Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Haro
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 3 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 4 Part 1

Seung Joo dan Jak Doo tiba di sebuah cafe. Seung Joo kemudian memberikan Jak Doo sebuah kartu kredit, ia menyebutnya sebagai “Kartu Kredit Istriku.” Seung Joo lalu menyuruh Jak Doo untuk memesan cappucino dan menunggunya di cafe, ia pun pamit pergi. Jak Doo meminta Seung Joo cepat kembali.


Karena tidak tahu mana pintu masuk cafe-nya, Jak Doo melompati pagar dan melihat-lihat lewat jendela. Ternyata, pintu masuk cafe ada di samping Jak Doo persis. (Hahaha) Oh ya, nama cafe-nya itu adalah Green Coffe.


Di tempat pemesanan, pelayan menawarkan, “Anda mau bubuk cokelat atau bubuk kayu manis?” Jak Doo yang tidak tahu maksudnya menjawab, ”Cappucino!” dan hal itu terjadi berulang-ulang sampai pelayan kesal. 


Seung Joo menghentikan sebuah lift, ketika dirinya akan masuk ke dalam lift itu, tiba-tiba gangguan paniknya kambuh, ia pun meminta maaf kepada orang-orang di dalam lift dan memilih menggunakan tangga.


Seung Joo melakukan konsultasi kembali dengan dokter yang sama. Dokter berkata, “Kejang dan panik dapat dicegah melalui pengobatan jadi tidak bisa dijadikan alasan untuk membatalkan pemberian kerja.” Seung Joo yang mendengar hal itu, langsung merasa senang. Kemudian, dokter menyarankan agar Seung Joo minum obat secara teratur dan sering terkena sinar matahari. Ia juga menambahakan agar Seung Joo fokus pada hal lain.


Atasan Seung Joo (Pak Choi) sedang bersama seorang wanita. Pegawai pria yang melihat atasannya berkata, “Itu orangnya. Dia menggantikan Bu Han.” Suami Nyonya Park menanggapi, “Dia baru saja ditolak. Mungkin ini sudah direncanakan sejak awal.” Pagawai pria membisikkan seuatu. Suami Nyonya Park terkejut mendengarnya dan langsung memberi tahu istrinya.


Setelah menerima kabar, dari suaminya, Nyonya Park langsung menelepon Seung Joo, ia berkata, “Ada yang membantu gadis itu. Dia lebih buruk daripada orang kaya. Dia mengambil posisimu.” Seung Joo yang terkejut mendengar itu, langsung berlari ke parkiran dan menyalakan mobilnya.


Begitu tiba di kantor, Seung Joo langsung protes kepada Pak Hong, ia berkata, “Jika Anda menolakku karena kekuranganku, aku akan pergi. Tapi, di sini aku dijadikan pengiring bagi kandidat yang sudah ditetapkan. Pak Hong menyangkal, “Bukan seperti itu, kamu tidak mendapat tawaran resmi untuk pekerjaan itu.” Seung Joo kemudian berkata bahwa dia akan tetap menuntut Pak Choi, mendengar itu Pak Hong lalu berdiri dan berteriak, “Han Seung Joo!”


Setelah keluar dari ruangan Pak Hong, Seung Joo dibuntuti oleh pegawai pria dan pegawai wanita. Mereka berdua beradu mulut, pegawai pria mendukung Seung Joo, sedangkan pegawai wanita membenarkan perkataan Pak Hong. Seung Joo yang jengah memilih pergi.


Di tempat parkir, ada dua mobil hampir bertabrakan. Mobil besar (miliknya Eric) dan mobil kecil (miliknya Seung Joo). Eric melongok melalui kaca jendela mobilnya dan berkata, “Biisakah kamu mundur sedikit?” Namun, karena tidak ada jawaban, ia terpaksa keluar dan menghampiri pengemudi mobil yang menghalangi jalannya.


Seung Joo membela diri, “Umumnya, kita menunggu orang lain keluar lebih dahulu. Aku harus keluar lebih dahulu agar kamu bisa masuk.” Eric beralasan bahwa di belakang tidak cukup ruang. Ia menekankan Seung Joo saja yang mundur karena mobilnya lebih kecil dan lebih mudah. Seung Joo tentu saja tidak mau.


Seung Joo yang jengah keluar dari mobil dan mengatakan bahwa ia sering melihat pria seperti Eric, mengendarai mobil besar tapi tidak bisa berkendara. Seung Joo pun langsung menaiki mobil Eric dan memundurkannya.


