Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Haro
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 3 Part 1

Malaikat tak bersayap pun datang, Seung Joo merasa lega. Jak Doo kemudian membawa Seung Joo ke rumahnya. Seung Joo memberitahu Jak Doo ia tidak bisa sendirian, ia lalu mengajak Jak Doo tidur bersama-sama. Melihat ekspresi Jak Doo, Seung langsung mengeluarkan pistol gas air mata yang ia punya dan berkata “Jika kamu berniat cabul, aku akan menembakmu!” Jak Doo mendekat dan terus mendekat. Seung Joo ketakutan. Ternyata Jak Doo berniat membuka pintu disampingnya Seung Joo dan duduk di luar dekat perapian (Hahaha).


Ketika Jak Doo membawa penghangat ruangan ke dalam, Seung Joo sudah tertidur, posisi kakinya menekuk. Jak Doo pun meluruskan kaki Seung Joo, mencopot sepatunya, dan menyelimutinya (Jak Doo ternyata perhatian orangnya).


Pagi tiba, Seung Joo bangun dengan muka cerianya. Kemudian, ia tersadar masih berada di rumah Jak Doo. Seung Joo melihat di sampingnya ada tudung saji makanan, ia pun membuka tudung saji tersebut. Ia melihat ada ada beberapa hidangan dan tersenyum melihatnya.


Jak Doo yang baru saja pulang, mendapati rumahnya kosong, Seung Joo sudah tidak ada. Jak Doo lalu membuka tudung saji makanan, mengecek hidangannya sudah dimakan Seung Joo atau belum. Ia melihat ada sebuah memo dan kemudian membacanya, “Miliki banyak anak dengan wanita yang kamu cintai dan berbahagialah. Tampaknya itu tempat yang tepat untuk melakukannya. Lupakan ucapanku kemarin. Kamu sangat beruntun memiliki pemilik tanah yang baik sepertiku. Aku sudah sangat lama tidak makan hidangan enak dan tidur pulas. 


Scene berganti, terlihat di sebuah pemakaman Eric sedang menjelaskan ke beberapa orang, “Orang yang dikubur disini adalah Yi Woon Cheon, pemain gayageum terbaik, dia hanya menggunakan gayageum buatan ayahku”. Tiba-tiba seorang nenek datang dan memanggilnya, “Bong Sik, dasar anak nakal” dan langsung mengobrak-abrik meja yang ada di depan makam itu. Seorang pria menjelaskan kepada Nenek itu bahwa Bong Sik sangat mendukung pertunjukkan musik klasik Korea. Saat ini, nama Eric Cho sangat dikenal oleh anak muda. Nenek itu menimpali, “Dia bisa mengganti namanya tapi tidak dengan darahnya. Ayahmu mementingkan keuntungannya menjual nama master.” Nenek itu kesal, kemudian menyiramkan air ke muka Eric.


Kemudian, Eric berada di sebuah ruangan. Eric yang kesal atas kejadian di pemakaman tadi, langsung melempar semua gayageum yang ada di ruangan itu. Sekretarisnya mendekat dan memberitahu bahwa ada telepon. Eric yang masih kesal teriak, “Kamu bisa menjawabnya.” Sekretarisnya mengetakan ini mengenai seseorang yang menemukan Oh Hyuk.


Scene berpindah, di sebuah pasar terlihat Jak Doo sedang bersama tiga Nenek tercintanya. Nenek Yi Bi berkata, “Sesuatu mungkin terjadi diantara mereka semalam. Lihat dia tersenyum. Dia tidak bisa menahannya”. Ternyata, seseorang yang menelpon Eric juga ada di sekitar mereka. Ia berkata, “Jika aku membantumu menemukan Hyuk, kamu akan mebayarku berapa?


Terlihat Eric dan sekretarisnya sudah sampai di pasar yang sama dengan Jak Doo. Orang yang menelepon Eric pun membawa mereka ke tempat Hyuk berada. Ia berpapasan dengan Jak Doo dan seketika berhenti. Eric terus berbicara mengenai Kakek Hyuk, “Cucunya tinggal di pedesaan seperti ini dan muridnya mengkhianatinya dengan uang. Kasihan Oh Geum Bok”. Mendengar Eric berbicara seperti itu, orang yang meneleponnya kesal, “Jaga bicaramu”. Jak Doo yang mendengar dan melihat semua itu terus berjalan. Ayam yang dibawanya tidak sengaja mengenai Eric. Orang yang menelepon Eric meminta ke Eric dan berkata Hyuk tidak ada disini. Eric berteriak kesal, “Apa kamu bercanda!”


Kemudian, di sebuah ruangan terlihat Jak Do bersama dengan orang yang menelepon Eric . Jak Doo bertanya, “Siapa oarag itu?” Orang yang menelepon Eric menjawab, “Dia putra Cho Chin Soo. Dia datang untuk menagih hutang.” Jak Doo yang marah langsung berteriak, “Bedebah!”. Mereka berdua lalu berkelahi. Orang yang menelepon Eric berkata, “Jika ini tentangmu, aku  aku langsung menyerahkanmu kepadanya. Tapi, aku teringat Pak Oh dan tidak bisa melakukannya.” Setelah mengatakan itu, ia langsung pergi. Jak Doo pun sedih mengingat kakeknya (Jadi, Oh Jak Doo itu adalah Oh Hyuk).


