Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 2 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 3 Part 2

Gu Wei menguping pembicaraan Se Jung di telpon. Ia akan berangkat besok. Penerbangannya jam 3. Oranh yang Se Jung telpon mengaku ingin melihat kepergiannya. Se Jung tertawa. Kenapa ingin melihatnya pergi? 


Se Jung melihat Gu Wei. Gu Wei juga menoleh ke Se Jung. Pria yang baru datang bertanya apa yang terjadi? Gu Wei kesal dan melepaskan layar yang ia bawa. Ia menyuruh pria itu untuk meletakkannya di sana. Ia lalu pergi. Se Jung menatapnya nggak ngerti. 


Gu Wei keluar. Ia bertanya-tanya kapan akan melihat Se Jung lagi? Kenapa dia jadi sangat stres? 


Air terus menetes di bak cuci piring. Lah, Yoo Kyung dan Hyun Oh-nya masih ciuman dari tadi. Hyun Oh melepaskan Yoo Kyung dan menatapnya. Tiba-tiba ponsel Yoo Kyung bunyi. Dari Eric. Hyun Oh mengatakan kalo Yoo Kyumg mau menjawabnya... . Yoo Kyung meminta maaf lalu pergi dengan ponselnya.

Yoo Kyung keluar dan menjawab telpon Eric. Singkat aja! Sekarang di sini jam 11 malam. Eric heran, jam 11 malam? Itu pasti nggak di New York. Yoo Kyung pura-pura nggak ngerti. Maksudnya apa? Eric mengatakan kalo Yoo Kyung mengirim banyak gambar dari Korea. Ia mengaku ingin tahu. Yoo Kyung melihat ke arah Hyun Oh lalu berjalan keluar. 


Yoo Kyung membenarkan kalo dia memang di Seoul. Terus kenapa? Eric hanya perlu memeriksa gambarnya saja, kan? Eric menanyakan siapa pria itu? Yoo Kyung nggak ngeh. Pria siapa? 

Flashback...


Yoo Kyung mengirimkan foto punggung Hyun Oh ke Eric. 

Flashback end...


Yoo Kyung bertanya apapun gambar yang dia ambik apa itu penting buat Eric? Eric mengiyakan. Baginya itu penting. Yoo Kyung mengingatkan kalo mereka berdua sudah putus. Lupa, ya? Eric bertanya apa Yoo Kyung nggak ingat malam itu? Ketika Yoo Kyung datang ke rumahnya. Pertama kalinya Yoo Kyung mendatanginya. 

Flashback...


Yoo Kyung datang ke rumah Eric. Dia menangis. Yoo Kyung bersandar pada Eric dan meminta tolong agar Eric membantunya. Dia ingin persetujuan. 

Flashback end...


Yoo Kyung mengaku nggak ingat. Ia merasa nggak bisa bilang apa-apa lagi dan mengucapkan selamat tinggal. Yoo Kyung nggak sengaja mendengar Eric dipanggil oleh seorang wanita. Oppa! Dia sudah ditunggu. 


Yoo Kyung mematikan telponnya. Ia merasa kesal. Nggak lama kemudian ada pesan masuk dari Eric. Eric mengatakan kalo perasaannya untuk Yoo Kyung belum selesai. Eric nggak tahu siapa pria itu tapi jangan menyalahkan itu untuk perasaan yang sebenarnya. Yoo kyung menghela nafas lalu bersandar ke pintu. 


Yoon Chan memakai krim ke wajahnya. Baek Man menghampirinya dan memberinya penutup telinga. Ia memberitahu kalo dia mendengkur saat tidur. Yoon chan menerimanya dan bertanya apa mereka akan tidur di kamar yang sama? Baek Man bertanya apa Yoon Chan nggak ingin itu? 


Yoon Chan menggeleng. Ia melarang Baek Man membenci ibunya terlalu banyak. Baek Man hanya menghela nafas. Ia lalu duduk di samping Yoon Chan. Baek Man mengulurkan tangannya dan meratakan krim di wajah Yoon Chan. Baek Man menanyakan kemana Yoon Chan ingin pergi? Baek Man mengingatkan kalo ini hari minggu. Kenapa tetap di rumah sepanjang hari? 


Yoon Chan nggak ngerti. Kemana? Baek man merasa kalo anak-anak punya tempat yang ingin mereka tuju. Ah, sudahlah. Baek Man mengelus kepala Yoon chan dan memakaikannya penutup telinga. Ia akan mematikan lampu. Baek Man juga menyelimuti Yoon Chan. Ia mengancam kalo Yoon Chan akan berada dalam masalah besar kalo dia pergi lagi seperti tadi. 


