Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 7 Part 3

Xin Yualin menghampiri Ye Ling dan meminta maaf karena datang terlambat. Ia menanyakan bagaimana acaranya? Ye Ling memberitahu kalo mereka menunggu Xin Yualin. Xin Yualin menyuruh Ye Ling untuk melanjutkannya. Ia lalu duduk di belakang. Xin Yualin melihat Shen Xun dan melemparkan senyum padanya. 


Ye Ling bangkit dan berdiri di depan. Ia mengatakan akan memulai rapat karena semua orang sudah ada di sana. Ia telah memberikan naskah pada mereka jadi ia pikir kurang lebih mereka pasti tahu peran mereka. Ye Ling membeeitahu kalo pertemuan kali ini untuk mencari tahu apa lagi yang ingin mereka tambahkan je dalam naskah atau menghapusnya. Selain itu Ye Ling berharap kalo mereka bisa mempersiapkan diri. Rencananya pelatihan pemain untuk Life Tide akan segera dimulai. Itu akan menjadi tantangan yang baru dan juga sulit. Ye Ling mengumumkan kalo kecuali pelatihan bela diri Su Zhan dan An Ge, pelatihan tari klasik untuk Shen Xun dan Du Nian juga harus difokuskan. Su Zhan memberitahu Xiaoxing untuk nggak usah khawatir. Xiaoxing mengangguk.


Ye Ling memanggil Su Weibai dan memberitahu kalo adegannya tentang sastra, jadi nggak perlu mengikuti pelatihan apapun. Su Weibai bangkit dan memberitahu sutradara Ye kalo ia harus menginterupsi. Ia memberitahu secara kebetulan semua pemain ada di sana. Ia memberitahu kalo mereka nggak bergantung pada gambar, nggak ada hype berdasarkan kunjungan. Intinya adalah, kecuali pelatihan tentang adegan bela diri, bukankah seharusnya mereka memberikan pelatihan tentang bertindak untuk semua orang yang telah hadir? Ia mencontohkan kalo mereka bisa menanyakan beberapa ahli dalam bidangnya untuk mengajari mereka. Kalopun kalo kru nggak memikiki anggaran itu, ia juga bisa nelakukannya secara gratis. Ia adalah seorang profesor tamu di departemen pertunjukan akademi film. Ia nggak mengatakan betapa briliannya aktingnya tapi ia ingin membuat kemahuan untuk semua orang yang hadir dan bertukar ide. 


Semua orang nampak nggak tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Su Weibai. Shen Xun memanggil Su Weibai dan menyampaikan kalo dia nggak sependapat. Ia mengingatkan kalo mereka nggak punya jadwal yang sama. Apalagi dirinya yang nggak punya banyak waktu. Xin Yualin tersenyum mendengarnya. 


Su Weibai merasa kalo itu nggak masalah. Ia meminta semua orang agar nggak khawatir. Mereka hanya perlu pelatihan satu jam saja sudah cukup Shen Xun makin pusing. Ia memberitahu kalo waktunya dihitung setiap menit. Baginya satu jam adalah kemewahan. Su Weibai menyindir kalo sebelum pertemuan dimulai, Shen Xun telah menunggu di luar segitu lamanya agar ia tiba disaat yang tepat? 


Shen Xun nggak bisa sabar lagi. Ia bangkit dan memanggil Su Weibai, apa itu maksudnya? Su Weibai mengatakan kalo itulah yang terjadi. 


Ye Ling kesal dan membanting naskah yang ia pegang. Su Zhan bahkan sampai kaget. Te Ling bertanya mereka berdua apa susah selesai? Su Weibai dan Shen Xun langsung duduk. Ye Ling memperlihatkan jadwal pelatihan. Termasuk pelatihan yang ditargetkan di dunia akting dan dihitung permenit. 


