Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Sm:)e Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 5 Part 1

Shen Xun menggebrak meja dan bilang kalo itu cuma buang-buang waktu. Ia menatap sutradara dan bertanya bukankah sutradara juga berpikir begitu? Su Weibai menolak. Menurutnya adegan itu sangat penting. Dialog-dialognya mengarah ke tiga plot. Dan interaksi itu juga mencerminkan hubungan antara guru dan murid yaitu ia dan Su Zhan. Kalo satu dirubah maka semuanya akan berubah. Jadi intinya nggak bisa diubah. Ia melarang sutradara untuk mengubahnya. 


Shen Xun ingin menunjukkannya pada Ye Ling. Su Weibai bertanya pada Shen Xun, apakah ia tahu apa yang paling penting untuk seorang aktor? Shen Xun bertanya apa? Su Weibai meminta Shen Xun untuk menghormati naskahnya. Apa itu nggak bisa? Kenapa Shen Xun datang dan minta naskahnya diubah? 


Shen Xun malas. Ia mengatakan kalo Su Weibai juga ingin perubahan tadi. Su Weibai menanyakan apa yang membuat Shen Xun berpikir begitu? Yang ia lakukan adalah berdiskusi dengan sutradara untuk menambahkan beberapa detil. Shen Xun yang emosi bangkit dan bertanya apa gunanya menambahkan beberapa detil? Ia menanyakan siapa yang akan ditonton pemirsa? Shen Xun memberitahu kalo itu adalah aktor dan aktris utama. 


Su Weibai nggak terima. Ia ikutan bangkit. Ia menanyakan apa yang salah dengan artis pendukung? Mereka memang punya sedikit adegan, tapi semua peran itu berfungsi untuk keseluruhan cerita. Kalo enggak, apa Shen Xun hanya akan memainkan pertunjukan dengan Su Zhan? Shen Xun mengiyakan. Ia menatang Su Weibai. 


Ye Ling bangkit diantara mereka. Ia mengingatkan kalo naskahnya sudah diputuskan. Kalo nggak perlu maka nggak ada yang bisa mengubahnya sewenang-wenang. Ia meminta mereka untuk berhenti. 


Ye Ling pergi dan mengajak Du Ruo untuk pergi juga. 


Shen Xun dan Su Weibai saling menatap tajam. Dalam hati ia berkata, jangan harap Shen Xun akan membalas dendam padanya dengan menghapus adegannya. Betapa kejamnya wanita seperti Shen Xun. 


Shen Xun juga menatap nya tajam sambil membatin, raja film seperti apa Su Weibai itu? Tunggu dan lihat saja! Shen Xun mengambil tasnya dan pergi bersama asistennya. 


Du Nian di atas tempat tidurnya. Ia menggulung celananya dan tampaklah kakinya yang lebam. Du Ruo yang sedang menulis berbalik dan melihatnya. Ia tampak khawatir lalu mendekat. Ia bertanya kenapa kaki Du Nian memar? Du Nian memberitahu kalo menari sangat sulit. Du Ruo menasehati agar Du Nian tetap mempelajarinya karena perannya membutuhkannya. Du Nian mengiyakan. Ia tahu. Du Ruo berpesan agar Du Nian hati-hati. 


Du Ruo lalu kembali ke tempat duduknya. Du Nian menanyakan apa yang Du Ruo tulis? Du Ruo memberitahu kalo Shen Xun bersikeras untuk mengubah skripnya. Sutradara memintanya untuk melakukan perbandingan untuk melihat apa yang ingin ia ubah. Du Nian menanyakan kapan Du Ruo bisa menulis naskah Midnight Eyes? Ia memberitahu kalo selama ini siaran langsung mereka diterima dengan baik. Jadi tetap lanjutkan. 


Du Ruo kembali mendekat dan mengusulkan gimana kalo mereka membuat konten yang mengandung lebih banyak terobosan. Terutama pada Du Nian dan keahlian Xiaoxing yang suka menari dan tampil. Du Nian lalu mengatakan akan menemui Xiaoxing. 


Du Nian hendak bangkit tapi Du Ruo malah melarangnya. Ia memberitahu kalo malam ini Xiaoxing sangat sibuk. Lebih baik mereka nggak mengganggunya. Du Nian menanyakan memangnya Xiaoxing sibuk ngapain? Du Ruo memberitahu kalo Xiaoxing mempelajari naskah untuk Su Zhan dengan tanda dan catatan. 


