Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 3 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 Part 2

Yoo Kyung melepaskan ciumannya dan terus tersenyum. Hyun Oh memberitahu kalo ia akan pergi malam ini. Seketika senyum Yoo Kyung musnah. Hyun Oh melanjutkan kalo mereka harus berpisah dari sana. Yoo Kyung syok. Ia bertanya kenapa? Hyun Oh hanya bilang kalo ada sesuatu yang terjadi. 


Yoo Kyung kembali menanyakan kenapa harus sekarang? Kapan Hyun Oh memutuskannya? Kenapa nggak langsung memberitahunya? Hyun Oh mengaku sudah melakukan apa yang ia bisa. Hyun oh ingin melakukan apa yang ia bisa untuk Yoo kyung sebelum ia pergi. Yoo Kyung menggaris bawahi kalo maksud Hyun Oh adalah dia nggak bisa melakukan apa-apa sendiri? 


Hyun Oh menyangkalnya. Nggak gitu maksudnya. Yoo Kyung mengiyakan. Itu yang Hyun Oh maksudkan. Hyun Oh nembuatnya tampak b*doh untuk membuat dirinya merasa lebih baik. Yoo Kyung meminta Hyun Oh untuk menjelaskan dengan sejujurnya kenapa dia harus pergi? Dengan begitu dia nggak akan salah paham. Hyun Oh mengaku nggak bisa menjelaskannya sekarang. Yoo Kyung berpikir kalo Hyun Oh meihatnya dengan cara yang unik. Ia berterima kasih Hyun Oh telah memberitahunya kalo ia delusional. 


Yoo Kyung nggak bilang apa-apa lagi. Ia langsung pergi gitu aja. Hyun Oh seperti ingin mencegahnya tapi akhirnya memilih nggak melakukannya. 

MALAM KEEMPAT

Chae Won pulang dengan memakai payung. Ia melihat kalo nggak hujan lagi dan menutup payungnya. Tahu-tahu dia melihat Yoo Kyung menunggunya di luar. Yoo Kyung memperlihatkan kaleng minuman dan mengaku ingin minum dengannya. 


Mereka minum bersama. Chae Won melihat Yoo Kyung dan memberitahu kalo Pierre telah pergi. Yoo Kyung terkejut dan meletakkan minumannya. Ia mengingatkan kalo Chae Won bilang dia tinggal sebulan lagi? Chae Won tersenyum perih. Ia mengaku kalo sebelumnya melihat Pierre bicara sama mantan pacarnya. Ia bertanya apa kedua kalinya dan mereka bertengkar hebat. Pierre membantah tapi dia akan menikah. Dia berkemas dan pergi. Pierre bilang akan menyesal membiarkannya pergi. Chae Won berakting cool dan membiarkannya pergi seolah itu nggak mengganggunya. Chae Won bilang ke Pierre agar sehat-sehat. 


Yoo Kyung yang sedari tadi mendengarkan memuji Chae Won, kerja bagus. Pierre nggak ditakdirkan bersamanya. Chae Won menatap Yoo Kyung tajam. Yoo Kyung melanjutkan kalo nggak perlu punya perasaan berlama-lama. Yoo Kyung menghela nafas dan senyum. Dia memberitahu kalo dia juga sudah selesai. Mereka benar-benar selesai. 


Chae Won bertanya apa maksudnya sudah selesai? Apa Yoo Kyung nggak pergi melihatnya? Yoo Kyung memperjelas kalo dia pergi. Yoo Kyunv lalu meminum minumannya. Ia melanjutkan kalo Hyun Oh bilang sesuatu muncul. Chae Won bertanya tiba-tiba? Yoo Kyung mengiyakan. Chae Won menanyakan apa Hyun Oh nggak menjelaskan lebih jauh? Apa dan kenapa? Yoo Kyung menatap Chae Won. 

Flashback...


Yoo Kyung meminta Hyun Oh untuk menjelaskan dengan jujur kenapa ia pergi? Dengan begitu dia nggak akan salah paham. Hyun Oh mengaku nggak bisa menjelaskannya sekarang. 

Flashback end...


Yoo Kyung tersenyum menatap Chae Won. Ia menanyakan apa yang harus mereka lakukan besok. Ia memberitahu kalo ini hari terakhirnya. Chae Won nampak sedih. Yoo Kyung kembali menanyakan nggak bisakah mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama besok? 


