Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 1 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 1 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 2 Preview

Hyun Oh langsung menatap Yoo Kyung. Tuh, kan? Sama seperti dirinya. Yoo Kyung menatap Hyun Oh, nggak nyangka. Hyun Oh memberitahu kalo dia juga lari. Ia melarikan diri ketika ia sedang dalam perjalanan untuk bekerja. Yoo Kyung menanyakan kenapa? 


Hyun Oh bangkit dan melangkah menuju pagar. Ia lalu menari dengan lihainya. Yoo Kyung menatapnya dan serasa ingin memotret. Hyun Oh menatap Yoo Kyung. Ia lalu membungkuk dan berterima kasih. Yoo Kyung hendak mengangkat kameranya tapi nggak jadi. 


Hyun Oh duduk di pagar. Ia mengatakan kalo Yoo Kyung sedang menatap. Yoo Kyung menunduk serasa ketahuan. Ia bertanya apa Hyun Oh jurusan tari? Hyun Oh menyangkal, enggak? Yoo Kyung bertanya lagi, apa cuman sebagai hobi? Hyun Oh memberitahu kalo itu adalah sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Yoo Kyung memgulangi, itu bahkan bukan jurusan Hyun Oh. Bukanlah sudah terlambat? 


Hyun Oh tersenyum dan bertanya apa sekarang Yoo Kyung ingin tahu tentangnya? Yoo Kyung menunduk dan menyangkalnya. Hyun Oh memberitahu kalo dia suka menari. Itu sudah cukup? Yoo Kyung kembali menatap Hyun Oh. Hyun Oh bertanya kenapa Yoo Kyung lari? Yoo Kyung memberitahu kalo itu beda dari apa yang Hyun Oh suka dan apa yang ia kuasai, kan? Apa itu benar? Hyun Oh menghela nafas dan nggak menjawabnya. 


Mereka berjalan bersama. Yoo Kyung berterima kasih atas hari ini. Selamat menikmati perjalanan Hyun Oh. Hyun Oh tersenyum dan mengajak Yoo Kyung untuk ketemu lagi. Dua kali lagi. Yoo Kyung nggak ngeh, kenapa? Hyun Oh janji nggak akan minta nomor telpon Yoo Kyung. Dia juga nggak akan ngikutin Yoo Kyung. 


Yoo Kyung tersenyum. Tapi Hyun Oh ingin ketemuan dua kali lagi? Hyun Oh mengangguk mengiyakan. Ia mengingatkan kalo sebelumnya mereka juga ketemu. Yoo Kyung memberitahu kalo itu hanya kebetulan. Hyun Oh santai, siapa yang tahu? Bisa jadi itu takdir. Yoo Kyung tersenyum. Ia mengaku nggak percaya takdir. Hyun Oh mengaku kalo dia percaya. 


Yoo Kyung bertanya kenapa Hyun Oh selalu bilang kalo mereka akan ketemu lagi? Secara kebetulan, saat itu. Hyun Oh cuman senyum. Sampai ketemu lagi. Ia lalu berjalan melewati Yoo Kyung. Yoo Kyung berbalik dan menatapnya. Kenapa Hyun Oh nggak menjawab pertanyaannya? Hyun Oh cuman bilang, dah! Bahkan tanpa menoleh. 


Yoo Kyung lalu berjalan ke arahnya sendiri. Ia kembali berbalik dan melihat Hyun Oh. Yoo Kyung memgambil kameranya dan memotret punggung Hyun Oh. 


Baek Man duduk seorang diri di sebuah tempat makan. Ia menatap ponselnya seolah mencari sesuatu. 

Flashback...


Seorang wanita menyelamati Baek Man karena pulang dari wamil. Lah, mereka lagi di tempat tidur rupanya. Wanita itu adalah Hong Joo. Ia memeluk Baek Man dan memberitahu kalo mereka punya waktu bersama satu minggu lebih. Akan lebih baik kalo Baek Man datang lebih awal dan mereka akan bersama. Hong Joo tersenyum dan tidur di dada Baek Man. 

Flashback end...


Baek Man menutup ponselnya. Ia berkata, 12 tahun. Hadeuh, mau gila rasanya. Baek Man lalu minum. 


Yoo Kyung bersama dengan Chae Won di sebuah tempat makan. Mereka memanggang daging. Chae Won merasa kalo Yoo Kyung pasti punya teman yang sangat hebat. Memberinya tempat tinggal, membelikannya makan malam, pelayan datang membawakan minuman. Chae Won mengambilnya dan mengatakan, membelikannya minuman juga. Yoo kyung hanya tersenyum. 


