Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 8 Part 3

Du Ruo lega karena bisa keluar dari ruangan Ye Ling. Ia nengambil ponselnya dan menelpon Xiaoxing dan bertanya dia ada dimana? Xiaoxing memberitahu kalo dia mengacaukan kantor Xin Yualin. Du Ruo kaget. Bukan main. Apa? Apa dia sudah g*la? Du Ruo memberitahu kalo Xiaoxing bisa mengganggu siapapun kecuali Xin Yualin. 


Xiaoxing heran mendengarnya. Kenapa? Du Ruo hanya mengatakan karena dia adalah Xin Yualin. Apa Xiaoxing nggak tahu desas-desus tentang dia? Apa Xioaxing juga nggak tahu seberapa mengerikannya dia? Xiaoxing meremehkan, apa yang meremehkan? Apa Xin Yualin bisa membunuhnya? Du Ruo memberitahu kalo Xin Yualin akan mencaritahu kelemahan Xiaoxing dan menggunakannya untuk menyerangnya. Xiaoxing merasa kalo dia nggak punya kelemahan. Du Ruo menambahkan kalo Xin Yualin mungkin akan menyelidiki latar belakang Xiaoxing. Tahu? Hubungan antara Xiaoxing dan Ye Ling dan juga identitas orang tuanya. 


Secara kebetulan Xin Yualin lewat sambil nelpon. Du Ruo panik. Ia memberitahu Xiaoxing kali Xin Yualin akan memasuki kantornya. 


Xiaoxing mau nanya sesuatu tapi Du Ruo sudah menutup telponnya. Xiaoxing juga jadi panik. Ia mencari tempat buat sembunyi. Di bawah meja? Ah, enggak, nanti bisa ketahuan. Ia lalu pindah ke dalam lemari. Sayang lemarinya terlalu kecil jadinya nggak muat. 


Xin Yualin masuk ke ruangannya sambil membaca sebuah dokumen. Nggak lama kemudian dia baru menyadari betapa berantakannya ruangannya. Dikumen yang ia baca sampai jatuh dengan sendirinya. Bulu-bulu itu membuatnya alergi dan bersin-bersin. 


Du Ruo masuk ke ruang kendali dan siap untuk memadamkan listrik. 


Xin Yualin masuk ke ruangan yang nggak ada bulunya dan membuka pakaiannya. Xiaoxing yang juga berada di ruangan itu mengintip Xin Yualin yang hendak berganti pakaian. Xin Yualin memakai lotion dan mengoleskannya di seluruh tubuh. Ia seperti menyadari kalo ada orang lain disana dan kembali memakai kemejanya. 


Xin Yualin menatap Xiaoxing sambil berkacak pinggang. Xiaoxing menatapnya sambil senyum-senyum seolah nggak punya dosa. Ia mengatakan kalo kebetulan sekali. Xin Yualin mengangguk. Xiaoxing menyampaikan kalo Xin Yualin merasa terkejut sekarang, maka ia bisa berteriak. Lagian dia juga dalam kondisi yang baik. 


Xiaoxing hendak pergi melewati Xin Yualin tapi Xin Yualin tiba-tiba mengulurkan tangannya dan menghadang Xiaoxing. Ia melihat ke bawah. Xiaoxing mengikuti arah mata Xin Yualin dan baru sadar kalo kakinya menginjak kaki Xin Yualin. Oops! Xiaoxing pun buru-buru mengangkat kakinya. 


Xin Yualin menatap Xiaoxing tajam dan mengatakan kalo bulu-bulu yang ada di luar adalah ulah Xiaoxing, kan? Ia mulai mengangkat tangannya dan menunjuk Xiaoxing. Xiaoxing meraih tangan Xin yualin dan memintanya untuk mendengarkan penjelasannya. Xin Yualin menyuruh Xiaoxing untuk melepaskan tangannya. Xiaoxing menurut. Ia kembali memohon agar Xin Yualin mau mendengarkan penjelasannya. 


Xin Yualin mengiyakan dan menyuruh Xiaoxing untuk menjelaskannya. Xiaoxing sendiri malah bingung. Apa yang harus ia jelaskan? 


Du Ruo berdoa pada Budha agar menyelamatkan Xiaoxing. 


Xiaoxing mendikte kalo Xin Yualin harusnya bilang kalo dia nggak ingin mendengar penjelaaannya. Ia harusnya mrngikuti kebiasaan. Xin Yualin kembali ke kebiasaannya dan menunjuk Xiaoxing. Belum juga bilang apa-apa sudah terdengar alarm kebakaran yang dinyalakan oleh Du Ruo. 


