Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Twelve Nights Episode 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: Channel A
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 4 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Twelve Nights Episode 5 Part 2

JUNI 2015

Pesawat baru saja mendarat. Penumpang turun dari pesawat. Seorang pria berbaju merah memberikan paspornya pada petugas bandara. Petugas melihat foto pria itu di paspor dan melihat aslinya. Nggak mirip. Pria itu bertanya apa dia kelihatan lebih gelap? Lah, Hyun Oh? Petugas menilai kalo tampilan liar sangat cocok buat Hyun Oh. Hyun Oh tersenyum. Apa tujuannya? Hyun Oh menjawab kalo dia datang untuk melakukan perjalanan dengan teman-temannya. 


Hyun Oh menoleh ke arah teman-temannya dan tersenyum. Petugas menanyakan berapa lama Hyun Oh akan tinggal? Hyun Oh memberitahu 4 hari. Petugas lalu membubuhkan stempel. 


Hyun Oh turun dari bus bersama dengan teman-temannya. Ia mengajak teman-temannya untuk bergegas. Mereka jalan kaki sambil menarik koper. 

MALAM KELIMA 


Teman Hyun Oh menyuruh Thomas untuk bergegas. Ia mengingatkan kalo Thomas adalah yang paling muda di antara mereka bertiga. Thomas protes. Terus kenapa? Dikiranya dia pelayannya? Ia merangkul Thomas dan menyanyikan sebuah lagu. 


Hyun Oh melarang temannya untuk mendesak Thomas. Ia akan tersenyum saat dia mau. Teman Hyun Oh memberitahu kalo mereka nggak mengajari Thomas sekarang, maka dia akan seperti itu sepanjang perjalanan. Tahu nggak seberapa keras kepalanya Thomas itu. K*toran! 


Thomas yang sedikit mengerti bahasa Korea memberitahu kalo dia bukan k*toran. Jin Dong! Teman Hyun Oh menyindir kalo Thomas cuman berbahasa Korea dalam situasi seperti itu. Apa ibunya yang ngajarin? Thomas berhenti berjalan dan menatap temannya. Ia memberitahu kalo ibunya selalu bilang padanya untuk memperbaiki perilaku orang lain. Terutama pengganggu sepertinya. Temannya nggak mau kalah. Ia mengatakan kalo Thomas berbicara bahasa Inggris saat sedang terpojok dan berbahasa Korea saat marah. 


Hyun Oh melarang temannya untuk menggoda Thomas karena kalo dia benar-benar marah mala dia akan bicara bahasa Jerman. Thomas menasehati temannya kalo dia harus melakukannya kalo ingin dicintai. Teman Hyun Oh nggak ngerti apa yang barusan dikatakan Thomas dan meminta Hyun Oh untuk menerjemahkannya. Hyun Oh mengulangi apa yang dikatakan oleh Thomas dalam bahasa Korea. Teman Hyun Oh malah menuduh kalo Thomas barusan memakinya. Thomas mengutuknya, kan? K*parat! 


Mendadak Tholas tampak sedih. Apa perusahaan mereka berakhir seperti itu? Apa benar begitu? Hyun Oh menatap kedua temannya dan memberitahu kalo ini adalah akhir tapi juga awal yang baru. Teman Hyun Oh berjalan sambil menarik kopernya. Dia menyindir Hyun Oh agar menulis apa yang barusan tadi ke sebuah buku. 


Hyun Oh menghampiri Thomas dan merangkulnya. Ia memberitahu kalo mereka hampir sampai. Semangat! 


Gu Wei sedang berlatih pada sebuah wawancara sambil melihat cermin.  Ia menanyakan alasan khusus kenapa mereka harus memilihnya? Lampu menjadi sedikit lebih terang. Gu wei menaikkan kacamatanya dan menjawab pertanyaannya tadi. Ia menjawab kalo dasar-dasar bisnis membutuhkan taktik sederhana. Bekerja dengan orang asing selama 6 tahun terakhir membuatnya tahu dan ngerti apa yang mereka butuhkan bahkan kalo mereka nggak bilang. Hanya dengan melihat mereka. 


Gu Wei tersenyum menatap bayangannya. Meski bahasa mereka beda tapi mereka berkomunikasi lewat mata mereka. Gu Wei merasa nggak bisa gitu. Dia nggak boleh bilang kalo dia nggak bicara bahasa Inggris. Gu Wei mengulangi kalo ia belajar berbagai bahasa dari bekerja dengan orang asing selama 6 tahun. Ia bertanya-tanya apa dia akan populer kalo mendapatkan pekerjaan itu? Ia merasa kalo itu aneh. 


Seseorang di luar memanggil-manggil. Gu Wei keluar dari kamar mandi dan melihat kalender. Ini adalah tanggal 14. Hari itu ditandai dengan gambar bintang. 


