Advertisement
Advertisement

Ja Hyeon makin nggak tega melihatnya. Gi Teuk mengatakan kalo dia akan mati dengan bahagia. Ja Hyeon memanggil Gi Teuk. Kang kembali mengancam, kalo Gi Teuk ingin mati, maka ia akan mengabulkannya. 


Kang mengangkat pedangnya sambil teriak, siap menebas leher Gi Teuk. Ja Hyeon turun dari kursinya dan berlutut di hadapan Kang. Bukankah ia yang ingin Kang bunuh? Ja Hyeon bertanya apa yang ingin Kang ketahui? Ja Hyeon akan mengatakan semuanya. Apa yang sebenarnya Kang ingin ketahui? 


Kang menatap Ja Hyeon dan mengatakan kalo ia akan memberitahu Ja Hyeon yang sebenarnya. Kang menatap Ja Hyeon dan bilang nggak peduli Eunsung masih hidup atau enggak, tapi para pemberontak yang menyebabkan insiden dalam perjalanan ke makam telah mati. Byeongjo ingin menyingkirkan semua penghianat jadi dia membawa pasukan. 


Ja Hyeon nampak syok mendengarnya. Ia lalu mengatakan kalo orang-orang akan bangkit lagi. Bahkan kalo mereka semua mati, harapan orang-orang yang mati hari ini nggak akan padam. Ja Hyeon menatap Kang seolah dia nggak takut. Kang adalah raja yang menjual negeri ini pada orang-orang Barbar dan telah membunuh kerabatnya. Ja Hyeon yakin kalo mereka nggak akan melayani raja yang membunuh keponakannya sendiri. 


Kang geram mendengarnya. Ia bangkit dan mengatakan kalo semua orang akan berlutut di hadapannya. Ia akan melihat mereka memohon padanya untuk menyelamatkan nyawa mereka. Kang sesumbar kalo negeri itu miliknya. Kang merehkan kalo ja Hyeon nggak tahu apa-apa dan masih keras kepala. 


Penjaga di luar memberitahu Kang kalo utusan dari lokasi pemberontakan telah tiba. Seseorang masuk dan memberitahu Kang kalo mereka diserang oleh para pemberontak saat sebelum menyeberangi sungai. Tapi dengan bantuan Byeongjo dan kepala pengawal kerajaan, mereka mampu mengalahkan para pemberontak itu. Ja Hyeon dan Gi Teuk terkejut mendengarnya. Orang itu melanjutkan kalo kepala pengawal kerajaan sedang mengejar orang-orang yang berhasil melarikan diri. Kang menyuruh orang itu untuk memerintahjan para pengawal untuk mencari mereka dan membawa pimpinan pemberontak padanya. Orang itu mengiyakan lalu pamit. 


Kang lalu kembali menatap Ja Hyeon. Ja Hyeon mengatakan kalo Kang akan merasa takut karena ada yang selamat. Kang nggak bilang apa-apa dan hanya menatap Ja Hyeon. 


Penjagaan gerbang istana diperketat. Pengawal yang berada di pihak Hwi datang dan memberitahu pada penjaga kalo ada pemberontakan. Ia menyuruh penjaga untuk membuka gerbang saat kepala kantor penyelidikan istana datang membawa pasukannya. Penjaga mengatakan kalo pekerjaannya adalah mengamankan gerbang. Ia menyuruh pengawal itu untuk mengatakan pada kepala Uigeumbu untuk menjaga keamanan di luar istana. Pengawal memberitahu kalo mereka perlu menambah kekuatan di dalam istana. Penjaga mengatakan kalo saat kepala Uigeumbu datang, ia akan mengirim pesan ke dalam dan menunggu perintah raja. Pengawal itu nggak bisa apa-apa lagi. 


Dayang melapor kepada ibu suri kalo raja mengirim Seungpyung ke kediaman ratu. Dan membawa Ja Hyeon ke istana rahasia. Mantan ratu jadi mengkhawartirkan anaknya. A ia bertanya pada ibu suri, apa yang akan terjafi pada anaknya? Ibu suri memutuskan kalo dia harus bertemu dengan raja. Kalo Ja Hyeon tertangkap lalu siapa yang akan melingungi pangeran Seungpyung. Ia merasa kalo itu nggak boleh terjadi. Mantan ratu mengatakan kalo ia akan ikut dengan ibu suri kesana. Ibu suri meminta mantan ratu untuk menunggu dan ia yang akan membawa Myeong. 


