Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 Part 3

Eun Pyo baru ingat kalo malam itu ia mematikan ponselnya. Dia lalu menyuruh Ah Reum untuk masuk dan tidur. Waktu check outnya adalah jam 11 pagi. Ah Reum nggak mau. Apa Eun Pyo g*la? Dia pergi ke neraka tanpa apa-apa untuk ditampilkan? 


Ah Reum bangkit dan menyuruh Eun Pyo untuk jalan duluan. Eun Pyo ikutan bangkit. Dia tetap menyuruh Ah Reum untuk masuk ke dalam. Ah Reum memarahi Eun Pyo. Eun Pyo ingin melawannya pagi-pagi? Apa dia ingin tetangga melaporkan mereka? Eun Pyo mulai malas. Ah Reum melanjutkan, nggak peduli gimanapun, Eun Pyo nggak akan bisa melawannya. Dia menyuruh Eun Pyo untuk pergi. 


Eun Pyo menurut. Dia jalan duluan meninggalkan Ah Reum. Ah Reum mengejar Eun Pyo. 


Baek Man duduk di meja makan. Gu Wei datang membawakan sarapan. Ia memanggil Yoo Kyung untuk datang dan makan. Gu Wei juga memanggil Chan. Baek Man diam saja.

Chan datang. Baek Man buru-buru menarik tempat duduk untuk Chan. Chan duduk dan bertanya pada Baek Man apa mereka bisa pergi ke toko komik nanti? Baek Man mengiyakan kalo Chan bisa. Baek Man memberikan sejumlah uang pada Chan agar dia bisa beli jajangmyeon. Chan bisa meminta pria di sana untuk memesankan. Chan menerimanya dan bertanya apa dia bisa pergi bersama dengan Baek Man? Baek man mengak ingin tapi ada yang harus dia lakukan. 


Baek Man mengelus kepala Chan. Chan mengiyakan. Dia mengerti. Chan lalu memasukkan uang dari Baek Man ke dalam saku celananya. Dia lalu memakan sarapannya dengan cepat. Gu Wei menyuruhnya untuk makan pelan-pekan kalo enggak nanti dia bisa sakit. Chan mengaku ingin cepat pergi. 


Chan sudah selesai. Ia membawa mangkuknya ke bak cuci piring habis itu masuk ke kamarnya. Gu Wei sampai heran melihatnya. Baek Man malah nggak bisa mengalihkan pandangannya dari Chan. Gu Wei mengingatkan kalo harusnya Baek Man ngasih tahu Chan. Baek Man merasa kalo Chan nggak membutuhkan penjelasan apapun. Toh dia juga akan kembali ke tempat tinggalnya. Bahkan terasa aneh dia datang ke sana. 


Maksud Gu Wei adalah pasti ada alasan Chan datang ke sana. Baek Man harus mendengarkannya. Baek Man menatap Gu wei kesal. Apa Gu wei sedang mengajukan petisi untuk Chan? Gu Wei nggak mau menanggapi. Dia mengalihkan dengan memanggil Yoo Kyung. Gu Wei bangkit dan memanggil Yoo Kyung. Baek Man memghela nafas. 


Gu Wei menghampiri kamar Yoo Kyung. Chae Won membuka pintu depan dan melempar senyum ke Gu Wei. 


Nggak lama kemudian mereka berempat sudah duduk bersama di meja makan. Baek Man mempersilakan mereka untuk menikmati makanan mereka. Ia mengaku sedang nggak selera makan. Gu Wei mengatakan kalo akan aneh kalo dia melihatnya. Yoo Kyung dan Chae Won saling tatap. 


Gu Wei mempersilakan mereka untuk menikmati makananya. Baek Man bangkit dan membawa makanannya. Chae Won merasa nggak enak. Dia bertanya ke Gu Wei apa dia menjadi gangguan baginya? Gu Wei bilang enggak. Dia memberitahu kalo mereka masih punya sisa. Dia pergi tiba-tiba. Chae Won mengangguk. 