Chae Won membuka minuman itu dan menuangkannya ke gelas Yoo Kyung. Ia bertanya kenapa Yoo Kyung tiba-tiba datang ke Seoul? Yoo Kyung memberitahu kalo dia baru saja lewat. Yoo Kyung mengambil botol minum itu dari tangan Chae Won dan gantian menuang minum untuk Chae Won. Chae Won bertanya jadi Yoo Kyung baru saja melewati jalan dari New York? Ia merasa kalo Yoo Kyung adalah sesuatu yang lain. M


Mereka lalu bersulang dan meminum minuman masing-masing. Chae Won mengatakan jadi Yoo Kyung cuman punya 4 hari? Ia merasa kalo itu terlalu singkat. Yoo Kyung memakan dagingnya dan menyindir apa Chae Won muak dengannya? Chae Won mengatakan kalo ia akan berterima kasih kalo ia punya cukup waktu untuk menghabiskan waktu bersama dengan Yoo Kyung. Ia memberitahu kalo penulis harus siaga 24/7. Itu seperti belenggu. 


Yoo Kyung bertanya gimana dengan puisi? Apa Chae Won menulis lebih banyak? Chae Won tersenyum. Ia memberitahu kalo itu hanya mimpinya. Mimpi nggak memberinya makan. Chae Won memberitahu kalo dia miskin sejak lahir. Ia lalu memakan makanannya. Nggak enak dengan tatapan Yoo Kyung. Ia memberitahu kalo Yoo Kyung nggak usah merasa bersalah untuknya. Butuh banyak waktu untuk menyerah. 


Yoo Kyung meletakkan sumpitnya dan meneguk minumannya. Chae Won mengingatkan untuk bersulang sebelum minum. Mereka tersenyum lalu bersulang.  Chae Won bilang akan melakukan yang terbaik untuk mengambil cuti sebagai komitmen untuk persahabatan mereka. Yoo Kyung mengambil botol minuman dan menuangnya ke dalam gelasnya. Ia melarang Chae Won untuk mengkhawatirkannya kalo memang itu memberatkan. 


Chae Won mengingatkan kalo saat ia pergi ke New York, Yoo Kyung bahkan lebih buruk darinya. Ia pikir ia menyewa pemandu wisata pribadi. Ia hampir menunggu Yoo Kyung. Yoo kyung tertawa teringat kenangan itu. Sudah 3 tahun. Chae Won mengangguk mengiyakan. Mereka berdua adalah murid. Yoo Kyung mengingatkan kalo dia masih pelajar. Chae Won menghibur kalo di bidang itu semuanya seperti itu. Butuh waktu lama. 


Tiba-tiba Yoo Kyung tampak sedih. Ia berpikir kalo ia sudah tahu hasilnya. Chae Won menanyakan apa yang Yoo Kyung bicarakan? Yoo Kyung terus menunduk. Ia merasa kalo semuanya nggak mudah. Ia merasa seolah ia hanya bertahan. Nggak ada yang bilang padanya kalo dia melakukan pekerjaan dengan baik. 


Yoo Kyung menatap Chae Won dan mencoba tabah. Tahu, deh. Ia tersenyum. Mungkin ia sedang mengalami pubertas. Chae Won juga ikut senyum. Ia menghela nafas lalu menatap Yoo Kyung baik-baik. Ia mengajak untuk nggak usah fokus pada realisasi diri terlalu banyak. Mending ngomongin cinta, romansa, ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan. Yoo Kyung hanya tersenyum lalu meneguk minumannya. 


Mereka berjalan pulang. Chae Won nampak sangat lepas. Ia merasa sangat bagus. Ia ngajak Yoo Kyung untuk pulang dan pergi untuk putaran kedua. Yoo Kyung mengingatkan kalo Chae Won sudah terlihat mabuk. 


Chae Won melompat menghampiri Yoo Kyung. Ia mrnggandeng tangan Yoo Kyung dan bilang itu sebabnya mereka harus melakukannya di rumah. Chae Won takut dia nggak bisa melakukannya. Yoo Kyung menyinggung kalo pria itu namanya Pierre. Gimana Chae Won ketemu dengannya? 


Chae Won memberitahu kalo dia ketemu Pierre saat wawancara untuk bekerja. Gayanya adalah untuk menangkap burung dengan satu batu. Multitasking. Apa Yoo Kyung tahu? Yoo Kyung menatap Chae Won. Chae Won menghela nafas. 


Yoo Kyung tersenyum melihatnya. Ia lalu melihat seberang jalan. Tepat di depannya ada Hyun Oh yang juga baru sadar melihatnya. Lampu untuk menyeberang menyala. Mereka berjalan saling mendekat dan saling menatap. Terngiang kembali permintaan Hyun Oh yang ngajak ketemuan lagi. Hanya dua kali. Yoo Kyung bertanya kenapa? Dia mengaku nggak percaya pada takdir. 