Mobil Eric yang dimundurkan Seung Joo menabrak pembatas parkir. Eric yang melihat itu, langsung menyuruh Seung Joo keluar. Seung Joo keluar dengan tenang dan berkata di depan telinga Eric, “Jangan meremehkan mobil kecil dan wanita. Kau mengerti bedebah?” Ia pun pergi, sedangkan Eric dongkol..


Nyoya Prak datang dan menyadari mobil yang keluar itu adalah miliknya Seung Joo. Eric bertanya kepada Nyonya Prak apakah dia mengenal Seung Joo. Nyonya Park menjawab, “Ya, karena film dokumenter tentang Oh Hyuk. Eric tersadar, “Jadi, dia Si Kartu AS itu.”


Seung Joo pulang ke rumah, ia mendapati rumahnya masih gelap. Kemudian, Seung Joo teringat perkataannya kepada Jak Doo untuk menunggunya di cafe. Sesampainya Seung Joo di cafe, ia melihat Jak Doo sedang dimarahi oleh pelayan wanita. Seung Joo yang mengerti akan situasinya langsung berteriak memanggil, “Sayang!” dan kemudian merangkul tangan Jak Doo. Pelayan wanita itu tertegun.


Jak Doo membantu Seung Joo yang kesulitan mengambil mie di atas lemari. Mereka berdua kemudian makan bersama. Seung berkata, “Saat tinggal bersamaku, kamu harus belajar cara bertahan di dunia yang kejam ini.” Ia juga menjelaskan bahwa Jak Doo harus berjuang demi kebaikannya sendiri dan mengabaikan hal yang dialami orang lain. Jak Doo menanggapi, “Jika tidak ada yang membantu, lalu siapa yang akan membantu?”


Jak Doo berada di dalam bus. Ia memikirkan perkataan Seung Joo semalam setelah makan. Kemudian flash back, Jak Doo dan Seung Joo sedang melihat kamar yang menjadi TKP pembunuhan. Seung Joo berkata, “Entah kapan itu terjadi, tapi seseorang bisa datang ke sini untuk membunuhku. Kamu akan tetap menolongku? Akankah kamu tetap di sini bersamaku?”


Ibunya Seung Joo sedang makan bersama teman-temannya. Salah satu temannya berkata, “Bawalah putrimu kapan-kapan, akan kujodohkan dia dengan seseorang.” Ibunya Seung Joo menanggapi bahwa anaknya tidak bisa mengencani sembarang orang. Ia kemudian bertanya kepada temannya itu, apakah mempunyai kenalan pria kaya.


Seung Joo menelepon ibunya, setelah diangkat, ia kemudian bertanya, “Ibu tidak membayar biaya perawatan makam?” Ibunya beralasan bahwa ia lupa dan uang yang dikirim Seung Joo sudah habis untuk membeli kertas tembok dan memasang lantai. Seung Joo kesal dan marah.


Ternyata Jak Doo pergi ke terminal untuk mengambil titipan yang ia minta kepada ketiga neneknya itu. Jak Doo kemudian menelepon Nenek Gan Nan dan mengucapkan terima kasih. Sebelum telepon ditutup, Nenek Gan Nan memberi tahu Jak Doo bahwa Eun Jo mencarinya. Ia juga mengingatkan Jak Doo untuk melihat konser Eun Jo. Jak Doo pun menaiki bis yang akan membawanya ke tempat konser Eun Jo.


Seung Joo dan si pembunuh bertemu di pemakaman, tapi mereka tidak menyadari satu sama lain. Ketika si pembunuh menengok, Seung Joo juga menengok. Mereka berdua seperti tersadar akan sesuatu.


Jak Doo akan memasuki tempat konsernya Eun Jo, namun tiba-tiba teleponnya berdering, ketika diangkat terdengar suara, “Anda walinya Nona Han Seung Joo? Aku menelepon dari rumah sakit.” Jak Doo terkejut.


Ketika Eun Jo berlatih dengan gayageumnya sebelum konser, managernya berkata, “Ada seseorang yang ingin menemui Anda.” Eun Jo pun berdiri dan berharap bahwa Jak Doo-lah yang akan menemuinya. Tapi, kemudian yang muncul adalah...


Penulis Sinopsis: Haro
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 3 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Husband Oh Jak Doo Episode 4 Part 1

2 komentar

Makasih kak d tunggu selanjut y,semanga...t.

Ditunggu next episodnya