Baek Man melewati mereka. Gu Wei menanyakan Yoo Kyung pergi hari ini? Yoo Kyung mengiyakan. Ia terbang malam nanti. Yoo Kyung bertanya apa ia bisa meninggalkan tasnya pada Gu Wei? Gu Wei mengiyakan. Ngsak masalah. Yoo Kyung dan Chae Won saling lempar senyum. 


Ponsel Baek Man bunyi. Ada yang nelpon. Chan sedang memakai kaos kaki. Ia mengambil ponsel Baek Man dan bangkit hendak memberikannya kepada Baek Man. 


Baek Man masuk. Chan memberitahunya kalo seseorang bernama Chan Gyu terus menelpon. Baek Man merebut ponsel itu dari tangan Chan. Kenapa Chan memegangnya? Apa Chan menjawab panggilannya? Chan meminta maaf. Baek Man bertanya lagi, apa Chan menjawab telponnya? Chan bilang enggak. Hanya berdering. Chan lalu pamit. Dia keluar meninggalkan Baek Man. 


Baek Man menatap ponselnya. Dia lalu menelpon Chan Gyu balik. Ia menanyakan apa itu akurat? Apa dia yakin? Chan Gyu memberitahu kalo itu sains modern, tentu saja akurat. 98% nggak diragukan lagi kalo dia adalah anak Baek Man. Baek Man mengerti. Ia mengaku sibuk lalu menutup telponnya. 


Yoo Kyung membuka sebuah peta. Chae Won menanyakan jam berapa mereka akan kembali ke sana? Yoo Kyung rasa paling lamvat jam 6 sore. Chae Won memberitahu kalo sekarang jam 11 pagi. Chae Won melihat peta itu dan bertanya kemana saja Yoo Kyung benar-benar ingin pergi? 


Yoo Kyung tersenyum. Ia menunjuk menara Namsan. Chae Won menyindir kalo Yoo Kyung bertingkah seperti turis. Yoo Kyung hanya tersenyum. 


Ponsel Yoo Kyung bunyi. Telpon dari Eric. Tanpa pikir panjang Yoo kyung langsung menolak panggilannya. Chae Won bertanya kenapa menara Namsan? Yoo Kyung menjawab karena dia nggak pernah kesana. Dia nggak akan kembali dalam waktu dekat jadi Yoo Kyung ingin melihatnya saat ia ada di Korea. Chae Won merasa kalo Yoo Kyung mengatakan itu seolah dia ngak akan pernah kembali. Membuatnya merasa sedih saja. Yoo Kyung hanya tersenyum. 


Yoo Kyung sudah mengemasi semua barang-barangnya. Ia duduk sambil menatap foto Hyun Oh. Ia lalu meletakkannya di dalam laci. 


Yoo Kyung keluar dari kamarnya. Gu Wei menyuruhnya untuk meletakkan tasnya di sana. Ia akan menyimpannya. Yoo Kyung mengiyakan. Gu Wei berjalan melewati Yoo Kyung sambil membawa dua kantong plastik. Sadar kalo dia sedang diperhatikan, ia pun menatap Yoo Kyung dan bertanya apa dia nggak boleh membuangnya? Yoo Kyung bilang enggak. Gu Wei mengucapkan sampai jumpa lalu kembali berjalan. 


Chae Won bangkit dan menatap Yoo Kyung sambil senyum. Yoo Kyung balas tersenyum. 


Chan duduk dengan anak yang waktu itu. Baek Man memperhatikan Chan. Petugas perpustakaan mengatakan kalo Baek man harus membuat kartu keanggotaan karena ia sering datang ke sana. Baek Man menolak. Dia harus segera pergi. Baek Man lalu menatap Chan. Baek Man memutuskan untuk membuat kartu anggota. Ia memberikan kartu namanya pada pria itu dan menunjukkan Chan pada pria itu. Habis itu dia pergi. 


