Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 3 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 3 Part 4

Yoo Kyung memasukkan kameranya ke dalam tas. Ia akan pergi. Nggak disangka, ia malah berpapasan dengan Hyun Oh di depan. Hyun Oh hendak mengatakan sesuatu tapi Yoo Kyung serasa nggak mau mendengar. Ia mau melewati Hyun Oh. Hyun Oh memanggilnya dan menyinggung tentang foto. Kapan Yoo Kyung mengambil foto? Yoo Kyung bertanya kenapa Hyun Oh bertanya? 


Hyun Oh bertanya, Yoo Kyung nggak mengambilnya kapanpun, kan? Ia mengaku ingin tahu kriterianya. Yoo Kyung hanya diam dan hal itu malah membuat Hyun Oh merasa nggak nyaman. Ia melarang Yoo Kyung untuk menjawabnya kalo memang nggak mau. 


Yoo Kyung tiba-tiba bilang saat ia nggak ingin melepaskannya. Saat ia nggak ingin melepaskan momen itu. Saat itulah ia mengambil gambar. Hyun Oh mengangguk. Ia mengerti. Yoo Kyung menanyakan kenapa Hyun Oh tiba-tiba ingin tahu? Hyun Oh mengatakan kalo ia hanya merasa...ia bertanya-tanya apa nggak papa baginya untuk menunggu? 


Yoo Kyung menatap Hyun Oh. Hyun Oh lalu pamit. Dia masuk ke kamarnya. Yoo Kyung lalu keluar. 


Gadis itu menarik rambut Eun Pyo dan bertanya apa yang akan mereka lakukan dengan rambutnya? Eun Pyo menyingkirkan tangan gadis itu dari rambutnya. Gadis itu kesal. Apa itu akan habis kalo ia menyentuhnya? Sangat picik. Rupanya mereka berdua sedang ada di dalam bus. Eun Pyo melarang gadis itu main-main dengannya. 


Gadis itu menyindir apa hanya Eun Pyo satu-satunya yang pergi wamil? Membuat masalah besar. Gadis itu bertanya pada Eun Pyo, kemana mereka akan pergi sekarang? Eun Pyo malas. Ia akan tahu setelah mereka sampai di sana. Gadis itu meremehkan, Eun Pyo bahkan nggak tahu jalan di Seoul. Apa yang Eun Pyo tahu? 


Eun Pyo menatap kedepan. Ia memberitahu gadis itu kalo mereka akan turun di stasiun. Siap-siap. 


Eun Pyo membawa gadis itu ke sebuah kafe. Gadis itu melihat pria yang ada di dalam. Ia sepertinya nggak suka melihatnya. Ia bertanya apa Eun Pho menyuruhnya untuk datang? Eun Pyo menyuruh gadis itu untuk dandan dulu. Gadis itu menyalahkan Eun Pyo atas semuanya. 


Ia menatap Eun Pyo dan mengingatkan kalo Eun Pyo mengatakan menyukainya. Min Soo yang mengatakan itu. Itu sebabnya dia berjuang. Eun Pyo malas. Ia memalingkan wajahnya. Eun Pyo meminta gadis itu untuk menyelesaikan kesalahpahaman. Ia mengaku nggak menyukainya. Min Soo adalah teman masa kecilnya dan gadis itu adalah pacar temannya. Cuman itu. 


Gadis itu nggak ngerti. Terus gimana dengan ciuman mereka? Eun Pyo tersenyum. Ia menjelaskan kalo saat itu ia mabuk dan mengira kalo Eun Pyo adalah Min Soo. Gadis itu nggak mau menerimanya. Katakanlah dia membuat kesalahan, tapi gimana dengan Eun Pyo? 


Eun Pyo nggak bisa bilang apa-apa. Ah, lupain! Gadis itu menyuruh Eun Pyo untuk membersihkan kekacauannya sendiri. Jangan mencoba melarikan diri sendiri. Dia menyuruh Eun Pyo untuk masuk ke dalam. Eun Pyo diam saja. Gadis itu kembali menyuruh Eun Pyo untuk masuk ke dalam. Eun Pyo menurut. Dia masuk duluan. Gadis itu menyusul kemudian. 


Mereka bertiga duduk bersama tapi nggak ada yang mau bicara. Gadis itu bertanya jadi mereka berdua nggak akan bicara? Karena sudah begini maka ia akan jujur. Gadis itu menatap Min Soo dan bertanya apa Min Soi mencintainya? Min Soo tersenyum, kenapa dia bertanya? Gadis itu mendesak, jawab saja! Apa Min Soo mencintainya? Min Soo mengiyakan. Ia mencintainya. 