Chae Won mengatakan kalo ia menentang batas waktunya tapi...kenapa Yoo Kyung mengubah topik pembicaraan? Yoo Kyung bertanya apa lebih baik dia tidur saja? Chae Won bertanya apa Yoo Kyung baik-baik saja? Yoo Kyung mengiyakan. Baginya itu bukan masalah besar. Apa dia harus nangis? Minum sekaleng bir dan lupakan. Yoo Kyung mengambil minumannya. Chae Won menanyakan apa Yoo Kying bisa mekakukannya? Yoo Kyung mengiyakan. Dan saat i selesai dengan birnya maka ia akan melupakan Hyun Oh. Y


Yoo Kyung memaksakan senyumnya dan meminum birnya. Chae Won menatapnya khawatir. 


Yoo Kyung keluar dari rumah Chae Won. Chae Won mengantarnya sampai luar. Ia mengatakan kalo Yoo Kyung selalu berubsh pikiran. Pakaiannya bahkan nggak kering. Yoo Kyung mengingatkan kalo Chae Won selalu menatapnya dengan kasihan. Ia mengaku baik-baik saja. Chae Won tersenyum. Ia memberitahu kalo ia akan menyelesaikan pekerjaannya malam ini dan besok ia akan datang ke penginapan Yoo Kyung. Mari habiskan lebih banyak waktu bersama. 


Yoo Kyung nengatakan kalo besok Chae Won melihatnya dengan penampilan seperti itu lagi maka ia sudah mati. Yoo Kyung pamit. Mereka lalu berpisah. 


Hyun Oh di kamarnya mengemasi barang-barangnya. Ia melihat formulirnya. 

Flashback...


Ayah marah. Apa-apaan ini? Ia melepas dan membuang semua poster Hyun Oh tentang tarian. Ibu berusaha mencegah ayah tapi malah disalahkan. Menurut ayah itu semua gara-gara ibu. Hyun Oh sendiri hanya diam saja. 


Hyun Oh melakukan wawancara. 


Hyun Oh berjalan diantara banyak orang. 


Hyun Oh berada di kantor sendirian. Ia masih sibuk bekerja sementara nggak ada orang lagi di sana. 


Hyun Oh berjalan. Wajahnya tampak lesu. Ponselnya bunyi. Ada pesan dari Sun Joo yang memberitahu kalo pertunjukan debutnya berlangsung di Seoul. 


Hyun Oh membaca pesan Sun Joo di kamarnya. Sun Joo tahu kalo Hyun Oh nggak busa datang. Dia cuman ngasih tahu saja. Hyun Oh termenung. 

Flashback...


Hyun Oh menari di atas panggung. Mendadak ia menjadi gugup dan nafasnya terasa sesak. Ia melihat ayah ada di barisan penonton. Hyun Oh panik dan meninggalkan panggungnya. 

Flashback end...


Hyun Oh menaiki kereta. Ia memikirkan sesuatu lalu keluar begitu saja. Hyun OH berjalan. Makin lama makin cepat dan akhirnya ia berlari. 

Flashback end...


Hyun Oh memasukkan formulir itu ke dalam kantong plastik. Ia melihat kamarnya dan menghela nafas. 


Eun Pyo nggak bisa tidur. Ia melihat gambar gadis itu di ponselnya. 

Flashback...


Gadis itu meminta Eun Pyo untuk mengambil gambar yang bagus. Eun Pyo mengiyakan. Ia akan mengambilnya. 

Flashback end...


Eun Pyo ingin menghapusnya tapi ragu. Akhirnya Eun Pyo menghapusnya lalu tidur. 


Baek Man minum seorang diri. Hyun Oh keluar dari kamarnya. Baek Man bertanya apa Hyun Oh akan pergi ke suatu tempat? Hyun Oh mengiyakan. Ia akan pulang ke rumah. Baek Man mengingatkan bukannya Hyun Oh akan pergi besok malam? Hyun Oh hanya mengatakan kalo itu terjadi begitu saja. Ia meminta Baek Man untuk membuang barang-barangnya. Baek Man mengiyakan dan menyuruh Hyun Oh untuk meninggalkannya di kamar. 


Hyun Oh menurut. Ia meninggalkannya di samping pintu kamarnya. Ia lalu memakai sepatunya. Baek Man merasa kalo ada sesuatu yang mengganggu Hyun Oh. Apa Hyun Oh baik-baik saja? Hyun Oh memberitahu kalo dia hanya harus kembali. Ia bertanya apa ada yang mengganggu Baek Man juga? Baek Man hanya tersenyum.  Ia berada dalam situasi dimana dia nggak harus kembali. 


