Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Perfect Match Episode 9 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: SET TV
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 8 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 9 Part 2

Fenqing membuka matanya dan terkejut melihat kegelapan di depannya. Ia mulai takut dan memanggil-manggil Tingen. Tingen menghampirinya dan menggenggam tangannya. Ia melarang Fenqing takut. Ada dia. Fenqing menatap Tingen. Tingen menatap langit dan sepertinya nggak ada bintang malam ini, nggak seperti malam itu. 


Fenqing ikut menatap langit. Ia lalu menatap tangan Tingen yang menggengg tangannya erat. Ia tersenyum sambil sesekali menatap Tingen sementara Tingen terus menengadah menatap langit. Fenqing memberitahu kalo Tingen tampak tampan kalo dilihat dari samping. Tingen heran mendengarnya. Ia malah merasa kalo lebih tampan dilihat dari depan. Apa maksudnya? 


Fenqing membenarkan. Tingen menarik tangannya, ia tahu kalo ia tampan kalo dilihat dari samping. Tapi kalo dilihat dari samping juga nggak jelek. Fenqing merasa kalo apa yang ia katakan adalah kenyataan. Tingen memberitahu kalo harusnya Fenqing nggak mengatakan hal itu di saat seperti itu. Bahkan kalo malam itu nggak ada bintang. Seorang wanita dan pria sendirian menatap langit...apa Fenqing nggak merasakan sesuatu? 


Fenqing nggak paham, perasaan apa? Tingen menerangkan kalo saat spesial, perasaan seperti itu. Fenqing merasa kalo itu lumayan, perasaannya masih baik. Tingen mulai gedeg, nggak gitu maksudnya adalah perasaan romantis. Fenqing nggak ngerti. Apa sih maksudnya? Tingen memberitahu kalo roman... . Ia jadi malas dan meminta Fenqing untuk melupakannya saja dan melarang Fenqing untuk ngomong. 


Tingen menyuruh Fenqing untuk mengikuti mobilnya. Oh, enggak ia yang akan mengikuti motornya. Ia akan menerangi jalannya. Tingen berjalan ke mobilnya. Fenqing meminta agar Tingen jangan mematikan lampunya sementara ia mengambil motornya. Tingen nggak boleh pergi sebelum dia. 


Mobil Tingen berjalan di belakang Fenqing. Sepanjang perjalan Tingen terus saja memperhatikan Fenqing. Tanpa sadar bibirnya tersenyum. 


Ah Wei dikerubungi banyak orang. Ia menari dan orang-orang itu bersorak sambil mengambil gambar. 


Tingen berjalan di pasar malam sambil menelpon Xiaobin. Ia menanyakan apa Xiaobin yakin kalo konsultan dari acara perkawinan ingin menemuinya di pasar malam? Tingen bertanya siapa dia? Seperti apa rupanya? Seenggaknya Xiaobin harus memberikan nomornya pada Tingen. 


Tingen melihat Ruxi di depannya. Ruxi memberitahu kalo dia adalah konsultan acara perwakilan. Tingen memberitahu Xiaobin kalo dia sudah menemukan orangnya lalu menutup telponnya. Jadi Ruxi orangnya? Ruxi tersenyum mengiyakan. Ia memberitahu kalo sebenarnya orang yang harusnya ada disana bukan dia tapi temannya. Dia ada urusan dan memintanya untuk mewakilinya. Temannya ingat kalo ia pernah menyelesaikan artikel tentang pasar malam sebenarnya. 


Tingen tersenyum menatap Ruxi. Ruxi setuju dan menemukan kalo orang yang bertanggung jawab untuk acara kedutaan Brazil adalah Tingen. Tingen tersenyum. Kebetulan sekali. Ruxi menyinggung tentang apa yang Tingen katakam tadi pagi ia sudah menerima perasaannya dengan jelas. Tingen mengalihkan dengan mengajak Ruxi untuk berkeliling dan memeriksa makanan kecil apa yang cocok dengan acara kedutaan Brazil. 


