan melanjutkan, lindungi dua wanits ini. 


Ja Hyeon dan Gi Teuk sampai di gerbang istana. Ja Hyeon bilang ke penjaga kalo ia ingin menemui ibu suri. Ja Hyeon lalu memperlihatkan kartu masuknya. Penjaga menanyakan siapa yang ada di dalam tandu? Ja Hyeon nggak bisa mengatakannya. 


Dayang keluar dan memberitahu penjaga kalo dia adalah anak dari rumah pribadi ratu. Dayang maju dan membuka tandu itu. Ia mengatakan karena ibu suri merasa kesepian, ia ingin menghabiskan waktu bersama anak-anak di rumah pribadinya. Penjags lalu membukakan pintu untuk mereka. 


Kang dan orang-orangnya melangkah menuju keluar. Mereka bertemu dengan Ja Hyeon dan Gi Teuk yang sedang membawa mantan raja. Ja Hyeon terkejut melihat Kang. Kang tersenyum dan menghampiri Ja Hyeon. Ia nggak nyangka kalo akan bertemu dengan Ja Hyeon di sana. Ja Hyeon nggak menjawab. Kang melanjutkan kalo sepertinya Ja Hyeon nggak nyangka melihat Kang di sana. 


Kang lalu menatap tandu itu dan menghampirinya. Ja Hyeon sigap menahannya dengan berdiri di hadapan Kang. Kang menatap Ja Hyeon sinis dan menyuruhnya untuk menyingkir. Ja Hyeon sama sekali nggak mau pergi. Kang dengan kasar mendorongnya sampai terjatuh. Gi teuk menghampirinya dan bertanya apa dia nggak papa? 


Kang tersenyum lalu membuka tandu itu. Mantan raja terkejut. Kang tersenyum dan menyapa keponakannya. Kang memberitahu kalo dia sedang menunggunya. Ja Hyeon bangkit dan menutupnya. Kang bangkit dan menatap Ja Hyeon. Ja Hyeon melarang Kang mengejutkan mantan raja. Apa Kang nggak lihat dia sampai gemetar ketakutan melihat Kang? Kang tersenyum dan berterima kasih pada Ja Hyeon karena telah membawa Seungpyung  padanya. Kang nggak pernah nyangka Ja Hyeon akan memberinya hadiah yang begitu besar. 


Ja Hyeon bertanya apa Kang pikir ia membawanya untuk Kang? Kang mengaku tahu kalo Ja Hyeon telah menipunya hari ini. Tapi lihat apa yang terjadi pada akhirnya? Berkat Ja Hyeon Kang bisa menemukan pangeran Seungpyung yang sangat ia inginkan. Pada akhirnya kudeta itu ada gunanya untuknya. Kang menyuruh Ja Hyeon untuk menunggu. Ia akan menangkap semua pemberontak dan menunjukkan pada Ja Hyeon akhir yang mengerikan. 


Ja Hyeon menatap Kang sinis dan mengingatkan kalo itu belum berakhir. Hari ini akan jadi hari yang sangat panjang. Kang menengok dayangnya dan menyuruhnya untuk membawa pangeran Seungpyung ke tempat tinggal ratu. Ratu pasti sedang menunggunya. Dayang mengangguk. Kang juga menyuruh untuk membawa Ja Hyeon dan kasim Park ke istana rahasia. Masih banyak hal yang perlu ia dengar dari mereka. 


Pengawal maju dan membawa Ja Hyeon serta Gi Teuk. Sementara dayang membawa mantan raja ke istana ratu. Mantan raja meronta minta dilepaskan. Ia menanyakan ibunya. Dayang sampai kewalahan dibuatnya. 


Na Gyeom tersenyum dan mengucapkan selamat datang pada mantan raja. Mereka sudah lama menunggunya. Mantan raja hanya menatapnya dengan nafas memburu. Ekspresi Na Gyeom tiba-tiba berubah sinis. 


Kang menginterogasi Ja Hyeon dan Gi Teuk. Ia menanyakan apa rencana mereka. Apa mereka mencoba membunuh Kang saat ia sedang menuju makam dan mengembalikan pangeran Seungpyung? Atau apakah Eunsung masih hidup seperti rumor yang beredar? Dan mereka ingin menobatkannya sebagai raja baru? 


Ja Hyeon dan Gi Teuk diam dan nggak bilang apa-apa. Kang kembali bertanya siapa saja dari keluarga kerajaan yang tahu tentang itu? Bahkan orang-orang di istana ibu suri, apa mereka tahu? Gi Teuk mengatakan kalo pangeran Eunsung sudah lama meninggal. Mereka hanya mencoba untuk membalas dendam pada musuh almarhum pangeran Eunsung. 


Ja Hyeon menatap Kang dan menambahkan kalo mereka ingin melanjutkan perjuangan pangeran Eunsung. Mereka ingin mencoba mengembalikan tahta mantan raja yang telah diperlakukan nggak adil. Kang menatap Ja Hyeon dan menahan marah. Ja Hyeon meminta ratu digulingkan dan ingin mengambil tempatnya. Dan setelah itu Ja Hyeon menipunya. 


Ja Hyeon bertanya apa Kang merasa diperlakukan nggak pantas? Apa Kang marah? Kang telah menipu orang-orang dan menghianati keluarga kerajaan. Dan juga banyak pejabat istana yang menjadi bawahan Kang. Tapi Kang marah karena ia menipunya? 


Kang tersenyum seolah menantang. Ia lalu mengambil pedang dari seorang pengawal dan mengacungkannya ke leher Gi Teuk. Ia meminta Gi Teuk untuk mengatakan yang sebenarnya. Apakah Eunsung masih hidup? Ja Hyeon menatap Kang dengan mata berkaca-kaca. Gi Teuk mengatakan pada Ja Hyeon kalo dia baik-baik saja dan jangan khawatirkan dia. 


Kang seolah ingin membuktikan kalo dia nggak main-main. Dengan tanpa ragu ia melikai leher Gi Teuk dengan pedangnya. Ja Hyeon syok dan memanggil Gi Teuk. Kang bertanya apa ini yang dia bilang baik-baik saja? Gi Teuk meminta agar Ja Hyeon nggak menyerah. Ia mengatakan kalo Kang mengancam orang lain dengan menyakiti orang-orang yang dekat dengan mereka. Jangan biarkan kekejamannya membuat Ja Hyeon goyah. 

Bersambung...


Komentar:
Sekali lagi rencana Hwi gagal. Bahkan para pelayannya pun meninggal. Entah apa yang akan terjadi dengan Si Gae nantinya. Dan agak terkejut saat lihat Kang mendorong Ja Hyeon tanpa ragu. Baru kali ini lihat Kang segitu teganya sama Ja Hyeon. Hadeuh, tepok jidad! 

Salam
Anysti18