Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Sm:)e Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 3 Part 3

Hari sudah malam. Su Zhan habis mandi dan mengambil ponselnya di atas tempat tidur. Ada sebuah pesan yang masuk, memberitahu kalo dia nggak lagi memblokir bentuk moments-nya sekarang. 


Su Zhan buru-buru mengambil laptopnya dan melihat siaran langsung. Ada banyak lilin menyala. Narator menceritakan 82 tahun yang lalu, ada perusahaan perdagangan terkenal di Haicheng, Zhou Mansion. Su Zhan mendengarkannya sambil senyum. 


Narator melanjutkan kalo pembantu Wan jatuh cinta pada tuan muda Zhou Ji An dan hamil. Nyonya Zhou membenci asal usul Wan yang rendah dan mengusirnya. Ia lantas menikahkan Zhou Jian dengan nona Chen. Angin berhembus membuat api hampir padam. Su Zhan memperhatikan siaran langsung itu. 


Di kantor sekretaris Xi Yualin juga sedang melihat siaran langsung itu. Xin Yualin melintas dan ingin ikut melihat. Narator melanjutkan kalo di malam pengantin mereka berdua, pergi ke kamar pengantin. Tapi saat membuka pintu mereka nggak melihat apapun. Xin Yualin merasa itu lucu. Dia mengambil ponsel itu dan melihatnya lagi.

Wan gantung diri dari balok dengan Cheongsam merah. Dia dan bayinya meninggal. Zhou Jian merasa sangat terpukul. Ia merasa nggak semangat dan layu. Wan meninggal pada tanggal 9 oktober di kalender lunar. Dan pada hari yang sama setiap tahun Wan akan kembali. Dan hari ini juga 9 oktober. 


Xin Yualin duduk saking penasarannya. Su Zhan malah lompat ke sofa karena takut. 


Xiaoxing terkejut karena kursi pijakannya hampir  jatuh tersangkut tali. Du Ruo menyingkirkan tali itu dan malah membuat kursi itu jatuh. Dia panik dan bertanya apa Xiaoxing baik-baik saja? Du Ruo meminta maaf. Dia nggak bermaksud melakukan itu. 


Di rumah Su Zhan tertawa. Demikian juga dengan Xin Yualin dan sekretarisnya. Sedetik kemudian ekspresi Xin Yualin berubah kembali serius. Ia mengingatkan sekretarisnya agar kedepannya dia nggak melihat video seperti itu lagi. Konyol. Habis itu dia pergi. Sekretaris Xin Yualin menatap ponselnya dan bilang kalo tadi Xin Yualin mengambil ponselnya. 


Xiaoxing yang marah duduk di sofa. Du Ruo merayunya dan meminta maaf. Dia mengakui kalo kali ini semua salahnya. Xiaoxing menoleh menatap Du Ruo dan bertanya hanya kali ini saja? Du Ruo bahkan sampai memijat Xiaoxing biar bisa dimaafkan. 


Du Nian memanggil Xiaoxing dan menasehati agar Xiaoxing menerimanya karena mereka punya banyak hadiah. Dia harus bertahan. Xiaoxing bangkit dan merebut ponsel Du Nian. Apa hadiah lebih penting dari dirinya? Du Nian tersenyum dan meralat kalo Xiaoxing yang paling penting. Tapi banyak yang sudah melihat siaran langsung mereka. Hal itu benar-benar di luar dugaan. Xiaoxing menatap Du Nian dan bertanya benarkah? 


Du Nian mengangguk mengiyakan. Ia melanjutkan kalo Midnight Eyes mendapat lebih banyak perhatian dari yang mereka harapkan. Du Nian mengingatkan kalo hari ini pemilik Shenghua datang ke perusahaan mereka. Sepertinya itu tentang casting Life Tide 


Du Ruo menghampiri Du Nian dan bertanya, bos mereka? Tuan Xin? Du Ruo lalu meraih tangan Du Nian dan memberitahu kalo Du Nian bekerja di perusahaan yang baik. Ia berharap kalo Du Nian punya masa depan yang cerah. 


