Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 5 Part 1

Yoo Kyung memutuskan untuk masuk. Hyun Oh berbalik dan menatap Yoo Kyung. Yoo Kyung menanyakan musim apa yang Hyun Oh suka? Hyun Oh menjawab musim panas. 


Chae Won memanggil Yoo Kyung dan mengaku mencarinya kemana-mana. Yoo Kyung menoleh. Lah ternyata Yoo Kyung nggak masuk. Ia meminta maaf pada Chae Won. Chae Won bertanya Yoo Kyung nggak bisa lewat gitu aja, ya? Yoo Kyung bilang bukan itu. Ia pikir mereka harus pergi. Chae Won menatap jam di ponselnya dan menyadari kalo waktu telah berlalu. Ia ngajak Yoo Kyung untuk memesan taksi. Ia khawatir kalo mereka akan terlambat. Yoo Kyung dan Chae Won pun pergi. 


Baek Man mengajari Chan naik sepeda. Dia menyuruh Chan untuk hati-hati, lihat ke depan, jangan lihat ke belakang. Ia menenangkan Chan dengan bilang kalo dia memegangi sepedanya. Chan terus mengayuh dan Baek Man melepaskannya. Ia menatap Chan sambil senyum. Chan menoleh ke belakang dan tahu kalo ternyata Baek Man nggak memeganginya. 

Flashback...


Hong Joo ngajak Baek Man kabur. Dia menunggu di bandara. Tapi Hong Joo nggak datang juga. Padahal dia bilang kalo penerbangannya jam 7 malam dan dia akan menunggu Baek Man. 

Flashback end...


Chan sudah bisa belok. Ia memanggil Baek Man, ahjussi! Baek Man melambaikan tangannya. Chan ikutan melambaikan tangannya dan malah membuatnya jatuh. Baek Man khawatir dan berlari menghampirinya. Apa Chan baik-baik saja? Ia mengingatkan kalo Chan harus memegangnya dengan erat. Apa dia terluka? Baek Man melihat lengan Chan terluka. Ia lalu mengambil plester dari sakunya. 


Chan bertanya apa Baek Man melihatnya? Chan sesumbar kalo dia pandai mengendarainya sendiri. Baek Man tersenyum dan mengusap kepala Chan. Ia mengiyakan. Baek Man lalu menempelkan plester itu ke luka Chan. Baek Man lalu melihat tangan Chan yang lain. Apa Chan baik-baik saja? Chan mengiyakan. Baek man kembali mengelus kepala Chan. Cukup untuk hari ini. Dia takut kalo Chan akan sakit. 


Baek Man lalu membantu Chan untuk bangun. Mereka pulang dengan jalan kaki. Baek Man yang menuntun sepedanya Chan. Chan menanyakan menu makan malam malam ini. Ia mengaku lapar. Baek Man menanyakan apa yang ingin Chan makan? Apa mereka harus makan di luar? 


Yoo Kyung dan Chae Won turun dari taksi. Chae Won mengatakan kalo Yoo Kyung sangat keras kepala. Padahal ia ingin mengantar Yoo Kyung. Yoo Kyung mengaku ingin melihat tempat Chae Won sekali lagi karena ini adalah waktu terakhirnya. Chae Won meminta Yoo Kyung untuk berhenti mengatakan kalo itu adalah yang terakhir kalinya. Ia akan merasa sedih. 


Yoo Kyung tersenyum. Ponselnya bunyi. Ia ragu mengangkatnya. Dari Rachel. Chae Won bertanya ada apa? Yoo Kyung memberitahu kalo itu adalah studio. Chae Won menyuruh Yoo Kyung untuk menjawabnya. Yoo Kyung mengangkatnya. Iya, ini Jenny. Rachel mengaku sudah melihat foto Yoo Kyung. Ia memberitahu kalo dapat kesempatan wawancara, selasa jam 7 malam di studio. Ia akan menemui Yoo Kyung di sana. 


Yoo Kyung lalu menutup telponnya. Chae Won menanyakan apa yang dia katakan? Yoo Kyung memberitahu kalo dia dapat kesempatan wawancara. Chae Won senang. Dia melompat-lompat dan menyelamati Yoo Kyung. Yoo Kyung memberitahu kalo itu adalah wawancara pertamanya dengan usahanya sendiri. Chae Won memuji kerja keras Yoo Kyung. Yoo Kyung berterima kasih. Sebenarnya dia agak malu, itu hanya sebuah wawancara. Chae Won mengatakan kalo Yoo Kyung pasti akan baik-baik saja. Ia yakin kalo itu akan berjalan dengan baik. 


