Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 5 Part 4

Xiaoxing menanyakan apa yang membuat Du Ruo tertekan? Du Ruo mengatakan kalo dia serasa ditusuk dari belakang. Sekarang ia berpikir kalo lebih baik bekerja secara manual. Menurutnya hubungan interpersonal sangat rumit. Du Nian menanyakan contohnya. Du Ruo memberitahu kalo saat Shen Xun datang untuk pemotretan hari ini. Dia membawa tim styling-nya sendiri. 


Du Nian bertanya kenapa? Ia memberitahu kalo semua murid di film punya seragam yang sama. Jadi dia membuat versi lain dari seragamnya sendiri? Du Ruo berpikir kalo itulah yang Shen Xun pikirkan. Pertama dia mengubah naskahnya. Sekarang dia mengubah seragamnya. Nggak tahu apa lagi yang akan dia ubah nantinya. Beruntungnya sutradara Ye menolaknya. Xiaoxing menatap Du Ruo dan menanyakan kalo sutradara nggak setuju untuk mengubah naskahnya? 


Du Ruo membenarkan. Shen Xun bahkan nggak hanya mencoba mengubah naskahnya sendiri, tapi juga naskah Su Weibai dan Du Nian. Du Nian mengaku tahu kalo naskahnya diubah. Tapi dia nggak mengharapkan kalo hari itu akan segera datang. Xiaoxing merasa kalo sebenarnya merubah naskah nggak sepenuhnya buruk. Mungkin itu akan menjadi lebuh baik. Pikirkan, terkadang ada beberapa adegan yang sebenarnya nggak terlalu penting. Yang terpenting adalah bisa menjadi lebih baik. Kamu nggak akan membutuhkannya. 


Du Nian nggak sependapat. Ia meminta Du Ruo untuk mengatakannya pada sutradara Ye agar dia tetap pada yang original. Jangan mengubah adegan secara acak walaupun ditekan oleh superstar. Du Ruo meminta agar Du Nian nggak khawatir. Ia meyakinkan kalo sutradara Ye orangnya profesional. 


Du Nian membenarkan. Ia lalu mengingatkan kalo besok malam ada siaran langsung. Xiaoxing mengiyakan. Du Ruo mengatakan kalo dia juga akan mencoba yang terbaik. Du Nian dan Xiaoxing kompak bertanya kenapa? Du Nian mengatakan kalo Du Ruo harusnya gabung dengan mereka. Du Ruo memberitahu kalo dia terlalu sibuk. Dia bahkan nggak punya waktu untuk makan dan tidur. Kenapa dia mesti peduli dengan siaran langsung? Xiaoxing hanya tertawa mendengarnya. 


Xiaoxing datang ke kantor bersama dengan Su Zhan. Ia diberitahu oleh karyawan kalo barang yang ia sebutkan lewat telpon sudah diantar dan ia letakkan di ruang latihan. Xiaoxing mengiyakan dan berterima kasih. Ia lalu memberitahu Su Zhan kalo ia membelinya untuk Su Zhan. Su Zhan menanyakan barang apa? Xiaoxing mengingatkan kalo Su Zhan bilang ingin sesuatu yang lebih baik. Su Zhan nggak ngeh. Xuaoxing menariknya dan akan menunjukkannya nanti. 


Dua karyawan itu berbisik kalo mereka sangat dekat. Jiang Ye yang baru datang mendengarnya. Ia menanyakan apa yang mereka lakukan? Karyawan itu memberitahu kalo Su Zhan baru saja belanja online. Jiang Ye menanyakan apa yang Su Zhan beli? Mereka nggak menjaewabnya. Jiang Ye naik ke atas untuk melihatnya sendiri. 


Xiaoxing dan Su Zhan sampai di ruang latihan. Ada kardus besar disana. Xiaoxing langsung menghampirinya. Su Zhan merasa kalo itu sangat besar. Ia menanyakan apa itu? Xiaoxing memberitahu kalo itu sesuatu yang Su Zhan butuhkan. Su Zhan nggak ngerti. Apa Xiaoxing yakin kalo dia membutuhkannya? Xiaoxing mengingatkan kalo yang terakhir nggak memberikan feel? 


Xiaoxing membuka kotak itu. Dan isinya benar-benar membuat Su Zhan dan Jiang Ye tercengang. Itu adalah boneka. Xiaoxing mengambilnya dan bertanya-tanya kenapa itu sangat jelek? Itu tampak berbeda dari yang tampak di gambar. Jiang Ye merasa itu nggak mungkin. Ia dan Su Zhan sampai nggak habis pikir. Su Zhan bahkan sampai mengusap matanya saking nggak yakinnya. 