Ye Ling bangkit dan melanjutkan kalo selama pelatihan, siapapun yang mengganggu atau gagal, nggak akan dibebaskan hanya dengan permintaan maaf. Nggak peduli seorang bintang, superstar atau artis sekalipun. Di tim ini mereka hanya punya satu identitas, yaitu aktor. Dan karena mereka dibayar sebagai aktor yang telah menandatangani kontrak, mereka harus bekerja dan melakukan upaya yang sesuai. Di timnya nggak ada alasan apa yang diperlukan dan apa yang enggak. Ialah yang akan memutuskan dan bertanggung jawab. 


Du Ruo tiba-tiba bangkit dan memuji Ye Ling yang sungguh bijaksana. Hidup sutradara! Du Ruo bertepuk tangan untuknya. Dan yang nggak disangka, Xiaoxing juga ikut bertepuk tangan. 


Ye Ling bersama Du Ruo di ruangannya. Ia memberitahu Du Ruo kalo nanti mereka yang akan memeriksa situsnya untuk adegan outdoor nomor 1 dan 4. Du Ruo mengerti dan mencatatnya. 


Xiaoxing masuk tanpa mereka sadari. Ia berdehem untuk menarik perhatian. Du Ruo bangkit dan menghampiri Xiaoxing. Apa Xiaoxing datang untuknya? Xiaoxing bilang enggak sambil menatap Ye Ling. Du Ruo seperti paham. Ia lalu pamit. Sebelum pergi ia membisiki Xiaoxing agar bersikap baik pada Ye Ling dan jangan bertengkar. Xiaoxing mengangguk mengiyakan. 


Xiaoxing menghampiri Ye Ling dan duduk di hadapannya. Ye Ling menunjuk-nunjuk Xiaoxing pakai pulpen. Ia memberitahu karena Xiaoxing telah memilih menjadi asisten seorang bintang, maka ia harus melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Dengar nggak? Xiaoxing hanya mengangguk. 


Ye Ling bertanya dimana Su Zhan? Xiaxing menjawab di tempat latihan. Ia memberitahu akan segera naik ke atas setelah berbicara dengan Ye Ling. Ye Ling yang sok sibuk menyuruh Xiaoxing untuk to the point.Xiaoxing meminta Ye Ling untuk memberitahu ayahnya kalo dia baik-baik saja dan jangan khawatir. Lagian masalahnya sudah terpecahkan. 


Ye Ling menatap Xiaoxing dan menyuruhnya untuk pergi dan memberitahu sendiri. Xiaoxing mendekat dan mengingatkan kalo dia kenal ayahnya, kan? Tiap kali Xiaoxing memanggil ayahnya, dia selalu mengatakan itu. Pokoknya Xiaoxing meminta Ye Ling untuk menenangkan ayahnya dan dia akan menjadi asisten kecil pekerja keras yang nggak merepotkan orang lain. 


Ye Ling menatap Xiaoxing lalu tersenyum mengejek. Lah sekarang dia malah sedang merepotkan seseorang??!! Ye Ling bangkit dan mengambil keripik kentangnya di sofa. Ia memberitahu kalo selain Su Zhan, tuan Xin juga terseret oleh Xiaoxing. 


Xiaoxing mendekat dan membantahnya. Tuan Xin terseret oleh Ye Ling. Ye Ling yang membawa tuan Xin padanya. Xiaoxing merebut keripik kentang milik Ye Ling dan memakannya. 


Ye ling memberitahu kalo Xiaoxing sangat naif. Apa xiaoxing pikir masalah itu terselesaikan karena siaran langsung Su Zhan? Ia memberitahu kalo bagi tuan Xin, Xiaoxing dan Su Zhan berada dalam kesulitan. Ye Ling menyebutkan pepatah pos online, berhutang permintaan maaf Ji Xiaoxing dari beberapa teman baik. Xiaoxing nggak menjawab dan asik makan keripik kentang. 


