2/07/2019

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 PART 1

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 Part 2

“Ada beberapa cara untuk membatalkan pemindahan itu. Salah satunya adalah, jika klub dibawah pengawasan guru itu memenangkan penghargaan pada kompetisi nasional. “ kata Pak Han kepada mereka.


“Aku yakin dia tidak akan memberi tahumu dan dia akan marah jika tahu aku memberi tahu kalian, tapi kupikir kalian harus tahu. Jadi, jangan biarkan dia tahu, dan bekerja keraslah.” Jelas Pak Han kemudian pergi.


Pak Lee datang dengan membawa makanan untuk  mereka. Di dalam ruangan mereka masih berlatih bersama, mereka beristirahat setelah Pak Lee datang.


“Bapak Lee bagaimana? Apa yang terjadi?” tanya Ye Ji. “Mereka memindahkanku semester depan.” Jawab Pak Lee.


“Apa yang harus kami lakukan? Aku merasa tidak enak kepada siswa baru.” Kata Na Yong. “Kami bisa sering berkumpul denganmu.” Jawab Young Ji.



“Aku akan pergi ke sekolah dengan anak-anak yang mendengarkan dan tidak menyebabkan masalah. aku ingin melaih hingga pensiun.” Kata Pak Lee membuat Hye Jin tersindir dan merasa bersalah.


“Anda tidak boleh suka anak-anak disana, lebih dari menyukai kami. Mengerti?” kata Yeong Ji.


Yeong Ji mengulurkan kelingkingnya sebagai perjanjian, melihat hal itu anak-anak yang lainpun mengikuti hal demikian kecuali Hye Jin, ia hanya tersenyum melihat tingkah teman-temannya.


“Shi Eun, kau pikir hudupmu berakhir jika kamu tidak kuliah bukan? Kebahagiaan tidak hanya datang dengan meraih mimpi.” Kata Shi Ra menasihati adiknya.


“Kak Shi Ra, kakak bahkan tidak perlu merelakan mimpi. Siapa kakak bisa menceramahiku?” Ucapnya sambil melempari bantal kepada kakaknya.


Shi Eun mendapat kabar bahwa dirinya memenangkan hadiah dari lomba karya tulisnya.. Ia langsung keluar bersama Seung Chan untuk melampiaskan rasa bahagianya.


“Dia memenangkan hadiah utama? Bukankah itu juara pertama? Siapa duga putrimu sangat berbakat?” kata salah satu teman kerja Park Mi Yong.


“Dia mirip seperti ayahnya. Habislah aku. Bagaimana jika dia benar-benar masuk kuliah? Aku membuat janji. Matilah aku.” Keluh Park Mi Yong kepada rekan kerjanya.


“Kamu akan membutuhkan banyak uang jika berencana mengirimnyya ke universitas di Seoul juga.” Kata rekan kerjanya.


“Maaf. Tapi kami tidak bisa memberi anda pinjaman.” Kata seorang karyawan Bank kepada Park Mi Yong.


“Waktu kita satu pekan hingga kompetisi. “ Kata Na Yong.


“Kita selesai dengan tari kompetisi setelah itu usai bukan?” kata Ye Ji.


“Benar senior tidak bisa karena mereka sibuk mencari kerja. Tahun lalu, para anggota mendadak berhenti karena itu mereka tidak punya kesempatan.” Kata Shi Eun.


”Jika kita tidak beruntung semester depan , mungkin kita akan dipanggil kembali semester depan.” Kata Yeong Ji disusul keluh kesah temannya yang sudah lelah untuk mengikuti kompetisi.


“Jangan membuat kita sial. Aku hanya berharap itu akan berakhir, mencari kerja maupun tari kompetisi.”kata Ye Ji.


“Saat mereka membunyika bel pada tengah malam taggal 31, kita bisa minum dan merokok.” Kata Yeong Ji dan Do Yul dan disambut tawa oleh teman lainnya.


“Kalian sudah melakukan itu!” Kata Ye Ji bercanda. “Hei jangan main bersama mereka!” Sambung Na Yong.


“Hei kenapa kamu selalu mengajak membeli tteokbokki jika kamu tidak memakannya? Kamu menyukainya. Apa kamu sangat menyukaiku?” kata Shi Eun meledek Hye Jin.


“Apa sebaiknya aku kuliah juga? Nenekku bilang dia akan menyekolahkanku.” Kata Hye Jin meminta saran kepada Shi Eun.


“kamu harus kuliah jika mau. Ada jurusan yang kamu minati?” tanya Shi Eun. “Tidak ada.” Jawab Hye Jin. “ Maka kamu bisa mencari kerja saja bukan?”Shi Eun bertanya balik.


“aku tidak mau lulus. Aku suka keadaan seperti ini.”kata Hye Jin. “Kita akan terus berteman bahkan setelah kita lulus.” Kata Shi Eun.


“Shi Eun aku punya pertanyaan. Apa kamu mencintaiku?” tanya Seung Chan sambil tersenyum. “Tentu saja kamu pacar pertamaku.” Jawab Shi Eun.