Yoo Kyung mengangkat tasnya dan bertanya apa itu adalah jimat keberuntungan? Chae Won mengiyakan. Kalo nggak gara-gara penerbangan Yoo Kyung mereka pasti bisa pergi dan minum. Yoo Kyung meyakinkan kalo setelah ia mendapatkan pekerjaan dan ketika hal-hal menjadi lebih baik nantinya. Chae Won menyindir kalo Yoo Kyung tampak percaya diri. Yoo Kyung membalas kalo dia sedang mencoba. 


Chae Won lalu memeluk Yoo Kyung dan mendoakan semoga selamat sampai tujuan. Yoo Kyung berharap begitu juga dengan Chae Won. Chae Won mengangguk. Semangat! Dia mengaku sangat senang. Ia akan pulang dengan sukacita besar. Mereka lalu berpisah. 


Chae Won menyuruh Yoo Kyung untuk pergi lalu berjalan. Yoo Kyung memanggil Chae Won sambil jalan mundur dan memintanya untuk nelpon. Chae Won mengiyakan. Yoo Kyung memberitahu kalo bukan dia tapi Pierre. Seenggaknya Chae Win bisa menelponnya. Chae Won hanya tersenyum. Yoo Kyung melambaikan tangannya. Dah! Chae Won melihat Yoo Kyung sampai menghilang. 


Yoo Kyung pulang ke rumah tamu. Ia mengambil ponselnya dan menulis sebuah pesan. Ibu, aku dapat wawancara kerja. Yoo Kyung nggak jadi mengirimkannya. Ia kembali melangkah. 


Tiba-tiba Eric nelpon. Eric cemas menunggu Yoo Kyung mengangkat telponnya. Yoo Kyung menolak untuk menjawab dan lanjut berjalan. 


Eric kecewa karena Yoo Kyung nggak mau mengangkat telponnya. Ia merasa kalo Yoo Kyung sangat keras kepala. 


Yoo Kyung berpapasan dengan Gu Wei yang sedang nelpon. Ia menyuruh orang di seberang untuk tetap di sana. Ia tersesat sangat jauh. Gu Wei nampak heran melihat Yoo Kyung. Yoo Kyung mengaku datang untuk mengambil tasnya. Gu Wei mengiyakan dan memberitahu kalo tas Yoo Kyung ada di dalam. Gu Wei berharap agar Yoo Kyung selamat sampai tujuan. Ia mungkin nggak akan melihat Yoo Kyung lagi. Yoo Kyung berterima kasih atas semuanya. Gu Wei lalu berjalan melewati Yoo Kyung. 


Yoo Kyung melihat rumah tamu lalu masuk. Ia terkenang saat pertama kali datang. Ia melihat pintunya dan teringat saat Baek Man memberinya tumpangan. 


Yoo Kyung masuk. Ia teringat saat bersama Ah Reum dan Se Jung berfoto bersama. Kang Eun Pyo yang mengambil gambar. 


Yoo Kyung melangkah maju. Tasnya sudah ada di samping pintu. Yoo Kyung lalu melihat bak cuci piring dan teringat pernyataan Hyun Oh. Hyun Oh mengaku ingin mengenalnya. 


Yoo Kyung melihat radio tape dan ingat saat ia dan Hyun Oh aaling berangkulan melompat-lompat karena Korea menang. Padahal saat itu mereka sedang marahan. 


Yoo Kyung berbalik dan tahu-tahu Hyun Oh ada di depannya. Ia bertanya kenapa Hyun Oh ada di sana? Apa dia nggak pergi? Hyun Oh tersenyum. Karena Yoo Kyung ada di sana. Yoo Kyung memberitahu kalo kemarin dia juga ada di sana. Hyun Oh tersenyum. 


Yoo Kyung maju. Ia memberitahu kalo Hyun Oh nggak perlu mengatakan itu. Hyun Oh mengatakan kalo dia datang karena ada banyak hal yang ingin ia sampaikan. Ia pikir itu benar, tunggu seperti itu. Hyun Oh meminta maaf. Yoo Kyung menanyakan apa yang Hyun Oh nggak suka? Hyun Oh nggak ngeh. Apa? Yoo Kyung mengulangi, apa yang Hyun Oh nggak suka? Hyun Oh menjawab, suara alarm. Tapi... . 


Yoo Kyung kembali bertanya, gimana dengan musim? Musim apa yang Hyun Oh suka? Hyun Oh memikirkannya dan menjawab, musim panas. Yoo Kyung tersenyuk. Hyun Oh bertanya apa itu... harusnya lucu? Yoo Kyung memberitahu kalo dia akan memeluk Hyun Oh. Kalo ia memperingatkan Hyun Oh, ia kelihatannya diambil olehnya. 