Ye Ling melanjutkan kalo tuan Xinlah yang bekerja dengan tim PR Sheng Hua sepanjang malam. Walaupun dia melakukannya untuk pyoyeknya, tapi dia menyelamatkan Xiaoxing dengan jalannya. Ye Ling merebut kembali keripik kentangnya dan memakannya. 


Xiaoxing bangkit dan mengiyakan. Dia mengerti. Ia mengajak Ye Ling untuk hidup berdampingan dengan damai mulai sekarang. Xiaoxing mengulurkan tangannya dan Ye Ling malah menyingkirkannya. Ia meremehkan, hidup berdampingan dengan damai? Ye Ling mendorong kepala Xiaoxing, dikiranya dia punya banyak waktu untuk main tikus kucing dengannya tiap hari? Xiaoxing mengiyakan. Ia bertanya, nggak ada lagi? Xiaoxing lalu pamit. 


Ye Ling malas, pergi gih! Xiaoxing melarang Ye Ling untuk mengejarnya. Xiaoxing melihat meja Ye Ling sekarang sudah rapi. Ia mengaku bertanya-tanya kenapa ada banyak barang yang hilang di rumah. Itu ternyata karena Du Ruo memindahkannya kesana? 


Ye Ling melarang Xiaoxing untuk mengatakan kalo itu rumahnya. Ia mengingatkan kalo rumah Xiaoxing ada di Beijing. Mendadak Xiaoxing jadi sedih. Iya, deh. Ye Ling mengingatkan agar Xiaoxing mengucapkan terima kasih saat ketemu tuan Xin. Xiaoxing mengiyakan, bos! Eh, bukan ding, mantan pacar! Ye Ling kesal dan mau nyambit Xiaoxing tapi Xiaoxingnya sudah pergi. 


Xiaoxing ketawa-ketawa setelah sampai di luar kantor Ye Ling. Tapi sedetik kemudian dia malah merasa sedih. Ia menghela nafas lalu kembali melangkah. 


Du Nian berlatih menari dengan seorang guru. Xiaoxing masuk dan tersenyim saat melihatnya. Ia duduk di belakang dan memperhatikan gerakan tari Du Nian. An Ge dan Su Zhan datang nggak lama kemudian. An Ge mendahului Su Zhan dan buru-buru duduk di samping Xiaoxing. An Ge bertanya apa Xiaoxing menyukainya? Xiaoxing mengangguk membenarkan. Ia memberitahu kalo ia mengambil jurusan tari klasik. 


Su Zhan duduk di sebelah kiri Xiaoxing. Ia mengambil ponselnya dan merekam tarian Du Nian. An Ge mengatakan kalo ia berpikir Xiaoxing akan cantik kalo menarikannya. Xiaoxing tesenyum dan berterima kasih. 


Du Nian melihat ke belakang dan senang melihat Su Zhan merekamnya. Nggak lama kemudian latihannya selesai. Du Nian mengucapkan terima kasih pada gurunya. Ia ingin menghampiri Su Zhan tapi guru malah memintanya untuk datang ke ruang data karena ia menemukan beberapa video untuk Du Nian.


Su Zhan memperlihatkan ponselnya pada Xiaoxing. Ia telah merekamnya. 


Du Nian mengatakan kalo dia hanya perlu mempelajari gerakannya jadi nggak perlu melihat datanya. Guru tersinggung. Ia memberitahu Du Nian kalo tarian klasik memiliki aturan yang ketat. Itu nggak seperti makanan cepat saji. Singkatnya seperti pelatihan. Jiwa, tangan, tubuh dan kaki Du Nian bagus kalo enggak, ia hanya akan mempermalukan diri sendiri di layar. Ngerti? Guru kesal lalu pergi duluan. Du Nian mengaku mengerti. Ia akan bergabung dengan guru setelah berganti pakaian. 


