Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 9 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 8 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 9 Part 2

Terdengar teriakan dari Du Ruo. Semua orang panik dan berlari ke dapur. Ye Ling sampai lebih dulu dan bertanya apa yang Du Ruo lakukan? Apa yang salah? Du Ruo nggak menjawab dan kembali berteriak. Dia seperti takut habis melihat sesuatu. Ye Ling mendekat dan Du Ruo malah memukul wajahnya pakai penggorengan. Seketika itu Ye Ling jatuh dan nggak sadarkan diri. 


Du Ruo seperti nggak sadar sudah memukul Ye Ling. Ia mendekat dan memanggil-manggilnya bertepatan dengan yang lain yang baru datang. Xiaoxing memeriksa nafas Ye Ling. Pengunjung yang lain berdatangan. Mereka mengrnali Su Zhan dan mengambil gambar. Su Zhan sadar sudah menjadi pusat perhatian. Ia pun memakai maskernya. 


Du Nian mendekat ke Su Zhan. Dia juga nggak nyangka kalo akan menjadi seperti itu. Mereka menjauh dari Ye Ling dan yang lain dan malah membuat orang-orang itu makin curiga. 


Su Zhan sudah di mobil bersama dengan Xiaoxing dan Jiang Ye. Jiang Ye memarahi Xiaoxing yang selarang lebih berani membawa Su Zhan ke sana. Xiaoxing benar-benar berpikir kalo paparazzi nggak punya berita untuk dilaporkan? Xiaoxing aktif memberi berita ke mereka. Xiaoxing hanya menatap Jiang Ye tanpa berani mengatakan apa-apa. 


Su Zhan memberitahu Ye Jie kalo ia sendiri yang ingin pergi kesana. Jiang Ye mengaku nggak peduli. Ia menasehati Xiaoxing agar lebih jeli dan waspada bahkan kalo Su Zhan yang membuat masalah, Xiaoxing harus bisa menyelesaikan masalah untuknya. Xiaoxing menyindir kalo sepertinya seorang asisten sama seperti sebuah pukulan. 


Jiang Ye membenarkan. Sangat diperlukan bahkan mungkin mengalami banyak kesalahan dan Xiaoxing nggak bisa melepaskannya. Jiang Ye lalu menelpon tuan Wang. Su Zhan menoleh ke Xiaoxing dan menenangkan. Nggak papa. Jangan khawatir. Xiaoxing mengangguk. Ia lalu tersenyum. 


Jiang Ye memberitahu orang yang ia telpon kalo nggak ada yang perlu dilaporkan. Ia akan membelikan camilan tengah malam. Ia membenarkan kalo Su Zhan adalah anak baik. Jiang Ye janji saat mereka mulai syuting film, tuan Wang bisa mempublikasikan aktornya. Jiang Ye mengiyakan lalu menutup telponnya. 


Xiaoxing dan Su Zhan menatap Jiang Ye sambil senyum. Jiang Ye melihat Su Zhan dan Xiaoxing. Mereka jadi tegang lagi. Jiang Ye lalu minta diturunkan di sana. Mobil berhenti. Su Zhan mengucapkan selamat tinggal. Jiang Ye hendak turun tapi ia kembali menatap Xiaoxing dan mengingatkan kalo Xiaoxing harus mengantar Su Zhan kembali ke rumah. Ia memperingatkan agar mereka berdua nggak membuat masalah lagi. Su Zhan mengangguk. 


Jiang Ye turun dari mobil. Kali ini sambil nelpon reporter Sun. Apa dia sudah tidur. Dia Jiang Ye. 


Xiaoxing menghela nafas panjang saat mobil kembali berjalan. Dia merasa sangat takut tadi. Ia akan mengantar Su Zhan dulu. Su Zhan menggeleng. Xiaoxing yang akan pulang duluan. Xiaoxing mengingatkan kalo tadi Ye jie baru saja mengatakan itu. Su Zhan meminta Xiaoxing untuk mendengarkannya. Ia lalu tersenyum. 