Gadis itu lalu menatap Eun Pyo dan bertanya apa Eun Pyo mencintainya? Eun Pyo terkejut dengar dia juga dapat peryanyaan yang sama. Apa dia g*la? Kenapa juga dia harus mencintainya? Gadis itu seperti kecewa mendengarnya. Dan hal itu membuat Min Soo merasa nggak nyaman. 


Gadis itu menegaskan kalo mereka akan meluruskan semuanya tergantung pada apa yang ia katakan. Ia memanggil Ko Min Soo dan mengaku mencintainya. Min So seperti nggak senang mendengarnya. Ia menatap Eun Pyo dengan perasaan nggak enak. Eun Pyo tersenyum. Mereka sudah meluruskan hubungan mereka, kan? Ia akan pergi sekaranng. Eun Pyo bangkit dan pergi. Gadis itu menatapnya. 


Baek Man dan Yoon Chan sedang di toko komik. Baek Man mengaduk jajangmyeon milik Yoon Chan lalu memberikannya ke Yoon Chan. Yoon Chan menerimanya dan berterima kasih. Baek Man lalu mengaduk miliknya sendiri. Seorang anak laki-laki seumuran Yoon Chan terus menatap Baek Man dan sepertinya dia menginginkan makanan Baek Man. Baek Man mengabaikannya dan hendak memakannya. Anak itu terus saja menatap Baek Man dan hal itu membuatnya nggak nyaman. 


Baek Man lalu memberikan jajangmyeonnya pada anak itu dan menyuruhnya untuk memakannya. Anak itu mengambilnya dan bilang kalo ayah Yoon Chan sangat keren. Yoo Chan merasa nggak nyaman tapi akhirnya ia tersenyum. Baek Man menyuruh mereka untuk menelan makanan mereka. 


Baek Man bertanya pada Yoon Chan, dia tahu gimana pulang ke rumah, kan? Yoon Chan mengiyakan. Ia bertanya apa Baek Man akan pergi? Baek Man melihat jam tangannya dan mengiyakan. Ada yang harus ia lakukan. Ia berpesan agar Yoon Chan nggak pergi ke tempat lain seperti kemarin. Pulanglah dengan benar. Pulanglah ke rumah tamu, oke! Yoon Chan mengiyakan. 


Baek Man bangkit dan meninggalkan mereka. Anak tadi bangkit dan membawa jajangmyeonnya ke samping Yoon Chan. Ia berpesan agar Yoon Chan memberikannya padanya saat ia selesai dengan buku yang pertama. Yoon Chan mengiyakan. Anak itu bertanya kenapa Yoon Chan memanggil rumahnya sebagai rumah tamu? Yon Chan agak bingung menjawabnya. Ia bilang ke anak itu kalo itubadalah kode ragasia antara mereka, ayahnya dan dia.  


Baek Man keluar dari toko komik. Ia ditelpon oleh seseorang. Baek Man membuatnya siaga di akhir pekan yang berharga. Kapan Baek Man akan datang? Baek Man melihat jam tangannya dan meminta agar ditunggu sebentar. Ia akan segera kesana. 


Yang menelpon adalah seorang dokter. Ia bertanya apa Baek Man yakin nggak ingin melibatkan Hong Joo? Tahu, kan? Sebagai orang yang menyatukan mereka berdua, ia merasakannya di usus. 

Flashback...


Baek Man bersama temannya. Ia meminta Baek Man agar nggak gugup. Berkali-kali ia merapikan kerah baju Baek Man.  Baek Man menyingkirkan tangannya, nggak suka. Hong Joo datang sambil menyibakkan rambut panjangnya. Baek Man menatapnya terpesona. Hong Joo tersenyum menatap mereka lalu mendekat. 


Hong Joo bergabung bersama mereka. Ia memberitahu kalo ada banyak kemacetan. Hong Joo mengatakan kalo ia ingin roti krim. Baek Man merasa gugup. Temannya mengingatkan kalo Hong Joo bilang ingin roti krim. 

Flashback end...


Baek Man memberitahu kalo ia akan kesana. Ia menutup telponnya lalu pergi. 


Gu Wei mematung di dekat kamar Se Jung. Nggak lama kemudian Se Jung keluar dari kamarnya dengan membawa tas dan kopernya. Gu Wei mendekat dan melihat Se Jung. Se Jung menatap Gu Wei tapi nggak bilang apa-apa. Ia lalu bangkit dan pergi begitu saja. 

Flashback...


Se Jung mengakui kalo dia memang sedang melarikan diri. Tapi itu lebih baik daripada diam di tempat seperti Gu Wei. 

Flashback end...


Gu Wei menatap pintu. Se Jung sudah nggak ada lagi. 

Flashback...


