Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Smile Episode 9 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Youku
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Sm:)e Episode 10 Part 1

Ayah menghampiri Su Zhan yang masih duduk santai di sofa. Kenapa Su Zhan belum berangkat? Su Zhan memberitahu kalo dia sedang menunggu Xiaoxing menjemputnya. Ayah bertanya dimana Ji Xiaoxing? Su Zhan mengatakan kalo ia akan menelponnya. 


Su Zhan lalu menelpon Xiaoxing. Ponsel Du Ruo bunyi. Dari bos. Ia merasa kalo nama itu nggak ada dakam kontaknya. Du Ruo mengangkatnya dan menanyakan siapa yang sedang berbicara? Su Zhan memberitahu kalo itu dia, Su Zhan. Du Ruo baru sadar kalo itu bukan ponselnya tapi milik Xiaoxing. Ponselnya sendiri sudah ada di dalam kotak. Du Nian hanya geleng-geleng melihatnya. 


Du Ruo meminta maaf. Ia salah membawa ponsel Xiaoxing. Ia bertanya pada Du Nian apakah mereka bisa kembali? Du Ruo mengingatkan kalo mereka ada di jalan tol. Nggak bisa. Su Zhan menyampaikan kalo dia hanya ingin tahu apakah Xiaoxing sudah berangkat? Du Ruo nggak bisa bilang apa-apa. 


Du Nian meminta ponsel Du Ruo. Ia memberitahu Su Zhan kalo Xiaoxing akan berangkat saat mereka pergi. Xiaoxing mengatakan kalo Xiaoxing akan menjemput Su Zhan. Jadi Xiaxing nggak ikut dengannya. 


Su Zhan berterima kasih lalu menutup telponnya. Su Zhan memberitahu ayah kalo Xioaxing akan sampai sebentar lagi. Ayah memintanya untuk nggak terlambat. Jangan sampai ada yang kelupaan. Su Zhan mengiyakan. Ayah lalu pergi. 


Su Zhan terus menunggu dan menunggi tapi Xiaoxing nggak juga datang. Ayah datang lagi dan bertanya kenapa Su Zhan masih belum pergi? Apa ada yang salah dengan Ji Xiaoxing? Ayah lalu menelpon Jiang Ye dan menanyakan keberadaannya. Jiang Ye memberitahu kalo dia telah berangkat bersama Shen Xun dan sedang di jalan tol. Ayah mengayakan kalo ia kan membiarkan Su Zhan berangkat sekarang. Ayah meminta Jiang Ye untuk menjemput Su Zhan saat ia tiba. Dia nggak bersama Ji Xiaoxing jadi atur beberapa orang untuk melindungi Su Zhan. Jiang Ye nggak ngerti kenapa Ji Xiaoxing nggak bersama dengan Su Zhan? Apa Xiaoxing pergi ke Yunfu sendiri? Ayah mengaku nggak tahu. 


Ayah menutup telponnya lalu menatap Su Zhan. Ayah membetitahu kalo hari ini mereka akan mengatur publisitas Su Zhan untuk memasuki kru. Kalo Su Zhan terlambat maka mereka akan mengatakan kalo Su Zhan nggak mengudara lagi tapi Xiaoxing belum datang sampai sekarang. Su Zhan merasa kalo itu nggak penting. Ayah mengatakan kalo Su Zhan hatus datang tepat waktu. Ia akan mengantar Su Zhan kesana. Ayah mendorong koper Su Zhan. Su Zhan nggak punya pilihan lain selain mengikuti ayah. Mereka berangkat tanpa Xiaoxing. 


Mobil Du Nian berhenti jauh dari hotel. Du Ruo bettanya kenapa mereka nggak turun di depan hotel? Mereka harus berjalan jauh sambil menyeret koper. Du Nian memberitahu kalo itulah yang ia inginkan. Ia merasa kalo Du Ruo nggak ngerti. Ia nggak akan menunggu Du Ruo. Du Ruo mengatakan kalo ia harus melihat sutradara Ye sekarang. Asisten Du Nian memberikan kacamata. Mereka lalu turun dari mobil. 


Du Nian mencoba kacamata hitamnya. Asisten Du Nian lalu memberikan sesuatu padanya. Itu adalah permintaan nona. Du Nian menerimanya dan membukanya. Isinya asalah sebuah kalung. Du Nian tersenyum. 


Wartawan yang pernah bernegoisasi dengan Xin Yualin sedang berada di mobil. Ia memberitahu anak buahnya untuk mengambil gambar pemeran utama. Pemeran pendukung nggak begitu penting. Nggak perlu begitu spesifik, yang penting terlihat jelas. Selain itu nggak perlu mengambil gaya jalanan yang nggak berguna. Mereka membutuhkan foto high-definition dan close. Terutama tentang mengupil dan menguap. Makin buruk makin baik. 


Wanita yang duduk di sebelahnya mengingatkan kalo tuan Xin nggak memperbolehkan mereka untuk mengambil foto negatif tentang aktornya. Wartawan itu meremehkan. Ia memberitahu kalo itu nggak disebut berita negatif tapi topik. Aktor tanpa topik bukanlah aktor nyata. 


Kameramen memberitahu kalo Du Nian sudah sampai. Wartawan wanita itu mengatakan kalo Du Nian hanyalah pemeran pendukung jadi nggak perlu mengambil gambarnya. 


Shen Xun sedang di mobil bersama dengan Jiang Ye. Ia mau memakai lipstik tapi dilarang oleh Jiang Ye. Jangan pakai warna itu. Gunakan yang ia pilih. Yang itu kering dan warnanya nggak bagus. Shen Xun malas. Ia mengatakan kalo uang itu cantik. Jiang Ye tetap meminta Shen Xin untuk menggantinya. 


