Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 1 Part 3

Cha Hyun Oh juga sampai di Korea. Ia bangkit paling akhir. Pramugari melihat ada barangnya yang tertinggal. Ia mengambilnya dan memanggil Hyun Oh. Hyun Oh berbalik menatap pramugari itu. Ia memberikan tas Hyun Oh. Hyun Oh malah menyuruh pramugari itu untuk membuangnya saja. Pramugari itu nggak ngerti. Hyun Oh pamit lalu pergi. 


Yoo Kyung ingin mengganti tempat tujuannya. Apa Yoo Kyung nggak papa dengan biaya pembatalan dan pembelian tiket lain? Yoo Kyung menanyakan berapa biayanya? Pegawai memberitahu sekitar $2.500. Karena sekarang adalah musim ramai, pegawai memberitahu kalo mereka hanya punya satu kursi di bagian bisnis hari ini. Setelah 4 hari, mereka punya tempat duduk di bagian ekonomi sebesar $600. Yoo Kyung merasa ragu. 


Hyun Oh dimintai paspor oleh pegawai bandara. Ia lalu ditanyai tujuan kunjungannya. Hyun Oh menjawab perjalanan. Berapa lama ia akan tinggal? Hyun Oh menjawab 4 hari. 


Yoo Kyung juga diminta untuk memperlihatkan paspornya. Yoo Kyung melepas tasnya dan mencari paspornya di dalamnya. Setelah ketemu ia pun memberikannya pada pegawai. Yoo Kyung menangis. Pegawai menatapnya dengan tatapan aneh. Yoo Kyung memberitahu kalo ia bukanlah orang aneh. Ia hanya... . Pegawai melihat paspor Yoo Kyung dan bertanya apa tujuan kunjungannya? Yoo Kyung menjawab perjalanan. Perjalanan yang nyata. 


Hyun Oh meninggalkan bandara dan naik taksi. Sopir taksi menanyakan kemana ia harus membawa Hyun Oh? Hyun Oh bertanya apa ada pantai di dekat sana? Sopir bertanya pantai yang mana? Hyun Oh melihat beberapa brosur dan bilang di mana saja. Yang terdekat. 


Yoo Kyung sudah lebih tenang. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Chae Won. Sudah lama, ya? Yoo Kyung ragu dan menghapusnya. Ia lalu memberitahu kalo ia ada di Korea. Yoo Kyung berjalan sambil mengambil tas kameranya. Yoo Kyung mengambil sesuatu tapi nggak bisa menemukannya. 

Flashback...


Yoo Kyung mengambil paspornya dan nggak sengaja menjatuhkan dompetnya. 

Flashback end...


Yoo Kyung tersadar kalo ia kehilangan dompetnya. Ia pun buru-buru berbalik. 


Hyun Oh sampai di tempat tujuannya. Ia pun turun dari taksi. Hyun Oh melepas jasnya dan berjalan. Ia menghela nafas. Sekilas tampak masa lalunya. Ia membawa tas yang ia tinggal di pesawat, berdiri di tengah keramaian. Ia bertanya-tanya apa itu semua? 


Hyun Oh naik kereta. Ia teringat seseorang sedang menari.  Hyun Oh berbalik seketika dan melihat ke belakang. 


Hyun Oh berjalan menyusuri tepi pantai. Ia teringat ayah mengamuk membuang gambar di dinding. Ibu berusaha mencegah tapi ayah malah menyalahkan ibu. Hyun Oh sendiri duduk di dekat mereka dan hanya diam. Hyun Oh menatap pantai. 


Yoo Kyung keluar dari bandara. Terdengar perkataan pegawai bandara yang nggak memperbolehkannya untuk masuk kembali karena visanya sedang diproses. Nggak ada barang yang hilang yang dilaporkan. Kalo mereka menemukannya, mereka akan menelpon Yoo Kyung. 


Yoo Kyung menghela nafas panjang. Ponselnya bunyi. Ada pesan dari Chae Won. Chae Won bertanya Yoo Kyung di Korea? Yoo Kyung tersenyum. Ia memberitahu kalo dia di bandara. Barusan tiba. Chae Won bertanya gimana bisa Yoo Kyung datang tiba-tiba? Yoo Kyung memberitahu kalo dia baru datang untuk bepergian. 


