Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Best Chicken Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Raina Al Farisi
All images credit and content copyright: MBN, DramaX
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Best Chicken Episode 1 Part 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Best Chicken Episode 2 Part 2

seteah mempersiapkan semua yang di perlukan dalam usahanya Choi Go pun keluar dari tempat sauna tersebut. Sebelum meninggalkan tempat itu, choi Go menyemangati dirinya bahwa “ aku bisa melakukannya”, ucap Choi Go dengan penuh keyakinan. 


Bo A pun keluar dari kamarnya, Bo A mengintip terlebih dahulu. Bo A memastikan bahwa Choi Go sudah benar benar pergi dan ia merasa aman. 


Bo A pun membukakan pintu dan ternyata Gyun Man, Young Ho dan Min A datang berkunjung ke tempat sauna Bo A. 


Ketida sahabat Bo A ini ternyata berpura pura sebagai pengunjunng ke tempat  ini. Lalu Bo A memberikan menu makanan yang ada di tempatnya dan setelah itu mereka seolah memesan makanan sesuai yang ada di dalam menu.


Bo A pun berlatih untuk membawa minuman dan makanan di kedua tangannya. Ia pun berjlaan hati hati dengan membawa makanan dan minuman tersebut. 


Min A tampak menilai Bo A dalam emnjadi pelayan. Ia pun sempat memarahi Bo A karena ketidak mahiran Bo A dalam menyajikan makanan di meja makan tamu. 


Setelah belajar cara penyajian di meja tamu. Bo a beralih pada kasir, Bo A belajar bagaiman untuk menjadi pekerja paruh waktu yang baik dan dapat di andalkan namun ternyata semua iu sulit. 


Ternyata semua yang dilakukan Bo Aadalah untuk membuat usaha Choi Go bangkrut dan ia akan pergi dengan sendirinya. 


Setelah dirasa tekap bulat yaitu untuk menghancur usaha Choi Go. Min A pun terlihat sennag melihat ekppresi remjaa yang baru dalam hidupnya. “ ayo kita latihan lagi” ucapBO A semhat atas dirinya


 Setelah itu, ketiga sahabat Bo A pergi. Bo A pun memulai pekerjaan sebagai pekerjata paruh baik.  


Datangalah dua orang pria paruh baya memasuki tempat sauna. Kedua pria itu di persilahkan duduk oleh bo A lalu Bo A menanyakan apa yang akan mereka pesan. 


Melihat ada sedikit perdebatan antara Bo Adan pri aparuh baya tersebut, choi go pun menghampirinya. Choi punmenegsakan bahwa “ tempat ini hanya menyediakan menu ayam goreng tidak untuk sauna”. 


Setelah mendengar penjelasan dari Choi Go, kedua pri aitu pergi meninggalkan tempat itu. sementara Choi Go dan Bo A menngantarkan kedua pria tersebut sampai keluar. Lalu choi Go mengatakn “ Jika kalian ingin makan ayam goreng maka datanglah kemari”. 


Disinilah Bo A dan Choi Go. Merek asedang membahasa kesepakatan perjanjian kerj antara keduanya. 


Saat mereka sdang diskusi tentang surat kerj atersebut. Bo a berpendapat bahwa ia ingin gajinya sebagai pekerja paruh waktu adalah 10.000 won/jam ia bekerja. 


Choi go semapat terkejut dengan penawar Bo A. Lalu ia pun mengatkan mengapa sangat mahal hanya untuk menggaji seorang pekerj aparuh waktu. 


Choi Go mengatakan mengapa ia harus menggaji Bo A dengan sangat mahal. Padahal gaji yang ia tetapkan dalam surat perjanjian adalah sudah ditetapkan berdaarkan batas gajih sesuai dengan Umr yang ada di sana


BO A mengatakAn bahwa “ aku sudah lima tahun di tempat sauna ini juga banyak mengenal orang yang berada disekitar sini, jadi kau tidak bisa memperlakukan ku sebagai pekerj paruh baru biasa”,


Choi Go  pun tampak sedang berfikir, umtuk mempertibangkan tawaran yang di ajukan oeh BO A yaitu membayar gajinya 10.000 won per jam nya. 


saat Choi Go sedang berfikir, Bo A kembali teringat perkataan Min A yang menyuruhnya untuk meminta gaji sebesar 10.000 won agar Bo A dapat memiliki uang 500.000 won yang kakek berikan kepada Choi Go sebagai potongan dari uang sewa nya. 


