Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Perfect Match Episode 11 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti18
All images credit and content copyright: SET TV
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Perfect Match Episode 11 Part 4

Tingen dan Fenqing jalan di pasar malam. Fenqing memberitahu kalo saat masak kari Putih Xiaobin bilang padanya kalo David bukan pria baij. Dia membiarkan Tingli meninggal karena kelelahan. Hal itu membuat Tingen jadi benci pada kari putih dan pasar malam. Tingen nggak bilang apa-apa dan malah memalingkan wajahnya seolah nggak ingin mengingatnya. 

Flashback...


Malam itu sedang hujan. Tingen memarahi Tingli yang berjualan sendirian sementara pacarnya nggak ada. Dimana dia? Kenapa nggak membantu Tingli cari uang? Ternyata Tingli yang menyuruh pacarnya untuk nggak usah datang. 


Tingen menjenguk Tingli yang sedang sekarat di rumah sakit. Tingli tersenuim melihat kakaknys lalu menutup mata untuk selama-lamanya. 

Flashback end...


Fenqing melanjutkan kalo Tingen sekarang sudah menghilangkan kebenciannya pada kari putih. Ia pikir Tingen juga harus melepaskan sesuatu. Tingen kembali nggak menjawab. Fenqing berpikir kalo apa yang terjadi pada Tingli bukanlah karena Tingen gagal merawatnya. Itu karena Tingen gagal memahaminya. Tingli ingin berjualan di kedai pinggir jalan atau bersama dengan David adalah pilihannya sendiri. Tingen harusnya selalu mendukungnya sebagai seorang kakak. Walaupun Tingen nggak kenal pria itu harusnya dia mencoba untuk mengerti kenapa Tingli melakukan semua itu untuk pacarnya. Tingen mengaku mengerti lalu lanjut jalan lagi. 


Fenqing sampai di tempat David. Fenqing menceritakan kalo dulu David mengalami kecelakaan saat mencoba menyelamatkan mantan pacarnya. Dia terbaring di rumah sakit selama 2 tahun. Dan setelah rehabilitasi, hanya itu yang bisa dia lakukan. 


Tingen melihat David berjalan dengan pincang. Tingen bertanya apa pacar yang Fenqing maksud adalah Tingli? Fenqing mengangguk membenarkan. Tingen seolah menyesal. Hari itu mereka dalam perjalanan pulang setelah membereskan kedai mereka. Mereka bertemu dengan truk yang sopirnya mabuk dan nggak bisa mengerem tepat waktu. David berusaha melindungi Tingli dengan nggak menghindari truk itu dan membuaynya terluka parah. Saat Tingli sakit dan sekarat di rumsh sakit karena kelelahan, David juga terbaring di rumah sakit. Setelah pulih dia kembali menjalankan kedai itu. 


Tingen menatap Fenqing sebentar dan bertanya apa dia lapar? Tingen memanggil David dan pesan dua nasi kari. David membuatkannya dan menyajikannya ke Tingen dan Fenqing. David mengatakan kalo dia ingat cara Tingli membuatnya meskipun rasanya nggak seenak yang Tingli buat. Tingen memakan makanannya dengan cepat. David meminta maaf. Harusnya dia nemuin Tingen dan ibunya untuk minta maaf saat susah bisa jalan lagi. David mengaku ingin membuat kedainya stabil dulu baru meminta Tingen dan ibunya untuk melihat kedai yang dibangun oleh Tingl. 


Tingen memakan nasi karinya sampai habis. Menurutnya dibandingkan karinya Tingli, karinya David benar-benar sulit buat dicerna. Gimana bisa dia mewujudkan impian Tingli dengan kari seperti itu? Tingen menasehati agar David melupakan hal itu. Dia nggak akan sukses. Fenqing menegur Tingen agar nggak keterlaluan. Tingen meminta kertas dan pulpen ke David. David memberikannya. Tingen memberitahu kalo Yanis menyediakan pendidikan kuliner yang komprehensif. Dia nyuruh David buat ke sana besok. Tingen menuliskan nama dan nomor telponnya. Dia akan memberitahu rekan kerjanya. 