Du Nian menganggap enteng. Apa sulitnya? Ia bangkit dan bilang tinggak menandai aja. Selesai. Du Ruo kembali pada pekerjaannya. Dia juga berpikir bekerja dengan cara itu. Tapi jangan harap itu akan dihargai. Dia juga nggak hanya menandai naskahnya saja. Tapi juga menandai nada yang harus dilakukan. 


Du Nian menata tempat tidurnya. Menurutnya kinerja Xiaoxing nggak begitu besar dalam bekerja. Apa masalahnya? Du Ruo memberitahu kalo itu adalah bakat. Ia berpikir kalo Xiaoxing punya bakat. Du Ruo menceritakan kalo saat ia pergi ke perusahaan Su Zhan untuk mengirim materi sore tadi, ia melihat mereka mempelajari naskah bersama-sama. Ia merasa kalo Su Zhan beruntung punya asisten seperti Xiaoxing. 


Du Nian seketika terdiam. Ia mengkonfirmasi Du Ruo melihat Xiaoxing mempelajari naskah bersama Su Zhan? Du Ruo membenarkan. Ia memberitahu kalo itu adalah adegan Su Zhan dengannya. Du Nian kembali bertanya kalo Su Zhan nggak punya jadwal sore tadi? Du Ruo bilang enggak. Dia kembali dengan Xiaoxing. 


Du Nian teringat saat ia menawarkan diri untuk bergabung dengan Xiaoxing dan Su Zhan. Xiaoxing terang-terangan menolak karena Su Zhan punya kegiatan lain. Du Nian mengiyakan. Ia lalu meminta Xiaoxing untuk memberitahu Su Zhan tentangnya. Kalo Su Zhan membutuhkannya untuk berlatih bersama, maka ia akan ada di sana kapan saja. 


Du Nian tampak kesal. Ia berbaring sambil bertanya-tanya kenapa Xiaoxing membohonginya padahal mereka ada di ruang pelatihan. Apa maksud Xiaoxing? Apa Xiaoxing nggak ingin ia mendekati Su Zhan? 


Su Zhan bermain game di kamarnya. Yes! Kali ini Su Zhan menang lagi. 


Tiba-tiba Xiaoxing mengirim pesan. Memberitahu kalo pemotretannya  besok jam 2 siang. Ia menyuruh Su Zhan untuk tidur lebih awal. Ia juga melarang Su Zhan untuk makan makanan pedas dan pastikan nggak ada masalah dengan kulitnya. 
Su Zhan tersenyum sambil memeluk ponselnya. Ia tampak senang dengan perhatian yang diberikan oleh Xiaoxing. 


An Ge tampak nggak semangat karena dia kalah lagi. Ia lalu mengirim pesan kepada lawannya kalo setelag setahun ia belum bisa mengalahkannya. Itu kesepuluh kalinya ia ingin melihatnya. Su Zhan membalas kalo kesepuluh kalinya tetap enggak. An Ge bertanya-tanya apa mungkin Dark Night adalah Ji Xiaoxing? 


An Ge sudah memakai kostumnya. Ia juga sedang melakukan pemotretan diawasi oleh Du Ruo. Setelah An Ge, sekarang giliran Du Nian. Du Nian jugs melalukannya dengan baik. Terakhir mereka melakukannya bersama-sama. Keduanya melakukannya dengan kompak. 


Fotografer juga memuji mereka. Sebagai pendatang baru mereka cukup bagus. Mereka dari mana? Du Ruo sesumbar kalo mereka berasal dari Sheng Hua tentu saja mereka bagus. Fotografer lalu pamit dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada mereka. 


An Ge dan Du Nian berjalan melewati Du Ruo. Tiba-tiba mereka berbalik dan sama-sama memanggil Du Ruo dan juga sama-sama menanyakan apa Su Zhan belum datang? Du Ruo sampai heran. Apa yang salah dengan mereka? 


Dalam hati An Ge membatin kalo mereka nggak boleh tahu kalo ia ingin mendekati Xiaoxing. Du Nian juga merasa kalo Du Ruo nggak boleh tahu kalo ia ingin dekat dengan Su Zhan. Nanti An Ge juga pasti akan menertawakannya. 