Gu Wei keluar sambil merentangkan tangannya. Selamar datang pelanggan regulernya! Hyun Oh menghampiri Gu Wei dan memberinya pelukan. Gu Wei mengucapkan selamat malam dalam bahasa Jepang. Hyun Oh tersenyum dan memuji Gu Wei melakukannya dengan baik. Gu Wei memgiyakan. Ia memberitahu kalo ruangannya sudah siap dan mempersilakan Hyun oh untuk masuk. Hyun Oh memberitahu kalo kali ini dia nggak sendirian. 


Gu Wei membantu Thomas membawakan koper. Mereka betiga masuk bersama dengan Gu Wei. Baek Man keluar dan menyambut mereka. Ia mengaku sudah lama menunggu mereka. Ia bertanya-tanta kenapa Hyun Oh sangat terlambat? Hyun Oh  tersenyum dan menyalami Baek Man. Ia memberitahu kalo mereka menunda penerbangan mereka. Ia mengenalkan kalo mereka adalah anggota kelompok tarinya. 


Teman Hyun Oh menyalami Baek Man selaku pemilik rumah tamu. Dia mengaku audah banyak mendengar tentang Baek Man. Thomas jugs menyalami Baek Man. Baek Man bahkan memuji bahasa Koreanya yang sangat bagus. Thomas memberitahu kalo ibunya orang Korea jadi ia fasih berbahasa Korea. Baek Man bercanda kalo ibunya juga orang Korea. Jadi ia berbicara bahasa Korea juga. Mereka tertawa mendengarnya. Senang mengenalnya. 


Baek Man menatap Hyun Oh dan menanyakan apa yang Hyun Oh bagi pada mereka sehinggga mereka mengenalnya? Dia jadi gugup. Hyun Oh mengatakan kalo itu rahasia. Nggak menyenangkan kalo ia memberitahu Baek Man. Baek Man tertawa lalu menepuk lengan Hyun Oh. 


Seorang wanita menyela. Ia mengingatkan kalo sekarang jam 2 pagi. Bisa nggak mereka punya sopan santun? Hyun Oh meminta maaf pada wanita itu. Baek Man juga meminta maaf. Sudah lama ia nggak melihatnya. Wanita itu memberitahu kalo hari ini bukan satu-satunya hari. Lakukan itu besok saja. Dia kembali ke kamarnya dan menutup pintunya. 


Baek Man menatap Hyun Oh dan teman-temannya. Nggak papa! Dia menyuruh mereka untuk masuk dan beristirahat. Sampai ketemu besok. Gu Wei juga ikutan berbisik. Mereka bisa menggunakan dua kamar. Sampai ketemu besok. Mereka neninggalkan Hyun Oh dan teman-temannya. Teman Hyun Oh menarik Thomas. Mereka akan satu kamar. 


Hyun Oh menghela nafas sambil melihat sekitar. Seorang wanita berhak tinggi keluar dari taksi. Ia adalah Yoo Kyung. Sopir mengeluarkan kopernya dari bagasi. Yoo Kyung berjalan sambil menarik kopernya. 


Yoo Kyung datang ke rumah Chae Won. Melalui interkom Chae Win melihat Yoo Kyung. Ia bercanda, siapa itu? Yoo Kyung menyebutkan namanya dengan sopan. Chae Won mengaku nggak mengenalnya. Ia pikir Yoo Kyung salah rumah. Yoo Kyung meminta maaf. Ia mengangkat sebotol anggur dan membalas kalo itu pasti salah rumah juga. Chae Won tersenyum melihatnya. 


Chae Won membukakan pintu. Ia merasa kalo anggurnta datang ke rumah yang tepat. Tapi ... . Ia hendak mengambil anggur itu tapi Yoo Kyung nggak mau memberikannya. Yoo Kyung merasa kalo mereka harus membuat kesepakatan. Memberi dan menerima. Chae Won menyindir kalo Yoo Kyung nggak lagi naif. Yoo Kyung tersenyum. Dia harus gitu untuk mencari nafkah. Chae Won mempersilakan Yoo Kyung untuk masuk. Yoo Kyung lalu memberikan anggurnya pada Chae Won. Mudah, kan? 


Chae Won meletakkan anggurnya di atas meja. Ia lalu menatap Yoo Kyung sambil tertawa. Yoo Kyung menatapnya dan bertanya, apa? Chae Won bertanya Yoo Kyung nemotong rambutnta lebih pendek? Rambutnya kelihatan lebih pendek dari foto terakhir yang dia lihat. Sambi menatap ponselnya ia menjawab kalo dia nggak tahu gimana menangani rambut panjangnya sebelumnya. Yoo Kyung merasa kalo dia nggak sekuat sebelumnya. 


Chae Won memuji kalo sekarang Yoo Kyung kelihatan seperti wanita karier dari ujung kepala sampai ujung kaki. Yoo Kyung tersenyum menatap Chae Won. Ia melarang Chae Won untuk berhenti mrnatapnya dan duduk. Lehernya sakit. Chae Won tersenyum sambil mengangkat anggurnya. Ia mengaku sangat menyukai hadiah yang ia terima. Apa mereka harus membukanya? 


