Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Perfect Match Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: SET TV
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 10 Part 4

Tingen sendiri berada di dapur dan merasa nggak tenang. Fenqing memanggilnya dan menanyakan bunga mana yang harus ia gunakan? 


Tingen berbalik dan nggak menemukan Fenqing di manapun. 


Fenqing berjalan pulang bersama Ah Wei. Fenqing bertanya-tanya apa Tingen nggak tahu kalo dia melakukan semuanya demi kebaikan Tingen? Gimana bisa Tingen mengusirnya sepeti itu? Apa Tingen nggak ingin ia membantunya? 


Ah Wei menatap Fenqing khawatir. Dia nggak pernah melihat Fenqing sesedih itu. Ia janji nggak akan membiarkan Tingen melukai Fenqing lagi. Ah Wei bertekad untuk membuat Tingen menghilang dari kehidupan Fenqing selamanya. 


Tingen menyendiri di ruangannya. Ia marah pada diri sendiri. Fenqing sama sekali nggak ada hubungannya dengan hal itu. Kenapa dia marah pada Fenqing? Tingen memegangi perutnya yang terasa sangat sakit. 

Flashback...


Tingen bermaksud membawakan masakannya ke ayah Huo. Nggak sengaja ia mendengar pembicaraan ayah Huo dan ibunya. Ayah Huo merasa kalo Tingen bisa menjadi seorang koki. Tingen punya bakat memasak. Ibu merasa kalo Tingen masih kecil. Gimana kalo kereka menunggu dua tahun lagi? 


Ayah Huo menggenggam tangan ibu. Ia membawa mereka ke keluarga Huo nggak lain untuk membantu mereka. Tapi sebenarnya membuat mereka makin sulit. Ayah tahu betul gimana Mei Li menyulitkan mereka. Ayah merasa kalo dia nggak bisa menjaga mereka. Ayah yakin bakat memasak Tingen akan membantu meteka bertiga di keluarga Huo. Ibu masih mau menyangkal. Tapi... . 


Tingen memanggil ibu dan menghampiri mereka. Ia mengaku ingin belajar memasak. 

Flashback end...


Tingen bertanya-tanya kenapa dia teringat masa lalu? Xiaobin datang dengan buru-buru dan mau memberitahu Tingen sesuatu. Tinhen bertanya kenapa Xiaobin memberitahukan yentang David ke Fenqing? Tingen menceritakan kalo tadi ibunya datang memarahinya dan Fenqing tiba-tiba datang memberitahu kalo dia menemukan David. Saat ia mendengar nama David, ia menjadi marah dan memarahi Fenqing. Tingen mengaku nggak tahu gimana dia bisa jadi gila dan melampiaskannya ke Fenqing. 


Xiaobin memberitahu kalo ada hal yang lebih penting sekarang. Apa? Xiaobin memberitahu kalo ada yang salah dengan menu makan siang mereka dan semua karyawan masuk rumah sakit. Beberapa dari mereka diinfus dan dipompa perutnya. Tingen bertanya seburuk itukah? Jadi nggak ada satupun? Xiaobin mengiyakan. 


Tingen menyuruh Xiaobin untuk menelpon Tianzhi dan memintanya untum mengirim karyawan dari Yanis. Xiaobin mengaku susah melakukannya. Ia memberitahu kalo hari ini adalah rapat tahunan dari asosiasi makanan dan semuanya membantu di sana. Juga sisa staf mereka ada di cabang lain. Tingen makin frustasi. Ia mengambil ponselnya mau nelpon Jake. Tingen bangkit. Xiaobin memberitahu kalo kasus yang paling serius adalah Jake. Dia lagi dipompa perutnya. Tingen nampak putus asa. Dia melihat laporan kalo orang yang bertanggung jawab adalah Jake. Ia lalu nyuruh Xiaobin untuk terus menelpon sampai cabang lain bisa mengirim seseorang. Xiaobin menurut dan mengambil ponselnya. 


Ah Wei dan Fenqing sampai hampir sampai rumah. Ah Wang menghampiri mereka dan menanyakan kenapa Ah Wei pergi begitu saja? Apa yang terjadi? Ah Wang makin khawatir saat melihat Fenqing. Ah Wei meminta Fenqing untuk duduk. Dia yang akan memberitahu Ah Wang. Ia menuntun Fenqing untuk duduk dan melarangnya pergi kemanapun. 


