Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 7 Part 1

Wartawan itu menatap Xin Yualin dan mengaku nggak ngerti. Xin Yualin menyindir, nggak perlu menyangkalnya secepat itu. Wartawan itu bertanya gimana kalo dia nggak tertarik? Xin Yualin menarik busurnya dan bilang nggak papa. Ia bisa mengawasinya dengan caranya. Wartawan itu menggunakan 3 mobil untuk mengikuti mereka setiap hari. Dan Xin Yualin akan menggunakan 6 mobil untuk mengawasi orang-orang wartawan itu. Orang-orangnya akan mengawasi orang-orang wartawan itu. Nggak lama. Mungkin hanya 3 bulan, ia meyakinkan kalo wartawan itu nggak akan mendapatkan foto dan berita apapun. Tunggu saja untuk melihat hasilnya. Dan untuk tenaga kerja, ia nggak punya sebanyak Sheng Hua. Untuk uang... apa perlu ia katakan juga? Wartawan itu merasa tertekan. 


Xin Yualin selesai memanah di malam hari. Ia lalu menelpon seseorang. Ia benar-benar bekerja sama dengannya. Xin Yualin mengatakan kalo dia nggak pernah mendengarkan Song Huaixin. Dia hanya mendengarkan uang. Orang di seberang bertanya gimana kalo yang lain memberinya harga yang lebih tinggi? Xin Yualin merasa kalo itu mustahil. Ia lalu menutup telponnya. 


Xiaoxing duduk bersama dengan Du Ruo. Ia ingin melihat siaran langsung tapi Du Ruo melarangnya. Seseorang mungkin akan memarahinya. Jangan melihatnya. Du Ruo juga menyuruh Xiaoxing untuk mematikan komentar fb, hentikan siaran langsung mereka sementara. Jauh-jauh dari masalah. 


Xiaoxing memaksa. Ia tetap membuka laptopnya. Ia harus melihatnya. Ia adalah asisten Su Zhan. Ia harus memperhatikan perilaku Su Zhan. 


Du Ruo melihat Du Nian yang asik berfoto. Ia memintanya untuk mengatakan sesuatu. Bukannya biasanya Du Nian yang punya banyak ide? Du Nian mengatakan kalo Xiaoxing diserang oleh penggemar Su Zhan adalah sesuatu yang buruk. Du Ruo dan Xiaoxing tampak nggak paham.  Du Nian melanjutkan, untuk sekarang dimarahi nggak begitu mengerikan. Tapi yang lebih buruk adalah diabaikan. 


Du Ruo bertanya-tanya apa yang salah dengan Du Nian hari ini? Kenapa mengatakan kata-kata aneh seperti itu? Du Nian menegur kakaknya agar nggak melampiaskan kekesalan padanya. Apanya yang kata-kata aneh? Ia merasa lelah sendiri karena pelatihan. Ia sedang mencoba mencari solusi. 


Xiaoxing bertanya apakah Du Nian juga berpikir begitu? Xiaocing mencoba memikirkannya dengan sederhana. Du Nian menatap Xiaoxing, nggak juga. Tapi sekarang Xiaoxing telah menyinggung perasaan Tuan Xin. Ia menasehati agar Xiaoxing berhati-hati. 


Xin Yualin sedang melamun di mobilnya. 

Flashback...


Wartawan mengaku telah menerima proposal Xin Yualin. Karena Xin Yualin telah mengatakannya, maka ia hanya bisa berhenti. Wartawan itu memberitahu kalo malam ini Su Zhan akan melakukan siaran langsung tentang film itu. Wartawan itu mengaku mendapat kabar kalo akan ada banyak wartawan yang bergabung dan mengajukan pertanyaan tentang gosip yang beredar. Apakah Su Zhan akan membatalkannya atau enggak, semuanya bergantung pada Xin Yualin. 

Flashback end...


Fang Li memanggil Xin Yualin yang tengah melamun dan memberitahu kalo siaran langsung akan dimulai. Xin Yualin mengambil ponsel Fang Li.


Du Ruo dan Xiaoxing juga akan menonton siaran langsung itu. Du Nian yang dari tadi asik sendiri juga ikut bergabung. 