Ibu suri lalu bangkit dan hendak keluar. Tapi di luar rupanya ada penjaga. Mereka nggak mengijinkan ibu suri untuk meninggalkan istananya. Ibu suri mengatakan kalo ia harus menemui raja. Penjaga menyampaikan kalo mereka akan mengirim pesan kalo ibu suri ingin menemui raja. Ibu suri menolak. Ia akan pergi sendiri. 


Penjaga melarang dan menghalangi langkah ibu suri. Ibu suri nggak peduli. Ia menyuruh mereka untuk menyingkir. Beraninya mereka menghalangi jalan ibu raja. Ibu suri mengaku sedang terburu-buru dan meminta agar mereka nggak menghalangi jalannya. Para penjaga itu bingung. Dan ibu suri melangkah melewati mereka bersama dengan dayangnya. 


Hwi dan Jungkook sampai di depan istana. Pengawal memberitahu kalo raja masih di dalam istana. Ia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi? Jungkook memberitahu kalo rencana mereka gagal. Hwi menambahkan kalo rencana mereka untuk menyingkirkan hyung-nya dari istana dan mengembalikan mantan raja ke singgasananya telah gagal. Jungkook mengatakan kalo sudah waktunya untuk perang habis-habisan. 


Hwi mengatakan kalo mereka berusaha mengusir kakaknya dari istana untum mengurangi korban. Jungkook mengaku mengerti keinginan Hwi untuk nggak membunuh kakaknya sendiri, tapi mereka harus mempertaruhkan hidup mereka, kalo Hwi ingin membersihkan jalan untuk masa depan. Hwi mengajak orang-orangnya untuk pergi. Kali ini mereka nggak boleh gagal. Hwi lalu memacu kudanya menuju istana. 


Kang menanyakan keputusan Ja Hyeon. Pemberontakan telah gagal dan semua pemberontak telah mati. Ja Hyeon mengatalan kalo pilihan mereka sudah mereka putuskan kemarin. Mereka nggak berharap untuk berhasil saat mereka memasuki istana. Bahkan kalo mereka gagal, maka itu adalah jalan yang harus mereka tempuh. 


Kang menatap Ja Hyeon dan bertanya apa Ja Hyeon benar-benar harus terlibat dalam hal itu? Kalo saja Ja Hyeon menunggu dengan tenang, bahkan kalo ia terjebak dalam konspirasi, pasti ada cara untuknya melarikan diri. Ja Hyeon menatap Kang dan meremehkan kalo orang seperti Kang nggak akan mengerti. Ada orang yang ingin mati lebih dari siapapun untuk bertahan hidup sendiri. Seseorang yang bersedia mati untuk menjaga cintanya tetap hidup. 


Kang meradang. Ia menegaskan kalo dialah yang menang dan sejarah akan mencatat kemenangannya. Ja Hyeon membantah kalo pemenang dalam sejarah nggak ditentukan dalam kehidupan mereka. Setelah hari-hari yang mereka lalui, orang-orang akan tahu kalo Kang adalah orang yang membunuh adiknya dan merebut tahta keponakannya. Dan bahwa ada orang-orang yang nggak menyerah sampai akhir. Mereka berusaha untuk memperbaiki negeri. 


Kang nggak sependapat. Ia menanyakan apa jalan yang dilalui Eunsung adalah satu-satunya jalan yang benar? Seperti apa sebenarnya cinta mereka berdua? Ja Hyeon memberitahu kalo berjalan bersama di jalan yang benar. Ia mengingatkan kalo menginginkan untuk untuk hidup bersama itu bukan cinta. Apa Kang pikir kalo usahanya untuk berubah adalah cinta? 


Kang mengatakan kalo saat ia pikir Eunsung telah meninggal, ia pikir membiarkan Ja Hyeon tetap hidup adalah hukumannya. Kang tersenyum pedih. Ia mengaku telah tahu sekarang, kalo membunuh Ja Hyeon lebih dulu akan menjadikannya hadiah untuk Eunsung akan menjadi penderitaan terbesar baginya. 


Kang melangkah dan mengacungkan pedangnya ke leher Ja Hyeon. Gi Teuk khawatir dan memanggil Ja Hyeon. Kang mengatakan kalo ia ingin membunuh Eunsung dan membiarkan Ja Hyeon tetap hidup. Atau membunuh Ja Hyeon dan membiarkan Eunsung tetap hidup. Ja Hyeon berkaca-kaca menatap Kang. Kang melanjutkan kalo mereka berdua akan menjadi hukuman terbesar bagi semua orang. 