Eun Pyo naik bus bersama dengan Ah Reum. Sayang mereka nggak duduk berdekatan. Eun Pyo malah duduk dengan seorang ahjumma. Ah Reum memanggil Ahjumma itu dan memberitahu kalo pacarnya sedang dalam perjalanan masuk wamil. Apa dia nggak keberatan bertukar tempat duduk? Ajumma itu melihat Eun Pyo. Kenapa Ah Reum nggak bilang dari tadi? Ahjumma itu bangkit dan mereka pun bertukar tempat duduk. Ah Reum berterima kasih pada Ahjumma itu. 


Ah Reum menatap Eun Pyo sambil senyum. Ahjumma itu meledek Eun Pyo tang pastinya sangat gugup karena pacarnya sangat cantik. Eun Pyo menyangkal kalo Ah Reum bukan pacarnya. Ah Reum malah makin menjadi-jadi. Ah Reum mengatakam kalo kecantikannya sangat luar biasa tapi hidupnya sangat melelahkan. Ahjumma itu tersenyum. Ia menasehati kalo Ah Reum nggak boleh berubah pikiran. Itu sangat buruk. Ah Reum mengiyakan. Ia sesumbar kalo kepribadiannya mrngalahkan kecantikannya. Dia nggak akan pernah melakukan itu. 22 bulan akan berlalu dalam waktu singkat. Ia menyikut Eun Pyo, bener, kan? 


Ahjumma itu nenilai kalo Ah Reum sangat ramah. Ia lalu memberikan dua butir telur tebus pada Ah Reum dan menyuruh untuk membaginya dengan Eun Pyo. Makanlah! Ah Reum menerimanya dan berterima kasih. Ia lalu memberi satu pada Eun PYo. Eun Pyo sampai heran melihatnya. Ia menanyakan apa yang Ah Reum lakukan? Ah Reum memberitahu kalo orang tua memberi sesuatu maka Eun Pyo harus menerimanya. Eun PYo memperjelas. Kenapa Ah Reum bilang kalo Ah Reum adalah pacarnya?


Ah Reum mengingatkan kalo mereka duduk bareng, menerima pujian dan juga makan telur. Ah Reum merasa seperti membunuh tiga burung dengan satu batu. Eun Pyo menatap Ah Reum tajam dan menyuruhnya untuk berhenti. Ah Reum kesal. Terserah, deh! Eun Pyo bertanya apa Ah Reum merasa nggak enak ke Min Soo? Ah Rwum nggak mau bicara dan memakan telurnya. Eun PYo bertanya apa Ah Rwum nggak akan memberitahunya tentang apa yang terjadi pada Min Soo? Ah Reum mengatakan kalo dia lelah setelah terjags semalaman. Dua mau tidur. 


Eun Pyo memanggil Ah Reum. Joo Ah Reum! Ah Reum bersandar di pundak Eun Pyo dan melarangnya untuk membangunkannya. Eun Pyo nggak bisa bilang apa-apa lagi. Ia memilih untuk membiarkannya dan menatap keluar. 

Flashback...


Min Soo bangkit. Ah Reum ikutan bangkit dan memanggilnya. Ah Reum mengaku punya sesuatu untuk dikatakan. Min Soo tahu kalo itu pasti tentang Eun Pyo. Ah Reum terkejut ternyata Min Soo sudah tahu. Min Soo nengatakan kalo itu sulit diterima. Saat Ah Reum masuk kuliah, saat Ah Reum pisah sama sahabatnya Mi Young, dan Ah Reum menangis 3 hari berturut-turut. Ah Reum terjags sepanjang malam di sekolah untuk membuat proyek, dan merengek kalo seorang sunbae mengganggunya. Min Soo menanyakan siapa yang Ah Reum cari? 


Ah Reum nggak menjawabnya. Min Soo melanjutkan kalo dia dengar semua itu pertama kali dari Kang Eun Pyo. Sukacita, kesedihan, dan perjuangan Ah Reum, Eun Pyolah yang pertama kali tahu. Ah Reum meminta maaf. Baginya Min Soo bukan yang pertama. Ia ngajak putus. 

Flashback end...


Eun Pyo mengulurkan tangannya dan menghalangi sinar matahari yang mengenai wajah Ah Reum. 