Hyun Oh menarik Yoo Kyung dan memeluknya. Yoo Kyung tersenyum lalu melepaskan pelukan Hyun Oh. Ia memperingatkan kalo dia nggak bilang kalo Hyun Oh boleh menyela. Hyun Oh tersenyum. Dia mengingatkan kalo kadang-kadang dia nggak mendengarkan dan kadang nggak... 


Belum juga Hyun Oh menyelesaikan kalimatnya tahu-tahu Yoo Kyung memeluknya. Hyun Oh sampai kaget. Yoo Kyung mengatakan kalo dia ingin mengenal Hyun Oh tapi dia sama sekali nggak tahu apa-apa. Ia mungkin ingin tahu dan ingin tahu lebih banyak. Yoo Kyung melepaskan pelukannya lalu menatap Hyun Oh. Hyun Oh mengaku kalo dia menyembunyikannya. Yoo Kyung berterima kasih karena Hyun Oh telah mengakuinya. 


Hyun Oh tersenyum. Ia menanyakan apa Yoo kyung bisa mendengarkannya sebentar? Yoo Kyung siap, bahkan untuk waktu yang lama. 


Mereka duduk bersama. Hyun Oh mengaku takut karena ia ingat melarikan diri. Dia pikir dia nggak bisa pergi. Pada saat itu ia sedang berjuang. Hyun Oh menatap Yoo Kyung sambil menghela nafas. Ia berakting seolah semua tampak keren di depan Yoo Kyung. Yoo Kyung tersenyum. 


Hyun Oh melanjutkan kalo Yoo Kyung membawanya ke pusat pertunjukan dan mengambil fotonya dengan rasa percaya diri seperti itu. Hyun Oh nggak percaya diri untuk bersama Yoo Kyung. Ia malu dan takut. Ia pikir ia harus pergi. Yoo Kyung bertanya kenapa Hyun Oh nggak pergi? Hyun Oh mengatakan kalo ia ingin memberitahu Yoo Kyung hal itu. Ia pikir ia harus memberitahu Yoo Kyung. 


Yoo Kyung tersenyum. Ia mengaku juga punya sesuatu untuk diberitahukan juga. Yoo Kyung menatap Hyun Oh dan bilang kalo di mendapat wawancara. Gambar Hyun Oh yang ia ambil di pusat pertunjukan adalah orang yang mereka sukai. Hyun Oh tersenyum. Ia ikut senang. Dengan tulus ia mengucapkan selamat pada Yoo Kyung. 


Yoo Kyung mengaku telah memikirkannya sepanjang hari. Ia salah paham tentang caranya melihat Hyun Oh. Ia gemetar karena kegirangan dan kewalahan. Ia pikir itulah yang ia rasakan. Yoo Kyung menatap Hyun Oh dan bertanya apa dia salah? Hyun Oh hanya tersenyum. Ia lalu melihat ke atas. Apa Yoo Kyung...ingin bertemu lagi di sana setahun kemudian? Yoo Kyung merasa kalo saat itu ia akan menjadi seorang fotografer dan Hyun Oh akan menjadi penari. 


Hyun Oh mengangguk. Apapun yang terjadi nanti... . Hyun Oh bangkit dan mengajak Yoo Kyung untuk ketemu lagi di sana. Yoo Kyung menatap Hyun Oh sambil senyum. 


Gu Wei pulang dan terkejut melihat mereka berdua masih ada di sana. Hyun Oh dan Yoo Kyung sama-sama tersenyum. Hyun Oh memberitahu kalo dia akan pergi sekarang. Yoo Kyung mengatakan kalo ia akan melihat Gu Wei dalam setahun. Gu Wei nggak ngeh, setahun kemudian? Hyun Oh dan Yoo Kyung saling menatap sambil senyum. 


Hyun Oh membukakan pintu untuk Yoo Kyung. Yoo Kyung keluar. Ia lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Itu adalah formulir Hyun Oh. Hyun Oh tersenyum melihatnya. Sebenarnya Yoo Kyung ingin itu tetap bersih, tapi malah kusut. Yoo Kyung memberikannya pada Hyun Oh. Hyun Oh menerimanya dan melihatnya. Yoo Kyung mengaku tahu kalo Hyun Oh nggak akan menggunakannya lagi. Tapi ia nggak ingin melihatnya di tempat sampah. Hyun Oh tersenyum dan berterima kasih. 


Hyun Oh melipatnya dan memasukkannya ke dalam saku. Yoo Kyung bertanya haruskah mereka pergi? Hyun Oh menggenggam tangan Yoo Kyung dan mengajaknya pergi. Mereka berjalan sambil gandengan tangan. 


Baek Man duduk sambil mandangin Chan makan ayam. Ia bertanya apa itu enak? Chan mengiyakaj. Ia mengambil minumannya, terutama colanya. Chan meminumnya. Baek Man menatapnya sambil senyum. Chan bertanya kenapa Baek Man nggak makan? 


