Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Perfect Match Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: SET TV
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 9 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 10 Part 2

Tingen menanyakan apa yang memenuhi syarat sebagai hidangan mewah? Apa mereka harus menggunakan bahan dan peralatan dapur yang berkualitas tinggi untuk membuat hidangan lezat? Tingen menanyakan apa bedanya? Ia menyadari kalo menggunakan hati akan membuat masakan menjadi lezat. Ia menyarankan agar mereka mencoba lagi dan lagi, tanpa henti untuk membuat masakan terbaik untuk pelanggan. Dan saat pelanggan bertanya pada mereka, maka mereka bisa memberitahu dengan percaya diri, saya minta maaf, ini adalah makanan lezat yang bisa saya buat. 


Jake mengaku nggak berpikir seperti itu. Ia dilatih untuk memasak masakan tradisional barat, bukan makanan pasat malam yang sederhana dan berantakan seperti itu?! Tingen menatapnya tajam, apa Jake mendengarkan perkataannya? Tingen bertanya-tanya  sebenarnya Jake itu sebenarnya anggota dari karyawan restorannya apa enggak? Kalo besok dia meminta Jake untuk memasak makanan Afrika apa Jake bisa melakukannya? Kalo nggak bisa maka Jake akan dipecat! 


Tingen mulai emosi begitu juga dengan Jake. Xiaobin menenangkan Tingen. Tingrn mengaku baik-baik saja dan meminta mereka untuk membuang semuanya. Xiaobin memyuruh mereka untuk membereskan semuanya. Ketegangan sudah berlalu. 


Para koki sudah bubar. Jake sendiri masih di tempatnya. Dia kayaknya masih marah banget sama Tingen. Ia merasa kalo Tingen nggak menghargainya. Ia bertekad akan membuat Tingen menyesal. Jake lalu mengambil ponselnya dan nelpon seseorang. 


Fenqing makan apel sambil memandangi blendernya. 

Flashback...


Tingen membuatkan jus untuk Fenqing yang habis mabuk. Fenqing mengaku kalo kelapanya sakit. Tingen memberinya segelas jus. Fenqing menerimanya dan mencium aromanya. Tingen memberitahu kalo ia membuat resep itu dengan memadukan makanan barat dan timur. Itu akan membantu meredakan sakit karena mabuk. Kalopun Fenqing nggak mabuk, itu juga bagus untuk kesehatannya. Ia menyuruh Fenqing untuk meminumnya dan itu akan menghilangkan rasa sakit. Tingen meminumnya dan hal itu membuat Fenqing nggak ragu untuk meminumnya juga. 

Flashback end...


Ruxi minum kopi bersama dengan ibu Tingen. Ibu mengaku ingin tahu tentang perkembangan hubungan Ruxi dengan Tingen. Ruxi memberitahu kalo mereka hanya teman baik dan mereka juga rekan yang baik. Ibu tersenyum. Ia mengganti pertanyaannya, apa Ruxi ingin menjadi rekan Tingen selama hidupnya? 


Ruxi hanya tersenyum dengar pertanyaan seperti itu. Ibu mengingatkan tentang acara perjamuan yang akan ia ubah menjadi acara perjodohannya. Ibu mengaku kalo yang ia inginkan bersama ayah Ruxi adalah membentuk aliansi melalui pernikahan. Syaratnya harus menikahi orang yang tepat. Ruxi punya reputasi sebagai kritikus makanan dan beehubungan baik dengan para elit dari segala jenis profesi. Bagi ibu Ruxi seperti broker di sebuah perusahaan yang mampu mengajukan kesepakatan segala investasi. Dati yang ibu tahu, banyak investordan stasiun tv yang ingin memdapatkannya untuk program mereka. Ruxi tersenyum dan menyindir kalo ibu benar-benar hebat dalam mencari informasi. 


Ibu tersenyum membenarkan. Ibu yakin pada Tingen dengan keahlian memasaknya dan latar belakang keluarganya pasti akan cocok dengan Ruxi. Menurut ibu mereka berdua saling melengkapi. Apa Ruxi ingin menjadi rekan Tingen selama hidupnya? Ruxi nggak langsung menjawab. Ia menanyakan apa Tingen akan menyetujui hal itu? Ibu merasa yakin dengan apa yang Ruxi katakan. Tapi untuk sekarang Tingen nggak akan memilih cinta. Ibu berpesan agar Ruxi nggak menyerah mengejarnya. Mereka adalah sekutu yang kuat. 


Ruxi hanya tersenyum tanpa bilang apa-apa. Ibu melanjutkan kalo baru-baru ini ayah Ruxi sedang berusaha memasuki bisnis restoran. Kalo Tingen dan Yanis bisa menjadi kuncinya, maka itu adalah skenario yang baik. Ibu memberitahu dalam pikirannya hanya Ruxi yang cocok menjadi menantunya. Selama Ruxi percaya padanya maka ibu akan selalu membantunya. Apa Ruxi ngerti? Ruxi mengangguk mengiyakan. 