Sesampainya di rumah, Jak Doo termenung, ia mengingat ketika Kakek bersamaya waktu kecil Jak Doo kecil sedang bermain gayageum, Kakek yang tiduran di sampingnya bilang, “Hyuk, suara senar yang tebal tidak sebaik sebelumnya. Lakukan lagi”. Jak Doo kecil pun melanjutkan permainannya. Karena bermain terlalu keras, jari Jak Doo kecil terluka ia mengadu ke Kakeknya. Kakeknya langsung bangun dan menutup lukanya dengan sebuah kain. Kakeknya juga berkata, “Kamu hanya bisa mengaku tahu cara bermain gayageum dengan baik, setelah jari-jarimu berdarah beberapa kali. Dengan begitu, kamu bisa menjadi seorang ahli.” Setelah scene lamunan berakhir, terlihat Jak Doo mengambil alamat Seung Joo yang ia tempel di dinding rumahnya.


Secene berpindah, Seung Joo sedang memilih-milih pakaian. Lalu, ada seorang pelayan yang mendekat dan menawarinya sebuah pakaian, “Bagaimana? Jika Anda akan bertemu direktur, sesuatu yang bergaya klasik akan bagus, tapi ini sedikit mahal”. Seung Joo menjawab ia akan membelinya.


Seung Joo kini duduk bersama atasannya di sebuah ruangan, ia bertanya, “Pak, kapan direktur akan datang?” Atasannya menjawab dengan nafas berat, “Itu karena kamu, situasiku sangat canggung. Gangguan panik adalah hal yang wajar. Jika itu mempengaruhi pekerjaanmu dan itu bisa buruk untuk dirimu sendiri. Memperkejakanmu sama saja melanggar kebijakan perusahaan.” Saat Seung Joo sudah berada di luar ruangan, seketika saja ia menangis mengingat perkataan atasannya saat di ruangan tadi.


Di sisi lain, Jak Doo sudah sampai di Staisun Yongsan, ia bebicara sendiri, “Kenapa orang –orang Seoul suka berbicara sendiri?” (Mereka lagi teleponan Pak, Haduh) Beberapa orang memberinya selebaran pekerjaan, Jak Doo kebingungan, tapi ia tetap saja menerima selebaran-selebaran itu.


Kemudian terlihat Jak Doo menaiki sebuah bus jurusan Sinsa-dong. Ketika semua orang menempelkan kartu ke sebuah alat sebagai pembayaran ongkos naik. Jak Doo yang bingung, menempelkan dompetnya ke alat itu. Supir yang melihatnya berkata, 
Supir : “Kamu pasti memiliki beragam kartu.”
Jak Doo : “Kartu apa?”
Supir : “Kamu tidak memiliki kartu?” (Heran)
Jak Doo : “Tidak.”
Supir : “Jadi, tadi kamu menempelkan dompet kosong di sini?”
Jak Doo : “Aku memiliki uang di dalamnya.” (Semua isi bus tertawa)


Setelah adegan di bis tadi, Jak Doo yang sedang berada di jalan bertanya ke seorang penjual mengenai alamat yang dibawanya. Penjual itu berkata “Kamu di Sinsa-dong, Gangnam-gu. Tempat yang mau kamu tuju adalah Sinsa-dong, Eunpyeong-gu”. Jak Doo pun sadar bahwa ia telah kesasar. Lalu, penjual itu menunjukkan jalannya, “Sebrangi jalan itu dan naik taksi.”


Saat menyebrang jalan, seseorang tidak sengaja menabrak Jak Doo dan membuat gulungan selebaran yang dibawanya jatuh. Saat mengambil gulungan selebaran itu, barang-barang yang ada di tas Jak Doo malah jatuh (Kasihan sekali kau Pak). Begitupun juga pistol gas air matanya Seung Joo yang kemudian tidak sengaja tertendang seseorang. Saat akan mengambil pistolnya Seung Joo itu, seseorang berkata, “Apa yang kau lakukan di sini?” Jak Doo yang tersadar bahwa itu Seung Joo, langsung memberikan pistol itu ke Seung Joo dan berkata “Apa kamu mendapatkannya? Suami Palsu. Jika kamu belum menemukannya, aku bersedia.” Kemudian, terdengar narasi Seung Joo.


Penulis Sinopsis: Haro
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 3 Part 1

2 komentar

Kak lanjutin sampai selesai y soal y dulu q baca gk sampai selesai d yg lama soal y kak gk lanjutin sinopsis y,makasih.

Kak lanjutin sampai selesai y soal y dulu q baca gk sampai selesai d yg lama soal y kak gk lanjutin sinopsis y,makasih.