Xiaoxing meraba dada boneka dan merasa kalo itu nggak terlalu buruk juga. Ia memberitahu Jiang Ye kalo itu terasa sangat bagus. Jiang Ye menolak. Dia memberitahu kalo dia nggak mau mencobanya. Ia menyuruh Xiaoxing dan Su Zhan saja yang memainkannya. Su Zhan mengatakan kalo dia juga nggak suka main boneka. Jiang Ye pergi meninggalkan mereka. 


Xiaoxing tersenyum sambil membawa boneka itu ke Su Zhan. Su Zhan spontan mundur karena takut. Ia bertanya apa yang Xiaoxing lakukan? Xiaoxing melarangnya untuk takut. Itu nggak nyeremin kok walaupun itu tampak jelek. Tapi Su Zhan kan seorang aktor, sudah tugasnya untuk beraktin, nggak peduli siapapun lawan mainnya. Su Zhan harus berakting seolah ia mendapatkan feel-nya. Ia yakin kalo Su Zhan bisa melakukannya. 


Su Zhan menatap boneka itu dengan ekspresi takut tapi Xiaoxing malah melempar boneka itu padanya dan memintanya untuk mencobanya. Xiaoxing mengambil sesuatu di meja. Ia memberitahu kalo hari ini adegannya dengan Shen Xun. Ia memamerkan kalo ia sudah mendapatkan fotonya Shen Xun. Dan sekarang propertinya sudah siap. 


Xiaoxing menempelkan foto itu ke wajah boneka. Dia bahkan memakaikannya kalung juga. Ia merasa kalo itu sempurna. Xiaoxing menyuruh Su Zhan untuk memegangnya kebih tinggi. Su Zhan menurut. Xiaoxing lalu menyuruhnya untuk mencobanya. 


Su Zhan menatap boneka itu. Xiaoxing memberitahu kalo hari ini adegannya Su Zhan menyatakan perasaan cintanya ke pemeran utama wanita. Su Zhan terkejut. Hah?  Xiaoxing menyuruh Su Zhan untuk menatap kalo gadis itu sangat lembut dan imut, sangat alami dan pintar. Kalung jam pasir itu adalah tanda cinta yang Su Zhan berikan untuknya, untuk menyaksikan cintanya. Betapa cintanya Su Zhan padanya. Sangat...sangat...sangat cinta.


Su Zhan merasa nggak bisa melakukannya. Ia menatap Xiaoxing dan mengatakan kalo nggak peduli siapapun lawan mainnya, ia harus mencobanya? Xiaoxing mengangguk membenarkan. Su Zhan bertanya gimana kalo lawan mainnya nggak boneka tapi Xiaoxing? Xiaoxing terkejut dengar permintaan Su Zhan. 


Su Zhan meletakkan bonekanya dan bertanya kenapa Xiaoxing nggak melatihnya dengan Xiaoxing sendiri? Xiaoxing mendadak jadi gugup. Dia sih bisa saja. Tapi kan dia sudah menyiapkan boneka dan menaruh fotonya juga. Dan bahkan propertinya sudah jadi. Kenapa Su Zhan membutuhkannya? 


Su Zhan melepas kalung itu dan memakaikannya ke Xiaoxing. Xiaoxing bertanya apa yang Su Zhan mau lakukan? Su Zhan juga melepas foto itu dan menempelkannya ke wajah Xiaoxing. Ia lalu tersenyum dan bilang kalo sekarang dia bisa melakukannya. Xiaoxing mengiyakan tapi... . Su Zhan menjentikkan jarinya dan action! 


Xiaoxing seketika terdiam dan Su Zhan mulai masuk ke perannya. Su Zhan mengatakan kalo Xiaoxing selalu bilang kalo dia b*doh. Bahkan setelah tiga puluh tahun, dia mungkin nggak bisa sepintar dirinya. Tapi biasanya orang b*doh hanya dalam satu hal saja. 


Su Zhan mengulurkan tangannya dan meraih tangan Xiaoxing dan maju selangkah dan melanjutkan, yaitu memilih seseorang yang bisa dipercaya lalu mempercayainya seumur hidup. 


Su Zhan mendekatkan wajahnya dan bertanya bisakah Xiaoxing mempercayainya? Su Zhan makin mendekat. Ia menatap bibir Xiaoxing. Su Zhan lalu meraih jam pasir di kalung Xiaoxing. Ia bertanya apa Xiaoxing mengingat apa yang pernah ia katakan sebelumnya? Tiap kali jam pasir dibalik, maka sesuatu yang indah akan terjadi. 


Xiaoxing mengatakan kalo dia nggak ingat. Su Zhan mengajaknya untuk melihat sekali lagi. Su Zhan membaliknya dan tersenyum menatap Xiaoxing. Genggaman tangannya kian erat. Xiaoxing mengaku nggak bisa melihatnya. Su Zhan meletakkan jam pasir itu dan memberitahu kalo dia telah melihatnya. 