Su Zhan menatap laptopnya dan menyapa semua orang. Itu adalah pertama kalinya ia melakukan siaran langsung. Sebenarnya dia nggak tahu apa itu baik. Dia hanya berpikir kalo ia perlu mengobrol dengan mereka atau menyanyikan lagu. Hingga ia melihat siaran langsung yang berjudul mata tengah malam. 
Du Ruo dan Xiaoxing saling menatap dengar siaran langsung mereka disebut-sebut. 


Su Zhan mengaku tahu kalo siaran langsung sangat spesial.  Tayangan yang sangat dicari belakangan ini. Awalnya itu sesuatu yang bagus, tapi pesta life streaming itu sedang mengalami penderitaan yang nggak diketahui. Dan itu disebabkan oleh penggemarnya yang secara acak menyerang asistennya juga temannya yang sangat ia percaya. 


Xin yualin menontonnya dengan serius. Fang Li memanggilnya. Xin Yualin mengangkat tangannya dan meminta agar Fang Li nggak bilang apa-apa. 


Su Zhan melanjutkan kalo asistennya adalah seorang aktris jauh sebelum menjadi asistennya. Ia adalah seseorang yang mengambil resumenya sendiri untuk banyak kru, besar dan kecil. Su Zhan nggak ingin menanyakan hal itu pada para penggemarnya. Su Zhan bertanya pada penggemarnya, apa mereka tahu berapa banyak usaha yang telah asistennya bayar? 

Flashback...


Xiaoxing memohon pada sutradara. Ia meyakinkan kalo ia bisa melakukan apapun. Bersih-bersih. Memainkan sedikit peran juga oke. 


Xiaoxing menjadi badut. Du Ruo menyemangatinya dari bawah panggung. Nggak ada seorangpun yang menonton. Ada sih cuman dua orang tapi mereka sama sekali nggak melihat Xiaoxing.

Flashback end...


Su Zhan melanjutkan kalo faktanya, kerja keras bukanlah standar untuk menilai apakah seseorang layak mendapatkan pujian. Ia telah membuat life streaming itu hancur tapi mereka semua nggak memarahinya malah menyalahgunakannya. Hanya karena ia lebih terkenal dari asistennya. Su Zhan mengaku nggak hanya menganggapnya sebagai asisten tapi seorang teman yang ia pedulikan. Ia melakukan siaran langsung hari ini untuk mengatakan maaf kepadanya atau mereka yang disalahkan hanya karena mereka adalah temannya. 


Du Ruo terkagum-kagum. Menurutnya Su Zhan sangat tampan. Su Zhan benar-benar idolanya. Ia lalu menatap Xiaoxing dan mengaku iri padanya. Xiaoxing tersenyum sampai menangis. Du Ruo mengaku ingin jadi sutradara atau ia juga akan mencoba menjadi asistennya. 


Su Zhan memanggil Xiaoxing dan meminta maaf. 


Tanpa sadar Xiaoxing mengangguk. Dia sampai mau nangis lagi. Du Ruo metangkulnya. Nggak papa! Nggak papa! Dan entah kenapa Du Nian justru tampak sedih. 


Xin Yualin malah tampak nggak tenang. Ia mengembalikan ponsel itu pada Fang Li. Fang Li mengatakan kalo dia nggak berharap Su Zhan berani melakukan itu. Yang ia lakukan adalah kesalahan penggemarnya sendiri. Di lingkaran itu hanya Su Zhan yang berani melakukan itu. Xin Yualin mengatakan kalo apa yang Su Zhan lakukan seperti pedang bermata dua. Fang Li nggak ngerti. Pedang bermata dua? Kenapa? Xin Yualin nggak bilang apa-apa lagi. Ia menyuruh sopir untuk kembali ke perusahaan. 


Du Ruo terbangun oleh suara ponsel. Ia mengambil ponselnya dan berdoa semoga dia nggak melihat berita buruk lagi. Ia terkejut saat membaca komentar yang ada. Mereka mengatakan kalo Xiaoxing nggak bersalah. Kekerasan internet sangat buruk. Tadinya mereka berprasangka kalo dia licik tapi faktanya mereka terlalu ganas. Penggemar yang melempar telur benar-benar kelewatan. Mereka antis? Komentar yang lain mengiyakan. Mereka yang mengaku sebagai penggemar sejati merasa nggak akan melakukan hal itu. 