Yoo Kyung semangat menaiki tangga sementara Chae Won sudah sangat kelelahan di belakangnya. Chae Won mengeluh kalo panas musim panas ini membunuhnya. Yoo Kyung berbalim dan menatap Chae Won sambil senyum. Chae Won memberitahu kalo ada bus dan juga kereta gantung. Apa mereka harus jalan kaki? Yoo Kyung mengatakan kalo naik mengendarai mereka versus berjalan di atas kaki sendiri itu nggak sama. 


Chae Won mengeluh lagi kalo Yoo Kyung terlalu kenyang. Yoo Kying nggak tahu gimana menikmati perkembangan peradaban. Yoo Kyung tersenyum dan kembali berjalan. Ia merasa kalo Chae Won harus nenggerakkan tubuhnya untuk menyingkirkan pikiran yang nggak penting. Chae Won membalikkan kalo Yoo Kyung bisa memikirkan pikiran yang nggak penting. Ia lalu mengikuti Yoo Kyung. 


Mereka sudah sampai di atas. Yoo Kyung bertanya bukankah ini bagus? Ada banyak gembok cinta di sana. Yoo Kyung mengambil kameranya dan mulai memotret sementara Chae Won melihat-lihat gembok. 


Yoo Kyung llalu mengambil ponselnya. Chae Won bertanya apa Yoo Kyung sedang menunggu telpon? Yoo Kyung memberitahu kalo kemarin dia menyerahkan portofolionya ke sebuah studio. Chae Won heran Yoo Kyung punya waktu seperti itu kemarin. Foto keren apa yang Yoo Kyung ambil? Sambil memegang kameranya Yoo Kyung memberitahu kalo dia mengambil gambar Hyun Oh. Oh, Chae Won tahu, Tokyo? Dimana? Yoo Kyung bilang di pusat pertunjukan. Hyun Oh ingin melihat pertunjukan itu. 


Chae Won bertanya kalo Hyun Oh melihatnya dan pergi? Yoo Kyung hanya terdiam. Chae Won bertanya apa ada sesuatu tentang itu? Yoo Kyung menatap Chae Won. 

Flashback...


Yoo Kyung mengintip Hyun Oh yang sedang bicara denga Sun Joo. Mereka tampak akrab. Sun Joo nggak sengaja melihat Yoo Kyung dan Yoo Kyung buru-buru sembunyi. 

Flashback end...


Yoo Kyung merasa kalo mungkin ada alasannya. Chae Won meminta Yoo Kyung untuk menunggu sebentar. Ia lalu pergi meninggalkan Yoo Kyung. Yoo Kyung pun kembali memotret. 


Hyun Oh sedang bersama temannya naik gunung (lah, dia masih di Korea?) Hyun Oh menghela nafas. Temannya menghampirinya dan bertanya apa Hyun Oh nggak lelah? Hyun Oh memgatur nafas dan bilang kalo dia baik-baik saja. Temannys tertawa. Ini pertama kalinya dia begadang semalaman dengan seorang pria. Hyun Oh tersenyum. Ia berterima kasih, berkat temannya dia nggak kesepian. 


Teman Hyun Oh merasa kalo Hyun Oh nampak lebih cerah hari ini. Hyun Oh hanya tersenyum. Teman Hyun Oh menanyakan apa Hyun Oh sampai pada suatu kesimpulan? Hyun Oh menghela nafas. Ia mengaku telah memikirkannya sepanjang malam dan saat mereka berjalan. Hyun Oh bertanya-tanya kenapa dia nggak bisa pergi? Ia memutuskan untuk melarikan diri tapi kenapa dia nggak bisa? Teman Hyun Oh merasa kalo sesuatu sedang menahan Hyun Oh. 


Hyun Oh langsung menatapnya. Temannya melanjutkan kalo itu adalah sesuatu yang penting untuk Hyun Oh. Hyun Oh mengangguk. Ia bercerita kalo Yoo Kyung ingin mengenalnya tapi Hyun Oh nggak bisa membiarkannya. Teman Hyun Oh bertanya apa Yoo kyung seorang turis? Hyun Oh mengiyakan. Dia pikir Yoo Kyung akan segera pergi. 