Ah Wei mengajak Ah Wang bicara sedikit menjauh dari Fenqing. Ia memberitahu kalo nggak ada yang terjadi. Fenqing hanya mengalami kecelakaan. Ah Wang malah makin cemas. Apa Fenqing terluka? Ah Wei menenangkan. Mereka sudah pergi ke rumah sakit. Ah Wang menyuruh Ah Wei untuk menelpon paman Rib, bibi Yu dan ibunya Fenqing. Ah Wei melarangnya. Ia memberitahu kalo Fenqing hanya butuh ruang untuk sendiri. 


Ah Wang ngerti. Ia lebih tenang. Ia menanyakan apa Ah Wei berhasil menyarakan cintanya? Ah Wei menatap Fenqing. Ia merasa kalo ia nggak bisa melakukannya. Belakangan mereka mengalami banyak hal. Ia merasa harus membuat Fenqing jelas kalo ia benar-benar ingin menjaga dan melindungi Fenqing selamanya. Caranya menyukai Fenqing nggak sama dengan yang Ah Wang rasakan sebagai keluarganya. Ah Wang menepuk lengan Ah Wei sebagai bentuk dukungannya. Ah Wei meminta Ah Wang untuk nggak khawatir. Ia akan membawa Fenqing ke atas untuk beristirahat. Ah Wang mengiyakan. Ia pamit dan meminta Ah Wei untuk menelponnya kalo terjadi sesuatu. 


Ah Wei kembali pada Fenqing. Ia duduk di sebelahnya dan menatapnya. Ah Wei menggenggam tangan Fenqing dan mengajaknya pergi. Fenqing menurut. Ia bangkit dan mengikuti Ah Wei. 


Mereka masuk. Fenqing langsung duduk dan menutup wajahnya. Ah Wei menghampirinya sambil membawa segelas air. Ia meletakkannya di depan Fenqing. Fenqing menatap Ah Wei dan berterima kasih. 


Fenqing tiba-tiba bangkit dan mencari sesuatu. Ah Wei menanyakan apa yang Fenqing cari? Fenqing memberitahu kalo dia mencari kacang hijau. Ah Wei menghampiri Fenqing dan bertanya untuk apa mencari kacang hijau? Fenqing mengaku ingin memasak untuk memperbaiki suasana hatinya. 


Fenqing menemukannya. Ia lalu mengambil mangkuk dan membuka bungkus kacang hijaunya. Ia kurang hati-hati sehingga kacang hijaunya berjatuhan.  Fenqing panik. Gimana, nih? Ah Wei bilang nggak papa. Ia merebut kacang hijau itu dari tangan Fenqing. Fenqing lalu memunguti kacang hijau yang jatuh. Ah Wei membantu Fenqing memungutinya. Ia nampak khawatir melihat Fenqing. Ia meraih tangan Fenqing dan melarangnya memungut lagi. Biar dia saja. Ah Wei akan membawanya ke suatu tempat. Fenqing menolak. Ia khawatir itu akan membuat sakit kalo terinjak. Ah Wei kembali meraih tangan Fenqing. Ia yang akan membereskannya saat pulang nanti. Ia mengaku sudah menyiapkan sesuatu untuk Fenqing. 


Ah Wei menutup mata Fenqing dan membawanya ke pasar malam. Di sana sudah ada teman-temannya yang menunggunya. Ah Wei melepaskan tangannya dan meminta Fenqing untuk membuka matanya. Kejutan! Fenqing senang. Lebih-lebih setelah melihat gerobak barunya. Teman-teman Fenqing mengucapkan selamat datang kembali padanya. Ah Wei memberitahu kalo semua orang membantu dan menyumbang uang untuknya. Itu adalah tempat pertama kalinya dia ketemu Fenqing dan juga tempat dimana Fenqing akan memulai mimpinya. 


Ponsel paman Rib bunyi. Ia membaca pesannya dan memberitahu kalo ada masalah di La Mure. Kata temannya La Mure akan membayar 3 kali lipat kalo bisa segera mulai. Bibi Yu merasa kalo pasti sangat darurat. Ah Wang mengingatkan kalo hari inu adalah acara makan malam kedutaan.