Se Jung bilang ke Gu Wei kalo ia datang kesana dengan harapam untuk mendapat keberanian setelah melihat Gu Wei. Ia mengira kalo itu adalah omong kosong. 

Flashback end...


Gu Wei seperti tersadar. Ia llalu beranjak dan membuka sebuah lemari dan mencari sesuatu. Ketemu. Ia lalu berlari keluar dan memanggil Sunbae! Se Jung berhenti dan berbalik menghadap Gu Wei. Gu Wei memberinya sebuah pulpen. Se Jung menerimanya dan menatapnya. Gu Wei mengingatkan kalo Se Jung bilang dia takut. Ia meminta Se Jung untuk memikirkannya saat Se Jung menggunakan itu. 


Gu Wei mengaku sangat memghargai itu. Ia menyimpannya dan bahkan nggak mencoretinya. Ia meminta Se Jung untuk mengembakikannya saat ia kembaku. Se Jung bertanya kalo pulpen itu nggak berarti mari kita mulai lagi atau sesuatu seperti itu, kan? Gu Wei memberitahu kalo itu adalah persahabatan. Solidaritas. Sebagai seorang rekan penulis. 


Se Jung mengatakan kalo ia akan mengambilnya. Ia meminta Gu Wei untuk menunjukkan tulisannya saat ia kembali dan ia akan menunjukkan miliknya juga. Itu ucapan mereka satu sama lain. Se Jung mengucapkan selamat tinggal lalu pergi. Gu Wei mengatakan kalo ia akan melakukannya dengan baik jadi ia nggak akan malu. Se Jung diam-diam tersenyum. 


Gu Wei mengangkat tangannya dan mengucapkan hati-hati! Se Jung juga mengangkat tangannya tanpa menoleh ke Gu Wei. Gu Wei merasa senang. Ia bahkan sampai menari-nari segala. 


Hyun Oh yang kebetulan mau keluar sambil nuntun sepeda melihat tingkah Gu Wei dan tersenyum. Gu Wei pura-pura sedang olahraga. Ia bertanya pada Hyun Oh, ia akan makan siang, kan? Hyun Oh tersenyum. Ia ijin minjam sepeda. Gu Wei mengiyakan dan menyuruh Hyun Oh untuk melanjutkan langkahnya seperti yang ia inginkan. 


Hyun Oh lalu pergi. Gu Wei kembali ke rumah dengan perasaan malu dan kesal juga. 


Hyun Oh bertemu dengan teman wanitanya yang waktu itu. Ia membawakan minuman untuk mereka berdua. Wanita itu mengatakan kalo harusnya Hyun Oh makan lebih banyak. Hyun Oh mengatakan kalo nggak enak merasa berat sebelum pertunjukan. Wanita itu menyindir kalo Hyun Oh terlalu perhatian. Ia mengaku ingin menemui Hyun Oh agar membuat segalanya menjadi jelas. 


Hyun Oh meletakkam minumannya. Apa? Wanita itu memberitahu kalo Hyun Oh membuatnya menjadi kembali bersemangat. Ia memikirkan Hyun Oh sepanjang hari. Wanita itu tersenyum lalu menyedot minumannya. Tampaknya Hyun Oh merasa nggak enak. Sepertinya dia nggak punya perasaan yang sama. Ia pun memanggil wanita itu. Sun Joo! Sun Joo nengaku tahu. Hyun Oh nggak merasakan sesuatu yang istimewa saat mereka pacaran. Mereka putus karena Hyun Oh merasa bersalah tentang hal itu. 


Hyun Oh mengatakan alasannya datang kesana adalah ... . Sun Joo menebak kalo Hyun Oh ingin memeriksa rasa sayang Hyin Oh yang bertahan lama tentang tarian. Hyun Oh nggak menjawab. Sepertinya itu benar. Sun Joo melanjutkan kalo ia bergantung pada Hyun Oh. Karena ia nggak ingin melepaskan Hyun Oh. 


Hyun Oh menegaskan kalo ia nggak mau merasa bersalah pada Sun Joo lagi. Sun Joo malah menyuruh Hyun Oh untuk memikirkannya lagi. Hyun Oh ingat watu pertunjukannya, kan? Jam 7 malam ini. Sun Joo menghela nafas. Ia mengaku benar-benar menyukai itu karena itu membuatnya malu. Tapi ia pikir ia nggak akan takut lagi. Kalo dia tahu ada seseorang yang memperhatikannya. Hyun Oh nampak memikirkannya. 

Flashback...


Hyun Oh menari di depan Yoo Kyung saat di gunung. Ia menari dengan bebas dan nggak merasa ragu sama sekali. 

Flashback end...


