Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Perfect Match Episode 4 BBAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: SET TV
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 5 Part 1

Fenqing sudah mulai rileks. Bela melanjutkan kalo Fenqing harus memindahkan berat badannya ke tumit pada waktu yang tepat. Sama seperti gimana mereka kadang-kadang mengalihkan sebagian berat badan ke pasangan dansa. Bela tersenyum dan menilai kalo itu nggak buruk. 


Bela memberitahu kalo kadang mereka berganti pasangan. Terkadang orang itu baik dan lembut tapi kadamg juga mengendalikan dan memimpin. Bela kembali tersenyum menatap Fenqing dan Tingen. Ia menyimpulkan kalo menggunakan sepatu hak sama seperti saat sedang kencan. Mereka cocok apa enggak, akan kamu ketahui setelah kamu memakainya. Terakhir Bela mengatakan kalo apakah Fenqing bisa berjalan di atasnya, itu membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dan berlatih dengannya. 


Ruxi datang ke pasar malam. Ponselnya bunyi dan ia pun mengangkatnya. Ayahnya menelponnya. Ayah Ruxi menanyakan keberadaannya. Ia mengingatkan kalo malam ini ada pesta gudang anggur. Huo Tingen juga akan datang. Ayah Ruxi berpesan agar Ruxi mengambil kesempatan itu. Semoga beruntung. Ruxi memberitahu kalo dia sudah tahu. Ia dan Tingen sudah memutuskan untuk pergi bersama-sama. Ia bilang ke ayah kalo ada sesuatu yang harus ia periksa. Ruxi menutup telponnya lalu kembali melangkah. 


Ah Wei melangkah sambil menyapa beberapa orang. Ia lalu mengambil sebuah kotak dan menyalakan lampu di kiosnya. Ruxi menatapnya dari kejauhan. Ia nampak sedih. Ah Wei membersihkan kiosnya dan kembali menyapa temannya. Mata Ruxi tampak berkaca-kaca melihatnya. 


Tingen datang ke pesta gudang anggur bersama dengan Fenqing. Ia menggandeng Fenqung dan melangkah dengan percaya diri. Sambil berjalan beberapa kali Tingen menyapa tamu yang lain. Mereka lalu menghampiri Tianzhi yang sedang bersama dengan Xiaobin. 


Tingen mengomentari dasi merah muda Xiaobin. Xiaobin mengatakan kalo Tinhen nggak memahami gayanya. Ia memberitahu kalo itu adalah perisainya. Tingen memberitahu kalo merah muda nggak cocok dengan Xiaobin. Ia merasa kalo Xiaobin tampak seperti pelayan. Fenqing tersenyum mendengarnya. 


Tingen lalu beralih ke adiknya. Tianzhi dan bertanya apa Yuqing belum datang? Tianzhi memberitahu kalo Yuqing harus melakukan sesuatu dan dia akan menyusul. Tingen lalu memperkenalkan Fenqing pada Tianzhi. Ia adalah orang yang mereka bicarakan saat sarapan. Fenqing dan Tianzhi saling menyapa. 


Tianzhi menatap kakaknya dan menanyakan anggur yang akan Tingen berikan pada Presdir Wang? Tingen lalu menatap Fenqing. Fenqing lupa dan malah meninggalkannya di mobil. Tingen lalu memberikan kunci mobilnya pada Xiaobin dan menyuruhnya untuk mengambilnya. Fenqing buru-buru merebutnya dan bilang akan mengambilnya. Habis itu da pergi. 


Xiaobin menatap Tianzhi dan bertanya apa dasinya benar-benar terlihat buruk? Tianzhi menata dasi Xiaobin dan memberitahu kalo dia sedikit tampak seperti pelayan. Xiaobin kesal karena Tianzhi juga ngak memahami gayanya. Tingen menyapa predir Huo. 


Fenqing kembali setelah mengambil anggur. Sayang dia nggak diperbolehkan untuk masuk karena nggak bisa memperlihatkan undangannya. Fenqing memberitahu kalo dia lupa. Dia menaruhnya di dalam dan nggak membawanya keluar. Fenqing ingin masuk dulu untuk mengambilnya tapi nggaj diperbolehkan. Fenqing memberitahu kalo dia baru saja datang dan bertanya apa mereka nggak mengenalinya? Fenqing memberitahu kalo dia datang dengan Huo Tingen dari La Mure. Tanya saja kalo mereka nggak percaya. 