Shen Xun menurut. Dia memintanya dari asistennya. Jiang Ye juga menyuruh Shen Xun untuk memakai lebih banyak perona pipi, itu akan membuatnya makin cantik. Shen Xun bertanya, sungguh? Jiang Ye menyampaikan kalo dia mendengar He Rushan akan membuat Du Nian populer. Dia mengenalnya dengan baik. Mereka pasti mencuri sesuatu milik Shen Xun. Setelah publisitas bisa mendominasi berita utama. Mereka pasti merasa penting. 


Shen Xun merasa kalo mencuri pertunjukan mungkin bukan hal yang baik. Dikiranya menjadi bintang wanita itu mudah? Ketika ia memakai terlalu banyak, mereka akan mengatakan kalo ia lemah. Tapi kalo memakai sedikit, mereka akan bilang kalo dia mengena. Ketika dia senyum, mereka bilang dia munafik. Kalo dia nggak tersenyum, mereka akan bilang dia baru dan harus turun. Jadi dia harus mengendalikannya dengan baik. Menurut Shen Xun, Du Nian itu masih baru dan masih punya banyak hal untuk dipelajari. Semoga dia nggak pergi terlalu jauh. 


Jiang Ye menyuruh Shen Xun untuk bersiap-siap. Ia menyampaikan kalo ia harus membagi perhatiannya dengan Su Zhan. Apa Shen Xun baik-baik saja? Shen Xun nggak masalah. Kalo ada yang salah dengan Su Zhan, ia akan pergi untuk membantu. Jiang Ye mengiyakan. Para wartawan sudah di luar. Mereka memakai kacamata mereka lalu turun dari mobil. 


Ye Ling sedang bicara dengan krunya. Du Ruo datang dan menyapanya. Sutradara Yan dan asistennya lalu pergi. Ye Ling menanyakan kalo Xiaoxing nggak datang? Du Ruo mengiyakan. Ia memberitahu kalo seorang pria menjemputnya pagi ini. Mungkin setinggi Ye Ling dan matanya tampak... . Ye Ling menyuruh Du Ruo untuk berhenti. Dia tahu siapa itu. Du Ruo heran Ye Ling bisa tahu beddasarkan deskripsinya. Apa Ye Ling adalah informannya? 


Ye Ling kesal. Bisa nggak Du Ruo mengatakan sesuatu yang baik? Ia memberitahu kalo Xiaoxing nggak papa. Jangan khawatir. Tapi kedepannya Xiaoxing nggak akan datang ke Yunfu. Mungkin Du Ruo perlu mencari pasangan yang lain. 


Ye Ling menepuk pundak Du Ruo lalu pergi. Du Ruo menahannya dan menanyakan apa maksud Ye Ling kalo Xiaoxing nggak akan datang? Kenapa? Apakah dia diambil orang lain? Ye Ling memberitahu kalo pria yang tadi pagi... . Ye Ling mengangkat tangannya yang digenggam oleh Du Ruo. Ia menarik tangannya lalu melanjutkan kalo pria yang tadi pagi sangat mampu dan jernih. Ia yakin dia bisa membujuk Xiaoxing. Hanya Ye Ling yang nggak bisa menolak triknya. Tapi pria itu bisa. Ye Ling menyuruh Du Ruo untuk istirahat. Xiaoxing hanya akan berakhir sampai di sini. Ia menyuruh Du Ruo untuk mengerjakan tugasnya dengan baik. 


Ye Ling kembali berjalan. Du Ruo mengejarnya dan menanyakan apa maksudnya Xiaoxing berakhir di sini? Kenapa Du Ruo nggak akan bisa melihatnya lagi? Siapa pria itu? 


Mobil Su Zhan sampai di depan hotel. Beberapa pria sudah siap untuk mrngawalnya. Jiang Ye bertanya apa Su Zhan siap? Su Zhan mengangguk mengiyakan. Ia menelpon Xiaoxing tapi yamg menjawab masih Du Ruo. Su Zhan cemas karena Xiaoxing juga belum sampai. Du Ruo memberitahu kalo kemungkinan Xiaoxing nggak akan datang. Tapi dia yakin kalo Xiaoxing pasti akan datang. Walaupun kemungkinanya kecil. Xiaoxing hanya akan terlambat. 


Su Zhan menutup telponnya. Jiang Ye mengingatkan kalo sebelumnya Su zhan baik-baik saja tanpa Xiaoxing. Jadi jangan khawatir. Ia memberitahu kalo ia sudah mengatur beberapa pengawal untuk Su Zhan. Ayo pergi. 


Su Zhan mengangguk. Ia lalu memakai sarung tangan dan masker dan kacamatanya. Jiang Ye hendak membuka pintu mobil tapi Su Zhan melarang. Sedetik kemudian dia memperbolehkannya. 


Su Zhan dan Jiang ye turun dari mobil. Para wartawan dan penggemar langsung menyambut mereka. Pengawal berusaha menghalangi mereka dan menuntun langkah Su Zhan. Tangan Su Zhan mengepal. Keringat dingin mulai keluar dan nafasnya mulai sesak. Su Zhan memegangi dadanya. Pandangannya kian kabur. 


Tiba-tiba Xiaoxing datang dan membuka payung di dekat Su Zhan. Xiaoxing menatap Su Zhan dan tersenyum. 

Bersambung...

Komentar: 
Xiaoxing datang tepat watu. Terlambat dikit aja bakal membuat Su Zhan pingsan barangkali. Su Zhan juga kayaknya mulai tergantung pada Xiaoxing. 

Salam
Anysti18

1 komentar:

Semangat ya kak, drama ini bagus..
Makin ksini kok berasa sebel banget yah sma du nian, sok kecantikan banget...