Mereka semakin dekat. Hyun Oh melempar senyum pada Yoo kyung. Mereka berpapasan. Hyun oh mengatakan kalo dia percaya. Mereka sudah selesai berpapasan tapi Yoo Kyung nggak bisa berhenti menatap Hyun Oh. Chae Won menariknya agar bergegas. 


Hyun Oh sudah jauh tapi Yoo Kyung masih bisa melihatnya. Ia lalu kembali berjalan mengikuti Chae Won. Chae Won yang sudah mabuk bertanya dia benar, kan? 


Hyun Oh berjalan pulang dengan nggak berhenti tersenyum. Ia melihat Baek Man saat berbelok dan memberi hormat. Baek Man manggilnya tuan Takdir dan menawarinya untuk minum. Hyun Oh mengiyakan lalu bergabung dengannya. 


Baek man memberikan minum untuk Hyun Oh. Hyun Oh menerimanya dan berterima kasih. Hyun oh merasa kalo Baek Man benar kalo dia adalah Tuan Takdir. Baek Man menatap Hyun Oh nggak ngeh. Hyun Oh hanya tersenyum lalu meneguk minumannya. 


Yoo Kyung sudah di rumah Chae Won. Ia tampak murung, melamun mulu. Chae Won menyadarinya dan bilang kalo Yoo Kyung aneh. Yoo Kyung seperti tersadar. Ia menatap Chae Won, hah? Chae Won melanjutkan kalo Yoo Kyung terus diam sejak mereka menyeberang jalan. Yoo Kying tersenyum, apa dia begitu? 


Chae Won mengaku penasaran. Ia meminta Yoo Kyung untuk mengatakan yang sebenarnya lalu meneguk minumannya. Yoo Kyung memberitahu kalo nggak ada apa-apa. Chae won menatap Yoo Kyung dan mengancam nggak akan meminjamkannya uang besok jadi Yoo Kyung nggak akan bisa pergi kemanapun. 


Yoo Kyung sontak menatap Chae Won, kok gitu? Chae Won meletakkan minumannya dan melarang Yoo Kyung menjadikannya orang pelit. Gunakan dia dengan uang. Ia akan melatih Yoo Kyung. 


Yoo Kyung menghadap Chae Won dan menceritakan kalo tadi siang dia ketemu seorang pria. Chae won meledek kalo itu seorang pria. Yoo Kyung mengangguk membenarkan dan itu membuat Chae Won tertawa. Ia menepuk pundak Yoo Kyung dan memuji kalo dia sudah dewasa. Yoo Kyung ketemu orang asing saat bepergian. Ia memberitahu kalo itu adalah saat yang tepat untuk mencintai. 


Yoo Kyung memberitahu kalo nggak seperti itu. Chae Won mengulangi kalo Yoo Kyung ketemu seseorang. Yoo Kyung memberitahu kalo dia terus berlari ke arah pria itu. Chae Won baru nyadar kalo Yoo Kyung melihat pria itu saat menyeberang jalan, kan? Yoo Kyung mengangguk membenarkan. Chae Won menanyakan dimana lagi Yoo Kyung melihat melihatnya? Yoo Kyung mengingat-ingat, di bus, saat ia sedang berjalan-jalan. 


Chae Won merasa kalo ada tempat umum untuk ketemu secara kebetulan. Yoo Kyung memberitahu kalo pria itu terus mengatakan sesuatu yang aneh. Chae Won makin tertarik. Ia bertanya apa yang pria itu katakan? Yoo Kyung memberitahu kalo pria itu berpikir kalo mereka akan terus saling ketemu. Chae Won melanjutkan dan Yoo Kyung terus berlari ke pria itu? Yoo Kyung mengangguk membenarkan.


Chae Won menanyakan gimana dengan informasi kontak? Apa Yoo Kyung nggak tahu? Yoo Kyung menggeleng. Pria itu bahkan nggak nanya. Semua yang dia bilang adalah itu. Kalo mereka akan terus selalu ketemu. Chae Won merasa kalo itu benar-benar aneh. Ia menganalisa, Yoo Kyung merasa kalo pria itu tertarik tapi pria itu hanya menunggu untuk ketemu secara nggak sengaja. Oke, cukup tentang pria itu. Gimana dengan Yoo Kyung sendiri? Apa Yoo Kyung nggak punya perasaan? 


Yoo Kyung nampak memikirkannya. 

Flashback... 


Hyun Oh berpegangan dan menari dengan indahnya. Yoo Kyung nampak terpesona. Ia mengangkat kameranya ingin memotret. 

Flashback end...