Hyun Oh diam. Ia lalu bangkit dan berterima kasih untuk semuanya. Baek Man mendoakan semoga perjalanan Hyun Oh aman. Akan bagus kalo mereka ketemu lagi. Hyun Oh memberi hormat lalu pergi. 


Baek Man menatapnya dengan sedih. Ia lalu melihat ponselnya. Ada pesan dari temannya yang seorang dokter kalo hasil tes mengatakan probabilitas ayah adalah 98%. Baek Man kembali minum. 


Hyun Oh sudah berada di dalam taksi. Ia nampak nggak tenang. Beberapa kali ia menghela nafas. Hyun Oh mengambil fotonya yang diambil oleh Yoo Kyung. Itu adalah punggungnya. 

Flashback...


Hyun Oh keluar dari studio foto sambil menelpon seseorang. Ia mengiyakan mendapat telpon dari ayahnya. Hyun Oh memberitahu kalo dia akan pulang malam ini. Ibu senang mendengarnya. Apa Hyun Oh benar-benar akan pulang? Hyun Oh menatap ke dalam. Ia mengaku nggak mau tapi...

Flashback end...


Hyun Oh menghela nafas sementara taksi terus melaju. 


Gadis itu berdiri di depan rumah tamu. Yoo Kyung yang baru pulang menanyakan apa yang ia lakukan? Gadis itu menyapa Yoo Kyung dan bertanya dia terlambat? Yoo Kyung bertanya kenapa gadis itu nggak masuk? Gadis itu malah tersenyum. Ia ingin bicara sebentar dengan Yoo Kyung. 


Mereka bicara berdua di jembatan. Gadis itu mengatakan kalo Yoo Kyung juga akan berangkat besok. Yoo Kyung menatap gadis itu dan menanyakan apa yang salah? Bukannya dia juga akan pergi demgan temannya? Gadis itu mengiyakan. Ia menceritakan kalo mereka bertiga bicara, termasuk pacarnya. Yoo Kyung mengulangi, mereka bertiga? 


Gadis itu tersenyum. Singkatnya ia putus dengan pacarnya. Yoo Kyung menawarkan pelukan. Gadis itu menoleh dan menatap Yoo Kyung. Yoo Kyung memberitahu kalo kadang kehangatan manusia bisa menguatkannya. 


Yoo Kyung merentangkan kedua tangannya dan gadis itu lalu memelukanya. Gadis itu meminta Yoo Kyung untuk menyentuh punggungnya juga. Yoo Kyung tersenyum dan menepuk punggung gadis itu. Gadis itu bertanya apa dia aneh? Yoo Kyung melepaskan pelukannya dan bercanda, nyadar, ya? Mereka lalu tersenyum. Gadis itu mengatakan kalo ia hanya mendorong lewat kepribadiannya. Ia akan tetap aneh dan akan terus jadi aneh. Ia berterima kasih pada Yoo Kyung dan janji akan membayarnya kembali saat mereka ketemu lagi. 


Yoo Kyung merendah. Apa sih yang dia lakukan? Gadis itu mengaku juga nggak tahu apa itu tapi Yoo Kyung ceria. Yoo Kyung tersenyum menatap gadis itu. Ia lalu menghela nafas dan menatap ke depan. 


Yoo Kyung pulang ke rumah tamu. Ia menatap kamar Hyun Oh yang kini sudah kosong. Ia membuka pintu kamar Hyun oh. Benar-benar sudah kosong. Yoo Kyung hendak menutup pintu itu kembali. 


Nggak sengaja ia melihat barang-barang Hyun Oh yang akan dibuang. Yoo Kyung mengambilnya dan membawanya keluar. Ia melihat ada sebuah amplop besar dan mengambilnya. Isinya adalah formulir Aplikasi Tari Kontemporer 2010. 


Yoo Kyung meletakkannya lalu menjawab panggilan dari ibunya. Ibu marah. Kenapa mereka begitu? Apa kurangnya Yoo Kyung? Ibu sampai nggak bisa berkata-kata. Yoo Kyung hanya tersenyum mendengarnya. Ibu melarang Yoo Kyung untuk pergi. Jangan mau kerja untuk mereka. Yoo Kyung menyindir kalo ibu meminta maaf segitu aneh. Ibu mengatakan kalo Yoo Kyung tahu perasaannya, kan? Ibu mengaku nggak ingin Yoo Kyung sedih. Yoo Kyung meminta ibu untuk melupakannya saja. Sebenarnya dia sudah lupa tapi ibu malah ngingetin lagi. 