Ibu suri berteriak meminta Kang menghentikannya sekarang juga. Ia melangkah menghampiri Kang dan mengatakam kalo Ja Hyeon nggak bersalah. Ibu suri mengaku kalo dia yang meminta Ja Hyeon dan Gi Teuk untuk membawa pangeran Seungpyung ke istana. 


Kang seperti nggak nyangka. Ia mengalihkan pandangannya ke ibunya. Ia bertanya apa ibu sudah tahu tentang semua itu? Ibu suri memberitahu kalo Eunsung nggak merencanakan pembunuhan. Kang menyimpulkan kalo ibu suri tahu kalo Eunsung masih hidup. Ibu suri mengatakan kalo saat Kang pergi keluar, Hwi ingin datang ke istana dan mengembalikan tahta mantan raja. 


Kang mengatakan kalo itu rencana Hwi untuk membunuhnya. Ibu suri menatap Kang dan menanyakan tanpa tahta apakah hanya tinggal kematian untuknya? Ibu suri mrngatakan kalo dia yang akan bertanggung jawab. Ia melarang kang membunuh orang yang nggak bersalah lagi dengan mengayunkan pedangnya. 


Kang seolah nggak takut. Dia menatap ibunya dan mengatakan kalo dia bahkan membunuh pamannya dengan tangannya sendiri. Ia bertanya gimana bisa ibu suri bisa sekejam itu padanya? Untuk menyudutkannya. Apa ibu suri memintanya untuk membunuh ibunya sendiri dengan kedua tangannya? Ibu suri menatap Kang dengan kemarahan yang mendalam. Begitu juga dengan Kang. 


Hwi dan pasukannya sampai di depan gerbang istana. Jungkook selaku Kepala Penyelidikan istana menyuruh penjaga untuk membuka gerbang. Penjaga menyuruh Jungkook untuk melindungi istana dari luar. Ia memberitahu kalo dikarenakan serangan saat prosesi kerajaan oleh para pemberontak, mereka ditempatkan di posisi keamanan tertinggi. Mereka diharuskan menjaga gerbang agar tetap tertutup. 


Hwi menatap Jungkook. Jungkook mengerti. Ia lalu mengatakan pada penjaga kalo Kepala pengawal kerajaan yang memberikan perintah. Sekali lagi ia menyuruh penjaga untuk membuka gerbang. Penjaga mengumumkan pada para bawahannya kalo tanpa perintah darinya, jangan buka gerbang istana. Ia akan mengirim seseorang ke kediaman raja untuk menerima perintah raja. 


Penjaga berbalik hendak mengirim pesan kepada raja. Pengawal yang berada di pihak Hwi menarik pedangnya di hadapan penjaga itu. Ia menyuruh penjaga untuk membuka gerbangnya. Itu adalah perintah raja. Penjaga itu memberitahu kalo itu sudah menjadi aturan untuk menjaga gerbang ditutup dalam keadaan siaga. Ia nggak akan bergerak tanpa perintah raja. Pengawal itu membantah. Menurutnya perintah surga adalah perintah kerajaan. 


Ia lalu mengayunkan pedangnya dan pertarungan kembali terjadi. Kepala penjaga melarang untuk membuka gerbang. Mereka tadi adalah penghianat. Hwi menyuruh mereka untuk membuka getbangnya karena penghianat sebenarnya ada di dalam istana. 


Hwi dan Jungkook turun dari kudanya. Para penjaga berhasil mereka kalahkan. Pengawal Hwi membuka gerbang dan Hwi bersama Jungkook serta orang-orangnya pun masuk. Hwi menyuruh Jungkook untuk mengambil setengah dari  pasukan dan serengahnya lagi untuk melindungi gerbang. Ia mengingatkan kalo Jepala pengawal kerajaan dan Byeongjo akan menyerang. 


Hwi lalu menanyai pengawal raja,  apa yang terjadi pada mantan raja? Pengawal itu memberitahu kalo dia telah dipindahkan ke tempat tinggal ratu. Hwi lalu menayakan Ja hyeon yang membawanya ke istana. Pengawal itu memberitahu kalo pangeran Jin yang membawanya ke istana rahasia bersama dengan kasim Park. 