“Dulu katamu kamu suka seseorang.?” Tanya Seung Chan. “Kukira aku suka, tapi kusadari aku salah.” Jawab Shi Eun.


“Itu berari kita cinta pertama masing-masing.” Kata Seung Chan dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


“Kamu tahu, kita akan menjadi dewasa dalam setahu. Tapi apa kamu tahu artinya saat mereka berkata, mewujudkan mimpimu bukan berarti kebahagiaan?” tanya Shi Eun kepada pacarnya itu.


“Apa maksudnya? Itu bodoh.” Jawab Seung Chan. “Benar maksudku begitu. Tapi kamu tidak akan tahu hingga mewujudkannya, jadi kita tidak tahu karena kita masih terlalu muda. “ kata Shi Eun.


“Shi Eun..” suara seorang pria menyapa Shi Eun memecah obrolan Shi Eun dan Seung Chan.


“Hei siapa lelaki itu?” tanya Seung Chan. “Itu orang yang dulu kutahu.” Jawab Shi Eun panik.


Pria itu mendekatinya dan berkata ia akan mentraktirnya. “Maaf tapi aku juga punya uang.“ kata Seung Chan yang mulai tidak nyaman dengan kehadiran pria itu.


 “Seorang dewasa tidak bisa membiarkan anak-anak membayar. Dan itu bukan uangmu, itu uang orang tuamu” kata pria itu, perkataannya membuat Shi Eun dan Seung Chan menatap kaget.


“Ini keren. Aku kemari berpikir aku harus menelponmu. Dan kamu ada disi, ini bagai film.” Kata pria itu sambil tersenyum kepada Shi Eun.


“Astaga ini memang seperti film.” Kata Seung Chan geram. “Apa dia pacarmu?” tanya pria itu.


“Apa?” Shi Eun kaget dengan pertanyaan pria itu. Shi Eun hanya memandang Seung Chan karena bingung harus berkata apa.


“ya, aku pacarnya” kata Seng Chan. “Lalu kenapa dia idak menjawab?” tanya pria itu. “Itu karena dia tidak suka mengucapkan kalimat seperti itu pada orang yang tidak terlalu dikenal.” Jawab Seung Chan.


“Apa maksudmu? Aku mantan pacarnya. Kamu tidak tahu?” jawab pria itu. “Apa?” sontak Seung Chan kaget dan memandang tajam Shi Eun, padahal baru saja Shi Eun mengatakan  kalau  dirinya adalah pacar pertama Shi Eun.


“Apa kamu berharap pacarmu hanya menjadi milikmu, dan kamu pertama baginya? Kamu masih sangat muda.” Kata pria itu.


“Tidak. Aku tahu, tapi kupikir itu tidak benar. Karena itu berbeda dari yang aku dengar. “ kata Seung Chan.


“Apa ? berbeda bagaimana?” kata Shi Eun sambil memegang tangan Seung Chan.


“Shi Eun, tidak akan aku katakana karena kamu tidak menginginkannya.” Jawab Seung Chan sambil mengangguk-anggukan kepalanya seolah ia mengerti.


“Akademi memilih sekenario lengkapku. Itu akan masuk produksi. Aku aka nada di Geoja sesaat untuk rekaman. Telpon aku jika kamu punya pertanyaan.” Kata Pria itu kepada Shi Eun.


“Seung Chan mendengarnya sangat geram. Ia menanyakan usia pria tu. “Usiamu 28 tahun, kenapa pacari anak dibawah umur?” tanya Seung Chan.


“karena Shi Eun sudah dewasa.” Jawab pria itu. “Bukan Shi Eun. Kenapa kamu mengencani anak dibah umur 10 tahun dibawahmu? Itu tidak normal.” Kata Seung Chan. Shi Eun mendengarnya berusaha menghentikan Seung Chan untuk tidak terus berbicara.


“Seng Chan, dengarkan aku. Aku tidak memberi tahu Na Yong dan Ye Ji kalau aku memiliki pacar aku hanya memberi tahumu.” Kata Shi Eun yang berusaha mengejar Seung Chan yang nampaknya marah kepadanya.


“Hei Berapa lama kamu bersama dia?” tanya Seung Chan. “Tida bulan.setahun lebih sedikit.” Jawab Shi Eun.


“Shi Eun kenapa kamu mengulangi kesalahan yang sama? Apa ada kebohongan lain yang kamu katakana kepadaku? Apa kamu menipuku tentang hal lain?” tanya Seung Chan kecewa.


“Hei kenapa kamu bilang begitu? Aku tidak mempermainkanmu. Jangan berlebihan. Dia bahkan tidak tertarik kepadaku..” kata Shi Eun berusaha memberikan pengertian kepada Seng Chan.


“Kamu sungguh tidak normal. Kamu sadar itu?” kata Seung Chan kemudian berlalu pergi. “baiklah aku memang tidak normal. Lalu apa artinya kamu mengencaniku? Kalau begitu kita putus saja. Aku tidak perlu mengencanimu.” Seung Chan hanya menengoknya sebentar kemudian melanjutkan jalannya. “Hei jika kamu pergi, hubungan kita benar-benar berakhir!” kata Shi Eun meneriaki Seung Chan.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon