Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 8 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 8 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 9 Part 1

Xin Yualin sedang bersama dengan Shen Xun. Mereka bersulang. Shen Xun berharap semoga proyek baru mereka sukses. Xin Yualin tersenyum dan berterima kasih atas kerja sama Shen Xun. Mereka meminum minuman mereka lalu duduk. 


Shen Xun membuka jakernya dan nampaklah gaun merahnya. Ia menyibakkan rambutnya dan menatap Xin Yualin. Xin yualin terpaku menatapnya seolah terpesona. Shen Xun bertanya apakah Xin Yualin bisa berhenti bersikap sopan kedepannya? Xin Yialin nggak menjawab. Shen Xun melanjutkan  kalo ia ingin berbicara dengan seseorang di masa depan, Xin Yualin bisa melihat apakah dia bebas. 


Xin Yualin tersenyum dan mengiyakan. Ia mengangkat gelasnya dan meminumnya. Shen Xun melakukan hal yang sama. Habis itu mereka malah sama-sama tersenyum seolah ada yang lucu. 


Xin Yualin bertanya ada apa? Shen Xun mengingatkan tentang boneka tiup di kantornya. Xin Yualin merasa malu dan menutup wajahnya. Shen Xun menebak kalo itu pasti ulah seseorang. Xin Yualin lega karena Shen Xun berpikir kalo dia bukanlah pria seperti itu. Shen Xun memberitahu kalo dia nggak berpikir kalo Xin Yualin adalah pria yang seperti itu. Tapi apa Xin Yualin tahu siapa yang melakukan itu? 


Xin Yualin memberitahu kalo mungkin dia tahu. Tapi baginya itu sama sekali nggak penting. Shen Xun mengangguk mengiyakan. Xin Yualin mengalihkan dengan bertanya makanan mana yang ingin Shen Xun makan? 


Shen Xun nggak tertarik tentang makanan dan hanya menatap Xin Yualin. Hal itu justru membuat Xin Yualin menjadi nggak nyaman. Ia lalu mengatakan kalo ia dengar dari Ye Ling kalo Jiang Ye telah memberi banyak saran tentang revisi naskah. Xin Yualin mengatakan kalo tentang peran Shen Xun ada yang bagus tapi ada beberapa yang nggak sesuai. Kalo memungkinkan ia menyarankan agar meminta Su Weibai atau Su Zhan terlibat. Ia pikir aps Shen Xun bisa berdiskusi lebih dulu? 


Shen Xun menghela nafas. Ia mendekat dan merasa kalo saran-saran itu benar-benar baik untuk naskahnya. Ia mencontohkan salah satu adegannya dengan Su Weibai. Ia berpikir kalo mereka punya terlalu banyak adegan dan dialog. Ia memberitahu Xin Yualin kalo dalam hal akting ia... . 


Seseorang tiba-tiba datang dan menyahut pembicaraan Shen Xun yang menyinggung tentang akting. Shen Xun dan Xin Yualin menoleh ke arah orang itu yang ternyata adalah Su Weibai. Su Weibai mendekat dan meminta maaf pada mereka. Ia mengadakan pertemuan tak terjadwal di universitas, makanya ia terlambat. Ia menanyakan apa yang Shen Xun bilang barusan? 


Shen Xun mulai tampak kesal. Ia memanggil Su Weibai sebagai raja film, ..  tuan Su Weibai, apa yang membawanya kesana? Xin Yualin hendak mengatakan sesuatu tapi keduluan oleh Su Weibai. Su Weibai memberitahu kalo Xin Yualin yang mengundangnya. Shen Xun nampak nggak ngeh. Ia mengira itu adalah makan malam antara ia dan Xin Yualin saja. 


Xin Yualin mengatakan karena tuan Su memiliki pencapaian yang besar dalam akting. Ia juga sangat tertatik pada naskah mereka. Xin Yualin menatap Su Weibai, benar, kan? Su Weibai mengiyakan. Untuk proyek itu ia sudah berencana untuk memberitahu Xin Yualin tentang pikiran terdalamnya. Shen Xun mulai muak mndengarnya. Su Weibai melanjutkan klao menurutnya dalam naskah, terutama adegan-adegan penting antara Su Zhan dan dirinya. Untuk tiap adegan ia telah mendesain 4 gaya akting yang berbeda. Ia menawarkan untuk memberitahu Xin Yualin adegan pertamanya. Adegan penampilan. 