Fenqing bertanya-tanya apa yang terjadi? Gimana dengan Huo Tingen? Ah Wei bertanya apa Fenqing ingin kembali membantu Tingen? Fenqing menyangkal dan kalopun dia datang sendirian juga nggak bisa membantu apapun. Ia meminta teman-temannya untuk mulai berjualan. 


Orang-orang itu kembali ke tempatnya masing-masing. Demikian juga dengan Fenqing. Ah Wei khawatir melihat keadaan Fenqing yang kembali murung. Ia merasa kalo ia harus segera bertindak. 


Tianzhi memberitahu Yuqing kalo ia ingin mengirim dua atau tiga koki ke La Mure untuk membantu. Yuqing bertanya kenapa? Tianzhi memberitahu lalo seluruh koki keracunan makanan sedang malam ini ada acara makan malam kedutaan. Yuqing melarang. Sekarang mereka sedang sibuk dan staf dapur juga sudah kewalahan. Kalo Tianzhi mengirim koki ke sana maka mereka yang akan berada dalam masalah. 


Tianzhi mengingatkan kalo acara malam ini batal maka Yanis juga akan merasa malu di luar negeri. Lebih-lebih ibunya lah yang jadi tuan rumah. Yuqing meraih tangan Tianzhi dan menggenggamnya. Ia menasehati kalo nggak segarusnya Tianzhi memgkhawatirkan keadaan La Mure sekarang. Dan lagi kalo acara itu batal ibu nggak akan menyalahkan Tianzhi. Mungkin ibu akan senang. Tianzhi nggak ngerti gimana bisa Yuqing berpikir seperti itu? Yuqing memberitahu kalo ibu berharap Tianzhi bisa mendapatkan kendali penuh atas Yanis. Mungkin ini adalah sebuah kesempatan. Mereka berdua sangat sibuk menyelenggarakan acara penting hari ini. Mereka berhasil dan La Mure enggak. Menurutnya itu adalah cara sempurna untuk menunjukkan kalo Tianzhi mampu mengelola perusahaan lebih dari kakaknya. 


Tianzhi merasa kalo mereka nggak harus memperjuangkannya dengan cara gini. Ia dan kakaknya sama-sama bekerja keras untuk Yanis. Kalo acara kedutaan malam ini gagal... . Tianzhi yakin kalo kakkanya juga akan membantunya kalo hal itu terjadi padanya. Tianzhi mengambil ponselnya hendak nelpon Chef Jin. 


Yuqing kembali melarang. Ia mengingatkan kalo mereka akan segera menikah. Cepat atau lambat mereka akan membagi properti keluarga. Gimana Tianzhi tahu kalo kakaknya nggak akan memperjuangkan sahamnya? Walaupun sekarang dia nggak melakukannya tapi Yuqing yakin kalo calon istri Tingen akan membantunya memperjuangkannya. Tianzhi merasa ragu. Yuqing meyakinkan kalo dia nggak akan menyakitinya karena mereka akan menjadi suami istri. Ia mengingatkan kalo hanya akan ada satu pewaris keluarga Huo. 


Tianzhi nggak habis pikir gimana bisa Yuqing berpikiran sama seperti ibunya? Tianzhi meraih kedua lengan Yuqing dan memintanya untuk melupakan pikiran seperti ibunya. Yuqing sendiri sudah lama bersamanya tiap hari. Dia tahu sendiri kan gimana baiknya perlakuan ibu kedua dan kakaknya pada mereka. Yuqing melepaskan tangan Tianzhi. Dia tahu kalo mereka orang baik. Tapi faktanya adalah Tianzhi adalah anak kandung ayah dan bukannya kakak. Harusnya harta keluarga Huo hanya jadi miliknya seorang. Yuqing menatap Tianzhi dan mensugesti kalo Tianzhi hanya mengambil miliknya dan itu sama sekali nggak salah. 