Du Ruo dan Du Nian sudah sampai rumah. Du Ruo langsung menjatuhkan diri ke sofa sementara Du Nian asik membaca komentar dirinya tentang kejadian tadi. Du Nian sangat cantik. Mereka berdua terlihat cocok. Apakah dia pacar Su Zhan? Harusnya kru dari Life Tide makan bareng. Du nian menatap ponselnya sambil senyum. 


Du Ruo memanggil Du Nian dan bertanya apa dia harus pergi ke seorang peramal? Gimana bisa dia selalu membawa masalah ke sutradara Ye? Du Nian menasehati agar Du Ruo nggak usah terlalu memikirkannya. Bukankah sutradara Ye baik-baik saja? Du Ruo bangkit dan mengingatkan kalo Ye Ling hampir saja mengalami gegar otak. Apa masih baik-baik saja. 


Du Nian yang mau ke kamar menoleh ke Du Ruo dan membantah kalo nggak ada gegar otak. Ye Ling bahkan bisa memarahi Du Ruo segitu parahnya tadi. Dia sangat kuat. Du Nian nggak mau bicara lagi. Hari ini ia telah menguras semua tenaganya. Ia akan tidur. Ia menyarankan agar Du Ruo istirahat lebih awal juga. Du Nian lalu masuk ke kamarnya. 


Du Ruo berpikir kalo dia terus membawa masalah lain. Ia memukul kepalanya dan meminta agar melakukan yang lebih baik lagi. 


Xiaoxing meminta agar mobil berhenti di sana saja. Su Zhan mengingatkan kalo itu masih jauh dari rumah Xiaoxing. Xiaoxing memberitahu kalo jalan di depan sedang dibangun dan itu akan merepotkan. Ia akan pulang dengan jalan kaki. Nggak jauh kok. Ia meminta Su Zhan untuk kembali dan istirahat. Selamat malam. 


Xiaoxing membuka pintu mobil dan berniat turun. Su Zhan mau menahan Xiaoxing tapi Xiaoxingnya keburu turun. Su Zhan meminta supirnya untuk menunggu beberapa menit. Su Zhan lalu turun dari mobil dan menyusul Xiaoxing. Dia akan mengantar Xiaoxing. Xiaoxing bertanya apa yang Su Zhan lakukan? Balik gih! Jiang Ye akan memarahinya kalo sampai tahu. 


Su Zhan meyakinkan kalo Jiang Ye nggak akan tahu. Xiaoxing mengatakan kalo itu nggak akan bagus juga. Su Zhan memberitahu kalo dia nggak bisa membiarkan Xiaoxing berjalan pulang sendirian di malam hari. Hayuk. 


Xiaoxing menurut dan nggak bilang apa-apa lagi. Mereka berjalan bersama. Su Zhan lega sutradara nggak terluka parah. Xiaoxing mengiyakan. Sutradara sangat beruntung. Tapi Ye Jie juga benar. Dia nggak akan membawa Su Zhab ke tempat seperti itu lagi. Lagian juga kenapa Su Zhan bersaing makan makanan pedas dengan An Ge? Gimana kalo Su Zhan mendapat masalah dengan suaranya? Dia kan seorang penyanyi? 


Su Zhan mengulurkan tangannya hendak membelai rambut Xiaoxing. Xiaoxing refleks mundur. Suasana mendadak jadi canggung. Mereka lalu kembali berjalan. 


Su Zhan memanggil Xiaoxing. Ia ingin menjekaskan kalo saat itu... saat di ruang latihan, dia... . Xiaoxing buru-buru memotong dengan memanggil nama Su Zhan. Xiaoxing berhenti melangkah dan menatap Su Zhan. Dia ingin bicara. Sebenarnya hari itu di ruang latihan...ia merasa kalo nggak ada yang terjadi di antara mereka. Harusnya mereka nggak dengan mudahnya mengambil kesimpulan atau keputusan. 


