Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Someone Noticeable Episode 9


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Someone Noticeable Episode 8
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Someone Noticeable Episode 10

Yi Ahn mengoleskan pewarna ke bibirnya. Ia mencoba beberapa anting untuk dipakai hari ini. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Ada pesan masuk dari Jin Young yang mengabarkan kalo dia sudah sampai. 


Jin Young menunggu Yi Ahn. Sesekali ia memeriksa penampilannya lewat kaca spion motornya. Yi Ahn datang menggampirinya. Apa itu scooter? Jin Young bertanya apa sebelumnya Yi Ahn pernah mencobanya? Menurutnya itu lebih cepat dari mobil. Yi Ahn mengingatkan kalo mereka pergi ke tempat yang sama tiap hari. Jin Young mengatakan kalo mereka bisa pergi ke jalan yang nggak bisa dilewati mobil. 


Yi Ahn mengatakan kalo mereka hanya bisa jalan. Jin Young menambahkan kali nggak ada macet saat mereka pergi dan pulang kerja. Yi Ahn melihat ponselnya dan memberitahu kalo sekarang sudah jam 11. Jin young mengiyakan. Mereka bisa menikmati udara yang segar di cuaca yang sebagus ini. Yi Ahn nggak sependapat. Dia memberitahu kalo kondisi debu hari ini buruk. 


Jin Young terdiam. Ia sedih karena Yi Ahn selalu menolak. Tiba-tiba Yi Ahn bilang kalo itu bagus. Jin Young tersenyum. Dia rasa juga begitu. Yi Ahn ikut senyum. 

KITA PUNYA KENANGAN BERSAMA


Yi Ahn membonceng Jin Young. Keduanya sama-sama tersenyum seolah sangat bahagia. 


Jin Young dan Yi Ahn duduk di bangku penonton di lapangan sepak bola. Tim mereka sedang rapat di bawah sana. Yi Ahn bertanya apa Jin Young menyimpannya dengan baik? Jin Young nggak ngeh. Apa? Yi Ahn memperjelas. Barang yang ia titipkan ke Jin Young. 


Yi Ahn menatap Jin Young. Jin Young seolah nggak suka Yi Ahn membicarakan itu. Ia hanya mengiyakan. Yi Ahn menanyakan dimana Jin Young menyimpannya? Tanpa menoleh Jin Young mengatakan kalo itu rahasia. Yi Ahn masih ingin tahu. Kenapa? Jin Young makin malas. Nggak papa. Suasana makin nggak enak. Yi Ahn mengiyakan. 


Jin Young menatap Yi Ahn dan memanggilnya. Sunbae! Apa dia boleh bertanya sesuatu? Yi Ahn nggak menjawab. Jin Young mengingatkan kalo Yi Ahn bilang padanya kalo ponsel itu nggak ada yang punya. Yi Ahn menatap Jin Young. Jin Young menanyakan siapa pemilik ponsel itu? Yi Ahn menatap Jin Young tajam tapi nggak menjawabnya. 


Hari sudah malam. Jin Young mengantar Yi Ahn pulang. Yi Ahn melepas helmnya dan memberikannta pada Jin Young. Pulang, gih! Jin Young menyindir kalo Yi Ahn sangat kejam. Ia mengingatkan kalo hari ini panas tapi Yi Ahn bahkan nggak memintanya untuk seenggaknya minum air apa makan es krim. Yi Ahn tersenyum. Mulai lagi, deh! Jin Young tersenyum. Ia mengaku kalo cuman bercanda. 


Yi Ahn menyuruh Jin Young untuk pulang. Ia berbalik dan siap pulang ke rumah. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Ada foto-fotonya bersama Jin Young saat di Namsan Tower. Yi Ahn melihat salah satunya. 


Yi Ahn langsung berbalik dan meminta Jin Young untuk mengantarkannya ke Namsan. 

Flashback...