Yoon Chan mengangguk. Baek Man beranjak. Yoon Chan seperti takut. Ia bertanya Baek Man mau pergi kemana? Baek Man mau keluar dan menyuruh Yoon Chan untuk tidur duluan. Yoon Chan ragu-ragu mengucapkan selamat malam pada Baek Man. Baek Man nggak bilang apa-apa. Dia mematikan lampu lalu keluar.


Baek  Man masuk ke kamar mandi dan mengambil sikat gigi Yoon Chan. Dia merasa seperti berada dalam sebuah drama (lah, emang iya, kan?) Tiba-tiba terdengar teriakan seorang wanita yang memanggil Kang Eun Pyo! Hadeuh, Baek Man sampai kaget. Ada apa di jam segini? Baek Man mengintip dari jendela. 


Baek Man berjalan keluar hendak membukakan pintu. Pria yang baru datang melarang Baek Man membukakan pintu. Itu bukan apa-apa. Gadis diluar terus teriak-teriak. Kang Eun Pyo b*jingan! 


Gadis itu diikuti oleh seorang pria aneh. Sepetinya gadis itu mabuk. Dia tahu kalo Kang Eun Pyo ada disana dan minta dibukakan pintu. Pria yang mengikuti gadis itu minta bayaran. Gadis itu memberitahu kalo orang yang ada di dalam yang akan membayarnya. Gadis itu memanggil Kang Eun Pyo berkali-kali. 


Baek Man membuka pintu dan bertanya apa yang gadis itu lakukan jam segini? Gadis itu nyelonong masuk dan memeluk Eun Pyo. Pria yang mengikuti gadis itu minta dibayar. 


Baek Man memberikan sejumlah uang pada pria yang mengikuti gadis tadi. Pria itu menerimanya dengan senang hati. Semoga berhasil. Dia lalu pergi meninggalkan Baek Man. Baek Man menatap rumah tamunya. Ia merasa senang dengan semua tamu yang masuk. Setiap dari mereka sangat aneh. 


Gadis itu menangis di kamar Eun Pyo. Eun Pyo memberikan tissue padanya. Eun Pyo bertanya gimana dia bisa tahu dan datang kesana? Gadis itu mengangkat tangannya dan meminta 120.000 won pada Eun Pyo. Eun Pyo nggak ngerti. Untuk apa? Gadis itu mengatakan harga tiket Big Bang. Dia berurusan dengan Yoon Jung. 


Eun Pyo kesal. Kang Yoon Jung, si id*ot b*doh itu! Gadis itu memukul kepala Eun Pyo, dia g*la??!! Gadis itu menuntut kenapa Eun Pyo nggak bilang kalo bergabung dengan Wamil? Apa Eun pyo pikir dia nggak akan tahu? Eun Pyo malas. Ia membuang tissue gadis itu dan memberitahu kalo itu kotor. Gadis itu melanjutkan kenapa Eun Pyo datang ke Seoul saat ia akan bergabung dengan wamil dalam beberapa hari? 


Eun Pyo mengatakan kalo itu bukan urusan gadis itu. Pikirkan saja masalahnya sendiri. Mendadak gadis itu jadi tampak sedih. Ia mengaku benar-benar terluka. Dia menangis lagi. Menurutnya Eun pyo terus menyembunyikan hal itu darinya. Eun Pyo bertanya kenapa mereka bertengkar? Gadis itu menyangkal. Mereka nggak bertengkar. Mereka putus. Dia dicampakkan. 


Eun Pyo mengingatkan kalo ini bukan pertama kalinya mereka pisah. Gadis itu memberitahu kalo sekarang beneran. Yoon Jung nggak menjawab telponnya lebih dari 5 kali. Dan ini yang pertama kalinya. Eun Pyo bertanya, terus kenapa? Apa yang terjadi? 


Gadis itu bilang Eun pyo. Eun Pyo nggak ngeh. Dia kenapa? Gadis itu memperjelas kalo semuanya gara-gara Eun Pyo. Eun Pyo nggak nyangka kalo semuanya gara-gara dia. Gadis itu oleng ke belakang. Eun Pyo mengulurkan tangannya dan menahannya agar nggak jatuh. Tapi hal itu malah membuat gadis itu jatuh ke depan. Tepat di pangkuan Eun Pyo. Zzzz...dia tidur. 