Baek Man mengelus punggung Chan dan menyuruhnya untuk menikmatinya. Chan melihat langit senja dan menunjukkannya ke Baek Man. Indah sekali. 


Hyun Oh dan Yoo Kyung duduk menunggu bus. Hyun Oh menanyakan kenapa Yoo Kyung bertanya tentang musim faforit padanya? Yoo Kyung memberitahu kalo dia hanya ingin lebih banyak mengenal Hyun Oh. Hyun Oh tersenyum. Yoo Kyung bertanya kenapa Hyun Oh suka musim panas? 


Hyun Oh tampak memikirkannya dengan serius dan memberitahu kalo ia ketemu Yoo Kyung (eaa!) Yoo Kyung menjadi gugup. Hyun Oh bertanya apa dia boleh melihat gambar itu? Gambar yang dari pusat pertunjukan? Yoo Kyung memberitahu kalo dia meninggalkannya di rumah tamu, di kamarnya, di dalam laci. 


Yoo Kyung bangkit dan hendak mengambilnya. Hyun Oh bangkit dan menagannya. Ia akan pergi membawanya. Yoo Kyung mengajak pergi bersama. Hyun Oh mengingatkan kalo Yoo Kyung harus mengawasi barang-barangnya. Hyun Oh mengaku juga punya sesuatu untuk Yoo Kyung. 


Hyun Oh memberikannya pada Yoo Kyung. Yoo Kyung menerimanya dan bertanya apa itu? Hyun Oh menyuruh Yoo Kyung untuk melihatnya setelah ia pergi. Ia tersenyum dan janji akan segera kembali. 


Hyun Oh berlari menjauh. Yoo Kyung duduk dan melihat hadiah dari Hyun Oh. Hyun oh berbalik dan meminta Yoo Kyung untuk memberinya nomor nanti. Yoo Kyung menoleh dan tersenyum. Hyun Oh kembali berlari. 


Yoo Kyung meletakkan hadiah dari Hyun Oh. Ada pesan masuk. Dari Eric. Apa Yoo Kyung mendengar tentang studio? Wawancara harus dilakukan sebagai formalitas. Bahkan kalo Yoo Kyung nggak menyukainya. Itu adalah caranya. 

Flashback...


Eric menelpon Rachel. 

Flashback end...


Yoo Kyung menatap tempat Hyun Oh menghilang. Hyun Oh sendiri sampai di rumah tamu. Ia melihat kamar Yoo Kyung dan masuk mengambil fotonya. 


Eric memberitahu kalo mereka menyukai foto Yoo Kyung tapi mereka merasa ragu karena sebelumnya mereka menjatuhkannya. 


Hyun Oh tersenyum melihat fotonya.


Eric sesumbar kalo dia banyak membantu Yoo Kyung. Selamat karena telah menjadi fotografer. Jennifer. 


Hyun Oh menempelkan foto punggungnya di papan bersama sebuah catatan. Ayo kita pergi ke pantai saat kita ketemu lagi. 


Hyun Oh lalu berlari kembali pada Yoo Kyung. 


Yoo Kyung membuka hadiah dari Hyun Oh. Sebuah penutup lensa. Saat itu juga Hyun Oh kembali. Yoo Kyung bangkit. Hyun Oh bertanya, dia nggak telat, kan? Yoo Kyung tersenyum. Busnya datang. Hyun Oh bertanya haruskah mereka naik? 


Yoo Kyung: Saat yang aku tunggu selalu datang satu langkah di belakang. 


Yoo Kyung berdiri di seberang jalan dan siap menyeberang. Chae Won memberitahu kalo Yoo Kyung telah banyak berubah. Yoo Kyung berjalan ke sebuah toko dan melihat bayangannya di kaca. Lampu sudah merah. Saatnya menyeberang jalan tapi Yoo Kyung tetap di tempatnya. Eric menyindir kalo Yoo Kyung sengaja sangat sibuk. 

5 TAHUN KEMUDIAN, 2015, SEOUL


Yoo Kyung berjalan dengan wajah murung. 

Yoo Kyung: Saat ia nggak menunggu, selalu datang satu langkah sebelumnya. 

Bersambung...

Komentar:
Hiks..hiks.., terharu lihat orang-orang pada pisahan. Dari Ah Reum yang pisah sama Eun Pyo gara-gara ditinggal wamil, Baek Man yang mesti ngembakiin Chan ke ayahnya sampai Yoo Kyung dan Hyun Oh yang mesti balik ke negara masih-masing. Sama Chae Won yang ditinggal nikah sama Pierre. 
Dan maaf, ya episode ini rada telat ^_^
Sampai ketemu di 4 episode kedua

Salam
Anysti18