Jin Young dan Yi Ahn berjalan menuju menara Namsan. Yi Ahn malas. Ia bertanya pada Jin Young, apa masih jauh? Jin Young menenangkan kalo mereka akan segera sampai. Yi Ahn ngomel ke Jin Young. Dia kan sudah bilang untuk bawa mobil! Mobil itu ada untuk menempuh tempat yang jauh dan tanjakan yang sulit. Jin Young heran, Yi Ahn kan suka jalan tapi kenapa Yi Ahn nggak suka jalan menanjak? 


Yi Ahn menjawab itu karena dia harus turun lagi. Mereka kembali berjalan. Yi Ahn ngomel lagi. Mereka kan bisa nonton film! Jin Young mengatakan kalo sudah nggak ada film yanh bisa mereka tonton lagi. Mereka selalu nonton film tiap kali ketemu. Nonton film, makan, ke kafe, semuanya sama. Bukankah begitu? Yi Ahn nggak  menjawab dan terus berjalan. 


Mereka sampai di atas. Ada banyak gembok cinta di sana. Jin Young sibuk melihat-lihat sementara Yi Ahn hanya duduk saja. 


Jin Young memanggil Yi Ahn dan menunjukkan kalo ada banyak yang menarik. Yi Ahn malas. Kakinya sakit. Jin Young kembali melihat gembok-gembok itu. Ia membaca salah satu tulisan. Ada banyak orang di dunia ini. Itu adalah takdir dan keajaiban kalo mereka berdua ketemu dan saling mencintai. Aku mencintaimu. Jin Young merasa kalo ada banyak pasangan di dunia ini. Yi Ahn meremehkan kalo mereka juga pasangan. 


Jin Young menatap Yi ahn yang asik sendiri dengan ponselnya. Ia menghampiri Yi Ahn dan duduk di sampingnya. Jin Young memperlihatkan gemboknya dan bertanya haruskah mereka memasang gembok juga? Yi Ahn melihat gembok itu. Ia bertanya apa mereka nggak bisa menggunakan hari pertama pacaran atau hari dimana mereka ketemu pertama kali? 


Jin Young justru merasa kalo mereka harus menggunakan nomor yang nggak ada artinya. Nomor yang bisa mereka lupakan dengan mudah. Yi Ahn bertanya gimana kalo mereka lupa? Jin Young merasa kalo itulah yang terbaik, mereka nggak akan bisa membukanya. Yi Ahn nggak peduli. Terserah Jin Young, deh. Lagian dia nggak akan datang ke sana lagi. Jin Young mengingatkan kalo dia akan melakukan sesukanya. Yi Ahn mengiyakan. 


Yi Ahn bangkit dan menyuruh Jin Young melakukan sesukanya. Jin Young bangkit dan siap memasang gembok cintanya. Yi Ahn bertanya apa Jin Young sudah memutuskannya? Jin Young mengiyakan. Yi Ahn bertanya berapa? Jin Young tersenyum dan mengingatkan kalo tadi Yi Ahn bilang nggak peduli. Yi Ahn tersenyum. Lupakan. Jin Young bertanya apa Yi Ahn nggak nyerah terlalu mudah? Yi Ahn mengatakan kalo dia nggak perlu tahu karena dia toh nggak akan membukanya. 


Jin Young tersenyum sambil menghela nafas. Ia memasang gemboknya sementara Yi Ahn asik main ponsel. Jin Young sudah selesai memasangnya dan memutar gemboknya. Yi Ahn lalu mengajaknya berfoto. Jin Young tersenyum. Yi Ahn kenapa? Tadi katanya nggak peduli? Yi Ahn mengiyakan. Tapi mereka tetap harus berfoto. Jin Young menatap kamera ponsel Yi Ahn sambil senyum. 

Flashback end...


Jin Young mengantar Yi Ahn ke Namsan. Yi Ahn melepas helmnya lalu berjalan. Jin Young mengejar Yi Ahn dan menarik tangannya. Ada apa? Yi Ahn mengatakan kalo dia nggak punya waktu untuk menjelaskannya ke Jin Young. Dia menghempaskan tangan Jin Young dan hampir nangis. Ia menatap ponselnya dan memberitahu kalo mereka masih punya kenangan bersama. 