Tingen bangkit dan memberikan catatan itu ke David. Dia menyuruh David balik lagi setelah mempelajari semuanya dan membuat impian Tingli menjadi kenyataan. David menerimanya tapi nggak bilang apa-apa. Tingen memintanya untuk mengingat apa yang dia katakan. Bukan tugas yang mudah kalo David ingin membantu mewujudkan impian seseorang. Jangan sampai mengecewakannya dan Tingli. Tingen lalu pergi begitu saja di saat Fenqing masih memakan karinya. Ia terpaksa bangkit dan mengikuti Tingen. Ia bilang ke David kalo David pasti bisa. 


Tianzhi dan Yuqing duduk berdua di depan La Mure. Yuqing senang dengan kejadian barusan. Perkawinan bisnis akan gagal. Keluarga Memg akan balas dwndam dan posisi Tingen dalam perusahaan akan nggak aman dan Tianzhi akan dipromisikan. Tianzhi malah tampak nggak senang. Yuqing mengaku tahu kalo Tingen baik. Tapi itu adalah keberuntungannya. 


Yuqing bangkit dan memberitahu kalo dalam keluarganya semua anak sudah bersaing sejak kecil. Dia bertengkar dengan kakaknya karena nggak punya hak buat bersaing. Tianzhi menghampiri Yuqing. Dia tahu kalo ada tradisi patriarkal yang kuat dalam keluarganya. Yuqing mengatakan kalo dia bahkan nggak punya hak buat bicara di keluarganya dan berkat Tianzhilah dia mendapatkan hak itu. 


Yuqing meraih tangan Tianzhi. Dia memberitahu kalo hubungan baik antara dirinya dan Tingen hanya karena nenek mereka masih hidup. Apa mereka masih akan seperti itu kalo nenek sudah nggak ada? Tianzhi yakin kalo hal itu nggak akan terjadi. Dia percaya pada kakaknya. Yuqing lalu menyebutkan hal yang lain. Ibu tiri Tianzhi nggak akan membiarkan Tingen mendengarkannya dan nggak akan membiarkannya menjadi kepala keluarga. Kalo dia ingin melakukan itu, dia pasti nggak akan melakukan pernikahan bisnis dengan keluarga Meng. Tianzhi nggak bilang apa-apa tapi tampaknya dia mulai terpengaruh. Yuqing meyakinkan kalo dimana ada kekuaasan disana ada perlawanan. Apa Tianzhi ingin menyerahkan semuanya? 


Tianzhi meyakinkan Yuqing kalo hal itu nggak akan terjadi. Nggak akan seserius itu. Yuqing mengaku hanya ingin mrngingatkan kalo Tianzhi dan Tingen ditakdirkan buat bertarung satu sama lain. Tianzhi malas dan memalingkan wajahnya. Yuqing meraih wajah Tianzhi dan memaksanya menghadapnya. Ia meyakinkan bahwa ia dan ibu Tianzhi akan membantunya mendapatkan semuanya. Yuqing lalu pergi mencari ibu Tianzhi. Tianzhi bertanya-tanya apa Yuqing benar-benar tahu apa yang dia inginkan? 


Di rumah ibu Tingen benar-benar kesal dengan yang terjadi barusan. Nenek juga nggak nyangka kalo Tingen sudah punya tunangan. Ibu mengeluh pada nenek kalo tunangan Tingen sudah merusak semua rencananya. Ibu meminta nenek untuk memberinya ide. 


Ibu Tianzhi memberikan secangkir teh pada nenek dan duduk bersama mereka. Ibu Tianzhi bilang nggak papa. Gadis itu punya latar belakang yang sama dengan ibu Tingen. Dia nggak akan punya nasalah dengan menantunya. Ibu Tingen kesal. Dia neminta ibu Tingen untuk nggak menambahkan bahan bakar ke api, habis itu dia pergi. 


