Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Sm:)e Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 3 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 3 Part 4

Jiang Ye dan Su Zhan menidurkan tuan Shu. Jiang Ye meminta tuan Shu untuk beristirahat. Dia lalu menatap Su Zhan mengajaknya keluar. 


Su Zhan menuruni tangga bersama Jiang Ye. Sampai di bawah ia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Jiang Ye memberitahukan kalo saham AS jatuh tajam dan mereka kehilangan semua modal yang telah terkumpul. 


Su Zhan menanyakan apa investasinya kalah semua? Padahal ayahnya sudah banyak berinvestasi di pasar saham Amerika. Jiang Ye mengatakan kalo sebenarnya ayah Su Zhan nggak memberitahunya tentang hal itu. Dan perusahaan mereka telah menutup posisi seperti halnya bola salju yang makin lama makin berat. Mereka telah kehilangan semua uang dan berhutang banyak. 


Jiang Ye menghela nafas. Ia meminta Su Zhan untuk melupakannya. Gimanapun juga mereka tetap harus berjalan. Dan untungnya mereka masih punya Su Zhan dan Shen Xun. Jiang Ye menyarankan Su Zhan untuk menerimanya. Kalo enggak, ... . Jiang Ye nggak jadi mengatakannya. Ia melanjutkan kalo sekarang ia harus melihat beberapa broker keuangan. Jiang Ye meminta Su Zhan untuk menjaga tuan Su baik-baik dan segera hubungi dia kalo ada sesuatu, maka dia akan segera kembali. 


Su Zhan hanya menghela nafas dan nggak bilang apa-apa. 


Xiaoxing duduk di atas tempat tidurnya sambil bercermin. Ia bertanya-tanya kenapa harus dirinya? Mungkinkah Su Zhan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama? Xiaoxing senyum-senyum sendiri memikirkannya. 


Dia menggerakkan cerminnya dan melihat sesosok wajah putih. Xiaoxing terkejut dan menjatuhkan cerminnya. Rupanya dia adalah Du Nian. Du Nian menanyakan Xiaoxing setuju untuk menjadi asistennya Su Zhan? 


Xiaoxing mengaku nggak tahu kenapa Su Zhan memilihnya? Du Nian berpikir kalo Xiaoxing nggak perlu memikirkannya. Xiaoxing harus melindungi diri baik-baik karena semua orang ingin bekerja di Ruizhong. Kalo Du Nian jadi Xiaoxing, maka dia akan setuju. 


Xiaoxing menatap Du Nian. Tahu, deh. Ia meminta Du Nian untuk melepaskan maskernya. Nyeremin. Du Nian kembali mengingatkan Xiaoxing kalo keselamatan harusnya selalu didahukan. Xiaoxing mengiyakan. 


Ia lalu menggiring Du Nian keluar. Sampai di pintu dia malah melihat Du Ruo yang juga lagi pakai masker sambil makan camilan. Dia merasa benar-benar sial mengenal mereka berdua. 


Su Zhan menunggui ayahnya sampai tertidur. Nggak terasa hari sudah pagi. Su Zhan terbangun tapi ia terkejut karena ayahnya nggak ada di tempat tidur. Su Zhan membuka tirai, sudah pagi. 


Su Zhan turun ke lantai bawah. Ayah sedang bicara dengan Jiang Ye. Ayah melarang Jiang Ye untuk melakukan sesuatu yang bisa mempengaruhi citra Su Zhan. Jiang Ye meminta ayah Su Zhan untuk menerima iklan untuk beberapa produsen kecil. Karena dengan begitu mereka bisa mendapatkan uang untuk mengisi pembiayaan yang kosong. Ayah menolak dan memberitahu kalo Su Zhan hanya beriklan untuk merek-merek internasional terkenal. 


Su Zhan memanggil ayahnya dan memberitahu kalo sekarang waktunya minum obat. Tuan Su menatap Su Zhan lalu mengangguk. Su Zhan menatap Jiang Ye dan mengatakan kalo dia punya beberapa pertantaan tentang jadwal. Dan dia butuh bantuannya. Jiang Ye lalu berjalan menuju Su Zhan. 