Ruxi nengiyakan. Mereka lalu berjalan bersama. Tingen bertanya apa Ruxi tshu makanan jalanan? Ruxi bilang lumayan. Tingen mengatakan kalo ia pikir akan memasukkan makanan yang sering mereka temukan saat masih kecil. Seperti telur goreng kerang. Ruxi menyebutkan yamg lain seperti bola qq. Tingen melihat sesuatu lalu pamit pada Ruxi. 


Fenqing memberikan dua bungkus ayam goreng pada dua pembeli. 100 NT. Semoga mereka bshagia. Tingen dan Ruxi menghampirinya. Ia mengatakan memberi waktu satu hari cuti untuk Fenqing agar ia bisa memperbaiki bukunya. Tapi Fenqing malah datang ke pasar malam untuk bekerja. Apa Fenqing mengira kalo dia akan lulus tanpa persiapan? Fenqing nggak bisa berkata-kata. Tingen memberitahu kalo sekarang masih jam kerja. Ada hal yang ingin ia bicarakan dengan Fenqing. 


Tingen menarik Fenqing lalu pamit pada Ruxi. Ah Wei tiba-tiba muncul dan menghadang mereka. Ia menyindir apa Tingen kebanyakan nonton drama idola? Bisa nggak dia nggak menyeret orang seperti itu? Tingen menunjukkan jari telunjuk dan jempolnya pada Ah Wei. Apa dia tahu apa artinya itu? Tingen menyuruh Fenqing untuk mrnjelaskannya. Fenqing memberitahu Ah Wei kalo itu adalah 7 hari kontrak. Tingen memberitahu kalo sekarang masih jam kerja Fenqing dan ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Tingen kembali menarik Fenqing. Fenqing bilang ke Ah Wei kalo ia akan segera kembali. 


Ah Wei kesal dan memaki Tingen, paman tua. Ruxi memanggilnya dan mengajaknya pergi. Ia menurut dan mengikuti kakaknya. 


Bibi Yu merasa kalo Tingen benar-benar keren. Ia merasa kalo ia harus mempelajarinya. Nai Nai juga merasa kalo Tingen sangat jantan. 


Ah Wei bertanya ada apa? Ruxi menanyakan kalo Fenqing adalah gadis yang ingin Ah Wei lindungi? Ah Wei mengangguk mengiyakan. Ia meminta agar kakaknya jangan memperdulikannya. Tiap kali Ruxi datang ke pasar malam dia selalu brrsama Huo Tingen, apa ia menyukai Tingen? Ruxi memberitahu kalo siapapun yang ia sukai adalah urusannya, Ah Wei nggak bisa mengurusinya. 


Ah Wei hanya tersenyum. Ruxi bertanya apa Ah Wei nggak merasa kalo dia harus cepat pulang demi Wei Fening? Pertama Ah Wei bisa membuat ayah tenang. Kedua, ia punya kedudukan untyuk bersaing dengan Huo Tingen. Ah Wei mengaku nggak mau pulang hanyq untuk mengalahkan Huo Tingen. Ia memberitahu kalo Wei Fenqing bukanlah orang yang peduli pada status kedudukan seseorang. Kalo enggak dia nggak mungkin menerimanya saat ini. Ah Wei rasa hubungan antara dirinya dan Fenqing slama beberapa tahun belakangan akan kalah oleh paman tua yang tiba-tiba muncul. 


Ah Wei melanjutkan kalo dia tahu 7 hari ini sangat penting buat Fenqing. Itu tentang impiannya. Itulah sebabnya dia mengalah pada Huo Tingen. Tapi setelah 7 hari berakhir, Ah Wei yakin ia akan terus bersama Fenqing dan membantunya meraih impian. Jado dia nggak takut. Ruxi tersenyum mendengarnya. Ah Wei lalu pamit. Dia masih ada pelanggan. Ia akan menggoreng ayam dulu. 