Tianzhi datang dan mengambil tempat duduk ibu Tingen. Ibu Tianzhi bilang ke nenek kalo nggak seharusnya keluarga Huo menerima wanita miskin. Ibu Tingen yang masih ada di sana merasa kesal karena ibu Tingen menggunakan kata-kata yang kasar. Nenek tersenyum dan merasa kalo itu menarik. 


Tingen berjalan pulang bersama dengan Fenqing. Ia memberitahu kalo kematian Tingli adalah pukulan besar buatnya. Semenjak Tingli meninggal, ia selalu memikirkan cara untuk membuat keluarganya harmonis dan menghentikan pertengkaran itu. Keluarganya beda dengan keluarga lain. Orang lain hanya punya satu ibu tapi dia punya dua ibu. Perselisihan akan mudah terjadi. Beberapa tahun terakhir ia menjadi mediator bagi kedua ibunya. Ia merasa nggak yakin sampai berapa lama ia akan seperti itu. 


Fenqing mengaku nggak tahu kalo hidup Tingen segitu berat. Tingen hanya tersenyum. Nggak terllau buruk juga. Ia berterima kasih pada Fenqing yang membuatnya kembali memikirkan masa depan. Dan mungkin juga... . Tingen nggak jadi mengatakannya. Dia hanya tersenyum. Nggak tahu kenapa Fenqing juga ikut tersenyum seolah tahu apa yang Tingen maksud. 


Fenqing menghampiri Tingen. Ia meminta penjelasan atas apa yang terjadi barusan. Tingen mengingatkan kalo ibunya selalu mengatur kencan buta untuknya. Fenqing ingat. Pernikahan bisnis? Tingen mengangguk. Ibunya akan mengumumkan sesuatu tadi. Fenqing mengerti. Tapi terlalu berlebihan untuk mrmanggilnya tunangan. Apakah mereka... .


Tingen memberitahu kalo mereka pacaran, Fenqing akan setara dengan pundaknya. Mereka bisa putus dan ibunya akan melakukannya dengan mudah. Ia akan lebih tinggi lagi sebagai tunangannya dan hal itu akan membuat ibunya diam. Fenqing merasa kalo tunangan juga akan membuat ibunya merasa... . Tingen memotong dan mengingatkan kalo hanya ibunya yang akan tahu tentang hal itu. Setelah beberapa hari ia akan memberitahu ibunya kalo mereka putus karena nggak cocok satu sama lain. Ia meminta Fenqing untuk bertahan hanya sampai beberapa hari. Dan lagi beberapa hari lagi neneknya akan berulang tahun yang ke 80. Dia akan merasa bahagia kalo tunangannya bersamanya. Fenqing mengiyakan. Hanya untuk beberapa hari? Tingen mengiyakan lalu lanjut berjalan. 


Tingen memberitahu kalo Fenqing mungkin harus pindah ke rumahnya. Fenqing nggak ngerti. Kenapa? Tingen merasa kalo keluarganya sedang kacau sekarang. Jadi seenggaknta dia harus membawa Fenqing untuk ketemu dengan nenek. Fenqing ngerti. Tingen lalu bertanya apa mereka mesti latihan? Fenqing nggak ngeh. Latihan apa? Tingen melanjutkan, latihan mengembangkan kecocokan mereka. Fenqing makin nggak ngerti. Apa yang harus mereka lakukan? Tingen lalu menggenggam tangan Fenqing. Mereka bisa mulai dengan gandengan tangan. Fenqing merasa kalo rasanya aneh. Tingen malah merasa nggak sama sekali. Mereka lalu berjalan sambil gandengan tangan. 

Bersambung..

Komentar:
Akhirnya Fenqing berhasil menyelesaikan salah paham antara Tingen dan pacar adiknya. Benar kata Fenqing kalo semua itu hanya kesalahpahaman saja. 

Salam
Anysti18