Du Nian tersenyum dan bilang kalo nggak ada apa-apa. Ia hanya ingin tahu kapan Xiaoxing akan bebas agar mereka bisa makan hot-pot sama-sama. An Ge tahu-tahu ikutan nimbrung dan bilang kalo dia juga suka makan daging dan sayur. Du Nian menatapnya sinis. Ia nggak bertanya pada An Ge. An Ge memberitahu kalo Du Nian sekarang bisa bertanya padanya. 
Du Ruo melambaikan tangannya diantara An Ge dan Du Nian. Apa mereka mengabaikannya? An Ge dan Du nian hanya senyum-senyum saja. 


Su Zhan datang bersama dengan Xiaoxing. Mendadak Xiaoxing baru ingat kalo ia lupa membawa sekantong pakaian di dalam mobil. Ia lalu menyuruh Su Zhan untuk naik duluan dan menunggunya. Ia janji akan segera kembali. 


Xiaoxing berlari keluar. Su Zhan jadi takut karena ada banyak orang yang berseliweran dan nggak ada pengawal di sekitarnya. Ia nggak tahu harus gimana. Dadanya mulai terasa sesak. Xiaoxing juga belum kembali. 


Xiaoxing sudah sampai di mobil. Ia segera mengambil pakaian yang ia lupakan. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Du Nian menelponnya. Ia bertanya kapan Xiaoxing datang? Ia baru saja selesai melakukan pemotretan. Ia ingin menunggunya untuk berkomunikasi dengan Su Zhan. Xiaoxing memberitahu kalo Su Zhan sedang dalam perjalanan ke sana. Ia sendiri sedang mengambil sesuatu di mobil. Xiaoxing menutup telponnya lalu kembali ke Su Zhan. 


Du Nian tersenyum senang dengar Su Zhan akan datang. 


Du Nian turun mencari Su Zhan. Ia menghampiri Su Zhan yang sedang sendirian menunggu Xiaoxing. Du Nian mengulurkan tangannya dan memperkenalkan kalo namanya Du Nian. Ia berperan sebagai Nuange di Life Tide. Ia juga adalah teman baik Xiaoxing. Xiaoxing bilang padanya kalo ia sudah ada di sana jadi Xiaoxing menyuruhnya untuk menjemputnya. 


Su Zhan hanya bilang halo tanpa menjabat tangan Du Nian. Du Nian tampak kecewa. Ia menarik kembali tangannya lalu mengajak Su Zhan untuk pergi sekarang. 


Su Zhan bangkit dan melangkah mengikuti Du Nian. Saat menaiki tangga, tiba-tiba hak Du Nian patah dan membuatnya terjatuh. Su Zhan bukannya menolong malah menghindar dan membiarkam Du nian jatuh di depan matanya. Du Nian menatap Su Zhan kesal. Su Zhan bertanya apa dia baik-baik saja? Du Nian mengiyakan. Ia baik-baik saja. 


Du Nian hendak bangkit tapi nggak bisa. Xiaoxing datang dan langsung menghampiri Du Nian. Apa yang terjadi? Du Nian memberitahu kalo pergelangan kakinya terkilir. Xiaoxing memarahi Su Zhan yang nggak menolong Du Nian tapi malah melihat saja. Su Zhan nggak bilang apa-apa. 


Xiaoxing membantu Du Nian untuk duduk di tangga. Ia lalu melihat kaki Du Nian yang terluka. Du Nian memberitahu kalo sepatunya... . Xiaoxing menawarkan akan mengantar Du Nian ke tempatnya Du Ruo. Ada sepatu di sana. Du Nian bilang nggak usah. Ia mengingatkan kalo Xiaoxing harus pergi dengan Su Zhan. Ia akan memperbaiki sepatunya sendiri. Xuaoxing nggak yakin. Apa Du Nian bisa melakukannya sendiri? Du Nian mengiyakan. Ia melarang Xiaoxing mengkhawatirkannya. Du Nian menyuruh mereka untuk pergi. 


Xiaoxing membereskan barang-barangnya lalu mengajak Su Zhan untuk segera pergi. Su Zhan nggak bilang apa-apa. Ia berjalan melewati  Du Nian mengikuti Xiaoxing. Du Nian sendiri masih di tempatnya. Ia tampak sedih. 

Bersambung...

Komentar: 
Duh, kasihan Du Nian. Dia pasti nyangkanya Su Zhan yang enggak-enggak. Gimana enggak, ada perempuan jatuh di depan mata, bukannya nolongin malah lihat aja. 

Salam
Anysti18

2 komentar

Terima kasih atas komentanya. Bikin semangat. Dah ada lanjutannya kok. Silakan di tunggu. ^_^

Salam
Anysti18