Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Haro
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 3

Terlihat Nona Park sedang buru-buru pergi. Kemudian, pegawai wanita mendekati pegawai pria. Ia bertanya mengenai keadaan Seung Joo. Pegawai pria menjawab bahwa Seung Joo sedang sibuk mengurusi pemakaman bibinya. Pegawai wanita curhat ke pegawai pria, ia mempertanyakan Seung Joo yang meminta orang lain untuk mengantarkan portofolionya ke bagian personalia. Ia juga mencurigai sesuatu sedang terjadi pada Seung Joo.


Ternyata Nyonya Park bertemu dengan Pak Hong, kemudian mereka masuk ke sebuah gedung mewah. Sambil berjalan, Nyonya Prak bertanya mengenai kesungguhan Pak Hong untuk memindahkan kantor ke gedung yang mereka masuki. Pak Hong tidak menjawab, ia malah mengalihkan topik mengenai investasi yang sedang berjalan baik. Mereka berdua juga mengobrolkan tentang masalah dokumenter Oh Hyuk yang belum jelas keberadaannya. (Nyonya Park itu cerewet banget)


Ternyata Nyonya Park dan Pak Hong menemui Eric. Pak Hong memperkenalkan Nyonya Park ke Eric. Nyonya Park mengenalkan dirinya sambil berkata “Aku banyak mendengar tentangmu”. Eric langsung menjelaskan panjang lebar kepada Nyonya Park bahwa dia tidak suka berbasa-basi. Mereka bertiga kemudian membahas tentang masalah dokumenter Oh Hyuk.


Eric bertanya mengenai keberadaan Oh Hyuk. Pak Hong menjelaskan bahwa produsernya tidak berhasil menemukan keberadaan Oh Hyuk. Tapi, Pak Hong kekeh, ia tetap akan mencari keberadaan Oh Hyuk, ia pun bertanya ke Eric darimana mendapat informasi mengenai Oh Hyuk itu. Eric tidak memberitahu, “Mereka pemilih jika menyangkut klien”.


Kemudian, terlihat scene antara Eric dan sekretarisnya. Sekretaris menjelaskan bahwa ahli pemecah masalah itu adalah agen dektektif dan mereka juga pernah disewa Pemerintah untuk menangkap mata-mata Korea Utara. Eric sangat terkejut mendengarnya, ia berkata, “Mereka penipu, Oh Hyuk tidak ada di tempat yang mereka katakan.”


Scene berganti, terlihat Seung Joo bersama seorang polisi.
Seung Joo : “Katakan saja ada apa. Aku tidak bisa tetap di sini?”
Polisi : “Apakah kamu memesan sebuah paket?”
Seung Joo : “Tidak.” (Geleng-geleng)
Polisi : “Kami menemukan sidik jari korban di paket ini.”
  “Sepertinya korban mendapatkan paket ini untukmu, saat itu terjadi.”
Seung Joo : “Aku tidak memesan ini.”
Polisi : “Itu sebabnya aku memberitahumu. 
  “Pelakunya mungkin menggunakan paket ini untuk menemukanmu.”
Seung Joo : “Itu berarti pelakunya mungkin mengerjarku?” (Wajahnya ketakutan)
Polisi : “Kami hanya mempertimbangkan setiap kemungkinan.”
Seung Joo : “Itu tidak masuk akal.” (cemas)


Scene berganti ke cafe, Seung Joo curhat ke Se Mi mengenai keadaannya (tidak bisa sendirian) setelah diberitahu polisi ada yang mengejarnya. Ia berkata bahwa seseorang mungkin akan membunuhnya. Se Mi menyangkal, “Itu sama sekali tidak benar.” Se Mi menjelaskan kepada Seung Joo dari dokter kenalannya bahwa gejala umum dari gangguan panik adalah takut mati. Ia pun menawarkan Seung Joo untuk tinggal sementara di rumahnya.


Tiba-tiba, Young Min, suaminya Se Mi datang. Se Mi panik dan langsung menarik suaminya itu keluar cafe. Se Mi berkata kepada suaminya bahwa ia hanya menemui Seung Joo untuk berbicara. Suaminya Se Mi bilang dia tidak suka ketika melihat Se Mi bersama orang yang mengalami gangguan panik (Hmmm, tipe-tipe suami yang over protektif). Se Mi kesal, “Seung Joo itu temanku, tunggu saja di mobil.” Ia kembali masuk ke dalam cafe. Setelah Se Mi kembali, Seung Jo berkata bahwa jika tinggal sendiri terlalu berbahaya untuknya, Seung Jo akan tinggal bersama seseorang bahkan jika ia harus membayar orang yang akan tinggal bersamanya itu.