Jiang Ye berdiri di dekat Su Zhan dan menanyakan jadwal apa yang Su Zhan mau tanyakan. Su Zhan menanyakan seberapa buruk situasi yang dihadapi oleh perusahaan mereka? Jiang Ye menghela nafas dan memberitahu kalo tuan Shu nggak mau Su Zhan terlibat. 


Su Zhan mengingatkan kalo Jiang Ye nggak bisa menyelesaikannya tanpa dirinya. Su Zhan meminta Jiang Ye untuk mengatakan semuanya. 


Jiang Ye merubah posisinya menghadap Su Zhan. Jiang Ye memberitahu kalo .mereka nggak dapat banyak uang dalam waktu satu minggu, maka mereka akan bangkrut. Su Zhan menanyakan proyek mana yang bisa mereka bayar dengan cepat? Jiang Ye menjawab film Sheng Hua. Dan selama Su Zhan mau jadi aktor utama, maka mereka bisa mengatasi krisis. Banyak perusahaan menunggu mereka untuk menandatangani kontrak dengan Sheng Hua. Mereka juga bisa mendiskusikan pembagian laba dari bo. Office. 


Su Zhan tampak menimbang-nimbang. Tapi gimana dengan penyakitnya? Jiang Ye meyakinkan kalo semua akan baik-baik saja setelah Xiaoxing bersedia menjadi asistennya. Su Zhan mengingatkan kalo seandainya Xiaoxing setuju, maka itu toh nggak akan bekerja dengan cepat. 


Jiang Ye memberitahu kalo mereka hanya butuh waktu. Selama Su Zhan mau menandatangani kontrak, nggak papa kalo ia bahkan nggak berakting. Su Zhan bertanya kenapa? Jiang Ye memberitahu kalo akan ada masa pelatihan aktor yang panjang dalam proyek. Dan selama waktu itu, mereka bisa menyelesaikan masalah keuangan. Kemudian mereka bisa mengembalikan uang itu ke Sheng Hua. Su Zhan akan punya biaya dukungan lainnya. 


Su Zhan nggak bilang apa-apa. Jiang Ye melanjutkan kalo semuanya terserah pada Su Zhan. Ia mengingatkan kalo ayahnya sudah banyak berkorban untuk perusahaan. Dan mereka nggak bisa menyerah begitu saja. Su Zhan mengangguk. Jiang Ye tersenyum melihat keputusan Su Zhan. 


Su Zhan bilang pada asisten untuk menyediakam ruang ganti baju khusus untuknya. Asisten mengiyakak lalu pergi. Shen Xun tersenyum menatap Su Zhan yang duduk sambil memutar kursinya. Ia mengingatkan kalo Ji Xiaoxing ada disana untuk menjadi asistennya. Bukan... . Su Zhan memberitahu kalo itu hanya pekerjaan sementara. Xiaoxing punya ambisi sendiri. 


Shen Xun mengangguk sambil senyum. Nggak papa juga karena Su Zhan nggak menolaknya. Tapi apa Su Zhan yakin kalo Xiaoxing akan datang? 


Belum sempat Su Zhan menjawabnya, seseorang masuk dan memberitahu kalo dia sudah datang. Su Zhan menyuruhnya untuk masuk. Shen Xun kembali geleng-geleng sambil menyebut nama Su Zhan. Dia nggak nyangka kalo Su Zhan juga bisa bersikap seperti itu. Su Zhan mengatakan kalo dia juga manusia. Itu normal, kan? Shen Xun mengatakan kalo itu normal untuk orang biasa, tapi Su Zhan istimewa. Su Zhan mengatakan kalo dia... . 


Seorang pria pengantar kopi masuk. Bertanya kopi siapa? Su Zhan yang kecewa langsung duduk dan kembali memutar kursinya. Shen Xun menyuruh orang itu untuk meletakkan kopinya di atas meja. 