Tingen sudah cukup jauh membawa Fenqing. Ia berhenti dan melepaskannya. Fenqing menatapnya dan menanyakan apa yang ingin ia bicarakan? Tingen mengaku nggak ada. Lah? Apa maksudnya nggak ada? Tingen mengaku nggak suka lihat Fenqing bersama dengan pria ayam goreng tadi. Ia merasa nggak nyaman. Tingen juga nggak tahu kenapa. Fenqing mengulangi, nggak nyaman? Terus kenapa datang ke pasar malam? 


Tingen menatap Fenqing dan memberitahu untuk acara kedutaan Brazil. Mereka mengganti menu mereka di menit terakhir menjadu makanan jalanan spesial Taiwan. Ia datang untuk mengerjakan PR. Fenqing bertanya kenapa nggak bilang dari tadi? Ia akan membantunya. Tingen bertanya gimana Fenqing akan membantunya? 


Fenqing menarik Tingen kedepan kios bibi Yu. Fenqing memberitahu kalo dua terkenal sebagai Avalokitesvara dengan tangan yang tangkas dan mata yang tajam, nyonya kerang. Bibi Yu memperkenalkan diri, orang biasanya memanggilnta nyobya di Jianhu, kakka Yu. Fenqing memberitahu kalo bibi Yu bisa menggoreng 10 porsi sekaligus. Tiba-tiba bibi Yu ada 10 dan melakukan tugasnya masing-masing. 


Nggak lama makanannya siap. Ia memberikannya pada Tingen sambil mengedipakan mata. Tingen menerimanya dan berterima kasih. Baru juga mau makan tapi Fenqing sudah menariknya ke tempat yang lain. Bibi Yu kembali memberikan sepiring makanan ke Tingen. Tingen saja sampai heran karena dia kan baru saja dari sana? Kembar? 


Tingen ditarik ke tempat selanjutnya. Fenqing memperkenalkan paman iga. Walaupun kelihatannya paman itu hampir tua, sebenarnya masa musanya dia dikenal sebagai versi pasar malam dari Wu Si Xian. Paman Rib membenarkan. Tapi sekarang ia adalah paman iga dari ilusi dan gelembung. Fenqing menjelaskan, gabungan dari herbal cuna untuk masakan paman iga herbal berubah sepanjang tahun untuk memenuhi kesehatan pelanggan. 


Mendadak musim terus berubah pada paman Rib. Makanan siap. Ia memberikannya pada Tingen. Tingen mau meminum kaldunya tapi keburu ditarik lagi oleh Fenqing. 


Selanjutnya Ah Wang. Teknisi pintar dalam bakaran yang nggak akan Tingen temui lagi dalam 1000 tahun. Ah Wang tiba-tiba muncul memegang banyak makanan dan mengatakan, gelar gansa dalam teknik elekreo dan tekbik informasi. Ia mempelajarinya dari Ah Wei. Fenqing menjelaskan arang dengan komposisi yang tepat untuk bakaran. Tampak Ah Wang bergaya ala profesor. Sin, Cos, beta dan gama. Makanannya siap. Ia memberikannya pada Tingen. 


Selanjutnya. Fenqing memberitahu kalo mereka adalah tempat yang harus dikunjungi oleh para kutu buku di pasar malam. Saudari bunga Zhen Nai. Zhen Zhen dan Nai Nai memperkenalkan diri. Mereka adalah saudari bunga Zhen Nai. Tingen menanyakan keahlian mereka. Fenqing memberitahu kalo sebenarnya nggak ada. Dia hanya ingin menunjukkannya saja. 


Tingen kembali pada Ruxi dengan membawa semua makanan yang ia dapat. Makanan itu sudah tertata penuh di atas meja. Fenqing menanyakan pada Tingen, apakah terlihat hebat? Ruxi mengambil makanan dari Ah Wang, menurutnya tekbik bakarannya lumayan enak dan daging bakarnya juga terkenal jadi bakaran Taiwan bisa masuk dalam pertimbangan. Fenqing sesumbar kalo Tingen bisa bertanya padanya kalo soal pasar malam. Fenqing pamit, akan berkeliling lagi untuk mereka. 