Setelah mendengarkan pendapat Min a, Bo A tampak ragu ragu terhadap apa yang ia putuskan. Lalu ia pun mengatakan pada min a “ apakah ia akan memberikanku gaji 10.000 won per jam nya pada ku ?” 


Melihat Choi Go yang masih tampak sedang berfikir, Bo A pun kembali mengajukan penawaran terhadap Choi Go “ jika kau tidak memberiku 10.000 won ... 9.500 won pun tidak masalah bagi ku “ 


Bo A pun tampak terkejut ketika Choi Go menyetujui penawaran gajinya sebanyak 10.000 won. Ia pun yakin dengan pelayanan yang di berikan Bo A berdasarkan pengalamannya adalah yang terbaik. 


“Baiklah aku kita hasilkan 10.000 ribu won setiap harinya” ucap Choi Go penuh semangat lalu diangguti oleh Bo A yang juga menampakkan wajak cerianya. 


Keduanya pun sepakat lalu berjabat tangan menunjukkan perjanjian yang disepakati oleh kedua belah dan mereka siap bekerja sama. 


Choi Go tampak sibuk memnggambar sketsa untuk mempromosikan bisbis ayam gorengnya. Sementara  Bo A yang tak dirinya tertidur pun langsung terbnagun ketika Choi memanggilnya. 


Bo A pun menghampiri Choi Go dengan langkah gontai karen aternyata ia masih mengantuk. 


Saat ia menderkati  Choi Go dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh nya. Bo A pun langsung menebak apa yang dilihatnya dan mengatakan “ apakah ini seperti sebuah brosur ?” 


Choi Go pun langsung mengiyakan apa yang dikatan Bo A. Bahwa ia perlu melakukan promos terhadap usahanya agar usahanya di kenal orang dan banyak pengunjung yang akan datang. 


Choi Go pun menyuruh Bo A untuk membuat brosur ini menjadi banyak karena nantinya akan ia bagikan kepada banyak orang. Bo A pun mengambil kertasnya dan akan melaksanakan tugasnya. Sementara Choi Go akan mempersiapkan promosi yang lainnya. “ iya Bos “ ucap boa 


Choi Go merasa tersentuh dengan apa yang ia dengar tadi drai mulutu Bo A. Bahwa BO a memanggilnya dengann sebutan BOS. 


Saat Bo A hendak pergi Choi Go pun memanggilnya Bo A kembali. Dan menyuruh Bo A  agar tidak pergi dahulu. 


Saat Bo A kembali menghadapnya Choi Go mengatakan pada Bo A untuk mengulang ucapannya ketika ia memanggilnya BOS. 


Bo A menarik nafasnya lalu mengupkan kata BOS beberapa kali kepada Choi Go dengan mimik ceria yang dibut buat. 


Choi Go pun tambak bahagia mendengarnya. Karena ia tidak menyangka kini ia dipanggil BOS oleh bawahannya dan hal itu sangat menyenangkan baginya. 


Setelah mengucapkan kata BOS beberapa kali, Bo A pun merasa dibuat lelah oleh choi go lalu meminta izin untuk mengcopy brosur itu. 


Choi Go pun mempersilahkannya, karen aia sudah merasa puas setelah apa yang dilakukan Bo Aterhadapnya.  Choi Go langusng bergegas untuk pergi pula. 


Bo A pun keluar menuju tempat percetakan. Namun, dalam perjalanan ia melewati toko sahabatnya Gyun Man. Lalu sahabatnya bertanya “ mau kemana kamu pergi ?”.   


Dengan mimik malas Bo A pun  mengacungkan selembar kertas brosur kepada Gyun Man. Sahabatnya pun menanggapinya dengan tatapan jengahnya. 


Tak lama berselang datanglah Young Ho. Ia pun bertanya kepada Bo a “ Bagaimana pekerjaan mu ?” 


Bo A pun menjawab pertanyaa itu dengan menyimpan nada kekesalan. “ benar benar baik, bahkan selama tiga hari kami membuka toko belum ada satu orang pun yang menjadi langganan kami” ucap Bo A dengan malas. 