Yoo Kyung meletakkan ponselnya. Dia nggak bisa karena besok ada rapat penting. Chae Won kembali meletakkan anggurnya. Lalu duduk di lantai. Ia menanyakan kenapa perusahaan Yoo Kyung mengirimnya ke motel dan bukannya hotel? Bukankah itu adalah perusahaan besar dengan banyak fotografer? Yoo Kyung nampak sedih. Mungkin karena posisinya hanya sampai di sana. 


Yoo Kyung melepaskan antingnya. Chae Won mrnatapnya sambil senyum. Ia bertanya apa kunjungan Yoo Kyung terkait dengan peluang promosinya? Yoo Kyung memberitahu kalo itu akan berguna untuk bernegoisasi dengan perusahaan di akhir tahun. Chae Won menunjuk mata Yoo Kyung yang menurutnya penuh ambisi. Yoo Kyung tersenyum mengiyakan. Hari ini dia bukan apa-apa tanpa itu. 


Yoo Kyung menghampiri kopernya dan membukanya. Chae Won mengatakan kalo Yoo Kyung masih sangat terorganisir. Yoo Kyung hanya tersenyum. Ia menemukan sesuatu dan terdiam. Chae Won bertanya ada apa? Yoo Kyung seolah menyembunyikannya. Ia akan mandi dan melarang Chae Won untuk mengganggunya. Tidur, gih! Yoo Kyung bangkit ke kamar mandi. 


Hyun Oh baru saja selesai mandi. Dia melihat bak cuci piring dan teringatlah pada masa lalu. Ia lalu melangkah menghampiri papan catatan. Ada banyak catatan di sana tapi miliknya sudah nggak ada. 

Flashback...


Hyun oh menatap foto punggungnya dan menempelkannya ke papan bersama sebuah catatan. Ayo pergi ke pantai saat kita ketemu lagi. 

Flashback end...


Hyun oh menatap ruang tengah. 

Flashback end...


Hyun Oh menatap Yoo Kyung dan bertanya apa dia mau ketemu lagi di sana setahun lagi? Yoo Kyung bertanya, setelah dia jadi fotografer dan Hyun Oh jadi penari? Hyun Oh bangkit dan bilang apapun yang terjadi, mereka harus ketemu lagi. 

Flashback end.. 


Hyun Oh menghela nafas dan pergi. 


Hyun Oh membuka sebuah buku dan mengambil fotonya. 

Flashback...


Hyun Oh menanyakan kapan Yoo Kyung mengambil foto? Yoo Kyung mengatakan saat ia nggak ingin melepaskannya. 


Saat ia nggak ingin melepaskan momen itu. Saat itulah ia mengambil gambar. Hyun Oh tersenyum menatap Yoo Kyung. 


Hyun Oh berlari menuju Yoo Kyung. Dia nggak telat, kan? Yoo Kyung tersenyum menatapnya. 


Mereka berada di dalam bus. Hyun Oh menatap Yoo Kyung yang teeus saja diam. Yoo Kyung menoleh dan tersenyum pada Hyun Oh. Habis itu ia menatap ke depan dan kembali murung. Hyun Oh menangkap kalo ada yang nggak beres. 

Flashback end...


Hyun Oh melipat foto itu dan memasukkannya ke dalam buku lalu mengembalikannya ke dalam tas. 


Yoo Kyung juga habis mandi. Ia melihat Chae Won yang sudah tidur. Yoo Kyung tersenyum lalu duduk di sofa. Ia lalu mengambil sesuatu dari tasnya. Perjanjian Ketenagakerjaan, Tailor Studio. 


Ponselnya bunyi. Ada sebuah pesan yang masuk. Sophia adalah ace tim mereka. Yoo Kyung memenangkan kontrak periode. Ia meletakkan ponselnya lalu nggak sengaja melihat buku hariannya. Ia pun mengambilnya dan membukanya. 

Flashback...


14 Juni 2011

Matahari sedang terbenam
Hari yang aku janjikan padamu hampir berakhir
Yoo Kyung menunggu Hyun Oh di tumah tamu. Dari masih terang sampai hari berubah gelap tapi Hyun Oh nggak datang. 


Hyun Oh ngajak ketemuan lagi setahun lagi. Yoo Kyung rasa saat itu dia menjadi fotografer dan Hyun Oh menjadi penari. Hyun Oh mengangguk. Ia bangkit. Apapun yang terjadi mereka harus ketemu. 


Yoo Kyung menulis di buku hariannya. 
Aku kira kamu nggak datang. 
Ia lalu menatap kamar Hyun Oh. 

Flashback end...

Bersambung...

Komentar:
5 tahun sudah berlalu. Banyak yang sudah berubah. Hyun Oh malah lebih banyak berubahnya. Yoo Kyung, cara berpakaiannya juga beda. Chae Won apalagi? 

Salam
Anysti18