Sun Joo mengucapkan selamat tinggal. Ia berterima kasih untuk minumannya lalu bangkit dan pergi. Hyun Oh menunduk. Sepertinya yang dikatakan Sun Joo ada benarnya. 


Hyun Oh duduk di taman sambil melihat penampilan seorang pelajar. 

Flashback...


Ia memberitahu Sun Joo kalo alasan kedatangannya adalah... . Sun Joo menebak kalo Hyun Oh datang untuk memeriksa rass sayangnya pada tari. 

Flashback end..


Pelajar itu sudah selesai menyanyi. Is meletakkan gitarnya. Hyun Oh memanggilnya. Ia meminta satu lagi dari anak itu. Anak itu tampak nggak ngerti maunya Hyun Oh. Hyun Oh memintanya untuk memainkan lagu yang ingin ia mainkan untuk Hyun Oh. 


Pria itu mengerti. Ia memikirkannya lalu mengambil kembali gitarnya dan memainkannya. Hyun Oh mendengarkannya dengan seksama. 

Flashback...


Hyun Oh menari di atas panggung dan disaksikan oleh banyak orang. Mendadak ia merasa gugup. Nafasnya terengah-engah. Ia pun akhirnya pergi begitu saja. 

Flashback end...


Hyun Oh yang sekarang kembali ke panggung itu lagi. Dengan setelan jasnya ia menarikan tarian yang sama. Tapi nggak tahu kenapa tangan kanannya nggak bisa digerakkan dan ia jatuh. Hyun Oh berusaha mengangkatnya tapi malah membuatnya semakin jatuh dan kesulitan untuk bangkit lagi. 


Hyun Oh menatap pria itu. 


Tiba-tiba pria itu menari bersama Hyun Oh. Mereka berkolaborasi dengan apik. Dan Hyun Oh menyadari kalo tangannya sudah berfungsi lagi. Pelajar itu lalu pergi meninggalkan panggung. 


Pelajar itu selesai memainkan lagunya. Hyun Oh berterima kasih. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Hyun Oh agak malas tapi tetap mengangkatnya. Ya, Eomma! Ternyata yang bicara adalah ayah. Hyun Oh tampak terkejut. Ayah mengaku mendengar kalo Hyun Oh mau berada di panggung lagi. 

Flashback...


Hyun Oh menari di atas panggung. Ia mengulurkan tangannya dan nafasnya menjadi sesak. Itu karena ia mrlihat ayah ada di barisan penonton. Hyun Oh nggak bisa melanjutkannya dan pergi begitu saja. 

Flashback end...


Hyun Oh terdiam. 


Dokter teman Baek Man mencabut bulu sikat gigi milik Baek Man dan Yoon Chan. Baek Man melihatnya dengan tegang. Dokter merasa kalo Baek Man pasti stres. Kalo dia benar putra Baek Man, itu akan membuatnya sakit kepala. Tapi kalo enggak juga akan membuatnya sakit kepala juga. Baek Man memberitahu kalo itu bukan masalahnya. 


Dokter itu penasaran. Apa Baek Man yakin kalo itu nggak melibatkan Hong Joo? Baek Man kesal. Apa dia g*la? Hentikan! Dokter itu mengiyakan. Nggak masalah. 


Dokter itu penasaran lagi. Ibu dari anak itu belum mendatanginya tapi anak itu datang sendiri menemui Baek Man. Sebenarnya ini artinya apa? Baek man ngehela nafas. Itulah yang ia bicarakan. Hadeuh, rasanya mau g*la. Gimanapun juga kalo dia bukan bukan putranya maka dia harus mencari walinya secepatnya. Itu adalah hal-hal yang harus ia lakukan. Dokter bertanya gimana kalo itu adalah anaknya? Apakah Baek Man akan membesarkannya? 


Baek Man menatap temannya dan meledek kalo matanta hampir keluar. Berhenti nonton CSI. Dokter itu bertanya apa dia mirip? Dia janji akan memberitahukan hasilnya secepatnya setelah ia mendapatkannya. Baek Man bertanya apa itu akan lebih dari sehari? Dokter gemulai itu memberitahu kalo itu adalah kasus per kasus. Bahkan mungkin akan keluar malam ini. 


Baek man mengaku iri pada temannya yang tampak bahagia dalam menjalani hidup. Senyum dokter itu langsung hilang. Baek Man menyuruh dokter itu untuk cepat. Ia lalu bangkit dan pergi. 

Bersambung...

Komentar:
Wah, tenyata Sun Joo adalah mantannya hyun Oh. Dan terungkap juga apa yang membuat Hyun Oh nggak bisa menyelesaikan tariannya. Karena ayahnya. Dan penasaran juga. Yoon Chan beneran anaknya Baek Man apa enggak, ya? 

Salam
Anydti18