Ibu lalu menanyakan kabar adik Ruxi, Xiaowei. Ruxi menjawab kalo adiknya baik-baik saja dan akan pulang saat ia menginginkannya. Ibu tersenyum dan berharap ia segera pulang ke rumah. Ibu mengatakan kalo keluarga mereka akan segera bersatu jadi masalah Ruxi adalah masalahnya juga. Ibu lalu mengajak Ruxi untuk makan. 


Ah Wei menghampiri Fenqing. Ia mengaku kalo telinganya gatal. Ia yakin kalo seseorang pasti sedang membicarakannya. Fenqing hanya tersenyum. Ah Wei mengatakan kalo Fenqing sudah bisa tersenyum lebar hari ini. Fenqing memberitahu klao seseorang pasti sedang memikirkan Ah Wei. Ah Wei yakin kalo itu pasti Fenqing. Fenqing bilang enggak sambil memakan apelnya. 


Ponsel Fenqing bunyi. Fenqing mengambil ponselnya dan habis itu dia jadi sangat senang. Ia mengatakan kalo dia telah menemukan sesrorang yang ia cari. Ah Wei yang telah mengurusnya. Fenqing memeluk Ah Wei lalu pergi. Ah Wei menanyakan maksudnya tapi Fenqingnya sudah keburu pergi. 


Tingen berjalan ke ruangannya bersama Xioabin. Ia mengaku nggak ngerti dengan apa yang terjadi pada Jake. Menurutnya Jake nggak ngerti dengan apa yang ia katakan. Xiaobin memberitahu kalo harusnya Tingen bilang baik-baik pada Jake. Nggak seharusnya Tingen bilang seperti itu. 


Tingen duduk di meja. Ia merasa nggak tenang. Xiaobin menawarkan akan meminta Fenqing kembali karena nggak ada orang dapur yang bisa membuat masakan pasar malam. Tingen melarangnya. Xiaobin bertanya kenapa? Ia mengingatkan kalo Fenqing besar di pasar malam hadi pasti tahu tentang makanan pinggir jalan dengaj baik. Lebih-lebih Fenqing juga pernah kerja di La Mure dan sudah terbiasa dengan alur kerja dapur mereka. Tingen bahkan melatihnya selama 7 hari. Kalo Tingen nggak menggunakannya sekarang maka kapan lagi? 


Tingen nggak ngerti apa maksudnya menggunakan? Tingen bertanya apa Xiaobin pernah menonton My Fair Lady? Xiaobin mengaku belum. Tingen memberitahu kalo itu sangat terkenal. Tingen menghampiri Xiaobin dan memberitahu kalo yang man Audrey Hepburn. Xiaobin memberitahu kalo itu terlalu canggih untuknya. 


Tingen memberitahu kalo ceritanya sangat sederhana. Seorang profesor bertemu dengan gadis muda di pasar. Profesor itu membawanya ke kelompok masyarakat kelas atas dan mengubahnya menjadi seorang wanita. Gadis itu dan profesor hidup bahagia bersama. Xiaobin rasa itu bagus. 


Tingen merasa kalo itu nggak bagus. Masalahnya penulis nggak menyukai akhir ceritanya. Xiaobin menanyakan apa yang dia tulis? Tingen melanjutkan kalo penulis percaya setelah profesor mengajari gadis itu, harusnya dia kembali ke tempat asalnya dan hidup sesuai yang ia inginkan. 


Xiaobin menyimpulkan kalo Tingen adalah profesor dan Fenqing adalah gadis muda itu? Tingen membenarkan. Tingen berharap dengan mengajari Fenqing akan menjadikan Fenqing sebagai koki yang punya banyak ide. Ia berharap Fenqing bisa membuka restorannya sendiri. Dia nggak ingin Fenqing kembali ke La Mure. Fenqing nggak termasuk dalam dunianya. Fenqing punya kehidupannya sendiri. Dia sendiri sudah mengucapkan selamat tinggal kemarin. 

Flashback...


Fenqing kembali ke dapur. Tingen duduk di belakangnya. Fenqing melihat dapur sambil menghela nafas. Tingen mengingatkan kalo Fenqing sudah lulus ujian. Fenqing berbalik dan menatap Tingen. Tingen bertanya kenapa Fenqing nggak merayakannya? Fenqing memberitahu kalo dia datang untuk mengembalikan seragamnya. Tapi ia lupa mencucinya jadi agak kotor. T


Tingen bilang nggak masalah. Mereka akan mencucinya. Fenqing masih merasa agak berat. Ia berterima kasih pada Tingen karena telah mengajarinya beberapa hari ini. Fenqing mengaku telah belajar banyak. Ia memperlihatkan catatan dari Tingen. Ia berterima kasih karena Tingen sudah percaya padanya. 