Orang-orang berhamburan menyelamatkan diri. Xiaoxing juga ikutan berlari keluar. Xin Yualin mengejarnya dan menarik bajunya. Xiaoxing berbalik dan menatap Xin yualin. Xin Yualin bertanya apa Xiaoxing g*la? Xiaoxing malfh balik nanya, apa nggak papa baginya kalo dia tetap di sana? Xin Yualin menyangkal. Tentu saja enggak. Ia mengingatkan kalo disana ada banyak orang. Ia menyuruh Xiaoxing untuk minggir. 


Du Ruo dan yang lainnya menggedor-gedor pintu kantor Xin Yualin. Awalnya Xin Yualin nggak punya niat untuk membukanya. Ia terpaksa membukanya setelah menyuruh Xiaoxing untuk minggir dari pintu. Du Ruo mejyampaikan kalo ia ingin mentelamatkan tuan Xin. Ia terkejut melihat Xiaoxing di samping pintu. Xiaoxing meminta Du Ruo untuk diam. Xin Yualin memberitahu karyawannya kalo dia nggak papa. 


Du Ruo melihat ruangan Xin Yualin sangat berantakan. Tambah terkejut lagi saat melihat sebuah boneka di sofa. Du Ruo dan semua karyawan mengkhawatirkannya. Mereka lalu membawanya keluar meski Xin Yualin mengatakan kalo dia baik-baik saja. 


Du Ruo memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan Xiaoxing. Sayangnya pintunya nggak bisa dibuka. Alarm kebakaran telah mengunci pintu itu secara otomatis. Du Ruo lalu memencet sandinya, dan pintu terbuka bertepatan dengan Xiaoxing yang hendak mendobrak pintu itu. Alhasil Xiaoxing pun jatuh tersungkur. Du Ruo menolongnya dan mengguncang-guncangkan tubuhnya. 


An Ge dan Su Zhan berlatih bela diri. Setelah beberapa lama latihan pun berakhir. Su Zhan dan An Ge mengucapkan terima kasih. Seperti biasa Su Zhan nggak mau menjabat tangan gurunya, berbeda dengan An Ge. 


Du Nian memberikan minuman dan handuk untuk Su Zhan. Su Zhan menerimanya dan mengambilnya dengan sangat hati-hati. An Ge melihat Du Nian dan bertanya bukankah latihan Du Nian sebelum mereka? Kenapa Du Nian masih disana? Du Nian mengatakan kalo ia ingin banyak-banyak berlatih untuk melakukannya dengan baik. Oh, An Ge mengerti. 


Su Zhan duduk dan menelpon Xiaoxing. Yan Li datang dan menanyakan kabar Du Nian. Du Nian memberitahu kalo dia baik. Yan Li mempersilakan kalo memang Du Nuan punya pertanyaan, jangan memaksakan diri. Du Nian menanyakan maksud Yan Li. Yan Li melarang Du Nian terlalu memikirkannya agar nggak sampai stres. Ia menawarkan akan mencarikan pemeran pengganti untuk Du Nian dan menanyakan pendapat Du Nian. Du Nian bertanya apakah itu akan baik-baik saja? Apa Sutradara Ye akan berpikir kalo dia nggak mampu dan dia nggak tahan dengan pelatihan jadi ... . Yan Li memints agar Du Nian beristirahat dengan tenang. Lagipula seluruh kru telsh melihat kerja kerasnya. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kalo Du Nian terluka dalam pelatihan maka ia akan lebih banyak ruginya daripada untungnya. Du Nian menyarankan agar mereka mencari mahasiswa dari perguruan tinggi tari. 


Su Zhan bangkit dan mengaku punya kandidat yang cocok. Ji Xiaoxing, jurusannya adalah tari klasik. Yan Li juga berpikir hal yang sama. Ji Xiaoxing sangat cocok. Ia lalu menanyakan pendapat Du Nian. Du Nian seolah memaksakan senyumnya. Ia merasa nggak masalah. Tapi alangkah lebih baik kalo mereka bertanya dulu pada Xiaoxing apakah ia bersedia karena itu hanya peran pengganti. Yan Li menanyakan kenapa Xiaoxing mesti nggak setuju secara selama ini ia hanya seorang figuran. Su Zhan mengoreksi kalo Xioaxing adalah seorang aktris. Yan Li mengiyakan kalo dia adalah seorang aktris. Yan Li lalu pamit dan berniat memberitahukannya ke Xiaoxing. 