Yoo Kyung berjalan menaiki tangga. Dia lalu melihat sekitar. 

Flashback...


Yoo Kyung mengatakan kalo dia ingin mengenal Hyun Oh. Ia menarik kaos Hyun Oh lalu menciumnya. 


Yoo Kyung menyandarkan kepalanya pada Eric dan meminta tolong agar Eric membantunya. Dia membutuhkan Eric. Ia ingin persetujuan. 

Flashback end...


Yoo Kyung memaki dirinya sendiri. Kamu g*la Yoo Kyung! Apa yang akan kamu lakukan? 


Hyun Oh sudah selesai mandi. Ia mengeringkan rambutnya lalu hendak memakai krim wajah. Ia menatap wajahnya di cermin. 

Flashback...


Yoo Kyung menarik kaosnya dan menciumnya. Ponsel Yoo Kyung bunyi. Panggilan dari Eric. Ia hanya bisa melihat Yoo Kyung pergi untuk menjawab panggilan itu. 

Flashback end..


Hyun Oh melihat pintu kamar Yoo Kyung. Yoo Kyung belum kembali. Hyun Oh lalu mengambil ponselnya. Ada pesan dari temannya yang mengajaknya untuk bertemu besok siang setelah makan siang. Ia akan sibuk setelah pertunjukan. Apa Hyun Oh punya waktu? Ada sesuatu yang ingin ia katakan. 


Hyun Oh membalasnya, gimana? Teman Hyun Oh menulis kalo ia akan memberitahunya kalo Hyun Oh datang ke pusat pertunjukan sebelum jam 2 siang. Hyun Oh mengiyakan. Sampai ketemu besok. Hyun oh menutup telponnya dan kembali menatap pintu kamar Yoo Kyung 


Yoo Kyung sendiri masih di tempatnya. Ia berbalik hendak pulang. Ia berjalan sambil nunduk dan nggak sengaja menabrak Hyun Oh. Beruntung Hyun Oh langsung menangkapnya sehingga dia nggak sampai jatuh. 


Yoo Kyung tersadar dan melepaskan diri. Hyun Oh bertanya apa Yoo Kyung baik-baik saja? Yoo Kyung mengiyakan. Ia merasa mabuk. Kenapa Hyun Oh keluar? Hyun Oh mengaku mengkhawatirkan Yoo Kyung. Yoo Kyung bertanya ia pasti terkejut tadi? Yoo Kyung meminta maaf. Hyun Oh bertanya kenapa Yoo Kyung meminta maaf? Yoo Kyung memberitahu kalo dia membuat kesalahan. Hyun Oh nggak ngeh. Kesalahan? 


Yoo Kyung tersenyum. Dia mabuk jadi nggak berpikir jernih. Hyun Oh malah merasa kalo Yoo Kyung sedang berbohong. Yoo Kyung membantah. Dia nggak bohong. Orang yang menelpon adalah salah satu yang ia pacari. Mereka bertengkar kecil. Hyun Oh merasa sedih. Ia menundukkan wajahnya. Sedetik kemudian ia kembali menatap Yoo Kyung dan mengatakan kalo dia tulus. Dia ingin tahu tentang Yoo Kyung dan ciuman itu juga. Hyun Oh mengaku nggak ingin bohong dan menyangkalnya. 


Yoo Kyung tersenyum. Dia mengaku nggak tahu mesti ngomong apa. Hyun Oh mengatakan kalo ia hanya mengatakan apa yang ia rasakan. Yoo Kyung merasa kalo mungkin Hyun Oh nggak tahu. Gimana Hyun Oh bisa yakin tentang perasaannya? Hyun Oh berkata kalo Yoo Kyung menolaknya... maka nggak ada yang bisa dia lakukan. Tapi Hyun Oh nggak bisa mengingkari perasaannya sendiri. 


Yoo Kyung memberitahu kalo dia akan berjalan-jalan. Ia belum merasa sadar. Hyun Oh menawarkan akan menemaninya. Yoo Kyung menolak. Dia bisa sendiri. Yoo Kyung berjalan meninggalkan Hyun Oh dan menuruni tangga. Hyun Oh sendiri hanya bisa menatapnya. 

Bersambung...

Komentar:
Wah, Baek Man udah mulai perhatian nih sama Yoon Chan. 
Ada penghuni baru di rumah tamu, masalah bakal nambah juga kayaknya. 

Salam
Anysti18