Tingen hanya tersenyum. Fenqing maju. Ia melihat jam tangannya dan bilang kalo Tingen masih Chef-nya karena itu masih belum tengah malam. Tingen mengangguk membenarkan. Fenqing meminta Tingen untuk mengajarinya membuat kue. Tingen menanyakan kenapa Fenqing ingin belajar membuat kue? Fenqing memberitahu kalo hari ini Ah Wei ulang tahun dan ia ingin merayakannya. Tingen seolah memaksakan senyumnya. Ia setuju dan meminta Fenqing untuk menyiapkan bahan-bahannya. Fenqing mengiyakan. Yes, Chef! Ia lalu pergi untuk menyiapkan bahan-bahan. Tingen memberitahu kalo dia mau telur, gula, keju dan mentega. Juga bawakan biskuit gandum. 

Flashback end...


Tingen tersenyum teringat kebersamaan terakhirnya dengan Fenqing. Ia menoleh menatap Xiaobin. Lah Xiaobin malah sudah tidur??!! Tingen kembali melamun. 


Ah Wei keluar dari rumah dan langsung disambut oleh kakaknya. Ruxi mengucapkan selamat ulang tahun dan menyodorkan kado. Ia memuji kakaknya yang masih memberinya kado meskipun dia nggak pulang. Ruxi hanya tersenyum. Ah Wei menerima kadonya. 


Mereka duduk bersama. Ah Wei mengaku tahu kalo Ruxi selalu memikirkannya meski dia nggak mau pulang. Ruxi mendorong kepala Ah Wei. Dia nggak akan melupakan ulang tahun adiknya. Ah Wei hanya tersenyum. Ruxi mengingatkan kalo tantangan 7 hari Fenqing sudah berakhir dan nggak perlu lagi datang ke La Mure. Ruxi menanyakan rencana Ah Wei selanjutnya. Apa Ah Wei akan memberitahu latar belakang keluarganya? 


Ah Wei menggeleng. Dia akan melindungi Fenqing dengan caranya sendiri. Jadi nggak ada hubungannya dengan latar belakang keluarga mereka. Ruxi mengaku tahu. Tapi akan ada jarak ilmu antara Ah Wei dan Tingen. Jadi... . Ah Wei menyadari kalo dia nggak bisa bersaing dengan Huo Tingen dalam hal makanan. Ia hanyalah seorang penjual ayam. Tapi karena itu juga dia mendukung Fenqing untuk belajar tentang kari meski mereka nggak akur. Karena Fenqing bisa selangkah lebih dekat untuk mewujudkan mimpinya. Tapi 7 hari telah berakhir, jadi Fenqing dan Huo Tingen juga berakhir. 


Ruxi bertanya apa Ah Wei memberitahunya kalo dia akan mulai mengejar Fenqing? Ah Wei mengiyakan. Beberapa tahun belakangan bersama Fenqing, ia sudah mulai menjual ayam sendiri. Ah Wei membantu Fenqing dan Fenqing mengembangkan burger mini kari udang. Lalu mempelajari kari dari Huo Tingen. Kini bersiap-siap untuk mewarisi julukan ayahnya sebagai raja kari. Ah Wei tahu kalo masakannya nggaj bisa dibandingkan dengan Huo Tingen. Tapi dia akan menggunakan caranya sendiri untuk membantu Fenqing mewujudkan mimpinya. 


Ruxi tersenyum. Ia mengaku bisa tenang kalo Ah Wei begitu. Ruxi memberitahu kalo selain mau ngasih kado dia juga ingin memberitahu kalo dia memutuskan untuk berani demi perasaannya. Ah Wei menanyakan maksud Ruxi dengan Huo Tingen? Ruxi mengangguk mengiyakan. Ah Wei merasa kalo sebenarnya Tingen adalah orang yang baik meski menyebalkan. Tapi ayah pasti nggak akan memilihnya karena dia adalah orang yang seperti itu. Menurutnya ayah memilih Tingen hanya karena latar belakang keluarganya. 


Ruxi mengaku kalo sejak awal dia sudah tahu tentang bisnis itu. Ah Wei bertanya kenapa Ruxi tetap mengikuti harapan ayahnya? Ruxi menekankan kalo itu bukan mengikuti harapan ayah tapi karena itulah ia bertemu dengan Tingen. Ruxi merasa kalo Tingen adalah orang baik. Ah Wei menyatakan akan mendukung kakaknya selama kakaknya menyukainya. Tapi ia merasa kalo Huo Tingen benar-benar sulit dipecahkan jadi Ruxi harus bekerja keras. Ruxi mengaku tahu tentang itu. Ia berharap kedua harapan mereka bisa menjadi nyata. 

Bersambung...

Komentar:
Ah Wei dan Ruxi kompak banget sebagai kakak adek. Mereka saling mendukung satu sama lain dan sing menyelamati. 
Tingen juga kayaknya galau banget. Dia seperti merindukan Fenqing tapi bersikeras nggak mau Fenqing datang lagi padahal dia sangat membutuhkannya. 

Salam
Anysti18