Ibu menanyakan gimana dengan Nepal? Apa ada yang menarik untuk membuat Yoo Kyung merasa baikan? Yoo Kyung memberitahu kalo itu menyenangkan. 


Kadang dia nangis. Yoo Kyung ingat saat dia di bus. Dan Hyun Oh memberinya saputangan. 


Kadang dia menunggu. Yoo Kyung turun dari bus. Ia menyadari kalo kameranya tertinggal. Ia pun mengejar bus itu. Tahu-tahu Hyun Oh turun dari bus dan membawakan kameranya. 


Kadang dia terkejut. Yoo Kyung bangun dan terkejut melihat ada Hyun Oh di dekatnya. 


Ia merasa senang. Park Ji Sung mencetak gol di menit terakhir. Yoo Kyung dan Hyun Oh berangkulan dan saling melompat bahagia. Beberapa detik kemudian mereka baru sadar kalo mereka lagi marahan. 


Kewalahan. Yoo Kyung mengambil gambar Hyun Oh saat mereka menonton pertunjukan. 


Bergairah. Mereka menari di jalan. 


Menyegarkan, saat mereka berciuman disaat hujan turun. 


Yoo Kyung menghela nafas. Ia merasa kalo itu benar-benar aneh. Ibu merasa kalo ada banyak hal yang terjadi. Yoo Kyung mengalihkan kalo dia akan pergi. Dia akan bicara lagi nanti. 


Yoo Kyung menutup telponnya. Ia kembali melihat formulir Hyun oh. Ia lalu mengembalikannya kembali ke kamar Hyun Oh. 


Gu Wei terbangun pagi harinya. Eun Pyo keluar dari kamarnya sambil membawa semua barang bawaannya. Gu Wei bertanya Eun Pyo sudah mau pergi? Eun Pyo mengiyakan. Ia berterima kasih atas semuanya. Gu Wei merasa kalo Eun Pyo beda dari semalam. Kemarin dia sangat mudah marah. Eun Pyo menggaruk kepalanya. Gu Wei menasehati kalo bergabung dengan wamil bukanlah masalah besar. Dia juga pernah di sana. Kecuali satu hari terasa seperti 240 jam. 


Gu Wei tertawa. Eun Pyo juga ikut tertawa. Ia akan mengingatnya. Gu Wei menyuruhnya untuk datang berkunjung saat istirahat. Gu Wei janji akan memberinya diskon. Hormat, grak! Gu Wei mengangkat tangannya dan hormat ke Eun Pyo. Eun Pyo juga mau hormat tapi nggak jadi. Dia membungkuk dan mengucapkan selamat tinggal. Gu Wei mempersilakan. 


Eun Pyo berjalan meninggalkan Gu Wei. Gu Wei merasa kalo Eun Pyo mirip dengannya. Tampan. 


Eun Pyo keluar dan melihat gadis itu ada di depan ketiduran. Ia pun memanggilnya. Joo Ah Reum! (Lah, setelah 4 episode baru tahu namanya). Eun Pyo duduk di sebelah Ah Reum dan menanyakan apa yang dia lakukan? Ah Reum membuka matanya. Dia menatap Eun Pyo dan bertanya apa dia tidur di sana? Itu juga yang mau Eun Pyo tanya ke dia. Kenapa Ah Reum di sana? Apa Ah Reum nggak pergi dengan Min Soo? 


Ah Reum meregangkan tangannya. Apa Eun Pyo pikir dia akan berhianat dan lari seperti itu? Eun Pyo menanyakan maksud Ah Reum. Dia kan perempuan, tidur di jalan? Apa dia nggak takut? Ah Reum mengaku nggak tahu kapan Eun Pyo akan lari. Dia tertidur karena mengawasi Eun Pyo. Eun Pyo kesal. Kenapa Ah Reum nggak menggunakan ponselnya? Ah Reum nggak kalah kesal. Dia mengingatkan kalo Eun Pyo mematikannya dan membuatnya berada pada waktu yang sulit. 

Bersambung...

Komentar:
Sepertinya pertemuan Yoo Kyung dan Hyun Oh sangat berkesan buat Yoo Kyung sayang hanya sebentar. Hyun Oh jugs rasanya berat banget ninggalin Yoo Kyung. 

Salam
Anysti18