Tiba-tiba Chae Won menelpon. Yoo Kyung tersenyum dan menjawabnya. Kelamaan nunggu pesannya Yoo Kyung. Yoo Kyung tertawa dan memberitahu kalo Chae Won masih sangat energik. Chae Won mengatakan kalo dia sangat energik. Ia bertanya apa yang membawa Yoo Kyung ke Korea? Yoo Kyung memberitahu kalo dia baru datang bepergian. Yoo Kyung baru sadar kalo itu panggilan internasional. Chae Won memberitahu kalo dia sedang bekerja jadi nggak bisa bicara lama. Ia menanyakan dimana Yoo Kyung tinggal? Ia ngajak ketemuan untuk makan malam. 


Yoo Kyung memberitahu kalo dia belum memutuskan. Chae Won merasa ada yang mencurigakan. Nggak kayak Yoo Kyung yang biasanya datang ke Korea tanpa memesan tempat tinggal. Ia menawari Yoo Kyung untuk pergi ke tempatnya. Yoo Kyung bertanya apa nggak masalah? Chae Won mengiyakan. Ia akan mengirim alamatnya ke Yoo Kyung. Yoo Kyung tersenyum mendengarnya. Chae Won pamit. Ia akan menutup telponnya. Yoo Kyung mengiyakan. 


Yoo Kyung menghela nafas lega. Ia melihat sekitar dan berniat naik taksi. Yoo Kyung mengambil uang di dalam tas. Uangnya nggak banyak. Ia lalu memutuskan untuk menumpang mobil. Sayang nggak ada yang mau memberinya tumpangan. 


Yoo Kyung memejamkan matanya sambil mengulurkan tangan. Tahu-tahu terdengar bunyi klakson. Yoo Kyung terkejut dan membuka matanya. Sebuah mobil berhenti dan seseorang di dalamnya menanyakan kemana Yoo Kyung pergi? Yoo Kyung melihat orang itu. Orang itu memberitahu kalo van itu pergi ke Seoul. Yoo Kyung memberitahu kalo dia juga akan pergi ke Seoul. Orang itu bertanya di mana Seoulnya? Yoo Kyung mengambil ponselnya dan memberitahu alamat Chae Won. Angukdong 73-1, Jongno, Seoul. Orang itu memberitahu kalo mereka menuju jalan yang sama. Ia membuka pintu mobilnya dan menyuruh Yoo Kyung untuk masuk. Yoo Kyung melongo lalu tersenyum. 


Hyun Oh duduk di sebuah bangku di pantai. Ada banyak pesan masuk di ponselnya. Hyun Oh mengambil ponselnya dan membacanya. Hyun Oh nampak malas. Ia meminta agar ditinggalkan sendiri. Ia lalu meletakkan kembali ponselnya dan menghela nafas sambil menatap kedepan. 


Yoo Kyung menumpang mobil itu. Ia melihat navigasi. Orang yang memberi tumpangan seperti mengerti. Ia lalu memberi sebuah brosur pada Yoo Kyung. Yoo Kyung menerimanya dan membacanya. Yoo Kyung menanyakan apa orang itu mengoperasikan rumah tamu? Orang itu menyindir kalo wajah Yoo Kyung nampak seperti di culik atau sesuatu. Ia memberitahu Yoo Kyung kalo dia bukan orang aneh. Dia dari daerah itu. 


Yoo Kyung mengerti. Tiba-tiba ia menutup hidungnya. Orang itu bertanya apa Yoo Kyung memutuskan dimana ia akan tinggal? Yoo Kyung meminta orang itu untuk membuka jendelanya. Yoo Kyung mengaku kalo dia mabuk darat. Orang itu membuka kaca jendelanya dan menyuruh Yoo Kyung untuk mencari udara. Yoo Kyung nggak boleh muntah karena ia baru saja mencuci mobilnya. 