Yoo Kyung nggak yakin dengan perasaannya. Ponselnya bunyi. Ada telpon masuk dari Eric. Chae Won melihatnya. Ia seperti menyadari dan bilang akan keluar sebentar. Ia lalu bangkit dan keluar. 


Yoo Kyung malas tapi tetap mengangkatnya juga. Apa yang Eric inginkan? Eric meminta maaf dan mengabarkan kalo dia sampai dengan selamat. 


Chae Won duduk di luar. Ada pesan masuk dari Pierre. Dia pingin melihat Chae Won. Chae Won malas dan mengabaikannya. 


Eric memberitahu kalo dia cuman ingin membantu Yoo Kyung. Ia minta maaf karena melakukannya tanpa persetujuan dari Yoo Kyung. Yoo Kyung bilang nggak papa. Ia meminta Eric untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya di sana. Eric bertanya Yoo Kyung ada di mana? Yoo Kyung berbohong memberitahu kalo dia di New York. Eric bertanya jadi Yoo Kyung baru saja tiba? Ia menyuruhnya untuk istirahat. Ia pasti lelah. Lupain juga tentang foto. 


Yoo Kyung mengatakan kalo ia akan melakukan apa yang ia inginkan. Eric memberitahu kalo hasil foto yang diambil dengan tekanan itu nggak bagus. Mereka nggak hidup. Itu sebabnya foto Yoo Kyung nggak dikenali. Tunggu sampai tubuh Yoo Kyung bereaksi. Yoo Kyung memberitahu kalo dia akan melakukannya dengan caranya sendiri. Ia meminta agar Eric berhenti menasehatinya. Yoo Kyung kesal dan menutup telponnya begitu saja. 


Yoo Kyung sudah selesai mandi dan mencuci rambut. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Terngiang kembali apa yang dikatakan oleh Eric. Foto Yoo Kyung nggak hidup. Itu sebabnya mereka nggak dikenali. Tunggu sampai tubuh Yoo Kyung bereaksi. 


Yoo Kyung keluar dari kamar mandi dan menghampiri Chae Won. Chae Won bertanya apa Yoo Kyung baik-baik saja? Yoo Kyung mengiyakan. Ia lalu duduk di bawah Chae Won. Ia melihat kameranya di sampingnya. Suara Eric kembali terdengar. Mereka nggak hidup. Itu sebabnya foto Yoo Kyung nggak dikenali. Tunggu sampai tubuh Yoo Kyung bereaksi. 


Yoo Kyung kembali teringat saat melihat Hyun Oh menari dan membuatnya ingin memotret. 


Yoo Kyung terus menatap kameranya. Ia bilang ke Chae Won kalo ia akan segera kembali. Yoo Kyung bangkit dan membawa kameranya. Chae Won bertanya Yoo Kyung mau kemana selarut ini? Yoo Kyung nggak menjawab dan mengambil baju lengan panjangnya. Chae Won memanggil Yoo Kyung tapi Yoo Kyungnya sudah nggak kelihatan. 


Yoo Kyung berlari mencari studio foto yang tadi siang. Terdengar apa yang dikatakan oleh Eric. Foto apa yang Yoo Kyung ambil, itu adalah batasnya. Jawaban yang nggak menarik dan gambar-gambar umum. Yoo Kyung memaki Eric di dalam bus, dasar b*rengsek! 


Hyun Oh bertanya kenapa Yoo Kyung lari? Yoo Kyung mengatakan kalo ada perbedaan antara menyukai sesuatu dan melakukan sesuatu dengan baik. 


Wanita itu bertanya apa Yoo Kyung ingin kembali setelah ia selesai menggunakan semua filmnya? 

Yoo Kyung mengangkat kameranya dan memotret punggung Hyun Oh. 


Wanita itu memperhatikan Yoo Kyung. Ia merasa kalo foto Yoo Kyung pasti menarik menatap dari matanya. 


Yoo Kyung terus berlari. Ia sampai di pertigaan dan berbelok. Dan Yoo Kyung menemukannya. Tapi pintunya tertutup. Ia mengintip dan melihat wanita itu sedang menata kameranya. Tiba-tiba tirai itu terbuka. Hyun Oh? Keduanya sama-sama terkejut. Nggak nyangka bisa ketemu lagi. 

Bersambung...

Komentar: 
Kalo jodoh emang nggak akan kemana. Sengaja atau enggak kalo emang jodoh pasti akan ketemu lagi. Mau nggak mau, suka nggak suka. 
Dan maaf, ya musti membagi jadi 5 bagian. Soalnya durasinya lama banget. Bahkan lebih panjang dari drama Taiwan yang aku tulis. Harap maklum, ya. Kalo nulis tertalu lama kadang suka pusing soalnya. Semoga masih bisa dinikmati. ^_^ 

Salam
Anysti18