Yuqing yang sedari tadi berdiri di belakang Fenqing memberitahu kalo Fenqing datang bersamanya. Yuqing memperlihatkan undangannya dan mereka berduapun diperbolehkan masuk. 


Fenqing bertanya kenapa Yuqing mwmpercayainya dan membawanya masuk? Yuqing hanya tersenyum dan bilang siapa yang nggak kenal Huo Tingen versi pasar malam? 


Yuqing menghampiri Tingen dan menyapanya. Nggak lama kemudian Fenqinv datang bergabung dengan mereka. Tingen bertanya kenapa Fenqing baru datang? Fenqing memberitahu kalo keamanannya sangat ketat. Dan kalo bukan karena nona Yuqing, dia nggak akan bisa masuk. Tingen menanyakan mereka yang sudah saling kenal. 


Yuqing menanyakan kalo Fenqing ini adalah asisten baru yang dibicarakan oleh Tianzhi? Tingen mengangguk mengiyakan. Tingen lalu mengenalkan Yuqing sebagai kekasih dari adiknya. Yuqing menambahkan kalo dia adalah sekretaris dan tunangan Tianzhi. Fenqing menjabat tangan Yuqing dan memberitahu kal namanya Wei Fenqing. 


Pembawa acara lalu meminta perhatian dan memanggil presdir Wang. Presdir Wang naik ke atas panggung diiringi oleh tepuk tangan para tamu. Presdir Wang berterima kasih pada para tamu yang sudah mau datang ke acara pesta ulang tahunnya. Ia mengaku bahagia melihat temannya. Dan selain ulang tahunnya, ada sesuatu yang ingin ia rayakan. Ia membawa anggur jenis baru sebagai agen. Ia akan memperkenalkan pada semua tamunya. 


Seseorang memberikan sebotol anggur pada Presdir Wang. Prwsdir Wang memberitahu kalo itu adalah Yunwuzhiwan, jenis anggur yang diproduksi tahun 2013. Tahun lalu ia pergi ke Selandia Baru untuk berlibur. Ia meminum anggur itu sambil berjemur di pantai. Dia lalu bersumpah untuk membawanya pulang bersamanya agar semua orang dapat merasakan anggur putih itu. Para tamu bertepuk tangan mendengar ceritanya. 


Presdir Wang lalu turun. Tiqnzhi dan Yuqing menghampirinya dan hendak berjabat tangan. Presdir Wang melewati mereka begitu saja dan menghampiri Tingen. Tianzhi dan Yuqing tampak kecewa. Tingen menjabat tangannya dan memberitahu kalo dia punya sebotol konyak dari tahun 1788, seraya mengucapkan selamat ulang tahun. Presdir Wang menerimanya dan merasa kalo itu hadiah berharga karena dari tahun 1788. Tingen memberitahu kalo ibunya khusus memintanya untuk memberikan itu pada Presdir Wang. Ibunys tahu kalo Presdir Wang menyukai brendi. 


Tingen memberitahu kalo Tianzhi juga datang. Tianzhi menghampiri Tingen dan menjabat tangan Presdir Wang. Presdir Wang lalu berseru mempersilakan semua tamunya untuk minum yang banyak dan memastikan agar mereka punya seseorang untuk mengantar mereka pulang. 


Xiaobin menghampiri seorang wanita gemuk yang sedang memakai lipstik. Xiaobin menepuk punggungnya. Wanita itu menoleh lalu pergi setelah melihat Xiaobin. Xiaobin lalu mengejarnya. 


Tingen berjalan bersama Fenqing. Ia bertanya apa Fenqing punya toleransi alkohol yang baik? Fenqing bilang nggak papa. Tingen berpesan agar Fenqing jangan minum terlalu banyak karena dia nggak mau menggendongnya pulang. Fenqing meledek kalo dialah yang akan menggendong Tingen pulang. 


Tingen mengambil sepotong keju dan menyuapkannya ke Fenqing. Ia bertanya apa Fenqing akrab dengan keju? Ia menyuruh Fenqing untuk menakannya lalu meminum anggurnya. Tingen lalu menanyakan perasaan Fenqing. Fenqing mengatakan kalo mereka nggak cocol. Tingen lalu memberikan keju lain dan meminta Fenqing untuk kembali meminum anggur. 