Su Zhan tersenyum menatap Xiaoxing. Xiaoxing sendiri malah menunduk. (Sepertinya dia tahu adegan selanjutnya). Su Zhan kian mendekatkan wajahnya. Perlahan ia mulai mendekatkan bibirnya dan makin mempererat genggaman tangannya. 


Sampai di detik-detik terakhir tiba-tiba ponsel Xiaoxing bunyi. Xiaoxing menjauh dari Su Zhan dan menjawabnya. Yang menelpon adalah Du Ruo. Xiaoxing bertanya ada apa? Su Zhan meraba bibirnya. Hampir saja. Du Ruo mengingatkan kalo tahun ini mereka akan pergi ke kota tua. Ia bertanya apa Xiaoxing ingat apa nama sungainya? Xiaoxing mengingat-ingat dan memberitahu kalo itu ada di kota tua Beishu. Du Ruo lalu bertanya kenapa Xiaoxing nggak kesana? Xiaoxing memberitahu kalo dia nggak bisa. 


Du ruo mengatakan kalo semua situsnya di tutup. Menurutnya kota itu sangat indah. Ia ingin menunjukkannya ke sutradara siang ini. Sekali lagi ia menanyakan namanya kota tua Beishu? Xiaoxing mengiyakan. Du Ruo lalu menutup telponnya. 


Xiaoxing lalu kembali ke Su Zhan. Tiba-tiba suasana jadi canggung. Su Zhan menyalahkan bonekanya yang terlalu jelek sehingga mempengaruhi saraf otaknya dan membuatnya... . Itulah penyebabnya. Xiaoxing membenarkan. Itulah penyebabnya. 


Xiaoxing lalu mengambil boneka itu dan memasukkannya kembali ke dalam kardus. Ia lalu membawanya pergi. Su Zhan bertanya Xiaoxing akan membawanya kemana? Xiaoxing mengatakan kalo dia akan mengembalikannya. 


Ye Ling sedang berbicara dengan seseorang. Du Ruo tiba-tiba datang dan menariknya. Du Ruo melarang Ye Ling untuk berada di bawah pohon. Ye Ling yang nggak ngerti apa-apa dan bertanya ada apa? Du Rup memberitahu kalo akan ada badai. Ia lalu memperlihatkan ponselnya. Menurut ramalan cuaca, akan ada badai guntur hari ini. Gimana kalo Ye Ling berada di bawah pohon lalu tersambar petir? Ye Ling membalas kalo Du Ruolah yang akan tersambar petir. Ye Ling lalu kembali ke bawah pohon. 


Du Ruo mengaku melakukan hal itu demi kebaikan Ye Ling. Dia merasa nggak bisa membiarkan Ye Ling terluka. Ia kembali menarik Ye Ling dan meminta Ye Ling agar percaya padanya. Ia hanya mencegah Ye Ling dari tersambar petir. Ye Ling sebenarnya malas. Nggak mungkin dia bakal kesambar petir. G*la! Ye Ling menghempaskan tangan Du Ruo lalu kembali ke tempat tadi. 


Xiaoxing mengantar Su Zhan pulang. Begitu turun dari mobil ia langsung mengeluarkan barang-barang Su Zhan. Xiaoxing terkejut lihat bonekanya masih di mobil. Su Zhan juga melihatnya. Xioaxing memberitahu kalo kurirnya nggak datang juga. Tapi ia akan segera mengembalikannya. Su Zhan mengiyakan. Dia nggak masalah kok. 


Ponsel Xiaoxing bunyi. Telpon dari Du Nian yang mengabarkan tentang siaran langsung. Xiaoxing mengaku kalo dia ingat. Malam ini di Xingmao Tower? Xiaoxing mengiyakan. Sampai ketemu nanti malam. 


Xiaoxing mengambil gitar dan memberikannya pada Su zhan. Ia lalu menutup telponnya dan mengantar Su Zhan masuk. 


Su Zhan sempat terdiam teringat saat latihan tadi. Ia hampir saja mencium Xiaoxing. 


Su Zhan berbalik dan memanggil Xiaoxing. Su Zhan memberitahu kalo sebenarnya bonekanya sangat imut. Xiaoxing mengangkat wajahnya, ha? Su Zhan mendadak jadi salah tingkah. Ia lalu bilang sampai ketemu besok. Su Zhan lalu berbalik dan masuk. Xiaoxing sendiri hanya terdiam. 

Bersambung...


Komentar:
Agak geregetan pas lihat Su zhan latihan akting sama Xiaoxing. Dan tahu keajaiban apa yang terjadi saat jam pasirnya dibalik? Cinta! Ah, lebay! 
Dan agak rancu juga pas Su Zhan bilang kalo sebenarnya bonekanya sangat imut. Ngomongin boneka tapi yang kebayang adalah Xiaoxing. Hadeuh, tepok jidad! 

Salam 
Anysti18