Du Ruo turun dari tempat tidur dan memanggil Xiaoxing. Tapi saat ia sampai di kamarnya Xiaoxing, Xiaoxingnya sudah nggak ada. 


Xiaoxing sendiri sudah ada di rumah Su Zhan dan sedang bicara dengan ayah Su Zhan. Ayah Su Zhan mengatakan kalo berita itu telah terselesaikan. Itu adalah peringatan untuk Xiaoxing. Bahkan kalo Xiaoxing merasa bersalah, ia hanya bisa menghibur diri sendiri. Xiaoxing yang berdiri di hadapan Tuan Shu mengiyakan. Ia meminta Tuan Shu untuk beristirahat. 


Tuan Shu bangkit dan memberikan obat Su Zhan. Itu adalah obat blocker yang digunakan oleh Su Zhan. Itu akan membantu untuk menekan tumbulnya penyakit saat Su Zhan melakukan kontak fisik dengan orang lain. Efeknya bisa bertahan selama 3 jam atau lebih. Dan obat itu nggak boleh dikonsumsi lebih dari 3 pil sehari karena efek sampingnya akan sangat buruk juga bisa membahayakan kesehatannya. Tuan Shu menyarankan agar Su Zhan meminum satu sebelum make up dan satu lagi setelah syuting maka Su Zhan akan baik-baik saja. Tuan Shu akan meminta Jiang Ye untuk mengawasi jadwalnya. Kerja Su Zhan nggak lebih dari 8 jam sehari. 


Tuan Shu memberikan obat itu pada Xiaoxing. Xiaoxing menerimanya dan mengiyakan. Tuan Shu memberitahu kalo Su Zhan ada di kamarnya. Ia meminta Xiaoxing untuk membangunkan Su Zhan karena ia ada jadwal hari ini. 


Xiaoxing mengangguk. Ia lalu naik ke atas, menuju kamar Su Zhan. Saat tengah menaiki tangga, tuan Shu kembali memanggil Xiaoxing. Xiaoxing berbalik dan menatap tuan Shu. Tuan Shu menyampaikan kalo semalam Su Zhan melakukan siaran langsung karena menganggap Xiaoxing sebagai teman. Su Zhan nggak ingin Xiaoxing menderita karena kesalahannya. Xiaoxing tersenyum dan mengaku tahu tentang hal itu. Tuan Shu meminta pengertian Xiaoxing kalo teman hanyalah teman. 


Wajah Xiaoxing tampak sedikit berubah. Ia melarang Tuan Shu untuk khawatir. Ia mengerti apa yang tuan Shu maksud. Kenyataannya Su Zhan nggak punya perasaan lain padanya. Xiaoxing membenarkan kalo Su Zhan adalah orang yang baik. Xiaoxing lalu pamit dan naik ke atas. 


Xiaoxing masuk ke kamar Su Zhan. Su Zhan sendiri masih tidur. Ia pun mengambil pakaian Su Zhan yang berserakan di mana-mana. Saat mengambil pakaian di bawah tempat tidur, Xiaoxing menatap Su Zhan yang tertidur pulas. Ia tersenyim dan mendekat, memperhatikan wajah Su Zhan. Xiaoxing mengucapkan terima kasih. Su Zhan tiba-tiba menyahut, sama-sama. Su Zhan membuka matanya dan tersenyum menatap Xiaoxing. 

Bersambung...

Komentar:
Akhirnya masalahnya sudah selesai. Dan nggak tahu kenapa kok rasanya nggak adil, ya. Seolah-olah masalahnya selesai gara-gara Su Zhan. Padahal yang benar-benar mengayatasinya justru adalah Xin Yualin. Meskipun dia nggak jelas-jelas melakukannya untuk Xiaoxing tapi kan ujung-ujungnya ada hubungannya dengan Xiaoxing? 

Salam
Anysti18