Tingen memberitahu kalo itu sudah cukup tapi Fenqingnya keburu pergi. Ruxi tersenyum dan meledek kalo muridnya Tingen benar-benar bekerja keras untuknya. Tingen memberitahu kalo Fenqing nggak benar-benar muridnya. Fenqing hanya belajar selama 7 hari darinya. Setelah itu mereka nggak ada hubungan lagi. 


Ruxi bertanya apa Tingen nggak merasa kalo mereka berdua seperti gadis penjual bunga dan dosen? Tingen menatap Ruxi dan nggak tahu maksudnya apa? Ruxi memberitahu film klasik Audrey Hepburn, My Fail Lady. Tingen mengerti dan menanyakan kela jutannya. Ruxi menceritakan kalo sworang dosen mengubah seorang wanita biasa yang menjual bunga. Dia mengubah aksen dan tata krama berbicara dan mengenalkannya pasa sosialita juga mengubshnya menjadi seorang nyonya. Tapi masalahnya apa yang ajab Tingen lakukan setelah mengubah gadis penjual bunga itu? Apa dia akan tetap tinggal di pasar atau menggunakan identitasnya sebagai penjual bunga dan masuk dalam kelas sosialita? Apa yang akan Tingen lakukan dengan perubahan Fenqing. Ruxi mengingatkan kalo akan ada banyak hal yang sudah berubah nggak bisa kembali lagi sepeti dulu. Mereka hanya punya tempat baru. Gimana dengan Tingen? Ia hanya mengajarinya selama 7 hari. Setelah 7 hari, tempat mana yang akan Tingen berikan untuk Fenqing? Apakah itu yang terbaik untuknya? Tingen tampak memikirkannya. Ia tersenyum pada Ruxi tapi sebenarnya hatinya nggak tenang. 


Tingen memasak di rumahnya. Pertanyaan Ruxi kembali terngiang. Apa yang akan Tingen lakukan setelah merubah gadis penjual bunga itu? Apa dia akan tetap tinggal di pasar malam atau akan menggunkan statusnya sebagai penjual bunga untuk masuk kedalam kelas sosialita? Gimana dengan Tingen sendiri? Katanya hanya akan mengajari Fenqing srlama 7 hari. Setelah 7 hari, tempat mana yang akan ia berikan pada Fenqing? Apa yang terbaik untuknya? 


Rumah Fenqing sangat ramai. Banyak orang dari pasar malam ada disana. Mereka menyiapkan banyak makanan untuk makan malam. Ah Wei menghampiri ibu Fenqing dan berniat membantunya. Ia ingin belajar membuat itu karena Fenqing sangat suka dengan hotpot kari ibu. Ibu mengiyakan. Nggak masalah. Ibu pun mengajari Ah Wei. 


Makanan siap mereka pun berkumpul untuk memakannya bersama. Ah Wei menyuruh Chenyang untuk menyalakan tv. Yang menurut. Dan acaranya adakah wawancara Fenqing dulu. Orang-orang menyadari kalo itu adalah Fenqing. Fenqing membeeitahu kalo itu saat ada dua pelanggan yang menyusahkan. Mereka kagum pada Fenqing. 


Di rumah sakit benek juga sedang menonton Fenqing. Ibu Tingen satang membawakan minuman untuk nenek. Nenek menyuruh ibu untuk melihat cara Fenqing bicara. Makanannya seolah enak sekali. Nenek menanyakan siapa Fenqing. Ibu memberitahu kalo dia dengar dari Xiaobin kalo dia adalah koki yang terkenal dari pasar malam. Demi mengembalikan nama ayahnya sebagai raja kari, dia spesial belajar kari dari Tingen. Nenek bertanya-tanya, raja kari? Siapa namanya? Ibu memberitahu kalo namanya Wei Fenqing. Nenek mengingat ingat seolah pernah mendengar orang bermarga Wei. 

Bersambung...

Komentar:
Setuju sama Ruxi dan Xiaobin. Apa yang akan Tingen kakukan setelah 7 hari berlalu. 

Salam 
Anysti18