Shen Xun buru-buru menyela dan memberitahu kalo Su Weibai nggak perlu bicara detilnya. Lagian sutradara dan Su Zhan nggak ada di sana. Lebih baik diganti di hari yang lain. Su Weibai nggak masalah. Nggak usah begitu detil, ia akan langsung ke intinya saja. Su Weibai mengambil naskah dari dalam tasnya dan memberitahu kalo ada hampir 7 adegan yang sangat penting. Su Weibai jugs mendesain bagian Shen Xun juga. Shen Xun bisa menggunakannya kalo dia suka. Kalo nggak cocok maka mereka bisa berdiskusi lagi. 


Xin Yualin tersenyum mendengarnya sementara Shen Xun sudah nggak bersemangat. Ia memakai kembali jaketnya. Shen Xun menatap Su Weibai kesal. 


An Ge berjalan bersama dengan Su Zhan. Mereka akan menemui Xioaxing yang sedang bersama dengan Du Ruo dan sutradara. An Ge nengingatkan kalo disana akan ada banyak orang. Su Zhan adalah superstar. Ia merasa kalo itu nggak akan cocok untuk Su Zhan. An Ge menyarankan agar Su Zhan pulang saja. 


Su Zhan nggak mau. Ia tetap berjalan ke sana. An Ge lalu melihat Du Nian dan menyapanya. Kenapa Du Nian ada di sana? Du Nian memberitahu kalo Du Ruo memanggilnya untuk makan tapi dia nggak bisa menemukannya. An Ge memberitahu kalo dia tahu tempatnya dan menunjukkannya ke Du Nian. Du Ñian bertanya apa Du ruo juga mengundang An Ge? An Ge mengiyakan. 


Du Nian melihat ada Su Zhan juga. Ia terkejut dan mau menyebutkan nama Su Zhan. Sstt! An ge menyuruhnya untuk diam. Ia mengajak Du Nian untuk pergi. Mereka bertiga berjalan bersama. Nggak lama kemudian mereka sampai. 


An Ge menyapa sutradara. Mereka lalu menggabungkan dua meja untuk mereka tempati. Su Zhan mengambil kursi dan menarik Xiaoxing agar duduk di sampingnya. Ia bahkan membuang tas Du Nian. Xiaoxing merasa nggak enak. Ia lalu menyarankan agar Du Nian duduk di tempat lain. Du Ruo meminta Du Nian untuk duduk di sebelahnya saja. Du Nian menurut. 


An Ge menarik kursi Xiaoxing agar bisa lebih dekat dengannya. Su Zhan nggak terima. Ia kembali menarik kursi Xiaoxing agar kembali dekat dengannya. An Ge lalu mengambilkan air hangat untuk Xiaoxing. Belum sempat Xiaoxing menerimanya, Su Zhan sudah lebih dulu meletakkan segelas minuman di tangan Xiaoxing. 


An Ge tetap meminta Xiaoxing menerimanya. Yang diberikan Su Zhan adalah air dingin. Su Zhan mengalihkan dan menyuruh Xiaoxing untuk segera makan. Ia mengambilkan sayur untuk Xiaoxing. An Ge nggak mau kalah. Ia juga nengambilkan ikan untuk Xiaoxing. 


Xiaoxing merasa nggak nyaman. Ia menatap Ye Ling yang juga menatapnya nggak suka. Ia membatin apa yang terjadi dengan An Ge? Xiaoxing memberitahu Ye Ling kalo ia dan An Ge hanya berteman. An Ge melanjutkan kalo ada kemungkinan kalo mereka bisa mengembangkan hubungan mereka. Lah, Su Zhan sampai tersedak mendengarnya. Xiaoxing jadi tambah nggak nyaman. Ia menatap An Ge. 


An Ge menawari Xioaxing untuk minum air. Xiaoxing mendekat dan berbisik menanyakan apakah An Ge bertengkar dengannya? An Ge nggak ngeh. Dengan siapa maksudnya? Xiaoxing melirik ke Ye Ling yang nggak berhenti menatapnya. Ia lalu tersenyum. Nggak papa. Itu normal. Su Zhan menatap Xiaoxing dan menanyakan apa yang ia bicarakan? 


Ye Ling mengingatkan semua orang kalo dia terluka. Apa nggak ada yang peduli padanya? Xiaoxing malas dan memalingkan wajahnya. Du Nian bertanya apa sutradara Ye baik-baik saja? Ia menyalahkan kalo semua gara-gara kesalahan Du Ruo. Ye Ling lalu menatap Du Ruo tajam. Du Ruo mengiyakan kalo semua adalah kesalahannya. Du Ruo bersyukur sutradara Ye bersama dengan Bunga Keberuntungan sehingga dia enggak... . 


Ye Li memotong dan mengatakan, enggak mati. Du Ruo hanya tersenyum. Ia memberitahu kalo orang yang selamat dati brncana pasti akan mendapatkan nasib baik saat itu. Du Ruo mau mengambil sumpit Ye Ling tapi Ye Ling melarangnya dan menyuruh Du Ruo untuk jauh-jauh darinya. Itu adalah keberuntungan terbaiknya. Du Ruo meminta agar Ye Ling nggak meninggalkannya. 