Sedetik kemudian Xiaoxing masuk dan menyapa semua orang. Su Zhan langsung menoleh semangat. Ia bangkit dan memanggil Xiaoxing. Xiaoxing membungkuk memberi hormat. Su Zhan bahkan nggak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. 


Nggak lama kemudian Su Zhan sudah berjalan bersama dengan Xiaoxing dengan dikawal oleh beberapa orang. Seperti biasa, ia memakai sarung tangan dan masker. Xiaoxing membatin kalo kabar Su Zhan memang selalu setinggi langit itu benar. 


Du Ruo tiba-tiba datang dan memanggil Su Zhan. Dia memberitahu kalo mereka sudah menyiapkan ruang VIP. Apa Su Zhan ingin pergi sekarang atau melakukan audisi lebih dulu? Mereka sudah siap. 


Xiaoxing menatap Su Zhan dan bertanya apa mereka harus ke kamar kecil dulu? Su Zhan mengangguk. Du Ruo menawarkan untuk menunjukkan jalannya. 


Seorang kru memanggil Du Ruo melalui walkie talkie-nya. Bertanya Du Ruo dimana? Sutradara Ye menunghunya di studio nomor 2. Cepat kesana. 
Xiaoxing meminta Du Ruo untuk kembali bekerja. Dia akan membawa Su Zhan kesana. Du Ruo memberitahu kru kalo dia akan segera kesana. Du Ruo memberitahu letak ruang VIP lalu pergi. 


Du Nian sedang bercermin di ruang make up. Seseorang datang dan dia memutuskan untuk sembunyi. 


Ternyata yang datang adalah Su Zhan bersama Xiaoxing. Su Zhan langsung duduk sambil melempar-lempar buah jeruk. Xiaoxing melihat sekitar dan benar-benar hanya ada mereka berdua disana. Ia merasa canggung. Xiaoxing menawari Su Zhan air. Su Zhan menatap Xiaoxing dan mengangguk. Xiaoxing pergi untuk mengambil minum. 


Du Nian memperhatikan Su Zhan dari tempatnya bersembunyi. Su Zhan bangkit dan melihat sekitar. Nggak ada orang. Ia melihat ada beberapa snak di atas meja. Su Zhan duduk dan mengambil satu. Ia hendak membukanya tapi nggak bisa. 


Du Nian tertawa melihatnya. Ia mengambil ponselnya dan memotretnya. Su Zhan terkejut dan bertanya siapa itu? Ia melemparkan snacknya. 


Du Nian merasa takut lalu keluar. Dia meminta maaf pada Su Zhan. Ia adalah pendatang baru dan akan bergabung dalam casting. Du Nian mengaku nggak tahu kalo itu adalah ruang ganti untuk VIP khusus Su Zhan. Sebenarnya dia hanya ingin menyempurnakan make up-nya. 


Du Nian menyebutkan namanya dan meminta foto dengan Su Zhan. Su Zhan buru-buru bangkit dan menjauh. Dia memberitahu kalo asistennya sedang nggak ada disana. Du Nian bisa bertanya padanya untuk foto yang sudah ia tanda tangani. 


Du Nian tampak kecewa. Padahal yang ia inginkan adalah foto bersama. 


Xiaoxing kembali dan memberikan minuman pada Su Zhan. Ia melihat Du Nian dan bertanya apa yang membuatnya ada disana? Du Nian memberitahu kalo dia berada di ruang ganti yang salah. Ia langsung permisi. 


Xiaoxing memberitahu Su Zhan kalo casting sudah dimulai di ruang sebelah. Ia mengajak Su Zhan untuk melihatnya. Su Zhan nggak tertarik tapi Xiaoxing tetap mengajaknya karena mereka bisa melihat kinerja yang lainnya. Su Zhan tersenyum lalu mengangguk. 

Berasambung...


Komentar:
Sepertinya Xiaoxing belum tahu tentang penyakit yang diderita oleh Su Zhan. 

Salam
Anysti18