Tianzhi nampak terpengaruh. Apa hanya keluarga Huo yang bisa jadi pewaris? Yuqing membenarkan. Ia meraih wajah Tianzhi agar menatapnya. Ia melarang Tianzhi mikirin La Mure. Ia yakin kalo mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Ia lalu mengajak Tianxhi untuk keluar karena ayahnya ingin mengenalkan Tianzhi ke ketua Asosiasi Makanan dan Minuman. Mereka juga akan menghadiri perjamuan kedutaan jadi nggak punya banyak waktu. 


Yuqing menarik Tianzhi. Tianzhi masih merasa berat. Ia mengkhawatirkan kakaknya. Yuqing tersenyum dan kembali menarik Tianzhi. 


Ah Wei menyatakan cintanya ke Fenqing. Fenqing tiba-tiba datang dan menonjok wajah Ah Wei. Apa seperti itu caranya menyatakan cinta? Lah rupanya Ah Wei sedang membayangkan. Ia merasa kalo nggak bisa seperti itu.


Ah Wei membayangkan cara lain. Mereka main tembak-tembakan. Dia mengatakan nggak akan pernah nembak Fenqing. Ia mrnyukai Fenqing. Fenqing tahu-tahu nembak Ah Wei berkali-kali. 


Ah Wei membayangkan cara lainnya. Mereka naik kuda-kudaan berdua. Fenqing bertanya apa Ah Wei melihat indahnya padang rumput di depan? Ah Wei menggombal kalo padang rumput itu nggak seindah Fenqing. Aku mencintaimu. Feqning mengaku sudah lama menunggu hal itu. Mereka saling memanggil nama masing-masing lalu berciuman. 


Ah Wei sadar kalo Fenqing bukan wanita seperti itu. Ia merasa kalo itu terlalu konyol untuk Fenqing. Ah Wei lalu membatangkan yang lain lagi. Mereka naik komedi putar dengan banyak gelembung dimana-mana. Ah Wei mengaku ingin bersama Fenqing selamanya. Fenqing juga ingin bersama Ah Wei selamanya. Mereka lalu berciuman. 


Ah Wei merasa kalo itu juga nggak bisa. Sekarang La mure sedang dalam masalah dan suaaana hati Fenqing sedang rumit. Ia merasa harus memikirkan cara untuk membantunya. 


Tingen dan Xiaobin menelpon beberapa restoran dan meminjam chef atau sous chef atau asisten dapur. Hasilnya nihil. Tingen menyuruh Xiaobin untuk nelpon Fenqing. Xiaobin malas. Tingen kan bisa nelpon sendiri. Tingen menyuruh Xiaobin saja. Xiaobin meledek Tingen yang masih merasa malu. Tingen terus memegangi perutnya yang terasa sakit. 


Xiaobin menurut. Belum juga telponnya diangkat tahu-tahu Tingen melarangnya nelpon Fenqing. Xiaobin meletakkan ponselnya. 


Tingen menunduk dan Xiaobin mengikuti. Ia menanyakan apa ada perjamuan yang belum mereka selenggarakan? Biasanya merela saling melengkapi, Xiaobin di area penyajian dan dia di area dapur. Tapi kini benar-benar nggak bisa diperbaiki. Mereka bahkan nggak punya satupun pegawai. 


Xiaobin membenarkan. Siapa yang tahu kalo mereka akan berakhir seperti ini. Ia keyakinkan kalo dia nggak akan ninggalin Tingen. Tingen memutuskan kalo sampai jam 6 mereka belum menemukan seseorang maka... . Xiaobin melanjutkan kalo mereka akan nyerah. 


Fenqing tiba-tiba datang dan menyindir segitu cepatnya mereka nyerah? Sontak Tingen dan Xiaobin menoleh padanya. Tingen bahkan tampak nggak percaya bisa melihat Fenqing lagi. Fenqing menanyakan apa yang terjadi? Xiaobin memberitahu kalo semua koki keracunan makanan. Tingen merasa nggak nyaman lalu pergi. Fenqing masih nggak ngerti. Ia pun menyusul Tingen. 

Bersambung...

Komentar:
Hahaha...lucu banget lihat hayalannya Ah Wei yang liar banget. Tapi emang bener, sih kalo bilang cinta itu nggak mudah. Apalagi hubungan Ah Wei dan Fenqing adalah teman yang dekat banget. Secara Fenqing sendiri nggak pernah menganggap Ah Wei lebih dari sekedar teman. 

Salam
Anysti18