Su Zhan bertanya apa tindakannya saat itu membuat Xiaoxing nggak bahagia? Xiaoxing menggeleng. Nggak gitu. Xiaoxing mengaku telah memikirkannya belakangan ini. Su Zhan menatap Xiaoxing pedih. Xiaoxing memanggil Su Zhan dan mengingatkan kalo Su Zhan sudah menemukannya dan ia adalah satu-satunya. Su Zhan bisa menjalani tahun-tahun ini dan tentang pwrasaannya ke Su Zhan, nggak peduli itu ketergantungan atau percaya lebih dari teman biasa. Xiaoxing nggak bisa menyangkal kalo perasaan seperti itu atas dasar penyakit Su Zhan. 


Su Zhan seakan syok mendengarnya. Xiaoxing melanjutkan kalo suatu saat Su Zhan pulih, dan bisa menjalani kehidupan yang bebas dan mudah seperti yang lain. Pada saat itu Xiaoxing bukanlah lagi satu-satunya buat Su Zhan. Apa perasaan Su Zhan akan berubah? Su Zhan menunduk dan menghela nafas. 


Xiaoxing memaksakan senyumnya dan menepuk lengan Su Zhan. Tuh, kan? Su Zhan bahkan nggak yakin. Xiaoxing kembali berjalan dan melanjutkan kalo sejujurnya ada banyak orang yang menyukai Su Zhan, tapi ia... ia hanya tambahan tanpa arti. 


Xiaoxing kembali memaksakan senyumnya lalu berbalik dan menatap Su Zhan. Lagian dia hanya asisten baru yang selalu membuat masalah. Xiaoxing berbalik lagi membelakangi Su zhan dan seketika senyumnya hilang. Bahkan kalo dia hanya gadis biasa. Ia pikir ia juga punya hak untuk mendapatkan hubungan yang jelas. 


Su Zhan menatap punggung Xiaoxing dan nggak mampu bilang apa-apa. Xiaoxing membalik badan dan menatapnya. Ia menyuruh Su Zhan untuk kembali dan istirahat. Xiaoxing janji akan membantunya jadi Su Zhan nggak perlu bergantung dengan siapapun. Selamat malam. Sampai ketemu besok. 


Xioaxing berbalik dan kembali berjalan meninggalkan Su Zhan dengan wajah sedih dan hampir nangis. Su Zhan sendiri hanya bisa terpaku menatap Xiaoxing yang kian jauh. 


Shen Xun masih bersama Xin yualin dan Su Weibai. Dia kayaknya sudah pusing banget. Xin Yualin asik dengan ponselnya semrntara Su Weibai memeriksa kostum, nggak ada masalah. Dan adegan ini harusnya... . Su Weibai memanggil Tuan Xin, ia mengaku nggak tahu 20 adegan berikutnya. Shen Xun melihat ponselnya dan menyadari kalo restorannya sudah tutup. Su Weibai bertanya jam berapa sekarang. Shen Xun mengingatkan kalo sekarang sudah sangat terlambat. Ia mengajak mereka untuk segera pergi. Ia pun bangkit. 


Su Weibai menahan Shen Xun dan bilang kalo masih ada dua adegan lagi. Shen Xun menolak. Lain kali saja. Shen Xun melihat ponselnya dan melihat gambar Xin Yualin sedang bersama Xiaoxing dan pegangan tangan. Ia bertanya-tanya apa yang Xiaoxing dan Xin Yualin lakukan berdua di atap? 


Xin Yualin menatap Shen Xun dan bertanya apa ada yang salah? Shen Xun melihat Xin Yualin dan bilang nggak ada apa-apa. Ia ngajak mereka untuk segera pergi. 

Bersambung...

Komentar:
Kasihan banget Xiaoxing dimarah-marahin mulu sama Jiang Ye. Resiko dekat dengan bintang besar. Awalnya sih baik-baik saja kalo nggak gara-gara Du Ruo membuat yang membuat keributan pasti nggak akan segitu heboh. 

Salam
Anysti18