Du Nian hendak menghampiri Su Zhan tapi Su Zhannya malah harus latihan bela diri dengan An Ge karrna guru mereka sudah datang. Mereka berdua bangkit dan bersiap-siap. Xiaoxing menghampiri Du Nian dan  menyapanya. Apa Du Nian lelah? Apa dia butuh istirahat? Du Nian kesal. Ia terpaksa tersenyum pada Xiaoxing. Du Nian mengambil tasnya lalu pergi. 


Ye Ling dan Du Ruo sampai di lokasi. Ye Ling menelpon Yan Li dan menanyakan keberadaannya. Ye Ling memberitahu kalo dia berada di lokasi adegan nomor 3. Ye Ling mengiyakan dan mengajak Yan Li untuk ketemuan nanti. Ia lalu menutup telponnya. 


Du Ruo merasa aneh. Ia merasa harusnya ada di sana. Tapi kenapa nggak ada? Ye Ling menatap Du Ruo dan bertanya apa Du Ruo bisa menemukan tempat itu? Du Ruo membuka pintu di depannya dan menemukan apa yang ia cari. Sepertinya memang ada di sana. Du Ruo terus melangkah dan akhirnya menemukannya. Yang itu. 


Ye Ling malah merasa kalo sebenarnya nggak ada di sana. Ia memberitahu Du Ruo kalo yang ia butuhkan adalah kamar antik dengan jendela kertas. Du Ruo tetap yakin kalo itu ada di sana. Menurut asisten Yan Li, ruangan itu bisa diubah. Du Ruo membuka pintu itu dan yang ada didalamnya adalah beberapa wanita yang sedang berganti pakaian. 


Para wanita itu berteriak karena terkejut begitu juga dengan Du Duo dan Ye Ling. Ye Ling bahkan sampai melongo. Du Ruo melihat Ye Ling dan merasa khawatir. Ia lalu mengambil kacamata hitamnya di dalam tas dan pura-pura memarahi Ye Ling. Berapa kali dia bilang? Jangan jalan-jalan. Kamu kan buta. Ia lalu membawa Ye Ling keluar. Mereka hampir nggak ketahuan. Tapi Ye Ling malah menoleh ke belakang. Para wanits itu tahu kalo Ye Ling nggak buta dan berteriak memaki. 


Ye Ling dan Du Ruo sampai di luar. Ye Ling menyuruh Du Ruo untuk melihat ke belakang. Apakah mereka masih dikejar? Du Ruo mengaku nggak berani. Ia lalu menyuruh Ye Ling untk melihatnya sendiri. Ye Ling melihat ke belakang dan lega karena mereka nggak dikejar lagi. 


Ye Ling melepas kacamatanya dan menilai kalo Du Ruo punya banyak senjata rahasia. Du Ruo mengingatkan kalo dia sudah menolongnya. Harusnya Ye Ling berterima kasih padanya . Kalo enggak Ye Ling akan menjadi berita utama besok. Sutradara terkenal itu mengintip ke kamar ganti wanita. Ye ling mengatakan kalo itu untuk Du Ruo. Gimana bisa itu terjadi padanya? Du Ruo merasa itu masuk akal. Ia kan pergi ke tempat itu untuk film Ye Ling. Dan saat ia membuka pintu itu Ye Ling nggak berhenti 

Bersambung...

Komentar:
Selalu lucu kalo ada Du Ruo dan Ye Ling. Dan Du Ruo selalu membawa kesialan buat orang di dekatnya. 
Dan Xiaoxing itu mantan pacarnya Ye Ling bukan, ya? Tiap kali ketemu Xiaoxing selalu bilang kalo Ye Ling adalah mantan pacarnya. Tapi anehnya Ye Ling selalu nggak mau kalo dipanggil mantan pacar. 

Salam
Anysti18

2 komentar

Penasaran hubungan ye ling sama xiaoxing dlu kak....
Kok ak jdi gak ska sama du nian yah, kayak agak licik gitu

Terima kasih atas komentarnya. Dah ada lanjutannya kok. Silakan ditunggu. Maaf agak lama ^_^

Salam
Anysti18