Xiaoxing menatap Du Nian sambil senyum. Du Nian juga berharap seperti itu. Tapi kalo dia nggak berhasil kali ini, Du Ruo kan menjadi asisten sutradara Life Tide, dan dia akan jadi salah satu peran utama. Senangnya. Du Ruo juga senang karena mereka akan bekerja sama. Mereka berdua lalu sama-sama berdoa pada Budha. 


Xiaoxing mau ngomong sesuatu tapi nggak jadi. Mendadak dia jadi sedih. 


Xiaoxing sudah diatas tempat tidur tapi nggak bisa tidur. Dia lalu bangkit dan turun dari ranjangnya. Ia lalu membuka lemarinya dan mengambil gaun dari Su Zhan. Xiaoxing bertanya-tanya gimana Su Zhan bisa tahu kalo dia suka gaun itu? 


Xiaoxing kembali teringat saat Su Zhan menoleh padanya sambil senyum. 


Xiaoxing berdiri di depan cermin dan menempelkan baju itu di badannya sambil senyum. Xiaoxing berputar-putar saking bahagianya. Sedetik kemudian dia malah merasa ragu. Apa dia bisa? 


Su Zhan yang sedang tidur terbangun oleh panggilan dari Xiaoxing. Su Zhan bangkit dan menjawabnya. Xiaoxing mau bilang namanya tapi Su Zhan sudah menyebutkannya duluan. Xiaoxing sampai heran. 


Xiaoxing memberitahu kenyataannya seperti yang Su Zhan lihat kalo dia adalah seseorang yang hanya bisa berakting tapi nggak bisa bicara. Karena dia punya aphasia lensa. Jadi dia sama sekali nggak bisa bicara sepatah katapun kalo melihat kamera. 


Sebenarnya Xiaoxing pernah pergi ke psikolog juga sudah banyak menjalani terapi. Tapi semuanya nggak berguna. Xiaoxing mengaku nggak tahu kenapa dia ingin jadi seorang artis. Dia tahu betul kalo penyakitnya sangat fatal bagi seorang aktor. Xiaoxing juga nggak tahu apa dia bisa sembuh apa enggak. 


Su Zhan mendadak juga teringat akan penyakitnya. Xiaoxing melanjutkan kalo kadang ia berpikir kalo hanya itu. Xiaoxing berpikir kalo jadi asisten Su Zhan mungkin jadi pilihan terbaik untuknya sekarang. 


Su Zhan menyangkal. Menurutnya pilihan terbaik adalah tetap pada ambisinya. Su Zhan berterima kasih karena Xiaoxing sudah memberitahunya tentang hal itu dan mempertimbangkan pekerjaan itu. Su Zhan memberitahu kalo kakak Ye pernah mengatakan hal itu. Satu tahun kemudian dia akan membantu Xiaoxing untuk memulai debut Xiaoxing. Dan hal itu nggak akan berubah. Dan nggak harus setahun juga. Su Zhan janji akan membantu Xiaoxing untuk mengatasinya dan menyembuhkan penyakitnya. 


Xiaoxing tersenyum lalu berterima kasih. Xiaoxing bertanya pada Su Zhan apalah dia boleh tanya sesuatu? Kenapa harus dia? Su Zhan akan mrnjawabnya tapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Su Zhan terkejut dan bilang akan bicara lagi dengan Xiaoxing nanti. Ia memakai pakaiannya dan menyuruh Xiaoxing untuk datang padanya setelah mengambil keputusan. Ia sangat berharap bisa melihat Xiaoxing. Dan kalopun Xiaoxing nggak datang, ia berharap mereka bisa jadi teman. Xiaoxing mengucapkan selamat malam lalu menutup telponnya. 


Su Zhan keluar dari kamarnya dan terkejut melihat ayahnya hampir jatuh. Tuan Shu dipegangi Jiang Ye. Ia menatap Su Zhan sambil memegang dadanya. 

Bersambung...


Komentar:
Sempat penasaran sama yang meranin Su Zhan. Iseng nyari tahu namanya, Li Wen Han di mesin pencari. Oh, ternyata dia anak Boyband, to? Nama boyband-nya UNIQ (China-Korea) dan itu sudah sejak tahun 2014 lalu. 
Dan kabarnya sebelum debut, Wen Han adalah seorang perenang dan penyelam berbakat. 

Salam
Anysti18