Terlihat Seung Joo sedang berada di kereta. Ia sedang memikirkan perkataan Bibinya, “Pertahankan gungung itu dan gunakan jika ada hal yang mendesak. Ia juga teringat perkataan Jak Doo waktu di kedai, “Aku akan menuruti semua perintahmu”. Seung Joo menghela napas.


Setelah turun dari bis, Seung Joo bertanya dimana rumah Jak Doo kepada tiga nenek yang pernah ditemuinya itu. Gan Nan mengatakan bahwa rumah Jak Doo sangat terpencil hingga Seung Joo tidak bisa ke sana. Seung Joo bilang tidak apa-apa. Kemudian, Gan Nan pun mengantarkan Seung Joo. Nenek Yi Bi yang kawhatiran itu bilang ke nenek satunya bahwa iya mempunyai firasat tidak enak, “Dia nampak ceria saat terakhir kita melihatnya, tapi kini dia mencari Jak Doo dan terlihat kacau”. Saking khawatirnya, Nenek Yi Bi pergi ke balai desa, ia menyuruh seseorang untuk mengumumkan bahwa Jak Doo dicari olehnya.


Setelah sampai di atas gunung, Nenek Gan Nan bilang ia berterimakasih kepada Seung Joo karena telah membiarkan Jak Doo tinggal di gunungnya itu, makanya ia memberitahu rumah Jak Doo. Ia juga memberi tahu bahwa di sana ada ‘Mata Air Mincho’, Seung Joo bisa meminum air mineralnya. Seung Joo hanya mengangguk-angguk.


Pertama kali melihat Rumah Jak Doo, Seung Joo berkata “Dia memakai pakaian, tapi dia hidup seperti orang primitif.” Tiba-tiba ada seekor ayam terbang menikamnya, sontak Seung Joo berteriak dan membuat Jak Doo keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Melihat Seung Joo ada di sana, Jak Doo terkejut dan bertanya sedang apa Seung Joo disini. Seung Joo menjawab, “Kenapa? Aku tidak boleh disini? Gunung ini milikku, kenapa kau terkejut”. Melihat gelagatnya aneh Seung Joo, Jak Doo menduga apa Seung Joo berubah pikiran. Seung Joo kemudian mengajak bicara Jak Doo maksud dan tujuannya.


Percakapan Seung Joo dan Jak Doo.
Seung Joo : “Kamu memohon kepadaku agar terus bisa tinggal di sini, bukan?”
Jak Doo : “Kamu sudah mengizinkannya.”
Seung Joo : “Apa kita cukup akrab untuk meminta bantuan?”
  “Kita harus membuat kesepakatan.”
Jak Doo : “Katakan saja aku akan melakukannya.”
Seung Joo : “Suami. Suami palsu.”
Jak Doo : “Astaga, kamu pikir aku bodoh?”
Seung Joo : “Jika kamu sertuju, kamu akan tinggal di sini selamanya.”
  “Kamu tidak akan bisa mencari nafkah, aku akan membayarmu.”
Jak Doo : “Jangan bercanda! Kamu harus pergi!” (pergi)


Seung Joo menghalangi Jak Doo pergi. Percakapan mereka berlanjut.
Seung Joo : “Aku membutuhkanmu saat ini!”
Jak Doo : “Bagaimana jika kamu menemukan seseorang yang ingin kamu nikahi nanti?”
Seung Joo : “Tidak akan. Kurasa kamu tidak akan menemukannya juga.”
Jak Doo : “Aku memilikinya. Aku memiliki seseorang yang kucintai.”
Seung Joo : “Bagaimana mungkin? Kenapa kamu tidak memberi tahuku?”
Jak Doo : “Apa di Seoul hal seperti itu harus diberitahu ke pemilik tanah?”
Seung Joo : “Aku mengharapkan banyak hal sebelum ke sini.”
  “Seharusnya kamu memberi tahuku.”
Seung Joo yang kesal langsung pergi, Jak Doo menghalangi dan berkata bahwa jika Seung Joo turun saat matahari terbenam akan sangat berbahaya, bermalam saja di sini. Seung Joo tak menghiraukan perkataan Jak Doo.


Benar saja,  saking gelapnya Seung Joo jatuh karena terpaduk sesuatu. Ia mencari hpnya yang tadi digunakan sebagai senter. Sayang, saat ditemukan Hpnya mati. Seung Joo pun berjalan lagi, Ia takut-takut melangkah. Tiba-tiba, seekor burung terbang, Seung Joo kaget dan terjatuh, gangguan paniknya kambuh. (Kalau aku udah nangis kejer mungkin)


Penulis Sinopsis: Haro
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 3