Yi Ahn kalu beranjak dan meninggalkan Jin Young yang mematung. 


Ia terus berlari ke atas. Menaiki tangga dan akhirnya sampai. Yi Ahn mulai mencari gembok cintanya tapi nggak ketemu. Yi Ahn nggak mau menyerah dan terus mencari. Yi Ahn melihat fotonya dan kembali mencari. 

Flashback...


Yi Ahn mengatakan kalo dia nggak perlu tahu itu karena dia nggak akan membukanya. 

Flashback end...


Yi Ahn mulai lelah. Ia menangis sambil manggil Jin Young. Ia lalu melihat ke atas dan menemukannya. 


Yi Ahn turun tanpa semangat. Jin Young ternyata masih ada di sana dan menunggunya. Ia bertanya kenapa Jin Young menunggunya? Jin Young memberitahu kalo ada sesuatu yang ingin ia katakan pada Yi Ahn. Apa? Jin Young menatap Yi Ahn dan memberitahu kalo dia menyukai Yi Ahn. 


Yi Ahn: Jin Young, Kim Jin Young membuat pengakuan untukku. 


Jin Young mengaku tahu kalo Yi Ahn tahu kalo dia menyukainya. Gimanapun juga dia merasa kalo dia harus bilang langsung ke Yi Ahn. Jin Young mengulangi kalo dia benar-benar menyukai Yi Ahn. 


Yi Ahn lelah. Dia mengulurkan tangannya dan meminta ponsel Jin Young. Jin Young melihat jari Yi Ahn terluka. Ia meraih tangan Yi Ahn dan bertanya apa yang terjadi dengan tangan Yi Ahn? Apa dia menyakitinya? Ia merasa kalo Yi Ahn harus mengoleskan obat. Apa mereka harus pergi ke toko obat? 


Yi Ahn menarik tangannya dan bilang nggak usah. Ia meminta Jin Young untuk mengembalikan ponselnya padanya. Jin Young kecewa. Dia nggak nyangka Yi Ahn malah mengkhawatirkan ponsel itu saat dia sendiri terluka. Jin Young menanyakan kenapa Yi Ahn menitipkan ponsel itu padanya? Karena dia adalah Kim Jin Young? 


Yi Ahn mengaku telah memikirkannya berulang-ulang untuk mengambilnya kembali dari Jin Young tapi dia nggak bisa memikirkannya lagi. Yi Ahn makin merasa berat. Ia merasa kalo dia bukan pacar yang baik buat Jin Young. Ia bahkan lebih buruk dari dugaannya. Yi Ahn mulai menangis. Dia tahu kalo dia harus mengakhirinya untuk mulai lagi, tapi...gimanapun juga... . Yi Ahn menghela nafas berat dan mengaku mencintai Jin Young. 


Yi Ahn: Jin Young, bukannya aku nggak mau berusaha untuk mengakhirinya. Bukannya aku nggak mencintaimu. 


Jin Young menatap Yi Ahn tajam. 


Malam itu mereka saling terdiam dan nggak bilang apa-apa. 

Bersambung...

Komentar:
Akhirnya Jin Young mengungkapkan rasa sukanya pada Yi Ahn. Sayang Yi Ahn belum bisa membalasnya karena masih nggak bisa lupa pada Jin Young yang sudah meninggal. Emangnya kurang apa, sih Jin Young di mata Yi Ahn? Tampang oke, perhatian, baik, humoris... . 
Padahal pasti butuh keberanian yang besar banget buat Jin Young menyatakan cintanya ke Yi Ahn yang adalah seniornya dan lagi mereka baru kenal. Tapi dengan dia nyatain cinta artinya dia sudah yakin dengan perasaannya buat Yi Ahn. 

Salam
Anysti18

1 komentar:

Tinggal satu episode lagi. 😊