Jungkook mempersilakan Hwi untuk pergi. Ia akan membawa pangeran Jin Yang dan membawa pergi mantan raja dari istana ratu. Hwi mengangguk. Ia mempercayakannya pada Jungkook. Hwi lalu pergi. 


Kang menatap ibunya dan berkata meski ibu suri adalah seorang ibu, kalo putranya adalah seorang raja, ibu suri nggak bisa melakukan hal-hal yang ia inginkan. Merupakan kejahatan besar berusaha untuk melengserkan raja dari tahtanya. Itu adalah sesuatu yang nggak bisa Kang maafkan meskipun ia adalah ibunya sendiri. Kang memohon agar ibu mengerti. 


Ibu suri menoleh dan memanggil raja. Kang menyuruh anak buahnya untuk membawa ibu suri. Ibu suri minta dibiarkan membawa Ja Hyeon. Kang menatap ibunya dengan kemarahan memuncak, ia bertanya apa ibu suri masih nggak paham dengan situasinya? Ibu suri nggak punya hak untuk memerintahnya. Ibu suri diam nggak bergeming. 


Kang seolah menantangnya. Ia kembali mengacungkan pedangnya ke leher Ja Hyeon. Ja Hyeon menatap Kang seolah nggak takut sama sekali. Kang mengatakan kalo Ja Hyeon menghinanya dan bersekongkol dengan para penghianat untuk menyingkirkannya. Dan meski Ja Hyeon ditebas dengan pedang itu, dia nggak bisa berkata apa-apa. 


Gi Teuk memanggil ibu suri seolah meminta perlindungan. Ibu suri meminta Kang untuk membunuhnya dulu. Ja Hyeon memanggil ibu suri. Ibu suri mengatakan kalo Kang bahkan membunuh adiknya sendiri. Kenapa dia nggak bisa membunuh ibunya? Ibu suri menatap Kang dan sekali lagi memintanya untuk membunuhnya lebih dulu. Dayang dan Ja Hyeon menundukkan wajahnya, nggak berani melihat lagi. 


Kang dengan mata berkaca-kaca meminta ibu suri untuk mengatakan kalo dia menyesal. Bilang kalo ibu berbuat salah!!! Ibu suri menatap Kang tajam. Kang kembali bertanya kenapa ibu suri nggak memberinya kesempatan untuk menjadi raja yang baik? 


Ibu suri membentak Kang dan memberitahu kalo tahta itu bukam milik Kang. Hidup Kang jadi berantakan sejak ia mulai serakah untuk mendapat posisi raja. Kang juga sudah mengacaukan seluruh keluarga kerajaan mereka. Kang berseru memanggil ibu suri. 


Semua orang nampak sedih. Begitu pula dengan ibu suri. Ibu suri mrngakui kalo Kang punya bakat untuk membuatnya menjadi raja. Seandainya ia dilahirkan sebagai putra pertama, semua orang akan memujinya dan ia akan menjadi raja yang kuat dan sehat. Tapi para bawahan dan orang-orang nggak memperlakukan Kang sebagai raja. Kang nampak sedih mendengarnya. Ibu suri melanjutkan kalo itu karena Kang naik tahta dengan cara yang nggak benar. 


Kang nampak syok. Ia bahkan sampai menangis. Di luar terdengar suara orang berteriak. Kang, Ja Hyeon dan Gi Teuk terkejut. Kang keluar untuk melihatnya. 


Hwi dan pasukannya sampai di istana rahasia. Kang keluar dengan membawa pedang. Ia menatap Hwi sambil senyum. Jadi Hwi masih hidup? Hwi mengatakan kalo ada seseorang yang harus ia lindungi, maka dia nggak bisa mati. Kang mengatakan kalo pada akhirnya itu akan terjadi. Pertarungan itu nggak akan pernah berakhir kalo dia nggak membunuh Hwi. 

Bersambung...


Komentar:
Hadeuh, ibu suri malah bilang kalo Hwi masih hidup. Padahal Ja Hyeon dan Gi Teuk mati-matian menyangkal kalo Hwi masih hidup, meski mereka diacungin pedang di leher mereka. 
Dan agak lucu pas Kang bilang ke ibu suri kalo merupakan kejahatan besar melengserkan raja dari tahtanya, lah dia sendiri kan juga gitu??? Hadeuh, tepok jidad!

Salam
Anysti18