Tiba-tiba Du Ruo punya ide untuk menunjukkan permintaan maafnya. Ia akan memasak makanan. Ia akan memasaknya sendiri membuat hidangan untuk mereka. Du Ruo langsung bangkit. Du Nian nggak yakin. Apa Du Ruo yakin? Du Ruo mengamgguk mengiyakam. Xiaoxing juga nggak yakin. Du Ruo pamit. Dia meminta semua orang untuk menunggu sebentar. 


Xiaoxing kembali bertanya apa Du Ruo bisa? Du Ruo mengiyakan. Ia menyuruh Xiaoxing untuk menikmati makanannya. Ye Ling memberitahu kalo sebenarmya dia nggak papa. Itu hanya luka kecil. Tapi karena mereka semua sudah datang, ... . Ye Ling bangkit dan mrngangkat gelasnya. Semua orang ikutan bangkit. Ye Ling mengajak semua orang untuk bersulang. Mereka sudah bekerja keras. 


Xiaoxing memberitahu kalo dia akan minum untuk Su Zhan. Su Zhan merebut minuman Xiaoxing fan memberitahu kalo Xiaoxing nggak perlu melakukannya. Ia lalu mengajak semua orang untuk kembali bersulang. 


Du Ruo datang ke dapur dan memberitahu koki kalo hari ini adalah hari ulang tahun temannya. Ia bertanya apakah ia bisa meminjam dapurnya untuk memasak hidangan? Du Ruo juga akan membayar biayanya. Koki itu mengiyakan dan mempersilakan Du Ruo untuk masuk. 


Du Ruo tersenyum mendengarnya. Ia pun masuk sementara koki itu pergi. Du Ruo melihat bahan-bahan yamg ada. Ia lalu mengambil telur. 


Ye Ling memuji Su Zhan sebagai peminum yang baik. Apa Su Zhan selalu minum di rumah? An Ge merasa kalo membosankan minum sendirian. Ia mengajak Su Zhan minum bersama kalo ada kesempatan. Su Zhan menolak minum dengan An ge. An Ge santai, ia bisa minum dengan Xiaoxing. Benar, kan Xiaoxing? 


Xiaoxing nggak menjawab. An Ge memberitahu kalo gadis-gadis minum teh jug nggak papa. Du Nian nggak sepebdapat. Siapa bilang wanita hanya boleh minum teh? Ia mengambil minumannys dan bilang kalo mereka bisa minum bir juga. Xiaoxing membenarkan dan mengajak Du Nian untuk bersulang. 


Su Zhan melarang Xiaoxing untuk minum terlalu banyak. Xiaoxing mengatakan kalo dia nggak papa. Su Zhan menyindir An Ge. Para gadis bersulang tapi kenapa An Ge ikutan minum? An Ge memberitahu kalo dia senang minum dengan Xiaoxing. 


Xiaoxing tersenyum sementara Du Nian malah tampak kesal. Xiaoxing mengambil makanan dan mengatakan kalo itu enak. Su Zhan melihat makanan yang dimakan oleh Xiaoxing dan bertanya apa itu nggak terlalu pedas? Xiaoxing membantah. Menurutnya itu enak. Makin pedas makin enak. 


An Ge merasa kalo sepertinya Su Zhan nggak suka makanan pedas. Su Zhan mengambil makanan itu dan memakannya. Membuktikan ke An Ge kalo ia bisa memakannya. Su Zhan lalu melarang An Ge untuk nemakannya kalo dia nggak terbiasa dengan makanan peda. 


An Ge seolah terpancing. Ia memakannya juga dan merasa kalo itu nggak pedas sama sekali. Su Zhan bertanya An Ge juga suka pedas? An Ge mengiyakan. Mereka terus saja memakannya sampai habis. 


Ye Ling merasa kalo mereka sangat suka makanan pedas dan menawarkan akan memesan lagi. An Ge dan Su Zhan kompak melarang. An Ge memberitahu kalo Su Zhan nggak tahan makanan pedas. Su Zhan menambahkan kalo ia pikir An Ge sudah kenyang. An Ge memberitahu kalo dia baik-baik saja. Tiba-tiba terdengar suara teriakan Du Ruo. Mereka bampak khawatir lalu bangkit dan berjalan ke sana. 

Bersambung...

Komentar:
Lucu lihat An Ge dan Su Zhan berantem mulu demi memperebutkan Xiaoxing. Sampai rela memakan makanan pedas segala gara-gara itu adalah makanan kesukaan Xiaoxing. Hadeuh, tepok jidad!

Salam
Anysti18