Gyun man pun mengatakan pasti kini Bos nya itu dalam keadaan sedih. Kaena toko nya belum ada satupun pengunjung ataupun yang menjadi langganannya. 

Bo A pun mengatakan “ tidak, ia terlihat baik baik saja bahkan ia begitu optimis terhadap pekerjannya”. 


Young Man pun mengatakan bahwa “ itu tidak mungkin, di sudah menyimpan banyak uang dalam usahanya. Mungkin ia sedang berpura pura” 


Bo A pun hanya menanggapinya dengan santai “ “ itu menurutmu ?” 


Gyun man langsung menyimpan bawaannya dan berkata bahwa itu tidak mungkin. Lalu ia pun berlaku seperti orang sedang dance dengan menceritakan kisahnya yang membosankan. 


Gyun man mengatakan bahwa Bos boa itu ibarat seorang anak orang kaya yang menganggap usahanya seperti hobi dalam hidupnya, bagi mereka menghabiskan uang banyak bukanlah hal yang membuatnya sedih judtru kebalikannya itu menjadi seperti menyenangkan. 


Bo A hanyut dalam cerita yang disampaikan oleh. Lalu ia pun sependapat dengan sahabatnya bahwa bos nyaa dalah tipe orang yang seperti karenanya ia terlihat baik baik saja .


Bo  A pun berpendapat bahwa ia harus mempunyai reencana yang khusus untuk bos nya itu. ia pun terlihat berpikir lalu melanjutkan perjalannnya. 


Dengan langkah penuh semangat yang membara Bo A pun menuju kantor dimana Min A berada. Min A yang melihat kedatangn Bo A tampak terkejut. 


Datang secara tiba tiba, bo a langsung memninta pulpen dan kertas kepada Min A dengan terburu buru. 


Bo A pun tampak berfikir, apa yang harus ia lakukan dengan brosur ini. Adagr para pelanggan tidak mau datang ke tempat ayam goreng Bosnya dan usaha bosnya menjadi bangkrut. Ia pun berfikir keras untuk sebuah ide gila. 


Min A pun hanya memperhatikan apa yang akan dilakuka oleh sahabatnya. Ia tak tahu rencana apa yang sedang disusun oleh Bo A saat ini. 


Tanapa menjawab pertanyaan Min A, Bo A bertanya pada Min A “ kapan kau tidak mau makan ayam goreng ?” 


Min Apun tampak berpikir untuk beberapa saat. Lalu ia menjawab “ saat aku merasa kenyang”. 


Bo A pun mengatakan bukan itu maksudnya, dan hal itu terlalu sulit untuk digambarkan. Lalu terbesit ide gilanya “ bagaimana menghapuskan nafsu makan. 


Setelah mendapat ide itu Bo A langsung mempunyai sebuah ide ia pun langusng menggambar sketsa di atas kertas brosur itu. 

Setelah melihat apa yang Bo A gambar di atas kertasa itu, Min A mengatakan pada Bo a “ Kau benar benar kejam..”, ia pun bergidik ngeri melihat apa yang digambar Bo a. 


Dalam gambarnya Bo a mengkisahkan tentang percakapan dua ayam yang merasa sedih karena merek akan di potong lalu digoreng dengan segenap perjuanagn ayam jantan hendak menolong ayam betina namunn terlambat.  Dari cerita ini berharap bahwa orang orang tidaka akan datang ke kedai Bosnya.


Bo A pun langsung memberi kertas itu pada tempat fotocopy untuk diperbanyak. Bahkan tukang potocopy tersebut sampai tertawa membaca cerita yang dibuat oleh tersebut. 


Setelah tertawa membaca cerita dalam brosur Bo A. Pencetak pun memastikan apakan benar Bo A akan mencetak brosur tersebut. 


Dengan wajah penuh keyakinan Bo A pun mengatakan iya bahkan ia mengatakan untuk membuat nya sebanyak 4000 kopi karena ia akan menyebarkannya sampai pada kota. 

Penulis Sinopsis: Raina Al Farisi
All images credit and content copyright: MBN, DramaX
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Best Chicken Episode 1 Part 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Best Chicken Episode 2 Part 2