Yoo Kyung melepas tangannya dan menghela nafas panjang. Ia melihat gedung di depannya dan merasa sedikit tenang. Ia melihat papan iklan piala dunia FIFA 2010-Afrika Selatan. Yoo Kyung bertanya pada orang itu apa sekarang musim piala dunia? Orang itu tertawa. Yoo Kyung nggak tahu? Besok adalah pertandingan pertama mereka dengan Yunani. Kali ini Park Ji Sung harus membuat gol. Kapten Park. Orang itu mengaku membeli proyektor sinar hanya untuk itu. 100 inci. Siapapun yang datang ke rumah tamunya bisa menikmati permainan itu. 


Yoo Kyung menatap keluar. Orang itu menawarkan kalo Yoo Kyung belum memutuskan tempat tinggal, maka rumah tamunya akan sempurna. Yoo Kyung nggak menjawab dan hanya melihat keluar. 


Mereka sampai di Angukdong. Mobil itu berhenti. Yoo Kyung buru-buru turun. Orang itu mengambilkan tas Yoo Kyung sambil menelpon seseorang. Yoo Kyung mau meminta tasnya tapi jadi merasa nggak enak karena orang itu marah-marah di telpon. Saat orang itu selesai menelpon, ia lalu memberikan tas Yoo Kyung. Ia merasa kalo tas Yoo Kyung sangat berat. Kemana tujuannya? Yoo Kyung meminta maaf. Dia punya tempat tinggal. 


Yoo Kyung mengambil uangnya dan memberikannya pada orang itu. Orang itu memberitahu kalo dia nggak melakukan itu untuk menghasilkan uang. Yoo Kyung meminta orang itu untuk menerimanya. Orang itu bertanya Yoo Kyung mendengar tentang proyektor 100 incinya, kan? Yoo Kyung mengiyakan. Ia telah mendengarnya. 


Orang itu memastikan Yoo Kyung benar-benar nggak ingin gabung? Ia mengingatkan kalo itu 100 inci besarnya. Yoo Kyung memberitahu kalo dia nggak suka sepak bola. Orang itu memberitahu kalo itu piala dunia. Semua orang berkumpul untuk menonton. Mereka bersorak Korea Selatan bersama-sama. Monster merah. 


Yoo Kyung tahu. Orang itu menangkap kalo Yoo Kyung benar-benar nggak tertarik. Ia lalu pamit. Ia melangkah menuju mobilnya. Orang itu menatap Yoo Kyung kembali dan bilang kalo ia akan pergi. Ia membuka pintu mobilnya dan bilang akan masuk sekarang. Yoo Kyung berpesan agar ia berkendara dengan aman. Orang itu mau masuk. Yoo Kyung tiba-tiba memanggilnya dan minta diberi nomor akunnya. 


Orang itu menaiki mobilnya dan memberitahu kalo ada jejak yang sangat bagus di dekat sana. Ia menyuruh Yoo Kyung untuk pergi ke atas dan mengambil nafas dalam-dalam. Pegi dan berteriaklah. Orang itu melihat Yoo Kyung tampak tertekan. Yoo Kyung hanya melihat saja dan nggak bilang apa-apa. Orang itu lalu masuk mobil. Ia memanggil Yoo Kyung. Yoo Kyung mendekat. Orang itu memberikan brosurnya pada Yoo Kyung. Ia meminta Yoo Kyung untuk datang kalo tadi nggak membantu. Ia mengucapkan selamat jalan lalu pergi. 


Yoo Kyung melihat sekitar nggak tahu mesti jalan kemana. Ia lalu berjalan mengikuti peta di tangannya. 


Hyun Oh turun dari bus. Ia berpapasan dengan Yoo Kyung. 


Yoo Kyung agak kesulitan menentukan langkahnya. Ia berjalan dan kembali lagi. Dan setelah lama berjalan akhirnya ia menemukan alamat Chae Won. Angukdong 73-1, Jongno, Seoul. Yoo Kyung tersenyum. Ia menekan nomor pintu dan masuk. 


Sampai di dalam Yoo Kyung lalu melepas sepatunya. Rumah Chae won berantakan. Pakaian berserakan dimana-mana. Yoo Kyung duduk di sofa dan melihat semuanya. Ia hanya bisa menghela nafas. 

Bersambung...

Komentar:
Saat nemu kesulitan, orang yang bisa membantu adalah teman. Ya seperti Yoo Kyung ini. Tapi Yoo kyung ini sepertinya orangnya terlalu serius, seperti tertekan. 

Salam
Anysti18