Fenqing memberitahu kalo rasanya enak. Tingen memberitahu kalo sauvignon blanc cocok dengan keju kambing. Tingen menyuruh Fenqing untuk mencobanya dengan cokelat. Fenqing memakan kue. Tingen memberitahu klao ada aturan dalam memasangkan anggur dengan makanan. Dan itu nggak terlalu busa diubah. 


Xiaobin menghampiri Tingen dengan menggandeng wanita gemuk yang ia dekati tadi. Tingen bertanya apa yang Xiaobin lakukan dan menyuruhnya pergi. Xiaobin menggandeng pasangannnya meninggalkan Tingen. Xiaobin bertanya apa wanita itu percaya cinta pandangan pertama? Tingen melarang Fenqing untuk melihat mereka.


Tingen melanjutkan kalo memasangkan anggur dengan makanan bukannya nggak bisa diubah. Anggur merah berpasangan dengan anggur merah dan anggur putih berpasangan dengan anggur putih. Itu adalah aturan yang diketahui semus orang. Tingen mengaku peduli dengan perasaan yang ia dapatkan saat memasukkan makanan ke dalam mulut. 


Fenqing memakan sebuah kue. Ia merasa kalo rasa kue itu aneh. Presdir Wang mendengarnya dan menghampiri Fenqing. Ia bertanya apa yang salah dengan makanannya? Ia memberitahu kalo semua itu adalah kualitas kelas atas dan semuanya dibuat langsung di dapur. Semua orang jadi penasaran dan mengerubung. 


Tingen memberitahu kalo pasangannya adalah asisten dapur La Mure. Ia lalu mencoba kue itu dan merasa kalo memang ada yang aneh. Tingen mengatakan kalo dia mengerti apa yang Fenqing maksud. Ia berpikir kalo itu adalah krim impor dan berkualitas tinggi. Presdir Wang tersenyum membenarkan. Tingen melanjutkan kalo krim itu sensitif dan mudah rapuh karena itu berkualitas tinggi. Mungkin saat sedang dibuat atau dipindahkan terjadi kecelakaan kecil yang membuat rasanya berubah. Tingen merasa kalo itu nggak basi tapi nggak bagus juga. Ia memberitahu kalo pasangannya sensitif terhadap makanan. Jangan terlalu dipikirkan. 


Tianzhi memberitahu kalo diperjalanan truknya terjebak di lokasi konstruksi. Ia berpikir kalo rasa krim itu berubah karena goncangan. 


Presdir Wang tersenyum. Ia berkata kalo kualitas La Mure sangat mengesankan. Ia memuji pasangan Tingen yang punya indra perasa yang peka. Menakjubkan. Ia nggak punya pilihan untuk mengirim kembali kue itu ke dapur karena kue itu bermasalah. Presdir Wang lalu meminta maaf pada tamunya karena harus mengurangi satu makanan. 


Yuqing juga angkat suara. Ia memberitahu presdir Wang kalo nona itu mendapat mendapat julukan Huo Tingen versi pasar malam di internet, nona Wei Fenqing. Yuqing memberikan tantangan pada Fenqing untuk memasak makanan sederhana. Tingen menghela nafas dan menatap Fenqing. 


Tianzhi menegur Yuqing dan mengingatkan kalo Fenaing hanya asisten. Apa yang dia bicarakan? Yuqing berpikir kalo Tingen pasti punya tujuan membawa Fenqing sebagai pasangannya. Ia tahu kalo kemarin dia bekerja sangat luar biasa di restoran jadi keahlian masaknya pasti sangat bagus. 


Presdir Wang juga setuju dengan Yuqing. Ia mempersilakan Fenqing untuk menggunakan dapur dan semua yang ia inginkan. Tapi ia ingin Fenqing membuat hidangan lain agar orang dapat memakannya bersama anggur. Bagaimana? 


Fenqing menatap Tingen. Tingen tersenyum ia merasa kalo ide Presdir Wang itu bagus. Fenqing bisa, kan? Fenqing tersenyum dan bilang kalo itu nggak masalah. Yuqing mengajak semua orang untuk menunggu makanan dari Fenqing. 


Tingen menanyakan dimana dapurnya. Presdir Wang lalu mengantar Fenqing dan Tingen menuju dapurnya. Di dapur Fenqing bertanya-tanya gimana dia tahu cara memasak makanan yang cocok dengan anggur? Dia kan hanya tahu hidangan yang cocok dengan bir. Kalo hanya dia maka nggak masalah, tapi saat ini reputasi La Mure dan Huo Tingen juga dalam masalah. 