Du Nian nampak sedih setelahnya. An Ge bertanya pada Su Zhan, apakah Xiaoxing tahu tarian itu? Su Zhan membenarkan. Ia meledek, apa An Ge nggak tahu? Oops, tentu saja enggak. Ponsel Su Zhan bunyi. Telpon dari Xiaoxing. Su Zhan bahkan menyebutkan nama Xiaoxing keras-keras untuk mengganggu An Ge. Yang terganggu ternyata bukan hanya An Ge, tapi Du nian juga. Su Zhan memberitahu Xiaoxing kalo dia baru saja selesai latihan. Tempat parkir? Su Zhan mengiyakan. Ia akan kesana setelah ganti baju. 


Su Zhan lalu menutup telponnya. An Ge bertanya apakah Xiaoxing baik-baik saja? Su Zhan kembali meledek An Ge, dia nggak tahu? Oops, tentu saja enggak. Su Zhan mengambil tasnya kalu pergi. An Ge mengikutinya dan bertanya Xiaoxing dimana? Su Zhan mengatakan kalo itu bukan urusan An Ge. An Ge mengaku ada hal yang ingin ia bicarakan pada Xiaoxing. Su Zhan bilang kalo ia akan menyampaikannya. An Ge nggak setuju. Su Zhan kan bukan Xiaoxing. 


Du Nian terduduk dan wajahnya nampak marah. Ia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan ke konunitas pecinta Su Zhan. Ia menyapa komunitas itu dan memperkebalkan kalo ia adalah anggota baru. Anggota yang lain mengucapkan selamat datang. Du Nian telah menjawab 66 pertanyaan tentang Su Zhan dalam waktu 5 menit. Ia sungguh penggemar yang setia. Du Nian tersenyum dan membebarkan. Ia menulis kalo ia telah menjadi penggemar Su Zhan selama bertahun-tahun. Akhirnya ia menemukan klub pecinta Su Zhan dan mendapat berita. 


Su Zhan di dalam mobil bersama dengan Xiaoxing. Ia mengobati hidung Xiaoxing yang terluka. Su Zhan bertanya apakah itu menyakitkan? Xiaoxing menyangkalnya. Hanya terasa sedikit gatal. Su Zhan meyakinkan kalo itu akan baik-baik saja. Xiaoxing mengangguk. 


Su Zhan mengatakan kalo Xiaoxing pergi untuk mengambil file dari tuan Xin. Kenapa bisa terluka? 

Flashback...


Xiaoxing menarik An Ge ke toilet. Xin Yualin menarik paksa pintu toilet dan melihat mereka berduaan di dalam toilet. 


Xin Yualin yang sedang berganti pakaian menangkap basah Xiaoxing yang sedang bersembunyi. 

Flashback end...


Xiaoxing menceritakan kalo ia berniat meletakkan file di dalam mobil. Tapi nggak disangka ia malah bertemu dengan seekor anjing pai di jalan. Ia lalu melawannya tapi malah membuatnya terjatuh dan hidungnya terluka. 


Su Zhan bertanya, anjing pai? Apa Xiaoxing nggak papa? Xiaoxing meminta Su Zhan agar nggak meremehkannya. Ia sangat pintar dan berani. Ia bahkan telah mengacaukan kantornya. Keren deh pokoknya. Su Zhan malah tambah heran. Emangnya anjing punya kantor? Xiaoxing terdiam. Tampaknya dia sudah salah bicara. 


Xin Yualin kembali ke kantornya sambil menutup hidungnya. Ia mengambil boneka itu dan berniat membantingnya. Tapi tunggu! Ia melihat wajah boneka itu dan kembali teringat pada Xiaoxing. 


Shen xun menerobos masuk ke ruangan Xin Yualin meski Fang Li sudah melarangnya. Mereka berdua terkejut melihat Xin Yualin memegang boneka. Xin Yualin refleks menjatuhkannya. Tapi malah membuat boneka itu seolah mencium daerah terlarangnya. Shen Xun dan Fang Li makin terbengong-bengong. Xin Yualin lalu mendorong boneka itu. Shen Xun berbalik dan pergi begitu saja. Xin Yualin hendak memanggilnya dan berniat menjelaskan tapi nggak tahu kenapa ia malah nggak bisa bilang apa-apa. Seolah nggak mau disalahkan, Fang Li mengingatkan kalo dia sudah mengetuk pintu. Xin Yualin menghampiri boneka itu dan menarik roknya agar celana dalamnya nggak kelihatan. 

Bersambung...

Komentar:
Wah lucu juga cara balas dendamnya Xiaoxing ke Xin Yualin. Tapi nyeremin juga gimana nanti Xiaoxing akan disingkirkan seperti virus. 

Salam
Anysti18