Teman Hyun Oh memberitahu kalo waktu terbatas adalah kesamaan mereka. Ia melanjurkan kalo dia bertemu dengan seorang wanita di sana setahun yang lalu di perjalanannya. Mereka mengatakan kalo mereka akan menonton pertunjukam di hari terakhir. Sayangnys dia harus pergi lebih awal karena ada sesuatu yang terjadi. Mereka mengatakan akan ketemu lagi setahun kemudian. Dan itu adalah kemarin. 


Hyun Oh menatapnya heran. Temannya melanjutkan kalo wanita itu belum juga muncul. Ia pikir cara mereka pisah sangat romantis, janji akan ketemu lagi di masa depan. Sekarang saat ia memikirkannya, ia meninggalkan beberapa hal yang nggak terucapkan yang harusnya sudah dikatakan. Hyun Oh hanya diam dan mendengarkan. 


Chae Won kembali lagi dengan membawa dua botol minum. Yoo Kyung sedang melamun jadi nggak menyadari kedatangannya. Tahu-tahu dia melihat Chae Won sudah ada di dekatnya. Yoo Kyung bangkit. Dia mengambil tasnya dan meminta maaf pada Chae Won. Apa Chae Won nggak lapar? Makan, yuk! 


Chae won bertanya kalo Yoo Kyung nggak tahu apa-apa selain nama dan umurnya? Yoo Kyung hanya tersenyum. Chae Won heran gimana bisa mereka nggak bertukar nomor telpon? Ia merasa kalo mereka sangat aneh. Yoo Kyung mengingatkan kalo itu sudah berakhir. Hayuk pergi! Yoo Kyung berjalan duluan dan Chae Won mengikuti. 


Hyun Oh berjalan bersama temannya. Teman Hyun Oh tahu kalo itu nggak ada gunanya. Tapi dia tetap nggak bisa melepaskan harapannya. Hyun Oh mengatakan kalo biasanya tubuhnya mengikuti hati. Ia menunjuk dadanya dan memberitahu kalo hati lebih kuat. Teman Hyun Oh bertanya itukah sebabnya dia nggak bisa pergi? Hyun Oh mengangguk membenarkan. Temannnya kembali bertanya apa dia hanya menunggu seperti itu? Hyun Oh nggak tahu dimana dia? 


Hyun Oh berhenti melangkah dan mengaku sedang berpikir tentang gimana menunggunya? Teman Hyun Oh bertanya-tanya, gimana? Hyun Oh mengaku kalo hal itu membuatnya menjadi lebih serius. Mungkin itu adalah kesempatan terakhirnya. Teman Hyun Oh membenarkan. Mungkin dia juga sedang menunggu Hyun Oh. 


Ponsel temannya Hyun Oh bunyi. Ia lalu mengangkatnya. Dari So Eun. Ia lalu menatap Hyun Oh. Hyun Oh tersenyum mempersilakan. Teman Hyun Oh memberitahu kalo dis ada di Seoul. Ia lalu pergi. Hyun Oh menatapnya sambil senyum. Hyun Oh lalu mengambil ponselnya. Entah siapa yang akan ia telpon. Ia merasa ragu. 


Seorang pria memberikan kartu namanya pada Baek Man. Namanya Kim Jae Wook. Baek Man bertanya gimana Jae Wook bisa menghubunginya setelah Chan hilang selama 3 hari? Apa Jae Wook keluarga yang peduli? Jae Woh hanya tersenyum. Ia memberitahu kalo mereka punya masalah jadi, ...  . Jae Wook mengaku nggak tahu apa yang dikatakan ibunga tapi Chan percaya kalo Baek Man adalah ayahnya. Baek Man lebih tahu dari siapapun kalo dia bukanlah ayah Chan. 

Bersambung...

Komentar:
Sepertinya Ah Reum dan Eun Pyo saling menyukai satu-sama lain. Hanya saja Eun Pyo nggak mau mengakuinya, secara dia tahu kalo Ah Reum adalah pacarnya sahabatnya. 

Salam
Anysti18