Tingen berdiri dibelakang Fenqing dan meminta Fenqing agar nggak usah takut dan khawatir dia akan merusak reputasinya. Fenqing berbalik dan menatap Tingen. Tingen meminta Fenqing untuk masak saja. Memasak sesuai nalurinya. Tingen menghampiri Fenqing dan memberitahu kalo disana ada perlengkapan yang lengkap dan ada anggur juga. Ia meminta Fenqing untuk mencoba. Mungkin ia akan mendapat inspirasi saat ia mabuk. Tingen mencontohkan dirinya, saat ia mabuk, hidangan yang ia buat rasanya sangat enak. Tingen mengatakan kalo dia nggak akan membantu Fenqing. Fenqing tersenyum kesal. Ngomong emang gampang. Fenqing mengingatkan kalo dia hanya asisten kecil tapi dia harus mempertahankan reputasi La Mure. Ia sudah pasti punya banyak keberanian. 


Fenqing memakai celemeknya. Tingen melihat jam tangannya dan menyarankan agar Fenqing bekerja dengan cepat karena semua tamu sedang menunggu di luar. Fenqing hanya menghela nafas. Ia menuang anggur ke dalam gelas lalu meminumnya. Tingen mengawasinya sambil senyum. 


Fenqing merasa kalo anggur yang ia minum memiliki rasa buah. Nggak terlalu manis dan punya rasa manis setelahnya. Perasaan itu seperti... . Fenqing merasa kalo ia seperti pernah minum rasa itu sebelumnya. 

Flashback...


Ah Wei memberitahu kalo dia membawa minuman pendamping yang cocok. Ia lalu meracik minuman dan memberikannya pada Fenqing. Fenqing meminumnya dan menilai kalo teh keluarga Zhenzhen dan Nainai sangat lezat. Memasangkannya dengan bir, itu adalah pasangan yang dibuat oleh surga. 

Flashback end...


Fenqing tersenyum lalu menengok ke samping. 


Nggak lama kemudian masakan Fenqing siap. Presdir Wang menatapnya heran. Ia lalu bertanya pada Fenqing. Makanan jenis apa itu? Fenqing maju dan memberitahu kalo itu adalah ayam goreng kemangi tanpa tulang dengan paprika. Presdir Wang meremehkan kalo dia belum pernah mendengar nama makanan itu sebelumnya. 


Fenqing tersenyum. Ia memberitahu kalo sebenarnya itu adalah ayam goreng asin Taiwan. Semua orang tertawa mendengarnya. Tingen menambahkan kalo itu bukan ayam goreng asin biasa. Xiaobin membenarkan. Presdir Wang mengeluh, ayam goreng asin hanyalah ayam goreng asin, kenapa menamakannya dengan nama yang panjang? Sedangkan itu hanyalah ayam yang digoreng. 


Fenqing kembali tersenyum. Presdir Wang mengaku tertarik dan menanyakan kenapa Fenqing membuat hidangan yang cocok dengan anggur putihnya? Fenqing mengingatkan kalo tadi presdir Wang mengatakan untuk membuat hidangan yang cocok dengan anggur putih jadi Fenqing mencoba anggurnya. Anggur itu memiliki rasa manis dan asam buah tropis dan rasanya sangat menyegarkan. Itulah kenapa ia memodifikasi ayam goreng asin tradisional dan menggunakan dada ayam sebagai bahan utamanya karena saat digoreng, itu nggak terlalu berminyak dan sangat renyah dan sangat cocok dengan anggur putihnya. 


Presdir Wang merasa terkesan dan memutuskan untuk mencobanya. Presdir Wang memakannya lalu meminum anggurnya. Setelah mencoba Presdir Wang meneluarkan ekspresi aneh. Dia seolah takjub dengan sensasi rasanya. Dia sampai nggak bisa berkata-kata. 


Fenqing tersenyum bangga. Tingen menatapnya seperti bangga akan apa yang telah Fenqing buat. 

Bersambung...


Komentar:
Fenqing maju beberapa langkah sekaligus. Dari asisten kecil di dapur, jadi pasangan di pesta dan sekarang berhasil membawa nama baik La Mure dengan makanannya. 

Salam
Anysti18

2 komentar

Baru mulai baca drama ini kak...
Kkak semangat... 😘😘😘

Bru liat jg lngsng sk,,lnjut kk